Friday, November 9, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 10 Part 2

Sumber: tvN


Jin Kook menyempatkan menyiram bunga yang Jin Kang beli sebelum berangkat. 

"Musim gugur adalah musim bunga krisantemum. Indah." Kata Jin Kook. 

"Cantik, bukan?"

"Benar."

"Aku membelinya di jalan pulang. Ada toko bunga buka di dekat sini."

"Begitu, ya."

"Kakak akan mengantarku lagi?"

Jin Kook mengangguk dan Jin Kang bersorak senang. 


Jin Kang memberitahu Jin Kook kalau ia lembur hari ini jadi Jin Kook tidak usah menunggunya. Mereka juga harus membeli bahan-bahan gimbap sendiri.

Jin Kook: Besok, setelah gimbap-nya jadi, bagikan ke Cho Rong...

Melihat reaksi Jin Kang, Jin Kook langsung mengubah pembicaraannya, "Apa dia sudah berangkat kerja? Kenapa kamu sering melembur?"

"Sebelum piknik bersama Kakak, banyak tugas yang harus dituntaskan. Ayo."


Saatnya Yu Ri dibawa ke kejaksaan. Jin Kook mengantarnya naik mobil. 


Seorang detektif meminta Jin Kook memeriksa sisanya sebelum pulang. Maksudnya memeriksa Kim Moo Young. Besok Moo Young harus diinterogasi, tapi ponselnya sibuk. Jangan sampai dia menghilang. Interogasinya pukul 14.00 besok.

Jin Kook: Baiklah, pukul 14.00.


Moo Young sedang telfonan dengan Jin Kang ternyata, tapi baterainya habis, Moo Young harus segera menutupnya. 

Jin Kang: Ya, aku melembur nanti. Jangan datang ke kantorku.

Moo Young: Baiklah. Jika kamu singgah ke rumahku, periksa di bawah pot krisantemum kuning. Ya, sampai jumpa.


Setelah Moo Young menutup telfon, ia melihat Sekretaris Choi keluar dari mobil. 


Moo Young dibawa untuk menemui Se Ran disebuah pub. Se Ran bertanya kenapa Moo Young menolak tawarannya.

"Aku sedang mempelajari sesuatu. Kurasa pekerjaan itu akan menghalangi." Jawab Moo Young.

"Mempelajari apa?"

"Cara menjadi orang baik."

"hahaha.. Apa? Itu tidak cocok untukmu."

"Justru itu aku mempelajarinya. Sepertinya penjelasanku sudah jelas. Bagaimana?"

"Aku langsung mengenalimu. Tapi tampaknya kamu tidak sadar. Kita spesies yang sama. Kita tidak akan bisa menjadi manusia. Aku bisa hidup seperti sekarang berkat kebosanan. Di dunia tempatku dilahirkan, tidak ada yang menyenangkan atau menarik. Saat ada yang berkilauan, aku mati-matian mengejarnya. Akhirnya aku tertipu. Semuanya membosankan. Tapi aku tidak bisa mengeluh. Karena waktu telah berlalu. Saat ini, kilaumu paling terang. Apa tindakanmu jika berada di posisiku? Kamu pasti ingin memeriksanya, bukan? Kamu akan mendatangiku. Aku berani bertaruh."

"Rasanya tidak enak." Jawab Moo Young lalu pergi. 

Sepergnya Moo Young, Se Ran bertanya pada Sekretaris Choi, kapan Moo Young dipindahkan ke kejaksaan?


Jin Kook buru-buru ke rumah Moo Young karena Moo Young tidak menangkat ponselnya.

Jin Kook melihat bunga itu juga di depan rumah Moo Young. Ia tidak berpikiran jauh. Ia lalu mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban.


Jin Kook buru-buru ke rumah Moo Young karena Moo Young tidak menangkat ponselnya.

Jin Kook melihat bunga itu juga di depan rumah Moo Young. Ia tidak berpikiran jauh. Ia lalu mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban.


Jin Kook pun kembali keluar, ia menelfon seseorang tapi nomornya tidak aktf.

Kilas balik..


So Jung cerita, saat Kim Moo Young ditangkap atas pembunuhan, Jin Kang meneleponnya. Jin Kang bertanya apakah tersangka di berita itu Kim Moo Young. Masalahnya, suaranya... Jika Kim Moo Young benar-benar anak yang Jin Kook cari, Moo Young dan Jin Kang tidak boleh berhubungan, bukan?

Kilas balik selesai..


Telfon Jin Kook diangkat dan ternyata ia menelfon Jing Kang. Jin Kang beneran ada di kantor, tidak bohong. Jin Kook mengonfirmasinya karena mendengar suara So Yeon. Jin Kook lega.


Saat Jin Kook menutup telfon, ternyata Moo Young sudah ada di belakangnya. Moo Young bertanya, Jin Kook mau ke rumahnya? Jin Kook mengiyakan, bukankah Moo Young sudah diberi arahan saat dibebaskan?

Moo Young: Ah.. "Jawab semua panggilan dari polisi. Jika ada panggilan tidak terjawab, segera hubungi kembali. Jika keluar kota, harus melapor dahulu. Jika sulit dihubungi terlalu lama, kamu akan dimasukkan ke DPO". Maksudmu arahan itu?

Jin Kook: Jika tahu, kenapa kamu tidak bisa dihubungi seharian?

Moo Young: Daya ponselku habis. Aku berniat menelepon balik setelah mengisi dayanya. Ada apa? Ada masalah?

Jin Kook: Ada interogasi pukul 14.00 besok.

Moo Young: Baiklah.


Jin Kook memperingatkan Moo Young untuk tidak berhubungan dengan adiknya lagi. Berpisahlah!

"Kenapa? Karena aku tidak pantas untuknya?"

"Bukan masalah kepantasan, tapi karena dirimu. Karenamu. Jangan menemuinya lagi. Ini bukan permohonan, tapi peringatan."

Jin Kook langsung pulang.


Jin Kang ketiduran di taksi dan saat ia bangun, mereka melewati rumah Moo Young. Jin Kang meminta diturunkan disana saja.


Jin Kang datang ke rumah Moo Young. Ia ingat Moo Young menyuruhnya memeriksa di bawah pot krisantemum kuning. Disana Jin Kang menemukan kunci rumah Moo Young.


Di dalam, Moo Young mimpi yang sama. Jin Kang memanggil-manggilnya untuk membangunkan. Moo Young membuka matanya, ia melihat Jin Kang dan ia langsung memeluknya.


Jin Kang mengambilkan minum untuk Moo Young, ia bertanya dimana gelasnya tapi Moo Young tidak punya, Ia meminta Jin Kang berikan saja botolnya.

"Kamu tidak punya gelas?"

"Tidak."


Usai Moo Young minum, Jin Kang bertanya mimpi apa Moo Young tadi. Mimpi buruk?

"Ayahku meninggal di mimpiku."

"Ayahmu meninggal di mimpimu?"

"Ya."

"Dia ditembak. Ini kali kelimaku memimpikannya."

"Mimpimu sama berulang kali?"

"Isinya sama. Tapi makin lama, makin jelas. Seperti ingatan yang makin jelas."

"Mimpi apa?"


"Awalnya indah. Aku sangat bahagia di situ. Di mimpiku, usiaku sekitar 4 atau 5 tahun. Aku bermain robot di hutan. Sepertinya aku bermain dengan adikku."


"Ayahku ada di rumah saat aku pulang. Aku ingin menghampirinya karena senang melihatnya. Tapi aku mendengar suara ketel. Air mendidih. Lalu pistol. Ada pistol di balik uap panas itu."


Moo Young menebak Seseorang akan membunuh ayahnya. Lalu mimpinya menjadi buruk. Ia takut sekali. Walau wajah penembaknya tidak terlihat, iau melihat jelas pistolnya. Rasanya pistol itu akan menembak ayahnya. Ia berusaha memanggil ayahnya, tapi dia roboh setelah ditembak. Lalu mimpinya terhenti.


Moo Young: Aku sulit bangun. Rasanya seperti bermimpi menakutkan. Lalu aku mendengar suaramu.

Jin Kang: Suaraku?

Moo Young: Ya, "Kim Moo Young". Seperti tadi, kamu memanggil namaku.

Jin Kang: Benarkah?

Moo Young: Ya. Itu sebabnya kukira aku masih bermimpi tadi. Sebab kamu ada di sisiku saat aku membuka mata.

Jin Kang: Kapan kali pertama kamu memimpikan hal itu?

Moo Young: Saat aku mengalami kecelakaan di Yangso. Aku juga mendengar suaramu saat itu.

Jin Kang: Bagaimana kamu tahu itu suaraku?

Moo Young: Itu jelas kamu.

Jin Kang: Aneh.

Moo Young: Mungkin.. itu bukan sekadar mimpi. Masa lalu yang kulupakan. Aku tidak punya ingatan sebelum umur lima tahun.

Jin Kang: Sama sekali?

Moo Young: Ya. Aku bahkan ragu apakah usiaku lima tahun saat itu. Aku tidak tahu kapan aku dilahirkan.

Jin Kang: Lalu apa ingatan pertamamu?


Moo Young: Berjalan. Aku berjalan tidak menentu tanpa arah. Kakiku sakit dan aku lapar. Aku takut karena tempat itu asing, tapi aku terus berjalan. Kurasa aku mencemaskan seseorang. Aku tidak bisa berhenti karena seperti ada yang menungguku.

Jin Kang: Siapa? Ibumu?


Moo Young lalu mengambil gambarnya dan menunjukkannya pada Jin Kang. Dalam gambarnya itu ada dirinya, ayah, ibu, dan adiknya.

Moo Young: Adikku terlihat nakal, ya?

Jin Kang: Ya, benar.

Moo Young: Hanya ini petunjuknya. Seorang nenek merawatku setelah aku tersesat. Katanya, dia meninggal kurang dari setahun setelahnya. Maka, kepala desa mengirimku ke panti asuhan. Kata mereka, gambar ini berada di sakuku. Bagaimana menurutmu?


Jin Kang: Kamu terlihat bahagia. Semuanya tersenyum. Lihat. Bahkan ada malaikat di sini.

Moo Young: Bukankah dia mirip polisi?

Jin Kang: Polisi? Topinya ungu.


Moo Young: Mungkin aku salah. Sejak aku kecil, kukira ayahku polisi. Ayah yang ada di benakku.. masih mencariku, anaknya yang hilang.. dari suatu tempat dengan gelisah.  Itu sebabnya.. aku bukanlah anak yang dibuang. Aku anak yang hilang. Pemikiranku kekanak-kanakan, ya?

Jin Kang: Tidak. Berapa kali pemikiran itu muncul?

Moo Young: Tidak terhitung. Kamu sedang apa? Bagaimana rasanya?

Jin Kang: Aku juga tahu rasanya.

Moo Young: Bagaimana bisa?

Jin Kang: Yang jelas aku tahu. Aku tahu. Lihatlah. Keluargamu terlihat bahagia. Jika menjadi dirimu, pemikiranku akan sama sepertimu.

Moo Young: Begitukah?


Jin Kang mengangguk. Lalu bertanya apa Moo Young sudah mencoba mencari keluarganya?

"Ya, saat aku berumur 8 tahun dan 20 tahun. Tidak ada hasil."

"Mau mencoba lagi?"

Moo Young menggeleng.

"Kamu takut.. jika mimpimu sebenarnya nyata, ya?"

Jin Kang lalu memeluk Moo Young.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap