Wednesday, November 14, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 11 Part 4

    Sumber: tvN


    Dokter Yang menemui Jin Kook di kantor. Jin Kook lalu mengaaknya ke kafe untuk bicara lebih nyaman. 

    Jin Kook tidak menyangka Dokter Yang datang karena Moo Young, bukan Yu Ri. Ia ragu bisa bercerita tentang Moo Young karena perkembangan investigasi tidak boleh dibocorkan.

    "Aku paham. Saat menemuiku untuk menyelidiki Yu Ri, kamu membaca bukuku, bukan?"

    "Ya."

    "Anak bernama Myung Ho di bab kedua adalah Moo Young. Dia.. anak pertama yang kutemui. Karena dia, aku kembali berkuliah kedokteran dan mendalami psikiatri anak. Bagaimanapun, dia istimewa bagiku."

    "Artinya, sejak masa kecilnya di Haesan..."

    "Benar. Sejujurnya aku bingung. Tidak kusangka kamu tahu dia besar di Haesan. Aku tidak salah menemuimu."

    "Tidak, kebetulan saja aku tahu kampung halamannya di Haesan."

    "Kumohon. Keraguanku sangat besar. Kejahatan Yu Ri sudah cukup mengejutkanku,  tapi keterlibatan Moo Young lebih mengejutkan. Jika hidup dia tidak terkendali, aku ikut bertanggung jawab karena itu menandakan keputusanku salah."

    "Keputusan?"

    "Ya. Keputusanku di masa lalu."


    So Jung melihat Jin Kook mengantar Dokter Yang ke parkiran. Ia iri melihat Jin Kook dengan DOkter Yang, harusnya ia tadi meminta TTD nya DOkter Yang, soalnya So Jung penggemar berat Dokter Yang.

    "Dia sangat populer?" Tanya Jin Kook.

    "Sangat populer. Dia juga mengisi acara TV. Aku juga membaca buku dan mencari videonya di internet."


    Jin Kook cerita pada So Jung kalau Yu Ri adalah anak di bab tujuh dalam bukunya dan Moo Young adalah anak di bab dua. So Jung sangat terkejut mendengarnya.

    So Jung: Astaga. Aku tidak tahu banyak karena hanya membaca bab tujuh. Bab duanya sangat tragis. Aku sampai menangis saat membacanya. Tapi aku tidak ingat, harus kubaca ulang. Kenapa dia menemuimu?

    Jin Kook: Dia punya banyak pertanyaan, seperti bagaimana Yu Ri dan Moo Young bisa saling kenal. Dia terlihat tertekan.

    So Jung: Sudah pasti. Sebab keduanya bekas pasiennya.

    Jin Kook: Ya.


    So Jung menanyakan pendapat Yu Ri setelah Jin Kook menemuinya. 

    "Negatif. Jin Kang tampaknya tidak tahu."

    "Syukurlah. Omong-omong, kalau sekarang, tidak masalah jika dia tahu, bukan? Dia sudah dewasa, bukan anak kecil."

    "Apa? Dia tidak boleh tahu."

    "Maksudku bukan kejadian di masa lalu itu. Mungkin dia akan tahu kamu mengadopsinya saat kecil. Kelak Jin Kang harus mengetahuinya."

    "Pokoknya tidak boleh!"

    "Baiklah. Abaikan saja jika tidak boleh. Kenapa marah? Sadarkah kamu terlalu sensitif? Kamu makin sensitif."


    Jin Kook: Aku tahu. Aku pun sadar, tapi mau bagaimana lagi? Seharusnya kami tidak berjumpa. Sejak kami bertemu, rasanya ada sesuatu yang menghampiriku. Mustahilkah lari dari sesuatu? Ini pasti karma. Apalagi ini bisa berdampak besar kepada Jin Kang. Aku tidak tahan. Aku bisa gila.


    Di kantor, Moo Young mencari resep makanan lalu ia menghafalnya. 


    Dan saat pulang, ia membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Tapi Moo Young bingung mau beli anggur putih atau anggur merah. Ia pun menanyai Jin Kang lewat pesan dan Jin Kang menjawab anggur putih.


    Jin Kook menelfon Jin Kang, ia juga sedang belanja sekarang. 

    "Aku sedang di toko swalayan. Ikan kodnya terlihat segar. Jika kamu makan malam di rumah, kakak akan membuat sup kod."

    "Ikan kod... Mungkin aku akan pulang agak malam."

    "Pulang larut malam? Kamu lembur?"

    "Aku belum tahu semalam apa. Tapi kurasa aku akan pulang setelah jam makan malam."

    "Baiklah. Lain kali saja kakak memasaknya. Jangan lupa makan malam."

    "Ya. Maaf. Kakak juga, jangan lupa."


    Jin Kook melihat Moo Young beli daging, tapi Moo Young tidak melihat Jin Kook. Moo Young bilang pada penjaga daging kalau ia mau makan sama acarnya jadi minta kemasan yang lebih besar.

    Jin Kook mendengarnya, tapi ia menghindar saat Moo Young berbalik.


    Owh.. ternyata Moo Young juga melihat Jin Kook, tapi ia juga diam saja.


    Jin Kook terus memperhatikan Moo Young bahkan saat ia ada di mobil. Ia teringat kata-kata Yu Ri, "Wanita yang menyukai Moo Young tidak akan bisa melepaskannya."


    Jin Kang membawa tisu dan detergen. Hadiah untuk pesta rumah baru.

    Jin Kang: Kamu tahu kenapa tisu dan detergen menjadi hadiah? Untuk mendoakan keberuntungan. Semoga keberuntungan menghampirimu.


    Jin Kang melihat Moo Young memasak, ia tahu masakan itu tapi lupa namanya.

    Moo Young: Apa? Mille-feuille nabe?

    Jin Kang: Ya. Mille-feuille nabe. Sudah lama aku ingin mencicipinya. Tidakkah ini terlalu ambisius?

    Moo Young: Ya, aku memang ambisius. Seharusnya ini mewah, tapi mudah. Ternyata sangat rumit.

    Jin Kang: Butuh bantuan?

    Moo Young: Tidak. Duduk saja. Tetaplah duduk.


    Jin Kang mencari-cari boneka itu, ia menemukannya dan bicara dengannya.

    "Akhirnya ini mirip rumah, bukan? Semuanya berkat aku. Lihat dia. Dia juga berubah, bukan? Belum? Baiklah. Aku akan berusaha lebih keras."

    Jin Kang menerogoh saku boneka, tapi tidak ada fotonya, kemana? Ia tanya pada Moo Young.


    Jin Kook makan sendirian di rumah, tapi cuma dengan lauk seadanya d kulkas.


    Jin Kang terus menyanyakan dimana fotonya.

    "Aku harus fokus."

    "Di mana fotonya?"

    Moo Young hanya menghela nafas, tidak menjawab. Ia malah berpindah untuk merebus masakannya.


    Jin Kang mengira Moo Young memindahkan fotonya karena enggan melihat kakaknya. Moo Young mengakui, ia memindahkannya karena Jin Kang. Ia pun menunjukkan dimana ia memindahkannya, yaitu di dalam dompetnya.

    Jin Kang tersenyum melihatnya, Itu baru pacarnya dan Jin Kang menghadiahi Moo Young sebuah ciuman.


    Moo Young: Omong-omong, ini di mana?

    Jin Kang: Ini? Di Haesan. Rumah Sakit Universitas Myungsung di Haesan.

    Moo Young: Rumah Sakit Universitas Myungsung di Haesan?

    Moo Young ingat sesuatu.


    Waktu ia di rumah sakit ada seorang dokter yang bertanya padanya, mau kemana? Tapi ia tidak ingat wajah dokter itu.


    Jin Kang bertanya kenapa Moo Young diam. 

    Moo Young: Entahlah. Sepertinya ada yang aku ingat, tapi aku bingung. Apakah aku juga di sana?


    Jin Kang: Di sana? Bisa jadi. Mungkin saja. Itu rumah sakit terbesar di Haesan. Mungkin kamu pernah dirawat di sana. Aku dirawat karena luka bakar sampai umur 7 tahun di sana.


    Masakan Moo Young matang, Moo Young akan memakannya, tapi Jin Kang memintanya menunggu. Jin Kang memotretnya terlebih dahulu. 

    Moo Young: Apa itu perlu?

    Jin Kang: Tentu saja. Aku akan memotret lebih banyak.


    Selanjutnya Jin Kang mengajak Moo Young berfoo bersama, tapi Moo Young sengaja mendorong kepala Jin Kang ke depan sehingga kepala Jin Kang kelihatan besar sekali. 

    Jin Kang tidak terima, ia meminta ponselnya kembali, tapi Moo Young tidak memberikannya, jadinya mereka kejar-kejaran.


    Tanpa mereka tahu, Jin Kook sedang mengintip mereka dari luar.


    Jin Kang berhasil mendapatkan ponselnya kembali dan ia mengajak Moo Young berfoto, ia janji ini yang terakhir. Moo Young pun menurut.

    "Suka hasilnya?" Tanya Moo Young.

    "Sudah. Aku puas."


    Moo Young ternyata punya gelas anggir, tapi ia lupa beli pembuka botol anggur. Jin Kang tidak masalah tidak minum, tapi Moo Young tidak bisa, tidak lengkap pesta tanpa alkohol. Moo Young pun keluar untuk membeli pembuka botol anggrnya.


    Moo Young sudah keluar, tapi ia balik masuk lagi.

    Moo Young: Tapi jangan menghabiskannya.

    Jin Kang: Memangnya aku rakus?


    Jin Kang mencobanya dan ia puas dengan rasanya.


    Moo Young membeli di toko biasa, tapi tokonya tidak menjual, ia pun pergi ke toko yang lebih besar. 

    Moo Young mendapatkannya, ia akan menyebrang dan ia melihat Jin Kook diseberang jalan. 


    Saat lampu hijau, Moo Young berjalan ke arah Jin Kook dan sebaliknya. Tapi Jin Kook menyiapkan sesuatu untuk Moo Young. Ada suara tusukan pisau dan Moo Young kayak kesakitan gitu.


    Moo Young roboh dengan memegangi perutnya yang berdarah. Jin Kook berbalik dan kita diperlihatkan pisau yang ia gunakan untuk menusuk Moo Young. Moo Young kesakitan banget, tapi Jin Kook hanya memandangnya saja.


    Jin Kang kebali bicara dengan boneka itu, mengatakan kalau Moo Young pasti akan kembali.


    Moo Young akhirnya kehilangan kesadaran karena menahan sakit.

    0 komentar

    Post a Comment