Friday, November 23, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 12 Part 2

    Sumber: tvN


    Jin Kang pulang. Jin Kook menanyainya, apa Moo Young menelfonnya? Jin Kang balik tanya, apa Jin Kook tahu sesuatu? Jin Kook menyuruhnya duduk.


    Jin Kang cerita kalau Moo Young memang menelfonnya tapi tidak bercerita apa pun.

    "Aku.. menusuknya."

    "Apa?"

    "Aku menusuknya."

    "Oppa!!"

    "Aku tidak menyesal.. karena hanya itu solusinya."

    "Kakak gila. Teganya Kakak melukai orang lain?"

    "Kakak juga sanggup menusuk selain manusia dan berbuat lebih keji. Berhentilah menemuinya."

    "Gila. Kakak gila."


    Jin Kang akan masuk kamarnya dan Jin Kook berkata kalau Jin Kang adalah yang paling berharga bagi kakak. Tapi itu malah membuat Jin Kang marah.

    "Jangan bilang aku pemicunya. Dia tersiksa karena orang seperti Kakak. Dia tersiksa karena orang-orang yang tidak acuh kepada orang lain selain keluarganya. Kakak tahu rasanya. Seharusnya tidak begini. Kamu kakakku. Masa bodoh dengan orang lain, tapi Kakak tidak boleh begini! Nasib dia sudah malang. Masa kecilnya lebih buruk dariku. Dia sudah cukup tersakiti."

    Tapi Jin Kook tidak terpengaruh bahkan setelah Jin Kang berlutut di depannya, ia langsung masuk kamarnya dan menyuruh Jin Kang mandi terus tidur.

    So Jung mengirim pesan untuk Jin Kook, menyuruhnya datang ke Bar Matna. Ia mengancam akan ke rumah Jin Kook jika Jin Kook tidak datang. Jin Kook pun datang ke Bar.


    So Jung cerita soal Jin Kang yang tadi menelfonnya, tapi ia tidak bisa bilang, ia pura-pura tidak tahu dan hanya mengoceh.

    "Kamu mencari tahu kondisi Moo Young? Dia naik taksi. Kamu tidak penasaran? Tidak khawatir?" Tanya So Jung.

    "Tidak. Itu tidak masuk akal karena aku penyerangnya."

    "Sejak kapan kamu seserius ini? Tadi aku pergi ke ruang monitor dan menonton rekaman CCTV. Dari video, dia tidak seperti ditusuk. Dia seperti pingsan karena mabuk di jalan. Tidak lama setelahnya, dia naik taksi. Tapi aku tidak menelusuri tujuannya. Mau kutelusuri?"

    "Dia sudah menghubungi Jin Kang."

    "Moo Young berkata apa?"

    "Aku tidak menanyakannya. Dia hanya bilang Moo Young menghubunginya."

    "Kamu.. tidak menceritakan penusukan itu, bukan?"


    Jin Kook diam saja. So Jung hafal ekspresi itu, artinya Jin Kook sudah mengatakannya pada Jin Kang. Jin Kook membenarkannya. 

    "Astaga, yang benar saja... Kamu sungguh... Ya ampun."


    Jin Kang melamunkan semuanya, kenyataan yang barusan ia dengar dari kakaknya.


    Dokter Yang memandangi foto Jin Kang dan Jin Kook yang ada di dompet Moo Young. Sepertinya Dokter Yang memikirkan sesuatu.


    Jin Kang menghubungi Dokter Yang, ia mencari Moo Young. Dokter Yang mengatakan kalau Moo Young sedang tidur.

    "Kalian di rumah sakit?" Tanya Jin Kang.

    "Bukan rumah sakit sungguhan, tapi aku dokter."

    "Begitu rupanya. Aku Yoo Jin Kang, teman Moo Young. Katanya dia terluka parah. Apa dia baik-baik saja?"

    "Dia terluka, tapi kondisinya tidak kritis. Kita harus menunggu pemulihannya. Tapi kondisinya tidak parah. Tenang saja."

    "Begitu, ya. Terima kasih."

    "Akan kusuruh dia meneleponmu saat bangun pagi. Kamu bilang namamu, Yoo Jin..."

    "Lupakan saja. Tidak apa-apa. Bisakah kamu merahasiakan telepon ini?"

    "Baiklah."

    "Ya. Terima kasih. Sampai jumpa."

    Dokter Yang menyimpan nomor Jin Kang dengan nama Yoo Jin Kang. Ia lalu mengucapkan nama Yoo Jin Kook. 


    Soo Jung menyuruh Jin Kook memilih. Jin Kook tak mengerti maksud So Jung itu.

    "Katamu sejak kalian bertemu, kamu merasa ada yang menghampirimu. Benar. Tingkahmu aneh sejak dia muncul. Aku khawatir akan terjadi sesuatu dan ternyata benar. Detektif menusuk seseorang? Ini sudah yang terburuk. Selidiki apakah Moo Young anak yang kamu cari-cari. Jika tidak, lupakan saja dia. Pilih salah satu."

    "Mana bisa aku melupakannya? Mana bisa?"


    So Jung menunjukkan buku DOkter Yang yang membahas mengenai Moo Young di bab 2 dan judulnya adalah "anak lelaki yang hilang ingatan".

    So Jung: Kim Moo Young tidak ingat masa kecilnya. Lalu tiba-tiba saja, kamu meyakini dia anak yang kamu cari-cari. Tapi tidak ada bukti. Kamu menduga-duga. Jika Kim Moo Young benar anak lelaki itu, dia tidak ingat sedikit pun. Selama kamu melupakan semuanya, ini akan berakhir. Lagipula Jin Kang tidak akan bisa menemui Kim Moo Young lagi. Masalah selesai, bukan? Kamu cukup melupakannya.


    Moo Young kembali bermimpi masa kecilnya. Dalam mimpinya ada seorang dokter Yang menyapanya, suaranya seperti suara Dokter Yang. Kebetulan juga Dokter Yang membangunkan Moo Young.


    Setelah Moo Young terbangun, Dokter Yang bertanya Moo Young mimpi apa? tapi Dokter Yang tidak menunggu jawaban Moo Young untuk melanjutkan kalimatnya. Dokter Yang menunjukkan dimana baju Moo Young dan pamit pergi sebentar, ia akan kembali sejam lagi.

    Moo Young: Dokter. Dokter punya kenalan di Rumah Sakit Haesan? Rumah Sakit Universitas Myungsung di Haesan. Dokter berkuliah di Universitas Myungsung. Mungkin Dokter mengenal dokter di sana.

    Dokter Yang: Mungkin ada yang kukenal. Ada apa?

    Moo Young: Mungkin aku pernah ke sana.

    Dokter Yang: Begitukah? Kamu ingat sesuatu?

    Moo Young: Entahlah. Kurasa ada yang menghampiriku di depan rumah sakit.

    Dokter Yang: Akan kucari tahu adakah yang kukenal di sana.


    Jin Kook membereskan barang-barangnya. Cho Rong bertanya, apa Jin Kook sungguhan mau berhenti? Jin Kook hanya tersenyum. Lalu datanglah Lee Timjang yang mengajaknya bicara empat mata.


    Lee Timjang mengajak Jin Kook bicara di ruang raoat.

    Lee Timjang: Kamu masih sama seperti dahulu. Aku memeriksa semua berkas, tapi tidak ada laporan itu. Baiklah. Anggap saja kamu mengamuk dan benar menusuk seseorang. Anggap saja kamu merasa bersalah jika tetap berada di kepolisian. Tapi itu hanya solusi untukmu. Bagaimana nasib kami nanti? Karena kasus Jeong Mi Yeon, kita sudah dihukum dan harus berhati-hati bertindak. Kenapa kamu menambah masalah? Jujur saja, kamu harus sangat menyesali kejadian di masa lalu itu.

    Jin Kook: Maaf.

    Lee Timjang: Jika kamu menyesal, tetap tenang dan jangan berulah. Kamu pikir.. aku mencegahmu karena menyukaimu? Jika kamu ingin mundur, mundurlah setelah pindah ke departemen lain. Jangan menyusahkan timku lagi! Paham?!

    Lee Timjang menyobek surat pengunduran diri Jin Kook.

    0 komentar

    Post a Comment