Saturday, November 10, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 10 Part 4

Sumber: tvN


Suster melihat Moo Young dan ia tampak bahagia, lalu mereka ngobrol berdua. Suster bertanya siapa Jin Kang pada Moo Young.

"Seseorang yang ingin kubuat terkesan."

"Aku tenang mendengarnya."


Moo Young menanyakan apa itu orang baik? Orang baik itu seperti apa?

"Orang yang penuh cinta." Jawab suster.

"Orang yang penuh cinta? Kalau begitu, jelas bukan aku."

"Kamu benar. Kenapa, kamu ingin aku menyangkalnya?"

"Woah.. Tidak kusangka kamu bisa membuatku tertawa."

"Hahahaha.. Kenapa kamu pergi begitu saja saat itu? Saat pemakaman Suster Teresa. Dokter Yang..."

"Aku ingin menanyakan sesuatu. Dahulu, sebelum aku kemari, ada polisi dari Kepolisian Haesan mencari anak lelaki yang mirip denganku, bukan?"

"Tapi Moo Young, anak itu..."

"Aku tahu. Saat dia datang mencari anak lelaki dengan luka bakar di bahu, itu setahun sebelum aku kemari. Saat aku kemari, kepala panti menelepon polisi dan memastikannya setelah melihat lengan kananku. Tapi katanya mereka sudah menemukan anak itu. Jadi, sudah jelas dia tidak mencariku. Tapi aku tetap mendatangi kepolisiannya. Aku pasti ingin kepastian."

"Kapan?"

"Saat berumur 8 tahun. Kukira.. dia ayahku. Tapi ternyata dugaanku salah. Entah kenapa, tapi rasanya aku tetap harus memulai dari sini. Pada akhirnya, aku kemari lagi."


Jin Kang menyusuri jalan menuju danau, ia tahu danau itu dari Moo Young.

Moo Young: Ada danau di belakang panti asuhan. Dahulu aku sering duduk di batu seberang danau.

Jin Kang: Apa kegiatanmu di situ?

Moo Young: Hanya duduk.

Jin Kang: Kenapa kamu duduk di situ?

Moo Young: Sekadar mengamati segala macam. Pemancing berusia paruh baya dan pasangan yang berkencan.


Moo Young menyusul Jin Kang, ia tanya Jin Kang sedang melihat apa? Jin Kang menjawab sedang melihat Moo Young, artinya membayangkan Moo Young kecil sedang melihat seperti cerita Moo Young. 

Jin Kang: Saat kecil pun, kamu terkesan nakal seperti sekarang.


Jin Kang bertanya, apa Moo Youg menemukan sesuatu? Ternyata Moo Young tidak menemukan apapun. 

"Aku sering memikirkan panti asuhan saat kecil. Bagaimana rasanya dibesarkan di panti asuhan?" Cerita Jin Kang.

"Kamu pasti akan dikirim ke sana setelah orang tuamu meninggal jika tidak ada kakakmu."

"Benar. Aku tahu saat SMP. Kamu tahu terkadang semua kepingan teka-teki tiba-tiba tersusun layaknya puzzle. Jadi, tiba-tiba kita memahaminya. Misalnya, aku heran kenapa tidak punya foto bayi. Aku bingung bagaimana aku lahir tahun 1990 sedangkan ayahku wafat pada tahun 1988. Aku pernah bercerita tentang kakak perempuanku di Amerika, bukan? Aku bertanya-tanya arti ucapannya kepada Kak Jin Gook sebelum pergi ke Amerika."


"Apa katanya?" Tanya Moo Young.

"Adikmu adalah aku, bukan dia". Aku bukan adik kandungnya. Wah.. Ternyata menceritakannya tidak begitu canggung. Kukira aku tidak akan sanggup mengatakan ini seumur hidupku. Memikirkannya saja membuatku merasa bersalah kepada Kakak."

"Pasti banyak pertanyaan di benakmu. Kamu tidak menanyakannya karena merasa bersalah?"

"Benar."

Jin Kang juga sering memikirkan kemungkinan bahwa ia anak yang dibuang atau anak hilang. Sejak dahulu, ia kira ia dibuang. "Seperti apakah orang tuaku? Kenapa mereka membuangku? Kenapa kakakku mengadopsiku padahal dia lebih muda dari usiaku saat ini?" Bagian tersedihnya adalah iatidak bisa berterima kasih walau ia ingin berterima kasih karena membesarkan orang asing sepertinya.


Moo Young memeluk Jin Kang yang mulai akan menangis.

Jin Kang: Kuharap dia bahagia. 

Moo Young: Dia memang luar biasa.

Jin Kang: Benar.


So Jung mengajak Jin Kook minum-minum setelahnya. Jin Kook akan menghubungi Jin Kang untuk mengingatkannya makan, tapi So Jung mengambil ponselnya.

"Maaf karena aku yang menemanimu, bukan Jin Kang. Maafkan aku."

"Aneh. Kamu cantik saat marah."

"Cantik apanya. Apa? Kamu mencemaskanku?"

"Untuk apa?"

"Lupakan saja! Cantik apanya. Sudah kuduga."

"Aku tidak tahu apa topik kita. Aku bingung."

"Pikirkanlah. Kamu mencemaskan semua orang kecuali aku. Setiap kita bertemu, itu terlintas di benakku. Cinta artinya mencemaskan orang lain. Itu sebabnya kamu tidak pernah mencemaskanku."

"Karena kamu berani."

"Baiklah. Tapi kamu harus tahu.. siapa yang paling mencemaskanmu di dunia ini. Tahu siapa orangnya?"

Tapi Jin Kook malah memukul jidat So Jung.


Jin Kang berharap ada mesin waktu. Ia ingin kembali kesana dan memeluk Moo Young kecil.

Moo Young: Ini belum terlambat. Aku ingin tidur denganmu.

Jin Kang: Aku juga.


Jin Kook dan So Jung gak berhenti minum, padahal mereka harus bekerja besok. Jin Kook akhirnya bisa tersenyum.

So Jung: Ya. Senyumlah. Aku suka itu. Kamu seperti orang bodoh.

Jin Kook: Orang bodoh?

So Jung: Ya, dasar bodoh. Aku.. sangat menghormatimu. Semua orang bilang kamu tidak bersalah, tapi kamu masih merasa bersalah. Itu yang kusukai darimu. Tapi kuharap.. kelak kamu akan lupa berkunjung kemari dan berkata, "Aku pasti gila". Aku sangat menantikan hari itu.

Jin Kook: Itu mustahil. Entahlah. Saat aku menua dan ingatanku mulai pudar, itu mungkin saja terjadi. Jika tidak, aku tidak boleh melupakannya. Kamu tahu kenapa aku sangat ingin Lim Yu Ri mengaku? Agar dia tidak mengikuti jejakku.

So Jung: Apa maksudmu?


Jin Kook: Seseorang tewas karenaku. Aku bingung harus berbuat apa. Aku berpikir untuk bunuh diri, tapi tidak bisa. Ayahku meninggal dan adikku masih SMA. Lalu ibuku... Jadi, aku harus menjalani hidup. Tapi tampaknya hidupku terlalu panjang. Hidupku terlalu panjang. Mana aku tahu waktu bergulir secepat ini? Saat itu aku berusia 24 tahun. Kamu tahu hal apa yang terburuk? Aku tidak dipenjara. Aku tidak dihukum atas perbuatanku. Itu sungguh menyiksa.

So Jung: Untuk apa kamu dipenjara? Kurasa Lee Kyung Chul benar. Itu bukan salahmu. Dia bunuh diri atau hilang keseimbangan karena terpojok, kamu hanya berusaha menangkap pelaku.

Jin Kook: Dia tidak bunuh diri, tidak juga kehilangan keseimbangan. Dia tidak jatuh ke jurang. Dia tidak melarikan diri sejak awal. Aku menembaknya.


Jin Kang dan Moo Young akhirnya tidur bersama.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap