Friday, November 30, 2018

Sinopsis Encounter Episode 2 Part 4

    Sumber: tvN



    Saat sarapan, Ayah bertanya, apa Ji Hyeok semalam naik bis?


    "Tidak. Aku naik taksi." Jawab Jin Hyeok.

    Tapi kemudian ia ingat semuanya, termasuk apa yang ia lakukan pada Soo Hyun. Nafsu makannya langsung hilang. Jin Hyeok kembali ke kamarnya.


    Jin Hyeok khawatir, bagaimana jika hari ini hari terakhirnya bekerja?


    Di kantor, Hye In memberikan obat mabuk untuk Jin Hyeok. 


    Pagi ini yang paling kesiksa adalah Han Gil. Tapi Manajer Kim mengatakan kalau Han Gil termasuk beruntung karena semalam Jin Hyeok memaksanya meminum obat mabuk, jika tidak,  hari ini Han Gil dipastikan tidak bisa bangun.

    Han Gil mengaku kalau ia terlalu banyak minum. Ia lalu bertanya, apa Jin Hyeok baik-baik saja? Jin Hyeok bengong sampai gak dengar Han Gil bertanya.

    Manajer Kim merasa Jin Hyeok sedang mencemaskan sesuatu, kenapa Jin Hyeok tampak sangat terintimidasi?

    Jin Hyeok: Bukan apa-apa. Aku hanya merasa agak mual.

    Manajer Kim: Apa kamu bisa menghadiri wawancara dengan presdir?

    Jin Hyeok: Apa? Wawancara dengan presdir?

    Manajer Kim: Bukankah Pak Park Han Gil memberi tahu kepadamu kemarin? Presdir mewawancarai pegawai baru adalah tradisi perusahaan kami.

    Han Gil: Aku hendak memberi tahu dia selama babak ketiga acara minum, tapi Jin Hyuk menolak tawaranku.


    Eun Joon menerima telfon, pemberitahuan kalau sekarang giliran Jin Hyeok diwawancara. Jin Hyeok menghela nafas berat sebelum datang ke kantor presdir.


    Jin Hyeok menghadap Sekretaris Jang. Lalu Sekretaris Jang menghubungi Soo Hyun untuk memberitahu. Soo Hyun menyuruh Sekretaris Jang menyuruh Jin Hyuk masuk.


    Soo Hyun memakai jam itu, jam Havana. 


    Jin Hyeok gugup banget saat ada di ruangan Soo Hyun. Soo Hyun bertanya soal pekerjaan, apa Jin Hyeok sudah beradaptasi dengan pekerjaannya?

    Jin Hyeok: Ya. Semua orang ramah kepadaku. Aku beradaptasi dengan cepat.

    Soo Hyun: Apa kamu merasa tidak nyaman berbicara denganku? Kamu berbeda dengan kemarin.

    Jin Hyeok: Daepyonim, mengenai kemarin aku sangat mabuk. Maafkan aku.

    Soo Hyun: Kamu tidak melakukan kesalahan. Kamu pasti pusing.

    Jin Hyeok: Tidak, aku baik-baik saja.


    Soo Hyun lalu memberikan obat pereda mabuk, Jin Hyeok akan segera merasa lebih baik setelah memakannya.

    "Tidak perlu. Aku baik-baik saja."

    "Kamu memberiku cumi-cumi tanpa tahu negara asalnya. Sekarang aku memberimu obat yang terbuat dari herba Korea untuk meredakan mabukmu. Kita menjadi teman baik."

    "Teman? Mana mungkin aku berani berteman dengan Anda?"

    "Apa perlu kubuka untukmu? Ini sangat efektif."

    "Tidak, biar aku saja."

    Jin Hyeok pun terpaksa memakannya. 


    Soo Hyun tiba-tiba bertanya soal setelan jas Jin Hyeok, apa itu setelan jas abu-abu (Kemarin Jin Hyeok nyebutnya Grey dan sekarang Soo hyun menirukan sama persis).

    "Kamu cocok mengenakan apa pun, bukan?" Lanjut Soo Hyun.

    Jin Hyeok sampai tersedak karenanya.

    "Apa dasinya juga punya ritsleting?" Tanya Soo Hyun. 

    "Ya." Jawab Jin Hyeok berat. Soo Hyun malah tersenyum.


    Jin Hyeok tak tahu bagaimana harus minta maaf. Soo Hyun menggeleng, Jin Hyeok tidak perlu minta maaf, tapi jika Jin Hyeok masih merasa tidak nyaman, ia minta bantuan. 

    "Baik. Aku akan melakukannya."

    "Makanlah ramyeon bersamaku. Aku sungguh ingin mencoba makan ramyeon di area istirahat."

    "Ramyeon?"

    "Bagaimana dengan akhir pekan ini? "Berapa hargamu? Luar biasa". Kamu ingin mengendarai mobil yang luar biasa itu? Perjalanannya sangat nyaman."


    Hye In menanyakan wawancara Jin Hyeok. Apa Jin Hyeok bersikap seperti pengecut?

    "Entahlah. Aku tidak ingat."

    "Kamu selalu menjadi diri sendiri. Ada apa denganmu?"

    "Ah.. Bagaimana aku harus memperbaiki ini?"


    Woo Seok makan bareng seorang wanita.  

    "Apa kamu tahu? Ini hari jadi keempat sejak kita bertemu." Kata wanita itu.

    "Benarkah?"

    "Haruskah aku terus melakukan ini?"

    "Apa maksudmu?"

    "Melakukan ini. Menjadi seperti ini."


    Jin Hyeok bersiap untuk pergi makan Ramyeon bersama Ibu Presdir, tapi ia bingung memilih pakaian. Haruskah ia memakai setelah? 


    Pada akhirnya Jin Hyeok hanya memakai pakaian biasa.

    Tak lama kemudian Soo Hyun datang. Jin Hyeok segera menyapanya. Soo Hyun menyuruhnya masuk.


    Kali ini, Soo Hyun yang memulai pembicaraan, "Dalam film, bukankah orang biasa mengunyah cumi-cumi dalam situasi seperti ini? Apa kamu tidak membawa cumi-cumi di sakumu hari ini?"

    "Sekalipun dipecat, aku akan mengatakan ini sebelum pergi. Anda memang menyimpan dendam."

    Soo Hyun ketawa lepas dan itu membuat Jin Hyeok lega.


    Soo Hyun memakai topi sebelum turun dari mobil. Soo Hyun kali ini akan mentraktir Jin Hyeok, kartunya pasti berfungsi.


    Sementara menunggu Jin Hyeok memesan, Soo Hyun duduk sambil menutupi wajahnya. 


    Jin Hyeok datang membawakan dua mangkuk ramyeon. Soo Hyun langsung makan bagiannya. 

    "Anda tahu cara menyeruput mi?" Tanya Jin Hyeok.

    "Menyeruput mi?"

    "Ya. Ambil mi yang banyak, lalu seruput semuanya sekaligus. Perhatikan."

    "Kamu tidak akan malu jika gagal seperti mesin penjepit itu?"

    "Ini keahlianku."


    Jin Hyeok kali ini melakukannya dengan sempurna, tapi Soo Hyun menggodanya kalau tadi sangat payah. Jin Hyeok tersedak karenanya dan Soo Hyun malah tersenyum.


    Jin Hyeok melakukannya sekali lagi dan Soo Hyun tertawa melihatnya.


    Mereka kembali ke parkiran setelah makan. Jin Hyeok berkata akan menyetir dalam perjalanan pulang. Tapi Soo Hyun bilang baik-baik saja, ia bisa.

    "Biar aku saja. Ibu harus memeriksa surel pekerjaanmu, bukan? Nikmatilah perjalananmu." Paksa Jin Hyeok, Soo Hyun pun mengaah.


    Sebelum mesin dinyalakan, Soo Hyun memberikan tutorial singkat soal tombol-tombol yang ada. 

    Jin Hyeok agak tegang saat Soo Hyun deket banget padanya untuk menunjukkan letak tombol yang ia maksud. 


    Mereka sampai di tempat Jin Hyeok saat hari sudah gelap. Soo Hyun merasa bersalah karena memakai hari libur Jin Hyeok.

    Jin Hyok menggeleng, ia senang bisa menghirup udara segar. Jadi beri tahu ia saja jika Soo Hyun ingin melakukan hal lain.

    "Kamu pasti menganggapku aneh. Presdir sebuah perusahaan mengajakmu pergi makan ramyeon. Kamu mungkin akan menyesal besok."


    "Daepyonim, aku memikirkan hal ini dalam perjalanan pulang. Aku ingin tahu bagaimana jika aku bekerja di tempat lain dan kita tidak punya hubungan apa pun. Maka sama seperti di Kuba, aku pasti bisa membuatmu tertawa tanpa memikirkan hal lain."

    "Kamu pasti terganggu karena aku bosmu."

    "Anda pasti merasa canggung karena aku pegawaimu."

    "Tidak juga."

    "Aku sama sekali tidak terganggu."

    Keduanya sama-sama tersenyum.


    Jin Hyeok minta waktu sebentar. Ia mengambil tasnya, mengeluarkan pena, lalu menulis sesuatu di tangannya. Kemudian pinjam ponselnya Soo Hyun untuk memotret tulisannya. 


    Ternyata itu adalah nomornya. Jin Hyeok mengerti jika Soo Hyun tidak akan merasa nyaman jika ia mengetahui nomornya, tapi nomornya tidak berharga, asal jangan memberikannya pada penipu di telepon saja.

    Soo Hyun: Aku yakin kekasihmu tidak akan senang dengan ini.


    Jin Hyeok: Kekasihku? Aku tidak berpacaran dengan siapa pun.

    Soo Hyun: Tempo hari kamu bilang kamu bicara dengan wanita yang kamu suka.

    Jin Hyeok: Ah Itu? Aku bicara dengan ibuku.

    Soo Hyun: Benarkah kamu bicara dengan ibumu dengan ekspresi wajah yang manis? Kamu pasti anak kesayangan ibumu.

    Jin Hyeok: Dia menyuruhku segera pulang untuk makan barbeku daging sapi. Daging sapi membuat jantungku berdebar.

    Soo Hyun: Rupanya jantungmu berdebar karena daging sapi.


    Jin Hyeok tersenyum, Soo Hyun ini benar-benar mengge-- Tapi kemudian ia ingat posisinya, ia pun segera berhenti dan meminta maaf.

    Soo hyun: Itu lebih baik daripada mendengar aku tampak tua. Aku akan pulang sekarang.

    Jin Hyeok: Baiklah.


    Soo Hyun malu banget sebetulnya.


    Jin Hyeok berdiri disana sampai mobil Soo hyun tidak kelihatan.


    Saat berhenti di lampu merah. Soo Hyun melihat foto Jin Hyeok tadi, ia bergumam, "Nomor yang tidak berharga?"


    Woo Seok kelihatannya sedang galau.


    Soo Hyun meeting denga rekanan bisnis yang lain. Mereka kagum dengan keberhaslan Soo Hyun membangun hotel di Kuba sangatlah mengesankan. Padahal ada beberapa pesaing ketat, tapi Donghwa mencapai kesepakatan itu.

    Soo Hyun: Kurasa itu karena aku dan Kuba menginginkan hal yang sama. Kecintaan terhadap hal-hal kuno yang ada dalam hati kami sejak lama.

    Tiba-tiba Sekretaris Jang menelfon, ia menolaknya, tapi Sekretaris Jang menelfon lagi. AKhirnya Soo Hyun permisi untuk mengangkatnya karena tampaknya mendesak.


    Soo Hyun: Aku sedang rapat. Apa ini mendesak?

    Sekretaris Jang: Anda sudah melihat tautan yang kukirim kepadamu?

    Soo Hyun: Belum. Sudah kubilang aku sedang rapat.

    Sekretaris Jang: Tolong dilihat segera. Aku akan meneleponmu lagi. Cepat, Soo Hyun-ah.


    Soo Hyun melihat tautan itu dan ia menunjukkan espresi terkejut.


    Tim humas juga meribitkan soal Nama Presdir mereka yang ramai dibicarakan di internet. Semuanya melihat Internet. Ternyata foto Soo Hyun dan Jin Hyeok saat makan Ramyeon tertangkap paparazi dan menjadi topik utama. 


    Walau wajah Jin Hyeok diblur, tapi Hye In tahu kalau itu adalah Jin Hyeok. 

    "Presdir Cha Shoo Hyun Berkencan di Area Istirahat"

    0 komentar

    Post a Comment