Friday, November 30, 2018

Sinopsis Encounter Episode 2 Part 1

    Sumber: tvN


    Jun Hyeok mencetak foto-fotonya. Karena itu kamera lawas jadi masih menggunakan film.




    Jun Hyuk datang ke Perpustakaan Namsan. 

    Saat wawancara, seorang pria pria pernah bertanya, adakah alasan khusus kenapa Jun Hyeok suka Perpustakaan Namsan?

    "Aku suka jalan menanjak yang membawaku ke sana. Pemandangannya berbeda tiap tahun." Jawab Jun Hyeok.


    Pria yang berbeda bertanya lagi, "Teknologi VR sudah banyak berkembang, jadi, bermain gim pasti sangat menyenangkan. Tapi kamu menulis bahwa kamu lebih suka membaca puisi dan novel, juga merasa bersyukur terhadap buku. Bisa kamu jelaskan alasannya?"

    Jun Hyeok: Saat bermain gim, kita harus terus bergerak. Tapi buku membuat kita bisa sempat beristirahat. Karena itulah aku berterima kasih terhadap buku.


    Pria 1: Di sini tertulis kamu melakukan banyak pekerjaan paruh waktu. Pekerjaan apa saja yang pernah kamu lakukan?

    Jun Hyeok: Aku pernah bekerja sebagai kurir pengantar, pramusaji, dan pekerja konstruksi.

    Pria 1: Bukankah lebih tidak melelahkan bekerja sebagai tutor pribadi?

    Jun Hyeok: Ayahku bilang uang yang diraih lewat kerja keras tetap ada bersamamu untuk waktu yang lama. Dan aku ingin tahu apa maksud perkataan ayahku.


    Pria 2: Kamu mengambil jurusan Manajemen Perhotelan. Tapi sepertinya kamu lebih tertarik pada kemanusiaan.

    Jun Hyeok: Kurasa manajemen bisnis dan ekonomi bisa jauh lebih menyejahterakan, jika berdasarkan kemanusiaan. Pada akhirnya, semua dikerjakan oleh manusia.


    Pria 2: Kenapa kamu ingin bekerja di Hotel Donghwa?

    Jun Hyeok: Kata "hotel" membuat jantungku berdebar. Dan jika dapat kesempatan bekerja di Hotel Donghwa, aku yakin kegembiraan ini tidak akan dapat digantikan.


    -=Episode 2=-


    Jun Hyeok masih memikirkan soal Soo Hyun yang merupakan Presdir Hotel Donghwa. 


    Jun Hyeok sampai di kedai buah ayahnya dan ia langsung membantu ayahnya bekerja menjual buah. Jun Hyeok berhasil membuat pembeli terkesan, jadi Ahjumma itu membeli satu keranjang apel.


    Jun Hyeok membungkus apelnya, "Rasanya sangat enak. Jika tidak enak, Anda bisa mengembalikannya. Selain itu, ini satu apel tambahan karena berhasil kubuat terkesan."

    "Astaga, dia sangat pandai menjual."


    Aduh.. namanya kok berubah lagi, Ibu memanggil Jin Hyeok kali ini.

    Ibu langsung memeluk Jin Hyeok, tapi Jin Hyeok bertanya apa yang dibawa ibunya? Makanan kah? Ia sangat lapar.

    Ibu: Astaga, kamu lebih senang melihat makanan daripada ibumu?

    Ayah: Astaga, tentu saja tidak begitu. Wajar dia menginginkan makanan rumah saat berada di luar negeri.

    Jin Hyeok: Itu benar. Aku langsung datang ke toko karena merindukan kalian.

    Ibu: Astaga, berat badanmu turun banyak. Beratmu turun banyak sekali. Astaga. Mari kita masuk. 


    Sebelum makan dimulai, Jin Hyeok ingin menyampaikan kabar baik. Ayah bertanya, apa Jin Hyeok berhasil merayu wanita Kuba?

    Jin Hyeok: Kabar itu akan lebih baik, tapi sayangnya bukan itu. Aku dapat pekerjaan.

    Ibu: Astaga, sungguh? Di mana? Di perusahaan mana?

    Jin Hyeok: Hotel Donghwa.

    Ayah: Kamu sempat khawatir akan gagal karena tingkat persaingannya yang tinggi. Itu bagus.

    Jin Hyeok: Kalian harus bersiap berwisata ke Kuba dengan uang yang kudapat. Kuba sangat indah.

    Ibu: Baiklah, tentu saja. Bahkan tidak harus Kuba. Ibu akan pergi ke mana pun yang kamu suruh. Makanlah. Astaga, kamu bekerja begitu keras. Ibu sangat bangga padamu.

    Ibu merasa kotak bekal itu tidak akan cukup, Ibu mengajak Ayah memanggang daging hari ini. Ayah tentu saja menyetujuinya.


    Jin Hyeok mulai makan, tapi Ibu malah keluar, ibu mengumumkan pada yang lain kalau Outranya mendapatkan pekerhaan.


    Malamnya Jin Hyeok merayakan keberhasilannya mendapatkan pekerjaan bersama dua temannya, Lee Dae Chan dan Jo Hye In. 

    Dae Chan: Selamat sudah mendapat pekerjaan. Sebaiknya kamu mentraktir kami makanan enak.

    Jin Hyeok: Akan kulakukan jika dapat gaji. Hye In yang akan mentraktir hari ini.

    Hye In dan Dae Chan menagih hadiah mereka. Jin Hyeok minta maaf karena ia tidak bisa memberikan apapun, uangnya ia gunakan untuk hal lain. 

    Dae Chan: Kamu menghabiskannya untuk wanita, ya?

    Jin Hyeok: Tidak akan pernah.

    Hye In: Apa kamu punya kekasih sekarang?

    Jin Hyeok: Apa maksudmu? Tidak seperti itu. Bagaimanapun, aku tidak lagi menganggur, jadi, berhenti meneleponku saat bisnis kalian ramai.

    Dae Chan: Baiklah.


    Hye In: Karena kini kamu dapat pekerjaan, mari rencanakan pernikahan kita.

    Jin Hyeok: Dia mulai lagi. Untuk apa aku menikahi temanku?

    Dae Chan: Ya. Seharusnya kamu menikah dengan Oppa.

    Hye In: Ada apa dengan kalian? Apa kalian ingin aku mati sebagai perawan tua?

    Jin Hyeok menyuruhnya ikut kencan buta. Hye In tersinggung, ia masih sangat menarik sekarang, ia sangat populer di kantor.

    Dae Chan: Jin Hyuk, kalau sudah mapan, kamu harus mencari tahu dia sungguh populer atau tidak.

    Jin Hyeok: Untuk apa kulakukan itu? Sudah jelas dia hanya membual.

    Hye In: Kini kamu juniorku. Bersikap baiklah padaku. Aku senior yang menakutkan.

    Jin Hyeok: Maafkan aku. Aku sangat ketakutan. Maafkan aku. Aku takut sekali.

    Jin HYeok sengaja menggetarkan gelasnya, pura-pura gemetar ketakutan dan itu mebuat Dae Chan ketawa.


    Usai minum, Jin Hyeok dan Hye In main ayunan. Hye In mengaskan, benar Jin Hyeok mulai dapat pelatihan minggu depan? 

    "Ya. Itulah yang mereka katakan. Ah.. Aku gugup."

    "Kenapa? Kamu akan bekerja dengan baik. Apa kamu sudah tahu departemenmu?"

    "Aku tidak keberatan selama tidak masuk Tim Humas. Aku tahu kamu akan menyiksaku."

    "Aku akan sangat menyiksamu. Aku akan berdoa malam ini agar kamu masuk tim kami."

    Jin Hyeok hanya tersenyum.


    Jin Hyeok membahas soal Presdir Hotel Donghwa, apa dia tipe orang yang ingin tahu?

    "Ingin tahu? Itu pertanyaan yang terlalu luas."

    "Kalau begitu, maksudku apa dia berkeliaran sendirian tanpa sekretarisnya?"

    "Bagaimana aku bisa tahu?"

    "Benar juga."

    "Namun, aku tidak melihatnya melakukan itu."

    "Kenapa tidak?"

    "Putri Es itu tidak akan pergi ke mana pun hanya karena ingin tahu. Aku tidak melihat hal itu terjadi."

    "Putri Es?"

    "Dia tidak pernah tersenyum. Aku paham alasannya. Dia tidak punya kehidupan pribadi."

    "Kenapa begitu?"


    "Kamu tidak pernah tertarik akan hidup orang lain, jadi, kurasa sangat mungkin kamu tidak tahu tentang dirinya. Apa kamu bahkan tahu ayahnya adalah Cha Jong Hyun?"

    "Cha Jong Hyun? Mantan wali kota Seoul itu?"

    "Ya. Dia terus ikut bersama ayahnya saat ada acara politik. Lalu, dia menjadi menantu keluarga Taegyeong. Saat suaminya berselingkuh darinya, dia mendapatkan Hotel Donghwa sebagai tunjangan perceraiannya. Artikel lain mengenai dirinya baru dirilis beberapa hari lalu. Dia menghadiri acara keluarga di rumah mantan mertuanya. Jika melihat hal tersebut, aku yakin hidupnya sangat malang. Itu memalukan, bukan? Sebenarnya dia sudah bercerai atau belum? Intinya, orang kaya sangat aneh. Kamu tidak akan pernah menyukai putri raja seperti dia. Mari bicarakan diriku saja."

    "Kamu? Hemm.. Membicarakanmu? Hye In, kapan kamu akan menjadi cantik?"


    Hye In gak terima, ia memukul Jin Hyeok, tapi Jin Hyeoknya lari, jadi mereka kejar-kejaran.


    Soo Hyun melakukan pemeriksaan, ia menghirup aroma yang seperti lavender dalam pewangi handuk. Pegawai pria yang dibelakagnya membenarkan, "Ya. Itu lavendel yang dicampur tanaman lainnya. Aromanya segar."

    "Aroma utama kita adalah aroma lembut mawar." Kata Soo Hyun.

    "Itu benar."

    "Entah apa ini akan cocok dengan aroma mawar itu. Kurasa keduanya tidak akan cocok."

    "Kami akan mengubahnya."


    Soo Hyun lalu memeriksa handuk tangan dan ia meminta dibuat lebih tipis lagi. Soalnya yang dipegangnya itu tidak jauh berbeda dengan handuk mandi.

    "Itu benar, tapi kita butuh handuk yang menyerap dengan baik. Jika lebih tipis, akan lebih seperti saputangan. Tidak akan mudah menyerap air di tangan orang-orang." Jawab pegawai pria.


    Lalu Soo Hyun mengetes sebuah handuk untuk mengelap pewangi yang sengaja ia tumpahkan di meja. 

    Soo Hyun: Tidak masalah jika menyerap sebanyak ini, bukan?

    Pegawai: Ya.

    Soo Hyun: Ini handuk tangan dari hotel yang baru dapat penghargaan. Aku menginginkannya, jadi, kubawa satu. Bordirannya bukan hanya tampak cantik, tapi juga terlihat bagus. Kurasa kita juga bisa membuat hal yang mirip di Korea.

    Pegawai: Aku akan pelajari.


    Masalah handuk selesai, Soo Hyun pun berjalan keluar. Sekretaris Jang memberitahu kalau tim baru saja mengirim draf pertama kata sambutan untuk para karyawan baru. Soo Hyun mau melihatnya?

    "Jika itu kata sambutan dariku, aku yang harus menuliskannya."

    "Anda selalu menulis sendiri, jadi, kubilang Ibu sudah menyiapkannya, tapi mereka tetap mengirimkan drafnya."


    Soo Hyun bertemu pegawainya yang lain, ia menanyakan bagaimana pesta ulang tahun ibu si pegawai yang ke-80?

    "Terima kasih banyak sudah bertanya. Ibuku melihat bunga dan hadiah yang Anda kirim untuknya dan dia merasa sangat senang."

    "Mengirim hadiah adalah cara termudah untuk memberi selamat. Jika dia senang, aku sangat berterima kasih."


    Soo Hyun lalu membahas mengenai pekerjaan, "Oh.. Mengenai area di sini... Sepertinya ada lebih banyak meja daripada biasanya."

    "Ah.. Kami menambah satu meja lagi."

    "Kurasa kamu berusaha mencari lebih banyak pelanggan."

    "Ya, itu benar."

    "Kalau begitu, kamu menurunkan harga untuk prasmanannya?"

    "Apa?"

    "Harga yang kita punya sekarang dibuat agar semua orang bisa menikmati makanan dalam ruangan yang besar dan nyaman. Kita menambah satu meja lagi dan membuat tempatnya makin sempit. Itu artinya harganya juga harus berubah."

    "Ah.. Saya akan keluarkan lagi mejanya."

    "Jangan pikirkan bisnisnya, pikirkan nilai mereknya."

    "Baik, Daepyonim."


    Seorang wanita menghampiri Soo Hyun.

    Wanita: Raut wajahnya menunjukkan kalau Daepyonim mempersulitnya.

    Soo Hyun: Tidak mungkin. Aku tenang dan bersahabat saat mengungkapkan pendapatku.

    Wanita: Daepyonim lebih profesional dibandingkan para ahli. Kami sampai berkeringat dingin. Panduan untuk Hari Rekan VIP sudah dirilis.

    Wanita itu lalu menunjukkan "Draf Brosur Undangan VIP Hotel Donghwa".


    Soo Hyun masih bekerja walau di luar sudah gelap. Sesekali Soo Hyun melihat jam yang disesuaikan dengan beberapa negara. Ia fokus pada jam Havana karena disana ada kenangannya bersama Jin Hyeok.

    -=Satu bulan kemudian=-


    Jin Hyeok memotret Hotel Donghwa yang ada di depannya, ia sudah resmi bekerja sekarang.


    Jin Hyeok akan masuk kantor dan ternyata barengan dengan datangnya Soo Hyun. Jin Hyeok tidak bisa bertemu Soo Hyun, jadi ia baik badan agar Soo Hyun tidak melihatnya. 


    Tapi kemudian Jin Hyeok sadar, "Kim Jin Hyuk, kenapa kamu... Kamu menyelamatkan nyawanya, kenapa sekarang menghindarinya?"

    Dan Jin Hyeok pun masuk dengan langkah tegap.


    Sekretaris Jang sedang memeriksa susunan acara saat Jin Hyeok masuk ke aula.

    Sekretaris Jang mengenali Jin Hyeok. Jin Hyeok pun memberikan salam. Sekretaris Jang hanya "O.. O.. Daebak! Daebak!"


    Saatnya Soo Hyun memberikan sambutan. 

    "Pertama-tama, aku ingin berterima kasih kalian mau bergabung dengan Hotel Donghwa. Kami, Donghwa Hotel, menghargai kualitas kalian semua. Kalian telah menjadi anggota keluarga Hotel Donghwa. Semoga kita juga bisa meningkatkan kualitas Hotel Donghwa. Atas nama..."


    Soo Hyun berhenti saat matanya menangkap sosok Ji Hyeok. Semua orang mengikuti arah pandangan Soo Hyun. Sampai akhirnya Jin Hyeok sadar kalau Soo Hyun sedang memandangnya.

    Jin Hyeok awalnya canggung gitu, lalu dia tersenyum pada Soo Hyun. Dengan begitu, Soo Hyun bisa melanjutkan pidatonya.

    "Atas nama Hotel Donghwa, kami dengan tulus menyambut kalian semua."


    Semua orang berepuk tangan untuk Soo Hyun dan Jin Hyeok tersenyum lebar.


    Saat sedang berkeliling perusahaan, Rombongan Jin Hyeok tak sengaja berpapasan dengan rombongan Soo Hyun. Dan karena mereka pegawai, maka mereka berhenti untuk memberikan hormat pada Soo Hyun sampai Soo Hyun melewati mereka. 


    Di ruangannya, Soo Hyun berpikir, lalu ia meminta Sekretaris Jang masuk sebentar. Soo Hyun meminta Sekretaris Jang membawakan semua resume dan surat lamaran pegawai baru .

    "Daepyonim mau memeriksanya? Kenapa?"

    Sadar sudah kelewatan, Sekretaris Jang pun minta maaf, ia hanya penasaran saja, apa Soo Hyun melihat pegawai baru yang ia lihat tadi.

    Soo Hyun: Bawakan saja.

    Sekretaris Jang: Baik.

    Jin Hyeo

    Jin Hyeok beneran masuk tim Humas, satu Tim dengan Hye In. Kim Sun Joo Manajer mengenalkan Jin Hyeok sebagai pegawai yang paling tampan diantara semua pegawai baru mereka. 

    Kim Manajer: Hye In-ssi, katanya dia temanmu. 

    Hye In membenarkan. Jin Hyeok lalu mengenalkan dirinya pada yang lain.

    Jin Hyeok: Halo, aku Kim Jin Hyuk. Aku akan menjaga ketampanan yang kalian puji dan bekerja keras.


    Kim Manajer mengenalkan yang lain pada Jin Hyeok. Pertama ada Manajer Lee Jin Ho. 

    Jin Hyeok: Mohon bantuannya, Pak Manajer.

    Manajer Lee: Bekerjalah dengan baik. Tidak perlu menjilatku.

    Jin Hyeok: Baik. Aku akan berusaha keras.


    Kedua ada Asisten Manajer Park Han Gil yang akan membantu Jin Hyeok.

    Jin Hyeok: Mohon bantuannya, Pak Park.

    Ass. Manajer Park: Halo. Kamu terlalu tampan.


    Selanjutnya Kim Manajer menunjukkan tempat duduk Jin Hyeok. 

    Jin Hyeok duduk disamping Eun Jin. Jin Hyeok membungkuk memberikan salam untuk Eun Jin.

    Dimejanya, Jin Hyeok menemukan selebaran selamat bergabung di Donghwa Hotel. Ia tersenyum membacanya.

    0 komentar

    Post a Comment