Friday, November 30, 2018

Sinopsis Encounter Episode 1 Part 4

    Sumber: tvN


    Sepatu Soo Hyun dicantolin ke tas Ji Hyeok ternyata. Soo Hyun mengucapkan terimakasih untuk hari ini pada Ji Hyeok. 

    "Aku juga bersenang-senang berkat kamu." Jawab Ji Hyeok.

    "Berikan nomor teleponmu. Begitu kembali ke Korea, akan kubalas kebaikanmu."

    "Tidak perlu. Anggap saja sebagai kebaikan dari sesama orang Korea di negeri asing."

    "Kamu seperti orang tua. Istilah seperti itu dipakai oleh ayahku."

    "Benarkah? Orang bilang aku bersikap seperti orang tua."

    "Jangan membuatku memohon. Berikan saja nomormu."

    "Sungguh tidak perlu. Aku hanya berbaik hati. Jika kuberikan nomorku, aku akan terkesan punya motif tersembunyi."

    "Motif tersembunyi?"

    "Kamu mungkin mengira itu cara mendapatkan nomor wanita cantik."


    Keduanya berhenti di pinggir jalan dan saling diam, sama-sama canggung. Sampai akhirnya Ji Hyeok mengajukan pertanyaan, sampai kapan Soo Hyun tinggal di Kuba?

    "Jika kamu senggang besok pagi, traktirlah aku sarapan di kafe itu. Kurasa traktiran sarapanmu akan menebus semuanya. Aku juga ingin bertanya." Lanjut Ji Hyeok.

    "Kenapa tidak bertanya sekarang?"

    "Aku ingin bertanya besok. Aku ingin memperbaiki pertanyaanku lebih dahulu. Kamu bisa pukul 9 pagi?"

    "Mungkin aku tidak bisa. Aku belum tahu jadwalku untuk besok."

    "Aku akan menunggu 30 menit dan pergi juga kamu tidak datang. Jangan merasa terdesak."

    "Baiklah."


    Lalu Ji Hyeok membukakan pintu taksi untuk Soo Hyun. Ji Hyeok juga yang bicara pada supir taksi untuk mengantar Soo Hyun ke Hotel Havana sekaligus memberi ongkos.

    Dan.. mereka berpisah deh.


    Soo Hyun tersenyum di dalam taksi, begitupula Ji Seok. 


    Ji Hyeok hendak balik ke penginapannya dan ia baru ingat sepatu Soo Hyun masih nyantol di tasnya. Dan karena mereka udah janjian mau ketemu besok, Ji Hyeok pun santai.


    Sampai di hotel, Soo Hyun langsung dimarahi Sekretaris Jang.

    "Hei! Kenapa kamu melakukan ini? Kamu ingin melihatku mati karena cemas, ya?"

    "Kamu mencariku?"

    "Kenapa tidak mengangkat ponselmu?"

    "Ponselku hilang."

    "Aku merasa bersalah dan kembali untuk menemanimu, tapi menemukan wadah pil tidur yang terbuka dan kamu tidak ada."

    "Aku juga bisa bersenang-senang sendiri, Sekretaris Jang."

    "Aku tidak pernah membayangkan mencari setiap sudut Havana. Ada apa dengan sepatumu?"


    Ah.. Soo Hyun baru ingat sepatunya dan itu membuatnya tersenyum.

    Sekretaris Jang: Bagaimana kamu bisa tersenyum?

    Soo Hyun: Mi Jin-ah, sepertinya aku menjadi Cinderella.

    Sekretaris Jang: Sadarlah, Bodoh.


    Soo Hyun dan Ji Hyeok sama-sama berdiri di balkon.


    Selanjutnya, mereka pun sama-sama duduk. 


    Sama-sama saling memikirkan satu sama lain sambil tersenyum.  



    Ada masalah dengan Kontrak, pihak rekanan meminta untuk menandatangani ulang kontrak karena ada pasal yang terlupakan.

    "Pasal apa?" Tanya Soo Hyun.

    "Pasal soal taman. Soal mempertahankan tempat itu agar tetap sama." Jawab Sekretaris Jang.

    "Bukankah kita sudah bilang akan memelihara taman itu?"

    "Ya. Kita sudah membuat perjanjian lisan, tapi kurasa mereka mendadak ingin memasukkannya ke kontrak. Pemilik tanah hotel ini mengajukan keluhan."

    "Prosesnya butuh berapa lama?"

    "Kurasa prosesnya tidak akan lama. Pegawai mereka menuju kemari. Masih ada banyak waktu sebelum penerbangan kita."

    Soo Hyun menghawatirkan janjinya dengan Ji Hyeok, ia pun menyuruh Sekretaris Jang segera memeriksa keberadaan pegawai itu.


    Ji Hyeok dengan semangat pergi ke kafe itu, tapi kafenya belum buka. Ji Hyeok melihat jam diponselnya, ia bergumam, "Apa aku datang terlalu awal?"


    Sudah jam 9 tapi pegawai itu belum datang juga. Soo Hyun semakin resah. 

    "Berapa lama lagi kita harus menunggu?" Tanya Soo Hyun. 

    "Dia bilang sedang menuju kemari. Aku akan memeriksa lagi." Kata Sekretaris Jang.


    Kafe akhirnya buka juga. Ji Hyeok pun masuk untuk menunggu di dalam, tapi Soo Hyun tak kunjung datang walau sudah jam 10 kurang 10 menit. 

    Ji Hyeok: Astaga. Aku harus segera naik kereta.



    Akhirnya pegawai yang dimaksud datang juga, jam 10 tepat. Penandatanganan ulang kontraknya pun dilaksanakan.


    Ji Hyeok tetap menunggu, sekarang sudah jam 10 lewat 20 menit. Ia benar-benar harus pergi. 

    Ji Hyeok memikirkan sesuatu, ia meninggalkan catatan di papan catatan disana. 

    Pesan yang ia tulis, "Aku harus pergi, Tuan putriku dari "Roman Holiday"."


    Selanjutnya Ji Hyeok berlari menuju stasiun. Ia mengejar keretanya. 


    Ji Hyeok langsung ke bandara untuk kembali ke tanah air. Untunglah disana ia bertemu dengan Soo Hyun yang sama-sama akan kembali ke Korea. Tapi mereka hanya saling menyapa dengan senyum dan menunduk.

    Oh ya.. Ji Hyeok juga melihat Sekretaris Jang, ia jadi ingat kejadian tabrakan itu.


    Di dalam, Soo hyun mendekati Ji Hyeok. Soo Hyun minta maaf karena tidak bisa menepati janjinya.

    "Syukurlah kita masih bertemu di sini."

    "Mendadak ada urusan mendesak."

    "Tidak masalah."

    "Aku juga tahu kameramu rusak dalam insiden itu, tapi maaf tidak memberitahumu."

    "Kamu juga ada di sana rupanya. Rusaknya tidak parah. Jangan cemas."

    "Sekretarisku akan memesan tiket pesawat untukmu. Anggaplah sebagai ganti rugi dan naiklah kelas bisnis."

    "Tidak, aku akan duduk di kursiku."

    "Aku bahkan tidak mentraktirmu sarapan. Berilah aku kesempatan untuk menebusnya."

    "Sungguh tidak perlu. Aku tidak banyak membantu untuk berhak menerima ganti rugi itu."

    "Berkat kebaikanmu semalam saat aku sungguh tersesat, aku bisa sampai sejauh ini dengan selamat. Bisakah kamu menerima kebaikanku sebagai balasan kali ini?"


    Ji Hyeok berpikir sebentar lalu menjawab. Ia menjelaskan kalau ia bekerja paruh waktu untuk menyiapkan liburan ini. Ia menabung selama setahun. Ia ingin melihat sejauh apa ia bisa berlibur dengan anggarannya. Ia merencanakan liburan ini selama lebih dari sebulan. Berkat itu, ia mengakhiri usia 20 tahunnya dengan liburan yang hanya membawa kenangan indah.

    "Harus terbang selama 17 jam di kelas ekonomi memang melelahkan, tapi pengalaman itu juga bagian dari liburanku. Liburan mandiriku belum selesai dan aku ingin mengakhirinya sesuai rencana." Lanjut Ji Hyeok, "Apa jawaban itu cukup bagus?"

    "Tentu. Kalau begitu, aku akan menganggap utangku lunas."

    Ji Hyuk tersenyum dan Soo Hyun pun pamit.



    Soo Hyun berjalan sambil tersenyum.

    =Dua jam yang lalu=


    Soo Hyun ke kafe itu pukul 11 kurang 16 menit. Tapi ia terlambat, Ji Hyeok sudah tidak ada disana. Ia pun kembali dengan lesu.


    Setelah tiba di Korea, Ji Hyeok sempat melihat Soo Hyun. Ji Hyeok ingat dengan Kartu nama Sekretaris Jang, ia mencarinya. Ji Hyeok menemukannya di dalam tas, ia membacanya. Disana tertulis "Jang Mi Jin, Kepala Sekretaris"

    "Hotel Donghwa?" Gumam Ji Hyeok.


    Ji Hyeok lalu googling dimana Hotel Donghwa itu dan ia bisa dengan mudah menemukannya. Ia juga menemukan artikel tentang Soo Hyun yang berjudul, "Presdir Cha Soo Hyun Menuju ke Kuba Sendiri".


    Soo Hyun menyampaikan cerita Ji Hyeok pada Sekretaris Jang. Bahwa kamera yang rusak karena mereka itu berusia 28 tahun, tapi masih diproduksi. Ia menyuruh Sekretaris Jang menyiapkan kamera itu.

    "Selain itu, kenangan 28 tahun sangat penting bagi pria itu. Pastikan kamu tidak bersikap kejam." Lanjut Soo Hyun.

    "Bagaimana kamu tahu usia model kamera itu?"

    "Aku hanya menduganya."

    "Begitu rupanya. Dugaan."


    Ji Hyeok melihat punggung Soo Hyun dan ia masih kaget gitu mengetahui siapa Soo Hyun sebenarnya.


    Ji Hyeok mendapatkan telfon dan ia langsung mengangkatnya.

    "Halo, ini Pak Kim Jun Hyuk?" Tanya si penelfon.

    *Upps, maaf.. ternyata aku salah nulis nama dari awal Episode.. Maaf.

    "Benar." Jawab Jun Hyeok. 

    "Ini Hotel Donghwa. Aku menelepon untuk menginformasikan bahwa kamu lolos wawancara terakhir."


    Jun Hyeok terdiam, ia langsung menoleh pada Soo Hyun yang berjalan diluar. Si penelfon memanggil-manggil karena Jun Hyeok tiba-tiba tidak bicara.



    0 komentar

    Post a Comment