Friday, November 30, 2018

Sinopsis Encounter Episode 1 Part 2

    Sumber: tvN


    Sampai di hotel, Sekretaris Jang menyampaikan akan menjadwalkan makan malam Soo Hyun sejam lagi, jadi Soo Hyun bisa istirahat selama menunggu. 

    "Aku mau tidur. Jadi, pergi dan makan malamlah."

    "Kamu akan minum obat tidur dan tidur lebih cepat?"

    "Obat membantuku beradaptasi dengan perbedaan waktu."

    "Tapi di luar masih terang."

    "Jangan pikirkan aku, kamu pergilah makan, Sekretaris Jang."

    "Kamu juga perlu makan."

    "Aku akan tidur lebih cepat dan sarapan berkualitas tinggi."

    "Baik, biar kupersiapkan."

    "Kamu mengerti arti sarapan kualitas tinggi?"

    "Tentu saja."

    "Bagus. Sampai besok."


    Di kamarnya, Soo Hyun kembali melihat gambar matahari terbenam, ia langsung menghubungi Sekretaris Jang.


    Sekretaris Jang sudah berada di bar yang ada kolam renangnya, ia berkata pada Soo Hyun kalau ia pergi untuk minum bir.

    "Sudah?" Soo Hyun heran. 

    "Aku sedikit haus."

    "Sendirian?"

    "Tidak, aku sedang menjemput seorang pria sekarang."

    "Kamu sudah ke Pantai Malecon?"

    "Belum."

    "Bagaimana kalau ke sana denganku?"

    "Bu Cha, pergilah ke sana dengan kekasihmu. Kenapa pergi denganku?"


    Soo Hyun kesal, Sekeratrsi macam apa Sekretaris Jang ini. Sekretaris Jang menyadari ia memang Sekretaris Soo Hyun, tapi ia tidak perlu habiskan waktu dengan Soo Hyun usai bekerja, bukan?

    "Sepertinya kamu senang sendirian, padahal aku bosan sekali."

    "Tidak masalah merasa bosan satu hari saja."

    "Jadi, tidak masalah kalau kamu kehilangan pekerjaanmu?"

    "Astaga, mulai lagi."

    Sekretaris Jang bahkan membentak Soo Hyun dan mulai bicara Banmal, bahkan memanggil nama lengkap Soo Hyun tanpa embel-embel Presdir seperti biasanya. 

    "Hei! Berhenti mengancam. Kamu yang terus menolak pengunduran diriku."

    "Aku bosan, makanya aku mengancammu."

    "Astaga. Kamu memang gila."

    "Jadi, ayo bersenang-senang."

    "Itu dia. Biarkan aku bersenang-senang, Cha Soo Hyun!"

    "Baiklah. Bersenang-senanglah. Besok kamu kembali ke kelas ekonomi."

    "Jangan pelit!"

    Tapi Soo Hyun langsung memutus telfon.


    Soo Hyun minum obat tidurnya. Tapi ia tidak masih kebayang dengan matahari terbenam itu, ia pun memutuskan kesana tanpa menunggu Sekretaris Jang.


    Manajer Hotel menghampirinya, heran karena ia tidak diberitahu kalau Soo Hyun memerlukan mobil. Soo Hyun bilang ia pergi untuk urusan pribadi dan ia akan naik taksi saja. 

    "Ke mana?"

    "Aku mau melihat matahari terbenam Pantai El Malecon."

    "Kalau begitu, kamu perlu pergi ke Morro Cabana. Kamu tahu? Itu tempat sempurna untuk jatuh cinta."

    Manajer mengatakan tujuan Soo Hyun pada supir taksi. Manajer mendoakan Soo Hyun agar berhasil jatuh cinta disana.


    Taksi Soo Hyun mengalami masalah, mesinnya mengeluarkan asap tebal. Pak Supir tidak bisa memperbaikinya, Soo Hyun pun diminta turun lalu disarankan naik feri saja.


    Ji Hyeok masih penasaran dengan kameranya, masih bisa digunakan gak? Ia pun mencoba memotret dan tak sengaja memotret Soo Hyun yang sedang berjalan diseberang jalan.


    Ji Hyeok pun berhenti untuk memperhatikan Soo Hyun.


    Soo Hyun yang gak melihat Ji Hyeok terus aja jalan. Dan ia naik feri sesuai saran supir taksi tadi.


    Setelah turun, Soo Hyun bertanya pada petgas dimana Morro Cabana. Petugas menjawab di atas sambil menunjuk arahnya.

    Soo Hyun pun berterimakasih, lalu berjalan sesuai arahan petugas itu dan ternyata ia harus menaiki banyak anak tangga untuk sampai kesana. 


    Soo Hyun berhenti sebentar karena lelah, kakinya juga lecet karena tali sepatu. Sialnya lagi, tasnya diambil oleh dua orang penjahat. Soo Hyun hanya menghela nafas melihatnya.


    Sekretaris Jang sampai di kamar Soo Hyun, ia menelfon tapi tidak ada jawaban. Lalu ia melihat obat tidur Soo Hyun ada di luar, Sekretaris Jang memeriksanya dan ternyata tidak ada satu butir.

    Sekretaris Jang memeriksa tempat tidur, tapi kosong.


    Soo Hyun terus berjalan, ia melewati banyak tempat tapi yang diperlihatkan pada kita adalah punggungnya saja, seperti saat awal episode tadi.


    Sampai akhirnya Soo Hyun sampai di tempat tujuan, nafasnya ngos-ngosan, ia melihat oang-orang duduk ditepi benteng, ia pun ikutan. Tepat setelah itu, Soo Hyun gak bisa menahan kantuknya padahal bentengnya tinggi banget.


    Untungnya Ji Hyeok datang tepat waktu sebelum Soo Hyun jatuh karena mengantuk. Ji Hyeok memegangi pundaknya.

    Soo Hyun berkata kalau ia mengantuk dan langsung merebahkan kepalanya di pundak Ji Hyeok sambil terpejam.

    "Hei, bangunlah, kamu tidak apa-apa? Kamu sakit?" Ji Hyeok khawatir.

    "Aku tidak sakit, hanya mengantuk."


    Ji Hyeok melihat kebawah tepat saat sepatu Soo Hyun terlepas lalu jatuh. Untungnya tidak menimpa pejalan kaku dibawah mereka.

    Ji Hyeok pun terpaksa membiarkan Soo Hyun tidur di pundaknya.


    Sekretaris Jang bertanya pada Manajer hotel karena Soo Hyun masih belum menjawab panggilannya, lihat VIP wanita dari Korea gak?

    "Dia naik taksi untuk melihat matahari terbenam Pantai El Malecon. Dia pergi ke..."

    "Pantai El Malecon. Terima kasih."

    Sekretaris Jang langsung pergi tanpa mendengarkan kalimat lanjutan Manajer. Padahal tujuan Soo Hyun adalah Morro Cabana.


    Matahari mulai terbenam saat Soo Hyun membuka matanya. 


    Soo Hyun kaget melihat Ji Hyeok disamingnya apalagi ia bersandar pada Ji Hyeok. Bahkan ia tidak sempat melihat matahari terbenam. 

    "Ada perlu apa denganku?" Tanya Soo Hyun. 

    "Perlu apa denganmu?"

    "Maksudku, kenapa aku bersandar di bahumu?"

    "Kamu tertidur satu jam yang lalu dan nyaris jatuh..."

    "Kenapa kamu melakukannya?"

    "Maaf?"

    "Sepatuku."

    "Bukan aku yang membuangnya. Sepatumu terlepas dan jatuh ke bawah sana. Biar kujelaskan dahulu agar kamu tidak salah sangka. Kamu nyaris terjatuh dari sini saat mengantuk tadi, aku menahanmu saat kamu nyaris terjatuh. Kamu bisa tenang. Aku permisi dahulu."


    "Bantu aku! Bisakah kamu mengambilkan sepatuku?"

    Ji Hyeok tentu saja mau membantu, ia meminta Soo Hyun menunggu disana karena berbahaya, sementara ia akan mengambilkan sepatu Soo hyun.


    Barulah Soo Hyun bisa menatap matahari terbenam dan ia bergumam kalau yang ia dengar dan lihat ternyata bukan penipuan. Ji Hyeok memandang Soo Hyun karena gumamannya tadi.

    "Indah sekali." Lanjut Soo Hyun. 

    Ji Hyeok kembali menyinggung sepatu, tapi Soo Hyun membahas keindahan matahari terbanam itu. 

    Soo Hyun: Lebih indah daripada kartu pos yang ada di hotel, bukan?


    Ji Hyeok melilihat kalau Soo Hyun sangat menikmatinya. Ia mengeluarkan ponsel dan earphone. 

    Ji Hyeok: Hotelmu mungkin tidak memilikinya. Matahari terbenam di Pantai El Malecon lebih menyentuh jika kamu menyaksikannya sambil mendengarkan musik ini.


    Ji Hyeok lalu memberikan ponsel dan earphone-nya pada Soo Hyun. Soo Hyun memakai earphone-nya semeptara Ji Hyeon memutar musiknya. Soo Hyun sedikit tersenyum saat musik baru dimulai.


    Soo Hyun mengingat semuanya dan akhirnya kita diperlihatkan adegan awal episode tadi, bedanya sekarang diperlihatkan wajah Soo Hyun. 


    Tapi saat menikah dan saat bercerai, Soo Hyun menunjukkan ekspresi wajah yang sama, sama-sama murung.


    Soo Hyun berkaca-kaca. Ji Hyeok melihat itu, ia pun meninggalkan Soo Hyun untuk turun mengambil sepatu. 


    Musisi jalanan mulai memainkan musik sendu. Sebagian besar orang menari mengikuti musik. 

    Soo Hyun menikmati gabungan musik musisi dengan lagu dari ponsel, pas banget. Ia pun bisa tersenyum akhirnya.


    Ji Hyeok berhasil mendaatkan sepatu Soo Hyun dan ia tersenyum menunjukkannya pada Soo Hyun dari bawah.


    Sambil berjalan untuk kembali ke atas, Ji Hyeok memikirkan Soo Hyun yang sepertinya tidak asing. Mungkinkah seorang artis? Ia tidak ingat papun.

    0 komentar

    Post a Comment