Friday, November 30, 2018

Sinopsis Encounter Episode 1 Part 1

    Sumber: tvN


    Episode ini diawali dengan perkenalan singkat perjalanan hidup sang tokoh utama, Cha Soo Hyun (Song Hye Kyo). Ayah dari Cha Soo Hyun, Cha Jong Hyun yang mencalonkan diri sebagai Walikota Seoul. 


    Nah.. Cha Soo Hyun ini menjadi sangat terkenal karena kecantikannya, bahkan sampai setenar artis. 


    Ayah Cha Soo Hyun memenangi pemilihan dan bertugaslah beliau di Balai Kota Seoul.


    Tak berapa lama kemudian Soo Hyun menikah dengan Presdir Jung woo Suk, seorang pimpinan dari Taekyung. Soo Hyun otomatis hidup sebagai menantu seorang konglomerat.


    Namun Terdapat banyak rumor mengenai Soo Hyun dan Presdir Jung Woo Suk. Jadi Pernikahan mereka berakhir setelah dua tahun.


    Suatu hari Soo Hyun berjalan dan berhenti untuk melihat sebuah lukisan. 


    Dalam lukisan itu seorang putri dari kerajaan pergi dari istana dan bertemu dengan seorang pria.

    -=Episode 1=-


    Seorang pegawai pria Soo Hyun memberikan laporan bahwa seluruh ruangan/kamar sudah dipesan di hari pembukaan mereka. Semua berjalan sukses, mengingat ini bukan musim liburan. Pria itu yakin semua pelanggan pasti suka fakta bahwa fasilitas dan perabot mereka, semuanya berkualitas tinggi.

    "Pemandangannya sangat indah." Jawab Soo Hyun dingin.

    Sekretaris Jang Mi Jin mengingatkan Soo Hyun kalau diirnya harus bernagkat sekarang.


    Dalam perjalanan, Soo Hyun membaca artikel mengenai rencana pembukaan hotelnya yang akan dibuka di Sokcho. Nama hotel Soo Hyun adalah Donghwa.

    Sekretaris Jang yang duduk di depan mau nguap tapi ia coba menahannya. Lalu Soo Hyun menyarankan untuk beristirahat di area peristirahatan.

    Sekretaris Nam: Ibu mau secangkir teh? Jika itu karena aku, tidak perlu.

    Soo Hyun: Aku tidak mau melihat Sekretaris Jang berusaha menahan kantuk.


    Maka Sekretaris Nam pun menghentikan mobil di area peristirahatan. Sekretaris Jang berkata akan membawakan air dingin untuk Soo Hyun, tapi Soo Hyun maunya dibawakan Ramyeon. 

    Sekretaris Jang: Soal itu... Sama seperti bencana restoran sashimi saat itu, bisa menjadi merepotkan jika seseorang mengambil fotomu. Tapi jika Anda memaksa, aku akan menemanimu.

    Soo Hyun: Aku hanya bercanda.

    Sekretaris Nam berkata akan tetap disana, tapi Soo Hyun bilang gak pa-apa, Sekretaris Nam bisa pergi. Sekretaris Nam dan Sekretaris Jang pun keluar.


    Soo Hyun yang ditinggal sendiri di dalam mobil menghela nafas, berkata kalau Ramyeon di area peristirahatan terasa sangat enak.


    Mereka sampai diarea hotel Donghwa. Sekretaris Nam bertanya, Soo Hyun mau mampir ke Hotel gak? Soo Hyun bilang mau langsung ke kantor saja.

    Maka Sekretaris Nam menurunkan Soo Hyun di depan kantor dan Soo Hyun segera masuk diikuti Sekretaris Jang.


    Sekretaris Jung menunjukkan Pakaian yang katanya dari Hannam-dong. Soo Hyun mengamati sebentar dan berkomentar kalau seleranya terhadap pakaian tidak pernah berubah.

    Sekretaris Jang: Tapi tetap saja, kancingnya kali ini cukup bagus.


    Sekretaris Jang meletakkannya kembali di gantungan agar Soo Hyun bisa memakainya. Sambil berganti pakaian Soo Hyun bertanya, menurut Sekretaris Jang, berapa lama ia harus melakukan ini? akankah ia seperti ini bahkan setelah usianya 60 tahun?

    "Jika usiamu beranjak 60 tahun, usia Bu Ketua Kim beranjak 100 tahun. Semua makanan enak di dunia ini tidak akan membuatnya tetap sehat."

    "Itulah yang di"

    "Bagiku itu menyebalkan."


    "Kamu seharusnya tidak boleh menyetujui pernyataan tersebut. Menghadiri pesta ulang tahun mantan ibu mertuamu sangat tidak masuk akal, meski itu bagian dari kesepakatannya."

    "Jika tidak menyetujuinya, aku tidak akan pernah bisa bercerai."

    "Benar. Kupikir semua akan berakhir begitu Ketua Jung tiada, tapi ibu mertua kejam itu mengambil posisinya. Ini sungguh kekacauan besar."


    Soo Hyun sampai diloksi dan begitu mobilnya terlihat, para reporter sudah heboh mendekat dan saat ia keluar dari mobil, merela langsung memotretnya 


    Soo Hyun menemui Ex-Ibu Mertuanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. 

    "Kamu datang. Bagaimana keadaan ayahmu? Baik-baik saja?" Tanya Ibu. 

    "Ya."

    "Dia pasti sangat sibuk sebagai perwakilan partai."

    "Kurasa begitu."

    Sebelum pergi, Ibu mengomentari pakaian Soo Hyun, terlihat bagus dikenakan Soo Hyun meski tasnya sedikit berlebihan.


    Soo Hyun berbalik setelah Ibu pergi, ia disapa oleh Ex-Suami, Jung Woo Seok. 

    "Menyenangkan menemuimu setelah sekian lama." Kata Woo Seok. 

    "Aku ragu hal itu benar di antara kita."

    "he he. Saat kamu meminta hotel yang akan bangkrut untuk menjadi tunjangan, kupikir kamu sangat bodoh. Lalu aku membaca artikel bahwa hotel itu jadi yang terbaik. Kudengar kamu membuka cabang di Kuba."

    "Terima kasih. Bukankah seharusnya kamu menikah lagi?"

    "Kamu tertarik pada kehidupanku? Aku berterima kasih."

    "Begitu mendapat menantu baru, ibumu akan berhenti mengundangku."

    "Sebenarnya, ibuku akan menyandingkan kalian. Kamu tahu bagaimana ibuku."

    "Ini tidak pantas dijadikan lelucon, bukan? Aku lebih suka kamu menyelesaikan hal ini."

    "Jika kulakukan, kamu akan senang menemuiku mulai sekarang? he he he.. Kamu dan pesonamu yang tidak berakhir. Berwajah masam."

    "Kamu mengajukan perceraian setelah bertemu wanita impianmu, jadi, omong kosong apa ini?"

    "Omong-omong, mari makan. Ibuku menyiapkan banyak makanan."

    "Menyingkirlah. Kamu membuatku tidak nyaman."

    "Bagian mana dari rumah ini yang akan nyaman bagimu? Aku hanya berusaha menjadi teman."

    Lalu Woo Seok pergi.


    Sekretaris Jang sedikit memprotes Sekretaris Nam karena tidak masuk ke Terowongan Namsan. Suir Nam menjawab kalau terowongan itu menyesakkan.

    Sekretaris Jang: Hanya akan butuh waktu sesaat, tapi kamu memilih mengitarinya?

    Sekretaris Nam hanya tersenyum.


    Soo Hyun bertanya, apa Sekretaris Nam pernah ke Namsan Tower?

    "Aku pernah ke sana dengan Anggota Parlemen Cha dahulu." Jawab Sekretaris Nam.

    "Dengan ayahku?"

    "Kami sebenarnya harus berada di perpustakaan, tapi dia bersikeras agar kami keluar karena terasa menyesakkan. Tapi kubilang padanya kami harus belajar. Orang bilang kini terlihat lebih bagus. Anda pernah ke sana?"

    "Belum."

    "Lalu, bagaimana jika kita ke sana dan mencari udara segar?"

    "Tidak, fotoku sudah cukup banyak diambil satu hari ini."

    "Apakah reporternya masih ada?"

    "Berita tersebar lebih cepat di media sosial saat ini."


    Soo Hyun minta ijin untuk membuka jendela, tapi Sekretaris Jang tidak membolehkannya karena udaranya cukup dingin malam ini. Soo Hyunakan pergi jauh besok, jadi akan lebih baik jika tidak terkena flu.

    Soo Hyun: Pukul berapa penerbangannya?

    Sekretaris Nam: Pesawatnya akan berangkat pukul 9 malam.


    Saat di pesawat, Soo Hyun membaca buku tentang Kuba. Di buku itu ada sebuah lukisan.


    Lukisan itu ada di salah satu sudut kota Kuba. Dimana saat ini ada Orang Korea yang sedang berada diantara orang-orang yang sedang menari menikmati musik musisi jalanan. Orang itu adalah Kim Jin Hyeok (Park Bo Gum).


    Ji Hyeok sibuk mengambil foto, pokoknya tidap ia jalan dan ada yang menarik menurutnya, ia langsung memotretnya. 


    Ji Hyeok duduk di tepi benteng, menikmati angin laut sambil memejamkan mata.


    Lalu Ji Hyeok melanjutkan jalannya dan masih terus memotret. 


    Sampai akhirnya Ji Hyeok menemukan sebuah gerbang yang terbuka sedikit dan ia memasukinya. Disana damai banget. 

    Ji Hyeok terus masuk sampai ia menemukan taman di belakang bangunan itu. Ji Hyeok mengaguminya dan ia memotretnya seperti yang sudah-sudah.


    Sang pemilik mendekati Ji Hyeok, bertanya dengan bahasa Inggris, Sangat indah, bukan?

    "Ya, indah sekali." Jawab Ji Hyeok.

    "Ini hanya kebun tua."

    "Kebun ini sepertinya dicintai oleh seseorang di masa lalu."

    "Itu masa yang indah. Dahulu semua itu ada di sini."

    "Semua masih terlihat sama seperti dahulu. Sangat sulit untuk menjaganya tetap utuh. Dahulu ini kebun milik istriku. Cintanya bermula dan diselesaikan di sini."

    Ji Hyeok tersenyum mendengar cerita bapak itu.


    Soo Hyun sudah sampai dan sekarang ia sedang dimobil bersama Sekretaris Jang dan seorang supir lokal.


    Ji Hyeok duduk disebuah kafe pinggir jalan, ia pesan cola. Ji Hyeok meminumnya sambil membaca buku.

    Tiba-tiba seekor burung hinggap di meja Ji Hyeok. Pelan-pelan Ji Hyeok meletakkan bukunya, mengambil kamera lalu membidik gambar burung itu. Ji Hyeok berhasil mendapatkan gambar sebelum burung itu terbang karena suara cekrik kameranya.


    Di mobil, Soo Hyun melihat gambar-gambar Hotel di Kuba dan ada yang menarik perhatian, gambar matahar terbenam di pantai, ia tersenyum melihatnya.


    Si supir menulis pesan sambil menyetir. Sekretaris Jang yang khawatir mengingatkan dengan bahasa Inggris kalau menyetir sambil mengirim pesan itu bahaya. 

    Tapi supirnya menghiraukan atau dia gak ngerti bahasa Inggris. Dan malah enak-enak telfonan sama orang.


    Sekretaris Jang hanya bisa mibta maaf pada Soo Hyun, ia diberi tahu sopirnya lancar berbahasa Inggris, tapi ia rasa supirnya sama sekali tidak bisa bahasa Inggris!

    Soo Hyun: Kita akan kembali dengan sopir lain setelah acaranya selesai, bukan?

    Sekretaris Jang: Aku akan periksa lebih teliti mulai sekarang.


    Tiba-tiba ada orang yang muncul di depan mobil, supir kaget lalu membanting setir dan akhirnya menabrak meja Ji Hyeok sebelum berhenti. 


    Sekretaris Jang menghawatirkan Soo Hyun, baik-baik saja? Soo Hyun agak kesal, apa Sekretaris Jang belum mendapatkan SIM Internasional. Ya, Sekretaris Jang belum mendapatkannya.


    Sementara Supir turun untuk memarahi orang yang mendadak menyeberang tadi, Ji Hyeok memeriksa kameranya yang tadinya ada di meja dan kameranya retak. Soo Hyun yang melihat itu meminta Sekretaris Jang untuk bicara pada Ji Hyeok.


    Ji Hyeok berumam menggunakan bahasa Korea saat Sekretars Jang mendekat. Sekretaris Jang langsung memastikan, apa benar Ji Hyeok orang KOrea? Ji Hyeok membenarkan.

    "Maaf. Pengemudiku melakukan kesalahan. Kamu terluka?"

    "Sepertinya kameraku yang terluka."

    "Maaf. Beri tahu modelnya, akan kami ganti dengan yang baru."

    "Tidak perlu. Pergilah."

    "Tolong pikirkan posisi kami juga. Mungkin akan jadi rumit nanti, tolong berikan nomor ponselmu. Kami akan kirim kamera baru."

    "Kamera ini hadiah saat aku lahir. Kenangan tidak mungkin dibeli, bukan?"

    "Kami benar-benar minta maaf, tapi kami tidak bisa diam seperti ini. Kameramu sepertinya sudah tua, bagaimana kalau kamu ganti..."

    Karena mobil Soo Hyun berhenti mendadak, maka menimbulkan kemacetan dan suara klakson orang-orang menggema. Ji Hyeok pun memotong kalimat Sekretaris Jang, memastikan kalau ia baik-bak saja, jadi mereka boleh pergi karena mobil mereka menimbulkan kemaceta. 

    Sekretaris Jang lalu memberikan kartu namanya, ia meminta Ji Hyeok menghubunginya. Ji Hyeok mengerti dan menerimanya.


    Ji Hyeok sempat melihat Soo Hyun di dalam mobil. Soo Hyun juga sedaritadi melihat Ji Hyeok saat Ji Hyeok dan Sekretaris Jang bicara.


    Hotel Donghwa, perusahaan rekanan Hotel Havana, adalah merek Asia pertama yang menjangkau Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Soo Hyun diundang ke depan untuk memberikan sambutan pada tamu undangan.

    Soo Hyun: Wajar sekali kalian memilih Donghwa sebagai mitra untuk membangun hotel terbaik di Havana. Alasannya adalah karena kami, Donghwa, menyadari kalau keindahan historis adalah nilai terbaik Havana. Sangat menarik bahwa.. kita berbagi nilai ini.


    Usai acara, Soo Hyun dihampiri oleh rekan sesama Presdir, memuji pidato Soo Hyun yang sangat luar biasa tadi. Soo Hyun berterimakasih.

    Lalu perhatian Soo Hyun teralih pada gambar matahari terbenam yang sama, ternyata itu di pantai Malecon.

    "Kamu sudah pernah melihat matahari terbenam Pantai Malecon?" Tanya Presdir.

    "Tidak, belum."

    "Kamu benar-benar harus melihatnya. Warna matahari terbenam berbeda setiap harinya. Aku juga melamar istriku di sana."


    Ji Hyeok berteduh dibawah pohon untuk melanjutkan membaca bukunya. 


    Tiba-tiba musisi jalanan mulai memainkan musik dan mengajak orang-orang menari bersama. Seorang anak kecil bingung mencari pasangan, lalu ia menarik Ji Hyeok untuk menari bersamanya. 

    Ji Hyeok awalnya menolak, tapi anak itu memaksa, akhirnya ia menari dengan canggung.


    Di mobil, Soo Hyun bertanya soal kamera Ji Hyeok, apa sudah terselesaikan?  Sekretaris Jang menjawab ia sudah memberikan kartu namanya dan Ji Hyeok bilang akan menghubunginua begitu kembali ke Korea.

    "Berikan dia banyak uang agar tidak ada masalah nantinya." Perintah Soo Hyun.

    "Tapi itu sedikit sulit, Bu. Kameranya memang terlihat sudah cukup tua, tapi dia menolak kompensasi model yang sama."

    "Kenapa?"

    "Dia tidak tertarik dengan model baru. Dia bilang untuk melupakannya dan meminta kita pergi. Berlebihan sekali hanya karena kamera antik. Dia akan menerima tawaran kita kalau nilainya 100.000 dolar. Dia pasti akan melupakan mobil kita. Bagaimanapun juga dia akan menerima uang kita. Tidak perlu 100.000 dolar. 10.000 dolar saja sudah cukup baginya."


    Soo Hyun tak sengaja menoleh keluar dan ia melihat Ji Hyeok menari dengan sangat bahagia bersama anak itu. 


    Soo Hyun: Dia tidak akan menerima uang.

    Sekretaris Jang: Maaf?

    Soo Hyun diam saja.

    0 komentar

    Post a Comment