Monday, November 26, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 16 Part 4 FINAL

    Sumber: jtbc


    Se Gye mengajak Do Jae ke toko busana dan ia menunjukkan gaun merah pilihannya.

    "Katamu, kau menyukai wanita bergaun merah. Itu sebabnya aku menyiapkan ini." Kata Se Gye.

    "Kau sungguh akan mengenakannya di Cannes?"

    "Ya."

    Do Jae menghela nafas.

    "Kenapa? Aku tampak buruk?"

    "Tidak bisa. Aku juga harus memesan tiket. Itu terlalu berbahaya. Jika kau mengenakannya, seluruh dunia akan dalam bahaya."

    "Sungguh? Wah, Han Se Gye benar-benar orang yang jahat. Aku merasa sangat bersalah."

    "Apakah gaun itu tidak nyaman?"

    "Tidak terlalu. Kenapa?"

    "Aku ingin membawamu ke suatu tempat selagi mengenakannya."


    Do Jae membawa Se Gye ke tempat yang cantik banget. Dekornya seperti pesta pernikahan. Se Gye terkejut, apa ini? Kapan Do Jae menyiapkan semua ini? 

    "Aku ingin mengikat janji. Jika kau mengenakannya ke Cannes, entahlah apa yang akan terjadi."


    Lalu Do Jae meminta tangan Se Gye untuk digenggamnya. Mereka berdua berjalan bersama dengan bahagia.

    Do Jae: Kau bisa melarikan diri jika tidak menginginkannya. Ini kesempatan terakhirmu melakukannya.

    Se Gye: Aku tidak akan melarikan diri. Aku tidak bisa melarikan diri.

    Do Jae: Senang mendengarnya.


    Do Jae bahkan sudah menyiapkan cincin. Do jae akan memakaikannya duluan, tapi Se Gye tiba-tiba menarin tangannya. 

    Se Gye: Jika mengikat janji, bukankah kita seharusnya mengucapkan sesuatu?

    Do Jae: Aku duluan.

    Se Gye: Ya, silakan.

    Do Jae: Kau percaya diri? Daripada menjadi tua bersama, jika kau tiba-tiba menjadi muda lagi suatu hari nanti, maukah kau tetap bersamaku? Dan jika mendadak kau menjadi jauh lebih tua dariku, bisakah kau tidak menyerah terhadap dirimu sendiri?


    Se Gye: Aku percaya diri. Jadi, pasangkan cincinnya padaku.

    Mereka pun langusng saling memasangkan cincin.


    Se Gye: Untuk yang asli, biarkan aku yang membelinya.

    Do Jae: Bahkan meski ini hanya latihan, kita tidak boleh melewatkan apa pun. Ayo pergi bulan madu.


    Do Jae mengajak Se Gye ke pantai. Disana, mereka mengingat pertemuan-pertemuan pertama mereka saat mereka belum saling mencintai sampai akhirnya mereka tidak bisa hidup tanpa satu sama lain. 


    Se Gye: Kau mengingat hari itu? Saat kita di rumahku, dan aku bertanya padamu mana diriku dalam sebuah foto.

    Do Jae: Ah.. 

    Se Gye: Aku sungguh penasaran. Bagaimana kau bisa tahu?


    Do Jae: Bukan masalah besar. Saat di luar, aku melihat foto dirimu dengan gaun yang sama.

    Se Gye: Daebak. Aku bahkan tidak bisa membayangkannya. Lalu, bagaimana dengan saat kita di lift?

    Do Jae: Itu hanya... sekedar tebakan.

    Se Gye: Sungguh?

    Do Jae: Kau tampak curiga padaku. Kau satu-satunya yang mencurigaiku saat itu. Untuk situasi dramatis seperti itu, kupikir pastilah dirimu.

    Se Gye: Bagaimana kalau kau salah orang?

    Do Jae: Aku hanya perlu minta maaf.

    Se Gye: Begitu saja?

    Do Jae: Memang dia bisa apa? Aku Seo Do Jae dan itu perusahaanku.

    Se Gye: Wah.. Benar-benar! Kau ini licik sekali.

    Do Jae: Licik apanya? Ini takdir.


    Do Jae juga ingin menanyakan sesuatu, kenapa Se GYe tidak mengembalikan sapu tangannya? Do Jae memberikannya di rumah sakit, di gang, dan di depan pintu.

    Do Jae: Aku memberimu tiga buah sapu tangan.

    Se Gye: Kau menghitungnya?

    Do Jae: Itu semua sapu tangan mahal.

    Se Gye: Tidak mau. Tidak akan kukembalikan.
     

    Se Gye langsung berdiri dan mulai jalan. Do Jae membiarkannya sampai jarak yang ia rasa cukup, barulah ia memanggil Se Gye. Se Gye berhenti untuk menoleh pada Se Gye. 

    Do Jae: Aku mencintaimu.


    Se Gye lalu berjalan mendekati Do Jae. Dalam perjalanannya, ia berubah menjadi orang yang berbeda-beda. 


    Pas dihadapan Do Jae, ia menjawab pernyataan cinta Do Jae. "Aku juga mencintaimu."


    Sasi foto-foto.

    Do Jae: Omong-omong, apa kau akan baik-baik saja ke Cannes? Bagaimana kalau kau berubah?

    Se Gye: Kurasa aku akan baik-baik saja. Belakangan ini aneh. Periode berubahnya terus berubah dengan sendirinya. Kadang sekali dalam dua bulan, kadang juga tiga bulan. Wuah.. Bagaimana kau mendadak suatu hari aku sembuh total?

    Do Jae: Mungkin saja. Sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, dapat menghilang secara tiba-tiba pula.


    Sambil menatap kamera, mereka berkata..

    Se Gye: Han Se Gye hari ini...

    Do Jae: Seo Do Jae hari ini...

    Se Gye-Dojae: sampai di sini.

    -=T.A.M.A.T=-

    0 komentar

    Post a Comment