Thursday, November 22, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 15 Part 1

    Sumber: jtbc


    [1 Tahun Kemudian]

    Ibu datang ke ruangan Sa Ra. Ibu mengatakan kalau Do Jae sudah jauh lebih baik sekarang dan akan segera kembali. Ternyata Do Jae melakukan operasi itu.

    "Apa kau menghubungi Do Jae?" Tanya Ibu.

    "Ya. Kubilang pada Oppa, kalau dia tidak segera kembali, One Air akan mengejar T Road Air."

    "Seperti itulah kalian berdua. Dia akan berusaha keras untuk kembali sesegera mungkin."


    Saat makan bersama, ibu bertanya pada Eun Ho kapan Eun Ho akan mengenalkan kekasihnya. Eun Ho enggan menjawab, ia pun menyudahi makannya.

    Ibu lalu bertanya pada A Ram dan A Ram memberi reaksi yang sama dengan Eun Ho, langsung menyudahi makannya.



    Eun Ho mengantarkan titipan ibu untuk Se Gye pada Woo Mi. Ia ingin menemui Se Gye dan Kingkang tapi Woo Mi tidak mengijinkannya ikut. Penampilan Eun Ho terlalu menonjol untuk muncul di desa pinggiran, nanti hanya akan menarik perhatian.

    "Kalau begitu, bisakah kau minta dia ke Seoul?"

    "Bersabarlah. Aku akan segera membawanya."

    "Apakah Se Gye sudah lebih baik sekarang?"

    "Pada awalnya, dia sangat kacau. Tapi sekarang, sudah lebih baik. Dia akhirnya tampak hidup."

    "Uang yang ditransfernya padaku belum tersentuh sama sekali. Katakan padanya kalau dia bisa memintanya kembali kapanpun membutuhkannya."

    "Hei, bukannya kau bilang akan melanjutkan pendidikan?"

    "Hargai saja ketulusannya dan gunakan uang itu. Atau donasikan saja."

    "Mana bisa? Dia bekerja keras untuk mendapatkannya."

    "Dia selalu bisa menghasilkan lebih."

    "Kau akan membuatnya kembali berakting?"

    "Meskipun bukan aku, cepat atau lambat, dia akan kembali ke dunia hiburan. Akting adalah panggilan hidupnya. Mana mungkin dia bisa mengabaikannya? Semua itu hanya soal waktu."


    Woo Mi datang ke rumah Se Gye dan disana Se Gye sedang merajut. Woo Mi menyuruhnya membeli TV setidaknya, tapi Se Gye menolaknya.

    "Kenapa tidak? Pasti hal itu membuatmu ingin kembali berakting. Kau akan duduk di sini dan berpikir, "Aku bisa mengerjakannya dengan lebih baik"."

    Se Gye tidak menjawabnya, ia mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apa yang Woo Mi bawa. Woo Mi menjawab titipan ibu Eun Ho. Se Gye sangat berterimakasih, ia juga merindukan Eun Ho. 


    Woo Mi membawakan buku yang Se Gye minta. Kayaknya itu buku yang Do Jae hadiahkan untuk Sa Ra.

    Woo Mi: Aih, kau senang? Belakangan ini, aku sampai bertanya-tanya apakah aku memiliki penerbitan dan bukannya agensi artis. Belakangan ini, aku lebih sering bertemu orang-orang penerbitan dibanding para sutradara. Mereka semua sangat senang. Mereka bilang semua buku yang kau baca laku keras.

    Se Gye: Terima kasih banyak.


    Woo Mi masih belum menyerah membujuk Se Gye untuk kembali ke dunia akting. Se Gye mengatakan kalau ia hanya bosan. 

    "Kau sungguh tidak akan ke luar rumah sama sekali? Kau akan tetap hidup seperti ini?"

    "Aku pergi ke luar, kok."

    "Bukan begitu. Pernahkah kau ke luar dengan wajah aslimu? Katamu, kau akan merajut setiap kali merindukan dia. Warnanya berbeda, jadi kau pasti sudah menghabiskan segulung benang. Kau pasti sangat merindukan dia. Sudah berapa gulung yang kau habiskan?"


    Woo Mi diam-diam memotret Se Gye. Se Gye tidak menyadarinya karena sibuk menyulam.


    Se Gye menyelesaikan satu baju, ia khawatir ukurannya tidak sesuai dengan tubuh Do Jae.

    Se Gye berbaring sambil memeluk baju itu, "Aku merindukanmu."


    Dokter Oh membaca hasil scan kepala Do Jae dan ia tersenyum, Do Jae pulih dengan baik. 

    "Siapa yang memotivasimu untuk mendadak memutuskan menjalani operasi?" Dokter Oh.

    "Tidak peduli aku bisa mengenali wajah ataupun tidak, bukan lagi jadi soal bagiku. Tapi seseorang yang kukenal terus menangis, dan hal itu penting bagiku. Sudah lama aku mengenal Anda, tapi ini pertama kalinya aku menyaksikan langsung wajah Anda."

    "Dan pendapatmu?"

    "Senang bertemu dengan Anda."


    Do Jae mendengarkan suara orang membaca buku di internet.

    "Kita merasakan segalanya terjadi agar cinta ini dapat berhasil. Semua rahasia mengarah kemari, dan dunia serta waktu pasti sejak lama merencanakan cinta itu dengan hati-hati. Bahkan meski kita tahu itu pemikiran bodoh, di lubuk hati terdalam hingga merasuk ke tulang, kita menyadari bahwa itu benar adanya. Saat ini. ita merasakan bahwa akhirnya kita sampai di tempat yang ditakdirkan untuk kita."


    Kemudian Joo Hwan datang untuk mengetes Do Jae. Kali ini ia menggunakan foto-foto orang terdekat Do Jae dan Do Jae bisa mengenali semuanya.


    Woo Mi ternyata mengirim foto Se Gye tadi pada Do Jae, ia menulis kalau Se Gye baik-baik saja. 


    Kilas balik..

    Do Jae menghubungi nomor Se Gye, tapi nomornya tidak aktif. Woo Mi mengatakan kalau Se Gye bahkan menolak untuk ke luar rumah. Woo Mi khawatir sesuatu mungkin terjadi padanya.

    Do Jae ada di depan rumah Se Gye, ia menaruh surat di depan pintu, lalu pergi. 


    Seakan merasakan kehadiaran Do Jae, Kingkang langsung menyalak dan berlari keluar.

    Se Gye mengikutinya dan menemukan surat Do Jae.

    "Aku tidak ingin melihatmu menangis sebagai kenangan terakhirku tentangmu, jadi aku akan membuat keputusan yang dapat mencegahnya terjadi. Aku ingin bertemu denganmu, tapi aku tahu kau akan menangis lagi jika melihatku, jadi aku pergi setelah melihatmu dari kejauhan. Sejujurnya, aku merasa takut. Sebuah kehidupan tanpamu membuatku lebih takut. Sebab itulah aku datang. Aku akan kembali. Sampai aku kembali, kau hanya perlu menunggu diriku. Tidak peduli apa pun yang terjadi, tunggulah di sana."

    Se Gye langsung berlari ke jalan. Ia mencari-cari Do Jae, tapi tidak melihat siapapun.


    Selain merajut, Se Gye juga merawat tanaman. 

    Saat sedang menyiram, ia melihat pesawat T-Way sedang mengudara. Se Gye bergumam, "Apa kau baik-baik saja? Seperti katamu, aku... berusaha sebaik mungkin untuk bertahan."

    Kilas Balik selesai..


    Do Jae kembali dan yang pertama ia ingin temui adalah Ibunya. Selama perjalanan dari Bandara menuju tempat ibu, Do Jae melihat iklan Se Gye. 

    Joo Hwan: Suka iklannya? Selama kau tidak ada, dia yang paling bertanggung jawab atas penjualan kita. Dia selalu jadi topik hangat. Dia syuting iklan itu sebelum pergi, jadi kita beruntung.

    Do Jae tiba-tiba menanyakan bagaimana pendapat Joo Hwan tentang Se Gye, apa Se Gye cantik? Joo Hwan menjawab sama persis seperti saat Do Jae menanyakannya dulu di depan lift.

    "Yah... Dia cantik. Tapi dia bukan tipeku."

    "Aku iri padamu karena pernah melihatnya."

    "Kau juga akan segera melihat dia."


    Do Jae mengenali ibunya, tapi ia sengaja menggoda ibunya dengan melewatinya begitu saja. Ibu sudah tegang, tapi kemudian Do Jae kembali dan menyapa ibu dan memeluknya.


    Selanjutnya, Do Jae masuk ke ruangan Sa Ra, duduk di kursi Sa Ra. Sa Ra terkejut saat msuk ke sana. 

    "Oppa."

    "Aku sangat menyukai kursimu. Membuatku menginginkannya."

    "Kau sudah kembali?"

    Do Jae mendekati Sa Ra, "Jadi, beginilah rupanya wajah adikku. Kusangka kau sangat menakutkan. Tapi, ternyata kau menggemaskan."

    "Kau kemari untuk mengajak bertengkar?"

    "Tidak. Aku datang menyapamu."

    "Selamat kembali bekerja."

    "Terlalu awal untuk kembali bekerja. Sebelum kembali bekerja, ada sesuatu yang harus kulakukan."


    Sa Ra mengatakan pada Eun Ho kalau kakaknya kembali saat mereka makan bersama. 

    "Dia baik-baik saja?" Tanya Eun Ho.

    "Dia tampak sangat normal. Sebenarnya, ini tidak baik untukku. Dari yang kulihat, Han Se Gye mungkin akan segera kembali juga. Seo Do Jae yang kukenal adalah orang semacam itu. Dia tidak pernah melepaskan yang dia inginkan."

    "Bahkan meski kau mengatakan hal buruk tentangnya, wajahmu terlihat bahagia."

    Sa Ra mengubah topik karena tidak ingin membahasnya lagi, ia bertanya tujuan Eun Ho, mau kerja apa? Tapi gak kerja juga gak apa-apa sih soalnya ia sudah punya uang banyak. 

    "Aku ingin melanjutkan jenjang pasca-sarjana. Aku sudah memikirkannya, dan kurasa menjadi seorang hakim akan cocok sebagai karirku."

    Sa Ra mengingatkan kalau jadi hakim itu susah banget loh. Eun Ho tahu itu dan sudah lama sejak ia lulus, ia akan membutuhkan waktu. 

    Eun Ho: Kurasa, aku belum memberitahumu. Aku lulusan Fakultas Hukum Universitas Nasional Seoul.

    Sa Ra terkejut sampai ia tersedak. 

    Eun Ho: Aku membuatmu terkejut? Aku yakin sudah memberitahumu kalau aku pintar.

    Sa Ra: Saat itu, aku tidak paham apa maksudmu. Sekarang, aku mengerti alasan ibumu menentangmu menjadi seorang pendeta.


    Sa Ra mengantar Eun Ho pulang setelahnya, tapi Eun Ho meminta Sa Ra menurunkannya jauh dari rumah, soalnya keluarganya akan menggila lagi kalau melihat Sa Ra. Setiap hari, mereka memintanya mengenalkan Sa Ra.

    "Kalau begitu, aku akan menemui mereka." Kata Sa Ra.

    "Apa tidak masalah?"

    "Kenapa? Kau... mau mengenalkanku pada keluargamu?"

    "Tidak, aku hanya mengira.. hal itu akan membuatmu tidak nyaman."

    "Dibandingkan aku, kau dan keluargamu yang seharusnya merasa tidak nyaman. Karena bertemu dengan seseorang sepertiku. Aku bahkan mengantarmu menggunakan mobil mewah begini."


    Sa Ra menghentikan mobilnya.

    Eun Ho: Kau benar. Jika kupikirkan, aku juga merasa agak tidak nyaman. Bagaimana bisa aku bertemu seseorang yang hebat dan mengagumkan seperti dirimu?

    Sa Ra: Kurasa, semua itu berkat keberuntungan dan takdirmu.

    Eun Ho: Aku tidak menyangka seseorang sepertimu membicarakan keberuntungan dan takdir. Kau menyebutkannya saja sudah mengejutkan.

    Sa Ra: Kau akan lebih terkejut lagi mulai sekarang, jadi berhentilah bersikap konyol dan keluarlah. Aku lelah.


    Tapi sebelum Eun Ho turun, Sa Ra meminta bayaran, ciuman di pipi, tapi Eun Ho diam saja.

    "Kenapa? Aku meminta hal yang terlalu sulit?" Tanya Sa Ra.

    Eun Ho langsung mencium Sa Ra, tapi bukan di pipi seperti yang Sa Ra minta, tapi di bibir dan itu membuat Sa Ra sangat terkejut walaupun akhirnya senang juga.


    Do Jae meminta Joo Hwan membawakan poster Se Gye yang ada di kantor, ia meletakkannya di samping guci era Joseon peninggalan ayahnya.

    "Kapan kau akan kembali bekerja?" Tanya Joo Hwan. 

    "Aku tidak mau bekerja. Kenapa tidak kau saja yang mengerjakannya?"

    "Malang sekali aku."

    Lalu Joo Hwan pergi.


    Do Jae memperhatikan Se Gye, "Rupanya itu benar. Kulitnya terlalu putih.. dan bibirnya pun terlalu merah."


    Se Gye membaca buku dan mengunggahnya di situs yang di dengarkan Do Jae kemarin dan penggemar menyukainya, mereka meninggalkan komentar kalau suara Se Gye seperti suara aktris Han Se Gye. 

    "Kita duduk di kursi belakang kelas agar kita tidak tampak dari jendela. Bagaimana kau bisa tahu bahwa itu aku? Aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Sambil menatapku, dia berkata. Tidak ada orang selain dirimu yang akan menatapku seperti itu."


    Do Jae mendengarkan suara Se Gye dan kali ini ia bisa tersenyum saat menatap wajahnya sendiri di cermin.


    Do Jae sekarang bisa pergi tanpa Joo Hwan dan hal itu membuat Joo Hwan senang juga sedih. Senang karena Do Jae akhirnya bisa mengenali wajah sekarang dan sedihnya sekarang mereka terpisah padahal dulu selalu melakukan semuanya bersama.

    "Kau tidak tanya aku ke mana?" Tanya Do Jae. 

    "Sudah jelas."

    "Setidaknya semangati aku."

    "Hasilnya pun dapat diprediksi."

    "Kuharap begitu."

    "Aku akan kembali ke kantor dan menyiapkan segalanya untukmu, jadi kau bisa santai dan bersenang-senang sampai saatnya kau kembali bekerja."

    "Baiklah, aku mengandalkanmu."

    "Direktur."

    "Oh?"

    "Semangat."

    "Oh."


    Se Gye mengajak Kingkang jalan-jalan ke toko buku karena merasa bersalah hanya mengurung Kingkang di dalam rumah.

    Se Gye meninggalkan Kingkang di luar sementara ia masuk ke dalam. 


    Do Jae kebetulan lewat dan ia langsung berhenti saat melihat Kingkang. Anehnya, Kingkang tidak menyalak sekarang. 

    Do Jae: Apakah karena dia sudah lama tidak melihatku? Hari ini dia tidak menyalak padaku.


    Do Jae masuk ke dalam, mencari Se Gye. Tapi mereka tidak bertemu. Saat Do Jae memeriksa sela-sela rak buku. Se Gye pergi ke kasir untuk membayar.


    Se Gye keluar menemui Kingkang, ia melepaskan ikatan tali Kingkang. Kingkang tiba-tiba menyalak dan berlari, itu membuat Se Gye tak sengaja menjatuhkan semua bukunya.


    Seseorang membantunya memunguti buku-buku itu dan ternyata orang itu adalah Do Jae. Se Gye sampai bengong. 

    Do Jae: Jadi... seperti inilah dirimu. Sudah kularang kau melarikan diri...

    Se Gye langsung memeluk Do Jae.

    0 komentar

    Post a Comment