Monday, November 19, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 13 Part 1

    Sumber: jtbc


    Untunglah Woo Mi gak cidera parah. Keluar dari RS, ia langsung ke rumah Eun Ho dan makan nasi campur. Eun Ho memberitahu Woo Mi kalau ia mempertimbangkan untuk menyerah menjadi pendeta.

    "Telepon aku kalau sudah tahu jawabannya." Kata Woo Mi.

    Usai makan, Woo Mi pergi untuk mencari Se Gye. Ia yakin Se Gye kebingungan dan putus asa di suatu tempat.


    Woo Mi menemui Do Jae. Do Jae mengatakan kalau Se Gye sempat menemuinya namun meghilang lagi. Juga mengatakan kalau Se Gye tidak kembali walau seminggu sudah lewat. 

    "Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang? Bahkan meski Se Gye tampak seperti itu... Bahkan meski dia harus hidup sebagai seorang kakek tua sampai mati, sanggupkah kau mencintainya?" Tanya Woo Mi.


    Do Jae melamunkan jawabannya.

    "Aku tidak yakin. Akankah aku sanggup mencintainya seumur hidupku? Sanggupkah aku tidak memedulikan opini orang lain tentangku dan tidak menghakimi diriku sendiri untuk menghabiskan sisa hidupku bersamanya?"


    Lalu datanglah Joo Hwan sambil membawa catatannya, mempertanyakan orang-orang yang ditulis sebagai Han Se Gye oleh Do Jae.

    Do Jae: Itu berarti mereka semua adalah Han Se Gye.

    Do Jae lalu pergi.


    Joo Hwan: Cinta benar-benar membuatnya gila. Sekarang yang bisa dia pikirkan hanya wanita itu. Buat apa aku cemas segala? Ah.. Aku mengkhawatirkan sesuatu yang tidak berguna. Aku pun telah mengira hal semacam ini dapat terjadi suatu hari nanti.


    Se Gye merindukan Do Jae bahkan meski penampilannya seperti itu, ia merindukan Do Jae. Ia merindukan Do Jae seperti orang gila.

    Dan Se Gye melihat Do Jae baru keluar dari kantor. Se Gye langsung turun.


    Se Gye menghentikan mobil Do Jae dan mereka bicara di dalam mobil.


    Se Gye mau melepaskan Do Jae tapi tidak bisa, ia butuh menemui Do Jae sesekali seperti ini. Do Jae membenci dirinya sendiri kaena hampir kehilangan Se Gye akibat ketakutan atas pendapat dunia padanya.

    Do Jae: Setelah bertemu denganmu, aku mencintaimu. Dan mencintaimu membuatku melupakan beberapa hal. Namun, sekarang mereka kembali. Aku hampir kembali.. pada kehidupan mengerikan itu. Aku siap untuk menyerah akan segalanya. Aku dapat menyerah atas keluarga ataupun posisiku... untuk bisa tetap bersamamu. Aku siap untuk itu. Itulah kehidupan.. yang kuinginkan. Aku tidak peduli.. bagaimana penampilanmu.


    Do Jae pun memeluk Se Gye dan keajaiban terjadi, Se Gye saat itu juga berubah menjadi dirinya sendiri.


    Menyadari Se Gye sudah kembali, Do Jae mempererat pelukannya pada Se Gye.




    Se Gye memarahi Woo Mi karena membahayakan diri demi dirinya. Woo Mi tidak menyesal melakukannya, bahkan jika bisa ia memilih untuk menabrak Chae Yu Ri kemarin.

    Se Gye langsung memeluknya. Woo Mi bertanya kenapa Se Gye tidak kembali tepat waktu. Se Gye menjawab tidak mengerti. Semuanya trjadi begitu saja, seolah semuanya masuk akal saja.


    Yu Ri mendengar gosip para ahjumma mengenai Se Gey saat sedang olah raga dan itu memberinya sebuah ide. Ia lalu menghubungi Reporter Park. 


    Yu Ri menjelaskan keanehan Se Gye pada reporter Park, juga menunjukkan video rekaman CCTV itu. 


    Tiba-tiba Se Gye muncul, ternyata yang menelfonnya adalah Reporter Park. Se Gye mempermalukan Yu Ri. 


    Se Gye: Kau sedang stres ya belakangan ini? Kau bilang kalau wajahku terus berubah. Kurasa, kau terlalu banyak menonton kartun.

    Yu Ri menunjukkan buktinya, rekaman CCTV, tapi Se Gye bisa membantahnya karena hanya ada dia di rekaman itu, jadi tidak bisa menunjukkan apapun.

    Yu Ri: Kau pikir siapa yang akan lebih terluka? Berhentilah jadi bodoh dan pahami situasinya. Kau mungkin bisa lolos kali ini, tapi selama aku mengetahuinya...

    Se Gye: Kau pasti lupa.


    Se Gye tiba-tiba menumpahkan segelas jus pada Yu Ri. Semua orang yang ada di kafe gak menyangka Se Gye akan melakukannya. 

    Se Gye: Apa? Kau pikir aku akan bersikap baik? Kau yang bilang. Bahwa aku tidak muncul untuk bekerja, menghilang dari lokasi syuting, dan main-main dengan para pria. Bukan kau yang melakukannya, tapi aku. Inilah diriku.

    Yu Ri teriak kesal.

    Se Gye: Apa? Kau juga ingin menyiramkan jus padaku? Dengan semua orang di sini menyaksikannya? Yakin kau bisa melakukannya? Aku sih terbiasa. Menyiramkan jus pada gadis sepertimu tidak akan berpengaruh pada imejku. Orang-orang akan membicarakannya selama 2-3 minggu paling lama. Lagi pula, imejku memang terlanjur buruk. Aku tidak peduli.


    Lalu Se Gye berbisik, "Berhentilah menyebarkan rumor aneh. Wajahku berubah? Kuharap itu benar. Aku bisa membunuhmu dengan penampilan yang berbeda. Maka, tidak akan ada seorangpun yang mengetahuinya. Kau akan mati dan aku akan menghilang. Itu disebut sebuah kejahatan yang sempurna."

    Jelas Yu Ri gemetar ketakutan dengan ancaman Se Gye itu.

    Se Gye pun pergi dengan puas.


    Artikel langsung terbit akibat kejadian tadi.

    "Apakah aktris C kehilangan akal? Semua orang di industri hiburan mengetahui bahwa aktris C dan H saling membenci. Bertolak belakang dengan keyakinan bahwa H merundung C, diketahui C mengidap penyakit rendah diri. Dan tampaknya hal tersebut telah mencapai klimaks. Rumor menyebar bahwa C sedang kehilangan kontrol diri. C terus mengulang omong kosong bahwa wajah H berubah secara rutin. Hal itu membuat para staf keheranan. Menurut orang dekat H, dia mendoakan dengan tulus agar C lekas sembuh. H sebenarnya sosok yang lebih baik dari yang kalian pikirkan. C adalah Chae Yu Ri, dan H adalah Han Se Gye."


    Woo Mi dan Se Gye bersorak senang selesai membaca artikel itu.

    Do Jae dan Eun Ho hanya diam memperhatikan mereka.


    Tiba-tiba Kingkang menyalak tiap Do Jae mendekatinya. 

    Woo Mi: Dia tidak pernah menyalak pada orang asing. Itu aneh.

    Eun Ho: Kuharap kau maklum. Jangan terlalu kecewa.


    Lalu datanglah Joo Hwan, 

    Joo Hwan: Anda tidak memerlukanku lagi karena sudah punya kekasih dan teman-teman baru?

    Do Jae: Bagaimana kau bisa tahu aku di sini?

    Joo Hwan: Buat apa tanya? Bukankah sudah jelas?


    Joo Hwan bahkan langsung duduk dan ikut makan tanpa dipersilahkan.

    Do Jae: Hei, Jeong Joo Hwan.

    Joo Hwan: Kau sudah memberi tahu mereka? Tentang penyakitmu?

    Semua orang terdiam, artinya dugaan Joo Hwan benar. 

    Joo Hwan: Wah, kau sungguh memberi tahu mereka. Cuma aku yang tidak tahu kau sudah memberi tahu mereka.

    Se Gye: Itu... kuharap kau mengerti. Situasinya agak rumit, jadi mungkin dia tidak bisa memberitahumu.

    Joo Hwan: Dia bahkan membuat kekasihnya bicara mewakili dirinya. Tidak bisa dipercaya sampai sekarang aku bekerja untuk seorang bos yang bodoh.

    Do Jae: Aku akan menaikkan gajimu.

    Joo Hwan: Aku akan melakukan yang terbaik untuk melayanimu.

    Eun Ho: Aku iri.


    Anehnya Kingkang langsung nempel pada Joo Hwan padahal mereka baru pertama bertemu. Do Jae mencoba mendekati Kingkang lagi tapi Kingkang kembali menyalak kepadanya.

    Joo Hwan: Aih, hentikan dan pergi sana. Duduk saja lagi.


    Semua pergi, tinggal Do Jae dan Se Gye yang beberes. Se Gye mengatakan kalau Joo Hwan itu orang baik dan semua yang memihak mereka adalah orang baik.

    "Karena kau orang baik." Jawab Do Jae. 

    "Kau yang orang baik."

    Se Gye mengaku kalau ia merasa takut. Do Jae cerita, ketika pertama kali mengidap penyakitnya, hal yang paling menyedihkan adalah tidak dapat mengenali orang-orang yang ia cintai. Karena ia tidak dapat mengenali orang-orang yang ia cintai, ia menjadi tidak dapat mencintai dirinya sendiri. Tapi, ia salah. Tidak ada yang berubah. Jika orang-orang berubah, kupikir situasi pun akan ikut berubah. Ia tersesat oleh pemikirannya sendiri. Dan Se Gye lah yang membantunya menyadarinya.


    Se Gye: Saat pertama kali aku mengalami simtom, aku mendapat bantuan dari seseorang. Orang itu sama sekali tidak mengenalku, tapi dia mempertaruhkan nyawanya untukku. Sebab itulah aku juga ingin membantu orang lain. Setiap kali simtomku muncul, aku selalu berharap momen itu cepat berlalu. Tapi alasan aku berani menunjukkan diri pada dunia.. adalah berkat dirimu. Aku menjadi lebih baik. Seseorang yang jauh lebih baik.

    Do Jae: Aku hendak mengungkapkan penyakitku. Aku memutuskan untuk memercayai.. orang-orang yang mencintaiku.


    Se Gye langsung memeluk Do Jae, "Pasti berat.. selama ini bagi dirimu."


    Do Jae mengungkapkannya saat makan bersama keluarganya bahwa ia tidak bisa mengenali wajah orang, bahwa ia mengidap prosopagnosia. Kakek ;ah yang paling terkejut. 

    Do Jae: Aku tidak ingat wajah Kakek. Jika Kakek berpura-pura menjadi orang lain dan melintas di dekatku, aku tidak akan bisa mengenali wajah Kakek.

    Kakek: Sungguh?

    Do Jae: Ya.

    Kakek: Tidak bisa sembuh?

    Do Jae: Tidak bisa.


    Kakek kecewa karena ibu tidak memberitahu kondisi Do Jae pada dirinya atapun pada Profesor Park. Sa Ra menjelaskan sebabnya. 

    "Kakek bisa menendangnya ke luar dari sini jika dia memiliki satu saja kelemahan. Jadi mana mungkin Oppa memberi tahu Kakek?"

    Dan itu membuat kakek menangis, "Aku menyesali setiap kata.. yang sudah aku lontarkan padamu. Aku merasa bersalah. Pasti sangat berat untukmu. Aku tidak bisa membayangkan seberapa besar kebencianmu padaku karena tidak mengetahui apa pun."

    Do Jae: Maafkan aku.. karena tidak cukup layak."

    Kakek: Jangan omong kosong! Tidak ada cucu sebaik dirimu di seluruh Korea.


    Sa Ra juga mengumumkan sesuatu, ia tidak akan menikahi Presdir Choi karena ia tidak mencintainya, ia hanya menyukai status sosialnya saja.

    Profesor Kang: Kalau begitu jangan menikah. Tidak ada seorangpun di sini.. yang memaksamu menikahinya.

    Do Jae: Secara teknis, aku yang mendorongnya melakukannya. Kau membutuhkan Presdir Choi untuk mengalahkanku.

    Sa Ra: Itu benar. Tapi, ini bukan salahmu. Bahkan meski aku belum lama memihakmu, tapi semua itu akibat keserakahanku.


    Kakek: Semuanya salahku. Semua gara-gara aku.

    Ibu: Aku yang bersalah. Aku membuat anak-anakku tidak akur.

    Sa Ra: Silakan menyalahkan diri masing-masing nanti. Ada hal yang lebih mendesak. Presdir Choi tahu tentang kondisi Oppa. Tidak lama lagi, Direktur Kim pun akan mengetahuinya. Setelah itu, dia akan melakukan apa saja untuk menjatuhkan Oppa.

    Ibu: Choi Ki Ho. Bajingan nekat itu.

    Kakek: Direktur Kim, keparat nekat itu!

    Profesor Kang: Aigoo... Tenang, tenanglah. Jangan terlalu emosi. Cobalah untuk tenang, semuanya.


    Do Jae lalu meminta kakek memberi mereka berdua pelajaran jika kakek merasa bersalah padanya.

    Kakek: Kau... kau... Dasar bodoh. Kau bahkan tidak bisa mengurusnya sendiri, lalu kau meminta bantuanku? Aku tidak bisa menyerahkan perusahaanku pada orang bodoh sepertimu.

    Do Jae: Benar. Sekarang terdengar seperti kakekku yang biasanya. Padahal kukira aku akan lolos kali ini.

    Kakek: Grup Sunho tidak akan jatuh hanya karena seorang direkturnya mengidap penyakit.

    Ibu: Jangan khawatir. Ibu akan bekerja lebih keras jika diperlukan. Dan kita juga punya Sa Ra.

    Do Jae: Tapi, justru itu yang kukhawatirkan.

    Profesor Kang: Kalau kau khawatir, Ayah bisa membantu memperluas bisnis.

    Sa Ra: Ayah, menjalankan bisnis itu bukan lelucon. Urus saja tanaman-tanaman Ayah.


    Sa Ra memperingatkan Do Jae kalau Ki Ho akan melancarkan serangan. Ia meminta Do Jae yang membereskannya karena Do Jae adalah kakaknya. Sementara ia harus pergi.

    0 komentar

    Post a Comment