Tuesday, November 13, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 12 Part 4

    Sumber: jtbc


    Se Gye berubah menjadi kakek-kakek, ia bingung, apa yang harus ia lakukan?


    Yu Ri menelfon dari lokasi syuting, tapi Se Gye tidak menjawabnya. Ia sudah tahu itu tapi ia pura-pura panik di depan staf.

    "Astaga. Kami merancang semua ini karena berpikir Se Gye akan hadir."

    "Iya, 'kan? Kenapa dia belum datang juga?"

    "Dia pasti melarikan diri lagi."

    "Maafkan aku. Aku sungguh berharap untuk membereskan segala kesalahpahaman dan berbaikan dengannya hari ini. Tapi kurasa, keinginan itu tidak berbalas. Aku tidak mempertimbangkan perasaannya dengan baik."

    "Jangan berkata begitu. Itu bukan salahmu. Siapa yang tahu Se Gye akan menghilang seperti itu? Ayo kita bereskan."


    Yu Ri beneran sudah menduga Se Gye akan melarikan diri. Ia lalu mengirim pesan, "Jika kau tidak ingin datang padaku, maka aku yang akan mendatangimu".

    Yu Ri: Penulis! Seonbaenim ingin kita datang ke rumahnya. Dia sudah menyiapkan segalanya di sana.


    Se Gye membaca pesan dari Yu Ri, ia langsung menghubungi Woo Mi. 


    Woo Mi datang, ia menyuruh Se Gye ke rumahnya saja, ia pastikan akan mengurus semunaya. Se Gye mengangguk mengerti, ia pergi naik taksi bersama Kingkang.

    "Kau memercayaiku, 'kan? Aku akan segera ke sana." Kata Woo Mi dan Se Gye kembali mengangguk.

    Lalu Woo Mi menyuruh supir taksinya jalan.


    Woo Mi masuk mobilnya, ia menghubungi Eun Ho. 

    "Hei, dengar baik-baik." Kata Woo Mi.

    "Oh, aku mendengarkan. Ada apa?"

    "Mampirlah ke rumahku nanti."

    "Kenapa?"

    "Se Gye... Bagaimanapun, mampirlah ke sana."

    Woo Mi langsung menutup telfon.


    Setelahnya, Woo Mi mengirim pesan untuk Reporter Park, "Reporter Park, aku mengalami kecelakaan."

    Woo Mi: Baiklah. Aku harus berpikir dengan jernih. Ini salahku. Aku yang menyebabkan situasi ini. Aku Presdirnya Han Se Gye. Aku temannya Han Se Gye. Aku harus bertanggung jawab.


    Woo Mi menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan sengaja menabrakkannya. 


    Yu Ri mendapat kabar dari penulis kalau Presdirnya World Entertainment kecelakaan dan berada di rumah sakit. Jadi, semua jadwal Se Gye hari ini dibatalkan. Itu sebabnya Se GYe tidak bisa datang.

    Yu Ri: Jadi, begini caranya untuk menyelamatkan diri? Itu bukan kebohongan?

    Penulis: Kurasa bukan. Kecelakaannya tidak parah, tapi Presdirnya tidak sadarkan diri.


    Eun Ho mendengar berita kecelakaan Woo Mi, ia langsung mendatangi rumah sakit.

    "Yu Woo Mi. Woo Mi-ah."


    Se Gye di rumah Woo Mi juga membaca berita itu, ia syok. Ia langsung menghubungi Eun Ho.

    Eun Ho: Aku di rumah sakit Woo Mi. Aku akan pergi sekarang, jadi tetaplah di rumah Woo Mi.


    Se Gye menyalahkan diriya, ini semua gara-garanya. Ini semua salahnya.


    Do Jae datang ke rumah sakit, bertanya apa ada catatan pasien bernama Han Se Gye? Petugas menjawab tidak ada. 

    "Kalau begitu.. seorang pria tidak dikenal... Tidak, seorang wanita. Atau mungkin seorang anak. Apakah ada yang datang bersama pasien Yu Woo Mi? Siapa pun itu, ada catatannya?"

    "Tidak ada."

    "Terima kasih."



    Do Jae langsung menghubungi Eun Ho karena ia tidak bisa menghubungi Se Gye. Ia menelepon karena khawatir.

    Eun Ho: Aku di perjalanan menuju rumah Woo Mi sekarang. Woo Mi menyuruhku ke sana sebelum dia kecelakaan. Se Gye mungkin di sana. Akan kutelepon saat aku sampai sana.


    Eun Ho masuk, mencari-cai Se Gye tapi tidak ada dimanapun. 


    Eun Ho keluar lagi, ia menghubungi Do Jae, mengatakan kalau Se Gye tidak ada. Padahal Se Gye jalan di depannya.


    Se Gye mengirim pesan untuk Do Jae, "Aku harus ke suatu tempat sementara waktu. Maafkan aku."


    Do Jae langsung memutar balik molinya, ia mendatangi rumah Se Gye, tai Se Gye juga tidak ada di sana.

    Ia menghubungi Se Gye, tapi ponselnya tidak aktif.


    Do Jae tidak bisa fokus bekerja karena mengkhawatirkan Se Gye. Ia terus menantikan kabar dari Se Gye. Tiap kali ponselnya ada notif, ia cepat-cepat melihatnya.

    Joo Hwan: Sudah lebih dari seminggu.

    Do Jae hanya bisa menghela nafas.


    Do Jae mengirim banyak pesan untuk Se Gye, tapi tidak pernah ada balasan.

    "Han Se Gye, kau baik-baik saja?"
    "Di mana kau?"
    "Aku akan menghampirimu."
    "Jawab teleponku."
    Telepon aku."
    "Di mana sebenarnya kau? Kumohon..."


    Saat sedang berkendara dengan Joo Hwan, Do Jae melihat seseorang yang mirip Se Gye sedang berjalan, Do Jae langsung meminta Joo hwan menghantikan mobilnya.

    Do Jae mengejar orang itu karena berpikir itu adalah Se Gye tapi ternyata bukan.


    Do Jae terus jalan sampai malam. Ia hanya bisa melihat wajah Se Gye di papan iklan di gedung. 


    Sampai akhirnya Se Gye melihat Do Jae, mreka berpapasan saat menyebrang. Se Gye melirik Do Jae sekilas.


    Do Jae baru menyadari sesuatu saat ia sudah sampai sebereng. Ia menoleh menatap Se Gye. Se Gye juga menatapnya. Do Jae menyebut nama Se Gye. Ia akan kesana, tapi lampunya sudah merah kembali.


    Se Gye menelfonnya. 

    "Bagaimana bisa kau--"

    "Maafkan aku. Wajahku..."


    Se Gye lalu menunjukkan wajahnya pada Do Jae.

    Se Gye: Wajahku tidak kembali ke semula.

    Setelahnya Se Gye menghilang lagi.

    0 komentar

    Post a Comment