Tuesday, November 13, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 12 Part 3

    Sumber: jtbc


    Se Gye memperhatikan porselen putih yang dimiliki Do Jae, ia bertanya, kenapa Do Jae memiliki sebuah porselen putih yang tampak berasal dari era Joseon?"

    Do Jae hanya menatap porselen itu lalu menatap Se Gye dan ia tiba-tiba tersenyum. 

    "Apa? Kenapa kau tersenyum?"

    "Bukan apa-apa."

    "Jangan coba membohongiku. Ada apa? Ayolah, katakan padaku. Jika tidak kau beri tahu, aku akan membayangkan sesuatu yang sangat aneh. Kalau begitu, aku akan pulang ke rumah dan menenggelamkan wajahku pada bantal lalu menangis. Kau mau seperti itu?"

    "Hanya saja... kalian sama."

    "Sama? Aku... dan benda itu? Bagaimana bisa? Maksudmu, wajahku bulat, ya?"

    "Bisa dibilang begitu."

    "Orang ini benar-benar, ya!"

    "Kalau begitu, setiap hari saat kau melihatnya, kau teringat padaku?"

    "Tidak setiap hari."

    "Tidak setiap hari tapi sangat sering? Sejak kapan kau mulai memikirkan aku? Sejak pertemuan pertama kita?"


    Do Jae menjawab jujur, sejak hari dimana ia mulai memahami kondisi Se Gye. Dan karenanya, ia mulai ingin memahami diri Se Gye. Sejak itulah semuanya bermula.

    "Jadi, kau datang untuk memahami diriku?" Tanya Se Gye.

    "Aku datang untuk mencintaimu. Sebelumnya, aku terbiasa takut akan segalanya, tapi tidak ada yang membuatku takut sekarang. Aku merasa diriku telah bertransformasi."

    "Itu karena kau bertemu denganku."

    "Ya, karena bertemu denganmu."

    "Aku sangat bersyukur.. kita saling menemukan."

    "Harinya akan segera tiba, 'kan?"

    "Ingatan yang bagus. Kau harus bersama denganku sepanjang hari, ya? Jangan ke mana-mana."


    Woo Mi mengajak Kingkang pulang ke rumah Se Gye. Tiba-tiba ada seorang pria yang keluar dari rumah Se Gye. Woo Mi terkejut, siapa?

    "Ini aku.." Jawab pria itu yang ternyata adalah orang suruhan Yu Ri.

    Woo Mi mengira Se Gye berubah, "Kau... Hei, apa sudah harinya? Seharusnya bukan hari ini."

    "Apa? Oh, ya."

    "Kau lelah, ya? Kenapa ini mendadak terjadi? Apakah ada gejala lain?"

    "Tidak."

    "Omong-omong, kau mau ke mana?"

    "Aku baru saja keluar."

    "Kau mau menemui Direktur Seo? Benar, fakta kalau dia kekasihmu kan tidak berubah. Bagus sekali. Seseorang tetap mencurahimu kasih sayang bahkan meski penampilanmu seperti itu."

    Tiba-tiba Kingkang menyalak. Woo Mi un segera membawa Kingkang masuk. 


    Se Gye pulang dan Woo Mi terkejut, Kenapa Se Gye berubah lagi? Se Gye juga kaget, ia baru saja berubah? Lalu ia mengecek suaranya, tidak kok, masih dirinya yang sebenarnya. 

    "Kau... tadi, kau... Aku jelas melihatmu-- Kita dalam masalah besar." Woo Mi sadar sudah ditipu.


    Se Gye keluar bareng Kingkang pagi-pagi. Orang itu sudah ada di depan rumah, ia langsung memotret Se Gye.


    Tapi itu hanya jebakan karena setelahnya, Woo Mi dan Se Gye mengurungnya di dalam mobil. Woo Mi menunjukkan ponselnya, siap menelfon polisi. Orang itu akan kabur, lalu Se Gye mencegatnya di pintu sebelahnya lagi.

    Se Gye: Siapa yang menyuruhmu?


    Se Gye mendapat memory card kamera orang itu dan mendapat jawaban kalau Yu Ri lah yang memerintahkan orang itu.

    Woo Mi: Chae Yu Ri, keparat itu.

    Se Gye langsung menelfon Yu Ri dan mengajaknya bertemu.


    Se Gye langsung menegur Yu Ri karena memerintahkan orang untuk mengintainya. Yu Ri mau dituntut, ya?

    "Tuntut saja kalau kau mau. Tapi, aku ingin tahu apa yang akan terjadi sebelum aku dimasukkan ke penjara."

    Yu Ri menunjukkan video di toilrt itu.

    "Kau penggemarku? Kenapa kau memiliki video itu di ponselmu?"

    "Ini aneh, kau tahu. Kau tidak pernah masuk ke dalam, tapi jelas ke luar dari sana. Aku sudah menonton rekaman lengkapnya. Kau tidak pernah masuk ke dalam toilet itu. Aku hanya melihatmu ke luar dari sana. Juga, manajermu, yang secara teknis tinggal bersamamu, memanggil seorang pria yang belum pernah ditemui sebelumnya eolah sudah sering bertemu. Bukankah itu terdengar aneh untukmu?"

    "Apa yang coba kau katakan?"

    "Bukankah ada sesuatu yang ingin kau katakan tentang hal itu?"

    "Aku bahkan tidak paham."


    Yu Ri: Iya, 'kan? Sejujurnya, sebelumnya aku tidak mengerti apa-apa. Tapi kemudian, aku teringat sesuatu. Setiap kali kau memperbarui kontrakmu, kau minta untuk mendapatkan libur seminggu dalam sebulan, tanpa pengecualian. Dan kau kabur saat tidak mendapatkan waktu libur. Inikah rahasiamu?

    Se Gye: Kau gila. Kau pasti menonton terlalu banyak film.

    Yu Ri: Aku jarang menonton film. Bahkan tidak dengan film yang kubintangi sendiri. Dalam beberapa hari, kita akan tahu apakah aku gila atau tidak. Sejak hari di mana bocah itu muncul entah dari mana setelah kau menghilang dari lokasi syuting, aku melakukan beberapa kalkulasi. Waktunya akan segera tiba, 'kan?


    Se Gye mulai tegang dan Yu Ri menyadarainya, "Apa kau sedang ketakutan sekarang? Kalau begitu, jujur saja padaku. Aku mungkin memutuskan menyimpan rahasiamu setelah mendengarnya.

    Tapi Se Gye malah pergi.


    Yu Ri mengejarnya dan merea sama-sama naik lift yang sama. 

    "Kenapa kau melarikan diri?"

    "Mendengarkan omong kosongmu lebih jauh hanya buang-buang waktu."

    "Oh. Jadi kau mengakui kalau kau melarikan diri."

    "Kau pikir orang-orang akan memercayai omong kosongmu?"

    "Mau orang percaya atau tidak, tapi itu fakta. Aku tahu, kau berubah. Menarik sekali. Apakah itu semacam virus?"


    Tuba-tiba lift berhenti saat Se Gye menekan timbol lantai yang hendak ditujunya.

    "Apa-apaan ini?" Tanya Yu Ri.

    "Kalau begitu, kita harus mengonfirmasinya. Kau dan aku tidak boleh keluar dari lift ini sampai aku berubah. Kita akan bermalam di sini. Hanya kita berdua."

    "Aku harus mengakui dirimu. Kau memang aktris hebat. Kenapa kita harus buang-buang tenaga seperti ini? Ada cara yang lebih mudah. Aku akan segera syuting reality show. Bukankah sudah kukatakan padamu? Kau harus tampil juga di dalamnya. Kamera akan menyala selama 24 jam penuh. Kenapa? Kau tidak akan menolak, 'kan?"

    "Baiklah, mari lakukan. Jika kau sungguh tidak memercayaiku."

    "Rating penonton akan melonjak drastis. Terima kasih Seonbaenim."

    Lalu Yu Ri memencet tomol darurat, menghubungi petugas bahwa mereka terjebak di sana.


    Se Gye pulang dan ternyata sudah ada artikel soal dirinya yang akan tampi di acara Yu Ri. 

    Woo Mi: Pernyataan media tentang hal itu sudah dikirim. Dia begitu agresif seolah menanti-nantikan momen ini.

    Se Gye: Aku dapat menyembunyikannya selama bertahun-tahun ini sudah merupakan keajaiban.

    Woo Mi: Jangan khawatir. Aku akan membereskannya, bagaimanapun caranya.

    Se Gye: Kau akan membereskannya? Tepatnya bagaimana?

    Woo Mi: Han Se Gye, kau memercayaiku, 'kan?


    Do jae melewati Sa Ra begitu saja seperti biasa, Sa Ra diam saja. Tapi Sa Ra tidak bisa diam saat melihat Direktur Kim memperhatikan mereka. Sa Ra langsung memanggil Do Jae.

    "Oppa! Aku tahu kau membenciku, tapi bagaimana bisa kau mengabaikanku seperti ini?"

    "Bukan begitu."

    "Direktur Kim. Kau akan mengabaikanku juga? Kita sudah lama tidak bertemu."

    Direktur Kim: Bukan begitu. Penglihatanku jadi semakin menurun belakangan ini. Jadi untuk sesaat aku tidak mengenalimu. Tapi, sangat menyenangkan disapa... oleh wanita cantik.

    Sa Ra: Mungkin sudah saatnya kau pensiun.

    Sa Ra lalu menyuruh Do Jae mengikutinya. DIrektur Kim yakin ada sesuatu diantara mereka, tapi ia tidak yakin apa itu.


    Do Jae berterimakasih pada Sa Ra daat mereka ada di ruangan Do Jae menatap ikan-ikan.

    "Jangan khawatir. Aku tidak suka melihat orang yang sudah kuhina menghina orang lain lagi."

    Sa Ra melihat ikan hadiahnya, ia tidak menyangka masih hidup.

    "Itu kesukaanku. Aku sama sekali tidak mengira tadi itu kau sampai kau memanggilku. Gaya pakaianmu juga berbeda. Apa kau datang untuk memastikan apakah kondisiku itu sungguhan atau tidak?"

    "Tidak. Aku ingin tahu bagaimana yang akan kurasakan. Apakah aku akan baik-baik saja atau tidak nyaman."

    "Jadi, bagaimana perasaanmu?"


    Sa Ra merasa tidak nyaman. Ia lalu mengatakan kalau rekam medis Do Jae itu berasal dari Presdir Choi. Sa Ra juga mengatakan kalau Choi Ki Ho dan Direktur Kim pasti merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Do Jae.

    "Kenapa kau mengatakannya padaku?"

    "Tadinya aku di pihak mereka, tapi aku baru saja memutuskan mengkhianati mereka."

    "Kenapa? Karena merasa kasihan padaku?"

    "Tidak! Orang yang kusukai tidak menyukai orang jahat."

    Sa Ra langsung pergi.

    "Hei! Kau berkencan dengan seseorang? Siapa dia? Apa pekerjaannya?"

    0 komentar

    Post a Comment