Monday, November 12, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 12 Part 1

    Sumber: jtbc


    Do Jae sampai tidak bisa menjawab pertanyaan Se Gye karena kedatangan Sa Ra. 

    "Apa itu benar? Katakan yang sebenarnya! Kau sungguh tidak bisa mengenali wajah orang?" Tanya Sa Ra.

    Do Jae meminta maaf pada Se Gye, ia berkata akan menghubungi Se GYe nanti.


    Do Jae menanyakan isi amplop yang Sa Ra lemparkan barusan. Sa Ra menjawab kalau itu adalah bukti bahwa Do Jae sakit, Rekam medis kecelakaan yang menimpa Do Jae.

    Do Jae: Aku yakin bahwa rekam medis itu...

    Sa Ra: Kau mungkin telah menyingkirkannya. Apa itu penting sekarang?

    Do Jae: Tidak peduli bagaimana kau memanfaatkan kelemahanku--

    Sa Ra: Kau pikir aku ini apa? Kenapa kau menjadikanku seorang pengecut rendahan? Memang kau siapa? Kenapa Oppa bersikap lunak padaku?

    Do Jae: Ayo masuk. Kita bicara di dalam.


    Di dalam, Do Jae membuka isi amplop itu dan benar saja, isinya adalah Rekam medisnya.


    Sampai sekarang, Sa Ra mengira Do Jae sengaja mengabaikannya. Tapi, ia salah. Do Jae sakit dan ia salah paham.

    "Aku mengenalimu. Ada saat di mana aku tidak bisa, tapi aku dapat sering mengenalimu. Kau berjalan sangat tegak dan penuh percaya diri. Kau selalu tidak kenal takut. Kau biasanya marah padaku setiap kali kita berpapasan. Dan karena kau ingin mengekspresikan kemarahanmu, aku dapat mendengar suaramu duluan."

    "Aku marah karena--"

    "Itu salahku. Aku sadar. Maafkan aku."


    Mereka diam sejenak. Sa Ra menanyakan bagaimana Do Jae bisa mengenali ayah. 

    "Untuknya, aku tidak pernah benar-benar.. mencoba mengenali dia. Setiap kali aku melihatnya, dia bicara duluan padaku, juga menggenggam tanganku lebih dulu. Bahkan meski dia.. idak mengetahui kondisiku, dia selalu melakukannya. Sejujurnya, aku agak terkejut. Aku sudah membayangkan situasi seperti ini berulang kali. Namun setiap kali terjadi, realitanya sama sekali berbeda. Aku tidak menyangka kau akan bicara padaku seperti itu."

    "Apa maksudmu?"

    "Kau terdengar.. seperti adikku sungguhan."

    "Kau membuatku merasa buruk."

    Sa Ra langsung pergi dari sana.


    Woo Mi menuntut penjelasan dari Se Gye mengenai Do Jae. Se Gye mengatakan kalau Do Jae hanya salah orang saja. Woo Mi gak percaya karena mereka berkontak mata.

    "Itu... pasti karena terlalu gelap."

    "Dia masih bisa melihat wajahku. Baiklah. Katamu dia tidak terkejut... bahkan saat melihatmu berubah menjadi orang lain. Kenapa dia tidak terkejut?"

    "Woo Mi."

    "Aku tahu. Jika memang hal itu dapat kau bicarakan, kau pasti sudah memberitahukannya kepadaku. wah.. Aku tidak tahu lagi. Kenapa semua orang begitu menyedihkan? Tidur sana. Aku pulang."


    Se Gye akan menghubungi Do Jae, tapi tidak jadi.


    Joo Hwan menghubungi Dokter Do Jae seteah melihat catatan Do Jae mengenai Se Gye. Ia bertanya, apa kondisi Do Jae semakin memburuk?

    "Untuk kondisinya, tidak memburuk. Tidak membaik maupun memburuk."

    "Tapi karena Anda sudah merawatnya selama bertahun-tahun--"

    "Kondisinya tidak dapat disembuhkan. Tidak ada cara untuk menyembuhkan dia. Aku hanya membantunya dengan hal-hal yang harus dia lakukan."

    "Contohnya?"

    "Mencoba menerima kondisinya. Bahkan meski kondisi penyakitnya tidak membaik maupun memburuk, tetapi hal itu dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Aku hanya membantu dia.. agar tidak menyiksa diri sendiri."


    Joo Hwan masuk ruangan Do Jae dan Do Jae langsung mengenalinya. Do Jae berkata kalau Sa Ra mengetahui mengenai kondisinya.

    "Aku akan mengundurkan diri. Itu semua salahku. Aku akan bertanggung jawab."

    "Kenapa kondisiku adalah kesalahanmu? Aku menilaimu sebagai seseorang yang tidak akan melarikan diri meski situasinya buruk. Kurasa, aku sudah salah sangka."


    Joo Hwan mulai serius, apa yang terjadi sebenarnya? Do Jae menjawab Rekam medisnya. Joo Hwan merasa itu mustahil karena mereka sudah menyingkirkannya.

    "Kusangka kita sudah menghancurkan semuanya. Tapi seseorang dengan jelas berusaha keras menggali untuk mendapatkannya."

    "Mungkinkah perbuatan Direktur Kim?" Duga Joo Hwan. 

    "Itu.. aku belum yakin."

    "Untuk sekarang, aku akan mengawasinya."


    Joo Hwan pamit, tapi Do Jae memanggilnya saat Joo Hwan sudah melangkah beberapa langkah. Do Jae mengucapkan rasa terimakasihnya.

    "Naikkan gajiku kalau kau berterima kasih padaku."

    Dan keduanya saling melempar senyum.


    Do Jae dan Se Gye bertemu. Se Gye mengatakan mengenai Woo Mi yang tampaknya mengetahui keadaan Do Jae. Sementara ia tidak bisa melakukan apa pun karena aku sangat khawatir.

    "Aku memiliki seorang kekasih yang mengkhawatirkanku. Aku menyukainya." Balas Do Jae.

    "Aku sedang serius sekarang."

    "Aku juga serius sedang bahagia sekarang."

    "Aku juga sangat bahagia, tapi-- Aku menyukainya, tapi--"

    "Apa arti dia untukmu?"

    "Apa arti dia untukku? Kami selalu ada untuk satu sama lain, dan kami akan terus seperti itu."

    "Jadi, kalian akan bersahabat selamanya?"

    "Ya. Bahkan jika Woo Mi kabur karena dia membenciku, aku akan memohon padanya untuk tidak meninggalkanku."

    "Maka, aku tidak memiliki pilihan. Kurasa, aku juga harus memohon kepadanya. Untuk bersama denganmu selamanya."


    Woo Mi dan Eun Ho datang ke rumah Se Gye untuk minum. Tapi Eun Ho mengeluh, ia sudah bilang berhenti minum, dalam waktu dekat ini, ia bahkan tidak berniat menyentuh alkohol segelas pun.

    Woo Mi: Aigoo... aigoo... penangkal mabuknya pasti sangat mengerikan. Astaga, kau selalu bilang ingin jadi Pen--


    Woo Mi berhenti saat melihat ada Do Jae juga disana. 

    Woo Mi: Ada apa ini?

    Se Gye: Kurasa, kita tidak bisa melakukannya dalam keadaan sadar.

    Se Gye menuang camilan dalam piring setelah matang. Tapi Woo Mi sama Eun Ho masih bengong saja. Se Gye pun menyuruh mereka untuk duduk.


    Akhirnya mereka baru saling bicara setelah agak mabuk.

    Woo Mi: Rupanya itu yang terjadi. Itu sebabnya kau sangat menjengkelkan.

    Se Gye: Hei!


    Eun Ho: Apa? Siapa coba yang duluan menyebutnya menjengkelkan?

    Do Jae: Apakah aku dianggap sebagai orang yang menjengkelkan?

    Woo Mi: Tidak, tidak. Tidak apa. Kita semua seperti itu. Dalam situasi seperti itu, menjadi wajar merasa ketakutan dan terus khawatir. Aku sangat memahaminya. Maksudku, ya kau tahulah. Itu sebabnya Se Gye juga.. Sebab itulah dia begitu.

    Se Gye: Begitu bagaimana? Memiliki kepedulian tinggi?

    Eun Ho: Kau sangat... bisa dikatakan... jahat. Kau juga pasti tahu itu.

    Se Gye: Sialan. Mau kutunjukkan seberapa jahatnya aku?

    Eun Ho: Maaf.

    Woo Mi: Maafkan aku sudah membencimu. Maafkan aku.

    Do Jae: Kau membenciku?

    Eun Ho: Ya, kami tidak bisa dibilang menyukaimu.

    Woo Mi: Astaga, bagaimana bisa kau mengatakannya langsung padanya? Kau seharusnya mengatakan padanya sejak lama.


    Do Jae ketawa lepas melihat kelakuan dua sahabat Se Gye itu.

    Se Gye: Lihat dirimu. Kau pasti mabuk. Kau tertawa.

    Do Jae: Aku tidak mabuk. Hanya saja, suasana hatiku sedang baik.

    Se Gye: Itu berarti kau mabuk.

    Do Jae: Besok bagaimana? Kau ada jadwal?

    Woo Mi: Punya, dia punya. Tapi, tidak apa. Minum! Minum!

    Se Gye: Apa maksudmu tidak apa?

    Woo Mi: Hei. Kau hanya mengubah sedikit gaya rambutmu. Bukan berarti kau dilarang untuk minum.

    Do Jae: Kau hendak mengubah gaya rambutmu?

    Woo Mi: Dia harus syuting iklan. Gaya rambutnya akan sedikit berubah. Tidak akan tampak berbeda di kehidupan nyata, tapi di kamera, akan tampak sangat berbeda. Ah.. Kurasa, hal itu akan membuatmu bingung. Kalau begitu, Setiap kali dia mengubah gaya rambutnya, haruskah kukirim fotonya padamu? Apakah itu akan membantu?

    Eun Ho: Mungkin.


    Se Gye langsung merangkul bahu Do Jae, kenapa Woo Mi mengirim foto pada kekasihnya? Woo Mi dan Eun Ho sama-sama mau muntah.

    Eun Ho: Augh, dia obsesif sekali. Aku tidak menyangka dia akan jadi seperti itu.

    Do Jae: Ada sesuatu yang selalu ingin kutanyakan padamu. Saat kau menjawab ponselnya, kenapa kau harus mengatakan padaku kalau dia sedang mandi?


    Semuanya ketawa kecuali Eun Ho dan Do Jae. 

    Se Gye: Dia.. memang pria dewasa, tapi dia tidak tahu apa-apa.

    Eun Ho: Itu tidak benar. Aku tahu sedikit.

    Se Gye: Benarkah? Kau yakin?

    Do Jae: Lalu, kenapa kau bilang begitu padaku?

    Eun Ho: Benar, kok. Aku tahu banyak.

    Se Gye: Sungguh?

    Do Jae: Kenapa kau mengatakan padaku dia sedang mandi?

    Eun Ho: Aku tahu cara membuat anak!

    Woo Mi dan Se Gye terus menggoda Eun Ho dan Do Jae tidak medapat jawaban atas pertanyaannya. Tapi gak masalah katanya, ia tidak peduli.

    0 komentar

    Post a Comment