Friday, November 2, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 10 Part 3

Sumber: jtbc


Do Jae memberi kabar kalau ia akan ke luar negeri untuk beberapa waktu. ia meminta maaf. 

"Hati-hati di jalan." Se Gye membalas pesan Do Jae.


Se Gye bersiap-siap, ia berkemas, tapi tiba-tiba ia merasakannya. Se Gye berubah menjadi orang lain.

"Sudah waktunya? Kenapa harus sekarang? Kenapa sekarang?" Sesal Se Gye.


Se Gye menghubungi Woo Mi, menjelaskan situasinya. Woo Mi melarangnya begitu khawatir, tidak usah minta maaf juga.


Woo Mi mengunjungi ibu. Ibu jelas menanyakan Se Gye.

"Dia harus syuting. Aku mencoba memintakan izin, tapi tidak bisa karena syutingnya sangat penting."

"Mau bagaimana lagi? Dia seorang bintang top."

"Tidak akan makan waktu lama. Dia akan segera kemari, Bu."

Tapi ibu jelas kecewa.


"Waktu berlalu. Malam berlalu dan matahari terbit. Kemudian petang datang, lalu malam pun kembali. Malam kembali lagi dan lagi. Hari demi hari berlalu menyayat hati, dan waktu berlalu tanpa arti."


Se Gye menangis mengingat ibunya.

"Kumohon. Jika Sang Pencipta memang ada, kumohon... izinkan aku secepat mungkin kembali pada diriku sendiri. Meski hanya sehari lebih awal."


Do Jae menelfon, Se Gye mengangkatnya. Do Jae merasa suara Se Gye berbeda.

"Aku berubah menjadi orang lain lagi... di saat situasi buruk sedang terjadi."

"Maafkan aku. Karena aku tidak di sana bersamamu."

"Sekarang kau sedang bersamaku."

"Han Se Gye-ssi."

"Bisakah kau memanggilku Se Gye-ya? Aku sungguh ingin mendengarnya sekarang."

"Se Gye-ya."

"Katakan sekali lagi."

"Se Gye-ya."

"Sekarang, aku merasa seperti diriku sendiri."

Se Gye mendapat telfon dari Woo Mi, ia pun mengakhiri panggilan Do Jae.


Woo Mi mengabari perihal kondisi ibu. Se Gye langsung berlari menuju rumah sakit.


Ibu dalam kondisi kritis. Ibu sadar saat ada yang memegang tangannya. Ibu bertanya siapa Se Gye, Se Gye tidak menjawabnya, hanya mennagis, tapi ibu tahu kalau Se Gye adalah putrinya, 

"Ibu... Ibu..." Akhirnya Se Gye pun memanggil ibu. 

"Putriku. Ini kau. Kupikir, kau tidak bisa datang karena terlalu sibuk."

"Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf."

"Ibu... Ibu yang minta maaf. Putriku melewati begitu banyak kesulitan, sedangkan aku bahkan tidak mengetahuinya. Ibu... Hati Ibu sakit sekali."

"Ibu tidak melakukan kesalahan apa pun. Ibu sama sekali tidak melakukan kesalahan."

"Ibu pikir tidak akan pernah melihatmu menua. Senang melihatmu seperti ini. Rasanya seperti kau menjadi teman Ibu. Ibu menyukainya."

"Ibu. Ibu."

"Lain waktu, Ibu akan... mencoba... mengenalimu lebih awal. Jadi, bahkan di kehidupanmu selanjutnya, tolong... hidup bersama Ibu."

Se Gye mengangguk pasti.

"Bahkan di kehidupan selanjutnya, jadilah putriku. Lain waktu, Ibu... akan berusaha lebih baik."

"Ibu, bertahanlah. Bertahanlah sampai Ibu dapat melihatku lagi. Lihat aku sebelum pergi!"

"Bahkan... dengan mata terpejam, Ibu bisa... melihat wajahmu."


Dan akhirnya ibu menutup matanya untuk selamanya. Se Gye histeris meminta Ibu membuka matanya. Woo Mi yang sedaritadi menyaksikan juga tak bisa manahan air matanya. 


Dokter datang, memeriksa, lalu mengumumkan waktu kematian ibu. Se Gye tambah histeris memanggil Ibu. Woo Mi tahu pandangan dokter pada Se Gye, jadi ia segera mengajak Se Gye pergi dari sana.


Woo Mi meminta Se Gye menungggu di luar, ia yang akan mengurus semuanya. 


Woo Mi meminta Se Gye menungggu di luar, ia yang akan mengurus semuanya. 


Do Jae: Maafkan aku. Aku terlambat. Maafkan aku.


Woo Mi dan Eun Ho yang mengurus pemakaman ibu. Do Jae melayat ke sana.

Do Jae: Aku menyukai... makanan Anda. Aku akan memberikan... putri Anda yang berharga... banyak cinta. Istirahatlah dengan tenang.


Sementara itu, Se Gye di toilet. Menangisi keadaan, Apa ini? Apa semua ini?

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap