Friday, November 23, 2018

Sinopsis The Beauty Inside Episode 16 Part 1

    Sumber: jtbc


    Se Gye menjalani interview soal filmnya Ruuner yang masuk kategori penghargaan di ajang Cannes Film Festival tahun ini. Se Gye juga diisukan akan memenangkan kategori Aktris Terbaik.

    Reporter: Dari semua aktor yang pernah bekerja sama dengan Anda hingga saat ini, boleh saya tanya siapa yang paling menonjol bagi Anda?

    Se Gye menjawab Chae Yu Ri.


    Yu Ri sepertinya masih dihanui oleh ancaman Se Gye yang mau membunuhnya jika ia berubah menjadi orang lain. Yu Ri ketakutan tanpa sebab jika ada di keramaian. 


    Sa Ra mengunjungi Se Gye sambil membawa bunga, mengucapkan selamat untuk pergi ke Cannes. 

    Sa Ra: Kudengar, kontrakmu dengan T Road Air segera berakhir. Bagaimana kalau... jadi model One Air?


    Do Jae datang tepat waktu, ia langsung mengembalikan bunga Sa a yang baru saja diterima oleh Se Gye. Do Jae datang untuk melindungi model perusahaannya.

    Sa Ra: Kau mengikutiku, ya?

    Do Jae: Kau tidak memberiku pilihan. Kau begitu putus asa untuk mencuri model perusahaan kami.


    Woo Mi datang menghentikan pertengkaran mereka, meminta mereka memberikan proposal resmi padanya jika ingin merekrut Se Gye menjadi model mereka. Woo Mi lalu membawa Se Gye pergi karena mereka masih ada jadwal lain.


    Sa Ra memberikan bunganya pada Do Jae, "Kekasihmu terlihat sangat biasa."

    Lalu Sa Ra pergi. 

    Do Jae: Iya, 'kan? Dia normal seperti orang lain.


    Do Jae memberikan bunga itu pada Joo Hwan tapi Joo Hwan menolak menerimanya. Do Jae mengajak Joo Hwan makan siang bersama tapi Joo Hwan kembali menolaknya.

    Joo Hwan: Auh, aku benci ajakanmu sebenci aku pada bunga itu.

    Do Jae: Hei, Jeong Joo Hwan.

    Joo Hwan: Kau sedang bosan, ya? Kenapa terus datang menemuiku?

    Do Jae: Terus aku harus menemui siapa lagi?

    Joo Hwan: Berhentilah bersikap sok menyedihkan. Sudah kubilang tidak mempan lagi.

    Do Jae: Setidaknya ambil bunga ini kalau kau tidak mau makan siang bersamaku.


    Lee Timjang memanggil Joo Hwan Direktur Jeong. Wah.. Joo Hwan berhasil mencapai tujuannya. Salut. Do Jae mengoda Joo Hwan dengan jabatan barunya itu.


    Do Jae terus mengikuti Joo Hwan walaupun Joo Hwan bilang kalau ia sedang sibuk. 

    "Oh, aku tahu. Teruskan saja." Kata Do Jae saat Joo Hwan bilang kalau dirinya sedang sibuk.

    "Aih, benar-benar! Kau terus saja membuatku kesal."

    "Makanya, semestinya kau pergi makan siang bersamaku tadi."

    Do Jae ternyata sedang sibuk mengomentari postingan instagram Se Gye. Joo Hwan iri karena Do Jae selalu saja main-main sedangkan ia bekerja keras seperti Anjing.

    Do Jae: Makanya, seharusnya kau juga jadi Presdir perusahaan.

    Joo Hwan menelfon Kakek. Do Jae langsung pergi karena takut dilaporin.


    Eun Ho mengajak Do Jae makan bareng, tapi Do Jae gak ngerti pilihan tempat makan Eun Ho. Mereka dilihatin sama pengunjung lain.

    "Dari semua tempat, kenapa di sini?" Tanya Do Jae. 

    "Aku selalu ingin datang kemari. Tapi, kupikir seorang pria datang sendirian kemari akan tampak aneh."

    "Dan kau pikir, dua orang pria kemari bersama akan lebih baik?"

    "Kita berdua memiliki kekasih yang sibuk, jadi mari saling membantu saja, Hyungnim. Kalau tidak suka, pergilah."

    Do Jae akan menyendok makanannya, tapi Eun Ho menahannya sebentar, Eun Ho mengambil gambar dulu. 

    Do Jae: Aku tidak akan kemari kalau kekasihku tidak sibuk.

    Eun Ho: Kurasa, kau tidak punya banyak kegiatan.

    Do Jae: Aku tidak terlalu sibuk. Sekarang, karena aku seorang Presdir, aku hanya perlu menyetujui ini dan itu.

    Eun Ho: Kau mendapatkan uang dengan mudah. Kekasihku bekerja semalaman hanya agar dia bisa mengalahkan perusahaanmu. Dia bahkan tidak akan melirikku begitu memeriksa timbunan laporan.


    Do Jae: Apa maksudmu? Dia memeriksa laporan semalaman, dan kau bersama dengannya? Semalaman? Di sampingnya? Dan dia bahkan tidak melirikmu?

    Eun Ho: Aku harus pergi ke perpustakaan sekarang. Semoga harimu menyenangkan. Aku menikmati makanan pendampingnya.

    Eun Ho langsung kabur.


    Do Jae sekarang sudah akrab dengan Kingkang, bahkan sekarang ia yang bertugas menjaga Kingkang. Ia bahkan membawa Kingkang ke kantor.

    Do Jae mengirim fotonya bersama Kingkang pada Se Gye.

    Do Jae: Kingkang-ah. Aku kesepian.


    Kali ini Se Gye melakukan wawancara dengan lawan mainnya di film Runner. Reporter menanyakan pertanyaan untuk Aktor Lee Sang Young, siapa 'bunga' di lokasi?

    Lee Sang Young: 'Bunga' di lokasi? Para aktris. Hanya dengan menatap mereka saja membuat suasana hati menjadi baik. Han Seonbaenim merupakan aktris dengan pengalaman bertahun-tahun lamanya, jadi sebutan tersebut kurang tepat untuknya. Saya akan memilih Yun Sol sebagai 'bunga' kami.

    Se Gye: Apa kau iri? Kalau kau iri, kau bisa jadi 'bunga' juga.

    Lee Sang Young: Aku? Tapi aku kan seorang pria.

    Se Gye: Itu perkara gampang, kok. Senyum saja sepanjang waktu dan tutup mulutmu. Itu akan membuat semua orang di lokasi syuting sangat bahagia.

    Lee Sang Young: Apa?

    Se Gye: Sudah kubilang tutup saja mulutmu untuk semua omong kosong itu. Kau masih tidak mengerti? Kau bisa jadi 'bunga'. Kami yang akan jadi para pelakon.

    Se Gye: Baik.


    Susana langsung berubah menegang. Woo Mi menunjukkan tatapan tajamnya.


    Do Jae menonton wawancara itu, ia tersenyum karena Se Gye menyebabkan masalah lagi. Do Jae langsung mendapat telfon dari kakek.

    Kakek: Apa yang membuat harga saham kita anjlok?

    Do Jae: Aku akan segera menyelesaikannya.


    Woo Mi mengalami gangguan pencernaan gara-gara Se Gye. 

    Woo Mi: Augh, benar-benar! Ini gila! Wawancara itu disiarkan langsung!

    Se Gye: Memang sejak kapan aku menahan diri hanya karena siaran langsung?

    Woo Mi: Augh, kau sedang membanggakan diri sekarang? Baiklah, berbanggalah semaumu.

    Se Gye: Tentu saja. Aku selalu membuatmu bangga. Ayolah, aku tidak punya pilihan lain. Sudah kularang diriku sendiri untuk bicara, tapi mulutku mengoceh tidak terkontrol.

    Woo Mi: Namamu pasti ada di daftar pencarian teratas sekarang.


    Woo Mi memeriksa daftar percarian dan menemukan ada kata kunci "Rumor kencan Han Se Gye" di posisi ketiga.

    "Dengan siapa? Seo Do Jae?" Tanya Se Gye.

    "Orang-orang menyebut kau dan Lee Sang Young berkencan selama masa syuting, dan sikapmu padanya hari ini disebabkan kalian berdua putus."

    "Ini gila! Memang mereka pikir aku siapa?"

    Se Gye membacanya sendiri semua artikel itu dan memang dikatakan begitu di artikelnya.

    Woo Mi: Benar, membuat skandal baru merupakan cara terbaik untuk mengubur skandal sebelumnya.

    Woo Mi langsung menghubungi Reporter Park.


    Do Jae juga membaca artikel rumor kencannya Se Gye. Ia bergumam, "Inikah sebabnya dia tidak memeriksa pesannya? Bukan karena sedang sibuk? Dia sedang menghindariku? Aku dicampakkan, ya?"


    Se Gye pulang, tapi yang ia tuju bukanlah Do Jae melainkan Kingkang. Do Jae mendekati Se Gye dengan kedua tangan direntangkan. 

    "Kenapa kau? Apa?"

    "Aku bagaimana?"

    Se Gye pura-pura gak ngerti. Do Jae langsung memeluk Se Gye. 


    Do Jae menanyakan soal rumor kencan itu pada Se Gye, apa maksudnya. Se Gye balik bertanya, Do Jae tidak mengerti?

    "Sudah kuduga. Aku dicampakkan."

    Se Gye menghela nafas, lalu menunjukkan foto di artikel itu, memperbesarnya.

    "Bukankah ini kau yang waktu itu?" Tanya Do Jae. 

    "Ya, aku."

    "Maafkan aku. Cinta ini membuatku buta."

    "Baiklah, permintaan maaf diterima."

    "Tapi, aku tidak merasa ini benar."


    "Dengan status seorang aktris papan atas, mustahil menghindari rumor kencan seperi ini. Kau mengencani seorang aktris, jadi kau harus membiasakan diri dengan hal itu."

    "Hm."

    "Hm. Tapi kau tahu, rumor-rumor itu tidak pernah menyentuh pasangan kencanku sesungguhnya."

    "Jadi, kau benar-benar mengencani lawan mainmu?"

    "Pernah tidak kau melihat gambar latar ponselku? Lihat ini. Foto dari seseorang yang kucintai. Kekasihku dan Kingkang. Oh, foto yang bagus."

    "Jadi, siapa? Kekasihmu?"

    Se Gye tidak mau menjawabnya, ia kabur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan.


    Se Gye cuma mengupas apel. Do Jae menawari untuk memasakkan ramyeon, tapi Se Gye menolaknya. 

    Se Gye: Aku menjaga makananku karena harus mengenakan gaun. Aku akan segera syuting film baru.

    Do Jae: Lagi?

    Se Gye: Kenapa? Kau menyuruhku syuting film. Kau tidak senang?

    Do Jae: Tidak, bukan begitu. Aku menyukainya. Itu bagus, tapi...

    Se Gye: Kau senang, 'kan?


    Do Jae khawatir saat mendengar Se Gye akan membintangi film komedi romantis. Do Jae tanya, akan ada adegan ciuman?

    "Tentu saja. Kan kubilang komedi romantis."


    Se Gye lalu mengajak Do Jae membantunya latihan dialog. Hal yang pertama Do Jae baca adalah "dia menciumnya."

    Se Gye: Kau tidak berarti apa-apa bagiku. Kau tidak lebih dari sekedar angin lalu.

    Do Jae: Bagaimana... inta dapat berubah?

    Se Gye: Jangan konyol. Aku tidak pernah mencintaimu.

    Se Gye melupakan baris selanjutnya. Do Jae langsung mencium Se Gye, mengatakan kalau itu baris selanjutnya. Se Gye gak percaya. 


    Se Gye: Omong-omong, waktu itu, saat kau menyentuh wajahku. Jika kau membandingkan wajah yang kau sentuh dan kau lihat sekarang, bagaimana rasanya? Apakah serupa?

    Do Jae: Entahlah. Mana aku bisa tahu wajahmu hanya dengan menyentuhnya? Aku hanya.. ingin saja menyentuh wajahmu.

    Se Gye: Daebak.

    Do Jae: Iya, 'kan? Tidak masalah selama tidak ketahuan, 'kan?

    Se Gye: Dasar licik kau!

    Do Jae: Haruskah kutunjukkan padamu... seberapa liciknya aku?

    0 komentar

    Post a Comment