Sunday, October 21, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 6 Part 3

Sumber: jtbc


Soo Jae fokus menulis skenarionya. Tapi idenya buntu, lalu ia keluar kamar.


Di ruang tamu, ia melihat Young Jae sedang duduk sendirian menatap keluar. Soo Jae pun mendekat.

Soo Jae: Kau tidak mengantuk?

Young Jae: Kenapa Ibu dan Ayah dikremasi? Aku saja tidak bisa bertanya pada mereka.

Soo Jae: Hanya orang yang punya tanah yang mayatnya dikuburkan.

Young Jae: Ibu dan Ayah tak punya rumah, walau mereka meninggal. Mereka seharusnya hidup lebih lama. Aku pasti akan membelikan mereka rumah dan makanan yang sangat enak.

Soo Jae: Kau ada masalah?


Young Jae bertanya Ibu Ayah mereka seperti apa orangnya? Mereka saling mencintai?

"Hubungan mereka? Mereka saling mencintai. Mungkin karena itulah mereka berdua meninggal di hari yang sama pada saat yang bersamaan."

"Ibu Ayah meninggal lebih cepat, jadi mereka cuma bisa lihat hal baik saja. Andai mereka masih hidup sekarang, mereka mungkin saja saling membenci dan bercerai."

"Entahlah."

"Aku heran kenapa hubungan pria dan wanita selalu bertahan, padahal mereka selalu berdebat. Mereka selalu bertengkar dan marah karena hal yang sama. Lalu mereka langsung menyesal dan berbaikan. Sepertinya mereka selalu mengulangi hal yang sama."

"Itulah yang namanya hubungan."

"Kalau Oppa? Kadang kau merindukannya?"

"Ibu Ayah kita?"

"Bukan."

Soo Jae tidak menjawab, padahal ia tahu apa yang ditanyakan Young Jae yaitu soal kekasih Soo Jae dulu.


Tim Joon Young mendapat penilaian baik dari atasan. Kinerja Tim paling baik diantara yang lain dan atasan memberinya bonus. Yang lain jelas iri.


Anggota Tim mengajak Joon Young makan diluar karena barusan mendapat bonus. Joon Young setuju. Joon Young melihat kalendar dan ditandati tanggal 1 Young Jae ulang tahun.

Anggota Tim semangat mencari tempat makan, tapi kemudian Joon Young mendapat telfon dari Soo Jae. Joon Young pun terpaksa membatalkan acara makan-makan Tim. Anggota Timnya kecewa.


Soo Jae menjual mobilnya. Tapi ia butuh waktu lama untuk melepasnya sampai membuat pembelinya kesal. 


Joon Young datang, ia melihat mobil Soo Jae dibawa, ia tanya kenapa Soo Jae menjual mobilnya. 

"Ada dialog dari film, bunyinya... "Menyayangi seseorang bukanlah soal mempertahankan orang itu selamanya. Hanya karena aku suka angin bukan berarti aku bisa menghentikan hembusan angin."

Joon Young tak mengerti, ia kemudian menanyakan alasan Soo Jae memanggilnya.

"Karena aku masih perlu hidup. Aku harus berbelanja bahan makanan. Dan aku tidak punya mobil lagi. Dan aku harus mengganti uang yang kau pinjamkan padaku."

Joon Young menolak uang Soo Jae, tapi Soo Jae memaksanya menerima. Joon Young pun menerimanya.

Joon Young: Tapi keputusanmu tepat. Kalau tidak, kau melanggar Undang-undang Sanitasi Makanan dan UU Lalu Lintas Jalan. Itu selalu membuatku risih.


Soo Jae mengajak Joon Young ke supermarket.

Soo Jae: Jadi seperti itu. Setiap kali aku membalik kalender akhir Juli, aku pasti selalu tahu kalau ini ulang tahun Young Jae. Seolah aku terkejut oleh hal yang tidak terduga. Maksudku, jika hari ulang tahunnya pas pertengahan Agustus atau setidaknya tanggal 4 atau 5 Agustus, ku pasti bisa menunda jadwalku, biar aku punya waktu dengan dia dan membelikan hadiah ultahnya. Tapi ulang tahunnya tanggal 1 Agustus. Aku selalu kaget. Tapi karena kau orangnya selalu berencana di jauh-jauh hari, pasti itu tak pernah terjadi padamu.

Joon Young: Tentu saja.

Soo Jae: Sekarang saatnya menunjukkan kemampuanmu padaku.


Soo Jae mengikuti Joon Young belanja. 

Saat di kasir, Joon Young akan membayarnya, tapi Soo Jae melarang. Soo  Jae menggunakan uang dari hasil menjual mobilnya tadi.


Joon Young mengantar Soo Jae pulang, mereka akan menggunakan lift, tapi lift nya rusak.

Joon Young pun menggendong Soo Jae sampai ke rumah. Joon Young kesusahan banget, tapi ia menahannya.

Lalu ia kembali lagi untuk mengambil kursi roda dan belanjaan mereka.


"Selama bertahun-tahun.. aku tidak bisa mencari nafkah. Aku bertanya-tanya kalau seandainya skenarioku bisa terjual. Sejak kecelakaan itu, aku tidak pernah buat hidangan ulang tahun buat Young Jae. Payah sekali." Curhat Soo Jae sambil mengupas bawang.

Joon Young mendengarkannya sambil memasak.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap