Sunday, October 21, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 6 Part 2

Sumber: jtbc


Yang datang adalah So Hee. Soo Jae bertanya, apa So Hee mungkin orang yang ia kenal?

"Mungkin saja. Tapi aku tidak mengenalmu." Jawab So Hee.

Young Jae keluar dari kamar mandi, ia bertanya siapa? Dan ia melihat So Hee.


Mereka pun minum bersama. Young Jae heran, bagaimana SO Hee bisa tahu rumahnya?

"Lagipula tak susah caritahu alamatmu. Aku ke salon dan bertanya ke stafmu."

"Harusnya kau menelepon saja."

"Kau mungkin saja tak angkat teleponku nanti. Kau selalu seperti itu."


So Hee mengakui kalau orang-orang mungkin menghinanya dibelakang, tapi mereka selalu sok baik di depannya. Tapi kenapa Young Jae bisa selalu percaya diri di depannya? Padahal tak ada yang bisa dibanggakan dari Young Jae.

"Hei!" Kesal Young Jae. 

"Aku.. sungguh tidak menyukaimu. Kau tidak cukup berpengalaman untuk bisa bertanggung jawab atas peragaan busana. Makanya aku merekomendasikanmu. Karena kutahu kau pasti akan kegirangan, tapi kukira kau akan menyerah setelah aku mempermalukanmu. Aku ingin membuatmu sadar diri. Tapi, kau.. tidak pernah menyerah. Lee Young Jae, baguslah."


Young Jae menanyakan alasan So Hee menemuinya. 

So Hee: Kukira Choi Ho Chul dan aku bakal saling dekat, tapi jelas itu tak mungkin, karena dia menyukaimu. Pikirmu aku sakit hati melihat dia baik padamu? Kau itu tidak ada apa-apanya bagiku. Jangan konyol. Aku ini menemuimu buat mengatakan kau itu menyebalkan sampai kapanpun. Lagipula tidak ada yang akan berubah, dan entah kau menyebalkan atau tidak, aku akan sukses seterusnya.

So Hee memakan daging setelahnya, Young Jae tanya, bukannya So Hee vegetarian? So hee tidak manjawabnya, hanya terus makan. 

"Capek sekali hidupmu itu." Lanjut Young Jae.


So Hee pun pergi, Young Jae mengantar sampai mobil dan berpesan agar So Hae hati-hati di jalan.


Young Jae ke rumah Joo Ran untuk curhat. Saat melihat punggung So Hee, Young Jae sepertinya sedikit bisa memahaminya. Pasti harga diri So Hee terluka, karena banyak orang menjelekkannya pas SMA.

"Apa maksudmu itu?" Bentak Joo Ran. 

"Aku tidak pernah cantik seperti dia, tapi itu bisa dimengerti."

"Hei, kau juga cantik."


Dan Joo Ran memamerkan makanan buatannya yang juga cantik. Young Jae tak menyangka Joo Ran niat banget membuat bekalnya. Sesuka itu padanya?

"Mana ada yang gratis di dunia ini. Aku harus melakukan ini untuk memenangkan hatinya."

"Konsepmu memang selalu berlebihan. Harusnya kau bersikap apa adanya saja."

"Hei, siapa yang akan menyukaiku kalau aku bersikap apa adanya diriku? Jika aku apa adanya, pria pasti bakal tak suka sifat asliku. Semua pria itu sama saja. Tidak ada pria yang akan menolak wanita yang perhatian. Itulah strategi kemenangan. Setelah sekian lama, ada pria tampan yang mengetuk hatiku. Jadi aku harus memenangkan hatinya. Aku harus mendandani makanan ini karena ini untuk Iron Man."

"Iron Man?"

"Namanya Kang Chul Nam, artinya "iron man". Bukan hanya namanya yang berarti Iron Man."

Maksud Joo Ran adalah ototnya Chul Nam yang seperti Iron Man.


Young Jae: Bukankah katamu, orang kaya tidak bisa mengalahkan pria tampan dan pria tampan tidak bisa mengalahkan pria yang menyedihkan? Jadi kenapa kau bertemu dengan pria yang sempurna dan tanpa cela?

Joo Ran: Dia terlalu sempurna, makanya rasa kemanusiaannya kurang. Malangnya Chul Nam-ssi. Aku akan membuat hidangan ini tambah lebih cantik.

Joo Ran lalu bertanya, Young Jae akan menginap kan? Tapi Young Jae bilang tidak. 

"Katamu, akhir pekan ini, kau lagi lowong karena pacarmu kesal. Tidurlah disini malam ini." Bujuk Joo Ran.

Akhirnya Young Jae menutut.


Young Jae cerita soal Joon Young yang marah. Jo Ran paham, betul saja Joon Young marah karena mendengar ceweknya ditembak orang lain.

"Bukan seperti itu." Elak Young Jae.

"Apa kau pernah menyiapkan bekal makanan buat pacarmu?"

"Tak pernah."

"Kau ini memang kelewatan. Pacarmu antar jemput kau, dan selalu menenangkanmu. Dia bahkan menyiapkan bekal makanan buatmu. Sikapmu kauperlihatkan semua tanpa rasa malu, jadi Kenapa dia sangat menyukaimu? Love is give and take. Apa kau tak mengerti? Jujurlah. Selama ini, apa yang kaulakukan untuknya?"


Young Jae berpikir, lalu ia menjawab Cinta. Joo Ran memuji dirinya sendiri, memang tidak ada yang seperti dirinya. Iron Man-nya itu pria yang bahagia.


Young Jae menemani Joo Ran ke tempat Chul Nam latihan panjat tebing. Tapi disana CHul Nam masih asyik main dengn anjingnya.

Young Jae: Yah, dia lumayan.

Joo Ran: Apa kubilang. Aku juga harus begitu.

Joo Ran: Baiklah. Ubah dirimu menjadi wanita yang perhatian. Pergilah sana.


Joo Ran menyiapkan semua bekal yang ia bwa untuk Chul Nam. Ia bohong kalau ia hanya memasak semua yang ada di rumah saja. Chul Nam mencobanya dan ia suka, sesuai seleraku sekali.


Ho Chul main tenis bersama ketiga temannya. 

Teman 1: Berhenti sok sibuk kau. Kita hanya bisa melihat wajahmu jika salah satu dari kita menikah.

Ho Chul: Tapi memang aku sangat sibuk. Aku sudah lama tak main tenis.

Tapi permainan Ho Chul tetap bagus.


Tiba-tiba ada raket terlempar pada Ho Chul dari lapangan sebelah. Pemilik raket terkejut, ia tak sengaja melakukannya. Ho Chul mengembalikannya sambil tersenyum, gak apa-apa kok. Wanita itu berkali-kali meminta maaf.


Teman-teman Ho Chul mengawasi dan mereka mengatai Ho Chul.

"Orang lain mengira itu pasti kebaikan yang tulus. Tapi itu semua karena narsisisme."

"Dia menganggap semua orang itu lebih rendah. Mereka hanya alat agar dia kelihatan lebih baik."

"Kita juga sering dijadikan alat baginya."

"Benarkah?"


Teman-teman Ho CHul iri dengan tubuh Ho CHul yang tetap kekar padahal sudah berumur. Lalu mereka membahas soal wanita, apa Ho Chul tak cari-cari wanita? Sudah lebih dari dua tahun sejak Ho Chul bercerai. Tak ada wanita yang Ho CHul sukai?

"Dia saja menceraikan seorang wanita seperti Heo Eun Soo. Pasti standarnya terlalu tinggi." Sahut teman lainnya.

Tapi Ho Chul bilang ada yang ia sukai. Semua penasaran, siapa wanita hebat itu?


Young Jae jalan sendiri. 


Petugas gencar melarang orang-orang berdagang di jalan. Jadi Soo Jae juga tidak bisa berjualan.

Narasi Soo Jae: Aku harusnya bisa meminta mereka membiarkannya. Mereka pasti sadar kalau sulit bagi kita mencari uang di hari yang panas ini. Mereka pasti mengerti, setidaknya karena kondisiku. Namun tetap saja, aku tidak bisa berkata apa-apa. Tidak. Aku malah tak berhak bicara.


Soo Jae turun, ia membuatkan kopi untuk dua petugas yang melakukan penertiban. Ia bahkan tidak meminta bayaran. Petugas itu merasa tidak enak.


Keluarga Joon Young menghabiskan akhir pekan di rumah. Joon Young menanam, Ri Won bersantai, dan ayah membantu ibu mengecat ubannya.

Ri Won: Ini cuaca yang sempurna buat dapat noda bintik hitam. Bintik hitamku, tumbuhlah.


Lalu datanglah Young Jae. Ayah dan ibu menyambutnya senang. Joon Young hanya diam saja tapi. Young Jae membawa samgyeopsal.


Joon Young mencuci sayuran di dalam rumah. Ia mencucinya atu per satu sampai benar-benar bersih.


Sementara yang lain menikmati daging panggang di luar. Ibu terus melarang ayah makan bawang, tapi ayah malah makan semakin banyak agar ibu kesal. Young Jae tersenyum memperhatikan.


Lalu Joon Young ikut bergabung. Tapi Joon Young belum mengajak Young Jae bicara.

Ayah akan memotong dagingnya tapi Young Jae mengambil alih. Ayah memuji keahlian Young Jae. 

Ayah: Mungkin karena dia penata rambut. Makanya dia pandai potong perut babi juga.

Young Jae: Datanglah ke salonku kapan-kapan. Aku akan menata rambut buat kalian.

Ayah: Oh, kami boleh kesana? Ah.. Kita harus berterima kasih pada Joon Young.


Ri Won: Kenapa harus terima kasih sama Ohn Joon Young? Harusnya sama Young Jae Unni.

Young Jae: Ri Won, kau juga datanglah.

Ri Won: Terimakasih atas penawarannya, tapi aku tidak tertarik dengan gaya standarisasi oleh kapitalisme.


Joon Young mengambil gunting dari tangan Young Jae. Ia kemudian mengambilkan daging yang sudah matang untuk Young Jae, tapi ia belum mengatakan apapun.


Joon Young malamnya mengantar Young Jae pulang. Young Jae sadar kalau Joon Young kesal, jadi ia yang pertama mendatangi Joon Young, jadi jangan marah lagi ya?

"Terima kasih. Tapi kau tidak perlu minta maaf. Aku memang tak senang saat itu, tapi kau tidak salah apapun."

"Jadi apa masalahnya?"

"Akulah masalahnya."

"Ya. Sudahlah. Kau tidak perlu cerita padaku. Kenapa semuanya harus selalu rumit denganmu?"


Joon Young akhirnya mau cerita, "Baiklah, aku akan cerita. Saat itu karena aku harus memarkir mobilku lagi, dia akhirnya membantumu pas kau terjatuh. Dan aku kebetulan melihatmu dan si brengsek itu tersenyum. Pikirku, "Apa yang kulakukan di sini sekarang? Kenapa dia membantu pacarku?" Itulah yang membuatku sangat marah."

"Kenapa kau memanggilnya brengsek? Dia tidak salah apa pun. Ho Chul-ssi membantuku, itu saja."

"Kau bela dia sekarang?"

"Jangan berlebihan."

"Hei, kaulah yang berlebihan. Kau tahu kalau aku masih kesal. Apa kau harus membelanya?"


Young Jae kesal karena Joon Young berpikiran sempit sekali? Joon Young tak terima Young Jae menganggapnya begitu.

"Sudah kubilang jangan berlebihan. Itu bukan hal penting." Tegas Young Jae.

"Mana mungkin itu bukan hal penting? Kalau kau jadi aku, kau pasti takkan bisa bilang begitu. Barusan kau membelanya. Mana mungkin aku berpikir itu bukan hal penting? Kenapa kau enteng sekali menanggapinya? Kenapa semuanya dianggap enteng olehmu?"


Young Jae menyuruh Joon Young menepikan mobilnya. Joon Young mengabaikan tapi Young Jae mau membuka pintu paksa. Joon Young pun akhirnya menepikan mobil.

Young Jae langsung turun dan berjalan meninggalkan Joon Young. Joon Young memanggil-manggil tapi Young Jae mengabaikannya.

Joon Young mau mengejar, tapi ia tidak bisa meninggalkan mobilnya.

Batin Joon Young: Dasar pecundang. Young Jae benar. Aku tidak bisa menahan diri, padahal aku sadar tingkahku seperti pecundang. Tidak ada yang lebih berpikiran sempit daripada aku. Aku sangat payah. Aku pecundang yang berpikiran sempit.

Joon Young kembali ke mobilnya dan melewati Young Jae.


Joo Ran mendapatkan kesempatan untuk bermesraan dengan Chul Man, tapi Tuan Putri mengganggu mreka dan Chul Man lebih memprioritaskan anjingnya. Gagal deh.

0 komentar

Post a Comment