Sunday, October 21, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 6 Part 1

Sumber: jtbc


Ho Chul membantu Young Jae berdiri karena kaki Young Jae kesleo. Ia mendudukkan Young Jae dan memeriksa kakinya, untungnya tulangnya kelihatan baik-baik saja, sepertinya keseleo ringan. Young Jae tidak perlu ke dokter, tapi harus dikompres hangat. Young Jae mengerti.


Joon Young mendengar mereka, tapi mereka tidak tahu kalau Joon Young ada di sana.


Ho Chul mengenalkan namanya pada Young Jae, ia Choi Ho Chul. Young Jae menyinggung soal perkataan Ho Chul tadi yang katanya datang untuk melihatnya. 

"Betul. Aku menyukaimu." Jawab Ho Chul.


Joon Young kesal banget mendengarnya, ia sampai membuang bunganya.


Young Jae menjawab jujur kalau ia sudah memiliki pacar. Ho Chul sudah menduganya, wanita yang menarik seperti Young Jae mana mungkin melajang.

"Maksudku, aku menyukaimu sebagai sesama manusia. Aku juga tak begitu suka Kim So Hee-ssi." Jelas Ho Chul.

Young Jae mengerti. Ho Chul mau membantu Young Jae menalikan sepatunya, tapi Young jae bersikeras melakukannya sendiri.


Lalu Joon Young mendekat dan memanggil Young Jae. Ho Chul menyadari kalau sepatu mereka sama persis. 

Joon Young mengenalkan diri pada Ho Chul kalau ia adalah pacarnya Young Jae. Ho Chul mengingat Joon Young, dimana mereka bertemu di pom bensin kemarin

"Senang bertemu denganmu." Kata Ho Chul sambil mengulurkan tangan dan tersenyum.

Joon Young menjabat uluran tangan Ho Chul, "Senang.. bertemu denganmu."


Dalam perjalanan pulang, Joon Young bertanya, bukankah Young Jae seharusnya kau ke dokter?

"Katanya tidak serius kok lukanya." Jawab Young Jae.

"Begitu, ya?"


Young Jae lalu bertanya soal peragaan busananya, gimana menurut Joon Young.

"Oh.. Bagus, kok." Joon Young boong.

Young Jae mengaku kalau ia senang sekali dan itu membuat Joon Young teringat pernyataan sukanya Ho Chul tadi pada Young Jae. 

Joon Young: Perasaanmu sepertinya lagi senang sekali.


Young Jae: Tentu saja. Aku, Lee Young Jae, mengarahkan semua gaya rambut untuk peragaan busana Perancang Hong. Bisa kau percayai itu? Aku seperti sudah mencapai hal yang luar biasa. 

Young Jae: Terima kasih selama beberapa hari ini  kau rela tak menemuiku karena aku sibuk. Jadi sekarang, ayo kita kencan sebanyak-banyaknya. Kita 'kan besok libur. Jadi kita mau kemana? Buat semalaman.

Joon Young: Kau ingin berlibur? Baiklah. Begitu saja.

Young Jae: Plan Man (Tuan Buat Rencana), kutunggu liburan kita bersama.


Semua pegawai salon merayakan keberhasilan Young Jae. Joon Young juga ikut bersama mereka. 

Joo Ran: Kau orang pertama yang datang ke kantor dan yang terakhir pulang. Kau seksi sekali hari ini.

Joo Ran bahkan sampai mencium pipi Young Jae, tapi sebelumnya ia ijin dulu sama oacar Young Jae. 


Semua orang semangat masu ke dalam, tapi Joon Young tidak, ia sengaja jalan pelan dan akhirnya dibarisan paling belakang.

Young Jae masuk duluan, tapi berpesan agar Joon Young juga ikutan masuk. Joon Young hanya mengangguk sambil tersenyum. 


Joon Young memang masuk, tapi gak lama ia keluar lagi. Young Jae menyusulnya keluar. 


"Sedang apa disana?" Tanya Young Jae. 

"Cari angin segar. Masuklah. Nanti aku ke dalam, kok."

"Cepat, ya."

Dan Young Jae pun masuk.


Tapi Joon Young nya gak masuk-masuk. Ia galau banget.


Ho Chul memikirkan pernyataannya tadi soal ia menyukai Young Jae. 

"Aku menyukainya? Aku?" Gumam Ho Chul.


Young Jae keluar lagi, tapi Joon Young tidak ada di luar. Ia menelfon Joon Young tapi tidak diangkat, tapi Joon Young mengiriminya pesan. 

"Maaf, pergi tak bilang-bilang. Ada kasus mendadak, jadi aku ke kantor. Jangan khawatirkan aku, kau bersenang-senanglah saja."


Joon Young bersih-bersih pagi ini sambil berpikir. 

"Young Jae memberitahunya kalau dia punya pacar. Dan pria itu bilang kalau dia menyukai Young Jae sebagai sesama manusia. Aku juga langsung muncul dengan percaya diri dan memperkenalkan diri  sebagai pacarnya Young Jae. Tapi kenapa aku tidak bisa menyingkirkan perasaan tidak nyaman ini?"


Ri Won tiba-tiba menyahut, pasti karena Joon Young marah tentang sesuatu. Benar, 'kan? Joon Young mungkin marah lagi karena hal yang sepele. Kalau bukan begitu, pasti Joon Young takkan membatalkan jalan-jalan semalaman, dan Joon Young tidak akan membersihkan kamar sekarang ini.

Joon Young: Jalan-jalan semalaman apa?

Ri Won: Aku lihat kau mencari-cari akomodasi liburan dekat pantai.

Joon Young: Hei, kaupakai komputerku lagi?


Ri Won: Bukan itu yang penting sekarang. Aku berani taruhan jari kaki kiriku, kalau kau tidak akan pernah meneleponnya duluan. Tentu saja, itu bukan karena harga dirimu yang tinggi. Namun karena kau berpikiran sempit.

Joon Young: Hei. Kenapa kau potong kuku di kamarku?

Ri Won: Tapi jangan khawatir. Young Jae Unni pasti akan meneleponmu duluan. Banyak orang yang keliru soal ini, tapi menelepon seseorang duluan bukan berarti orang itu lebih mencintai orang yang satunya. Itu cuma soal kepribadian.


Dan benar saja, saat Ri Won keluar, Young Jae menelfon. Young Jae bertanya, kasusnya sudah selesai kah? 


"Oh, kasus? Ya begitulah. Kurang lebih." Jawab Joon Young bohong.

"Tapi kenapa kau tidak langsung meneleponku? Padahal ini hari libur. Jadi kita mau kemana? Sudah kaurencanakan semuanya?"

"Oh, rencana.. Bagaimana ya, tapi sepertinya aku tak bisa menghabiskan waktu bersamamu akhir pekan ini. Ada banyak kasus belakangan ini."

"Kau dimana sekarang?"

"Aku lagi di kantor polisi."


Tapi semua buyar saat Ri Won teriak dengan tiba-tiba kalau ia mau makan ramen, Joon Young mau makan apa? Kalau mau ramen juga, sekalian masakkan buatnya, ya.

Young Jae mendengarnya pasti, tapi ia tidak membahasnya. Ia menerima kebohongan Joon Young yang bilang kalau sedang di kantor polisi. 


Joon Young tampak kesal dengan dirinya sendiri.


Cowok pemilik anjing itu menyukai panjat tebing, ia ahli banget dan tubuhnya juga berotot, semua orang kagum padanya. Joo Ran melihatnya dengan bangga.


APalagi saat cowok itu menghampirinya, semua orang menatap Joo Ran iri. 

"Kau sudah datang, Joo Ran-ssi."


Selanjutnya, cowok itu mengajari Joo Ran panjat tebing. Hal-hal dasar gitu. Dan mereka berkesempatan pegang-pegangan.


Joo Ran menyinggung porsi makan cowok itu yang sedikit untuk orang yang suka berolahraga berat. 

"Sebelum kompetisi, aku harus diet. Joo Ran-ssi, makanlah. Aku menonton saja." Jawab cowok itu dan Joo Ran pun mulai makan.


Tapi tepat saat ia akan menyuapkan makanan cowok itu menggendong anjingnya yang ia berinama Tuan Putri. Bukan hanya itu, cowok itu bahkan mencium moncong TuanPutri.

Cowok itu bertanya, apa anjingnya membuat Joo Ran risih?

Joo Ran: Kenapa risih? Anjing itu sangat menggemaskan.

Cowok: Mantan pacarku dulu tak suka anjing.

Joo Ran: Mustahil. Mana mungkin orang membenci makhluk yang menggemaskan seperti itu? Benar, 'kan, Tuan Putri?

Cowok: Wanita biasanya tak suka olahraga berat yang membuat mereka berkeringat.

Joo Ran: Begitukah? Aku memang suka berolahraga selama akhir pekan. Stresku jadi hilang dan aku jadi tambah semangat.

Cowok: Sungguh? Sepertinya kita sangat mirip. Tipe wanita idealku orang yang suka anjing dan olahraga.

Joo Ran: Omo, berarti mirip aku sekali.


Tiba-tiba ada anjing yang menjilati tangan Joo Ran. Joo Ran sih sebenarnya jijik, tapi ia bersandiwara kalau anjing-anjing itu sangat lucu.


Joo Ran pulang ke rumah sambil mengeluhkan bau liur anjing berpindah ke tubuhnya. Ia juga menyiapkan koyo untuh bahunya. Kemudian ia berguling diatas koyo yang sudah dijajarnya itu. 


Young Jae melalum, ia berpikir, apa Joon Young mendengar pengakuan Ho Chul ya? 

"Tak tahulah. Pokoknya aku tak ada salah bilang apa-apa." Ucap Young Jae setelahnya.


Young Jae melihat bekas lukanya yang disebabkan oleh cakaran So Hee. Ia kesal, apa nanti berbekas, ya? Ia lalu mengoleskan salep dan memplasternya.

Bel pintu rumah berbunyi. Young Jae menyuruh kakaknya untuk membukanya.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap