Sunday, October 14, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 5 Part 4

Sumber: jtbc


Saat di mobil, Joon Young melarang Young Jae memanggil pria dengan "gemas" seperti itu.

Young Jae: Gara-gara kau, aku jadi kena sindrom tuan putri. Norak sekali. Tapi, rasanya menyenangkan. Jangan curiga-curigaan lagi.

Joon Young: Kau juga jangan membuatku curiga dan cemburu yang tak penting.

Young Jae: Baiklah. Gara-gara aku tak ketemu kau beberapa hari ini, aku jarang tertawa. Habis peragaan busana besok, ayo kita kencan. Aku akan membuatmu merasa risih karena aku akan menempel padamu seperti lem.

Joon Young: Memang kau mau kencan bagaimana?

Young Jae: Terserah kau saja. Kau saja yang buat rencana. Itu 'kan pesonamu.


Akhirnya Joon Young tersenyum dan Young Jae bergumam kalau ia ingin melihat laut. Young Jae mungkin bisa fokus ke acara nanti kalau ia melepaskan stresku dengan melihat laut.

Young Jae menguap lebar dan menutup matanya, ia tidak bisa menahan kantuk.


Young Jae tidur sampe malam dan saat ia terbangun, iamelihat laut di depannya. Young Jae pun tak berkedip menatapnya. 


Lalu Joon Young mendekat. Young Jae bertanya, apa ini?

"Katamu kau ingin melihat laut malam. Tapi ini terlalu gelap dilihat."

"Ya."

"Tapi kita masih bisa dengar ombak."

"Ya."

"Semoga stresmu hilang semua. Setelah acara peragaan busana selesai.. ayo kita ke laut lain yang jauh dari sini. Dan ayo kita main air juga."

Young Jae berkaca-kaca. 


Joon Young melanjutkan, "Mengingat batas kecepatan, berarti kita harus pulang sekarang biar sampai rumah jam 1 pagi."

"Barusan mood-ku rusak dibuat kau."

"Besok 'kan hari yang berat. Pertimbangkanlah kondisimu dulu, kau harus tidur setidaknya tujuh jam.


Young Jae langsung mencium Joon Young. 


Hari H. Semua orang sibuk. 

Ambilkan pengeriting rambut. Yang paling paniksih Pak Hong. 

Young Jae berusaha melakukan pekerjaannya dengan baik. 


Joo Ran mendekati Young Jae dan ia masih sempat curhat masalah percintaannya. 

"Katanya cinta bukan tentang usaha. Kenapa tiba-tiba di toilet? Itulah yang namanya takdir. Apalagi kalau bukan?"

oilet? Itulah yang namanya takdir. Apalagi kalau bukan?"

Pak Hong mendekati mereka. Joo Ran langsung menyapanya. Tapi Pak Hong cuma fokus pada Young Jae, apa semuanya sudah siap? 

"Tentu saja."

"Jangan terlalu gugup, dan kerjalah seperti biasa."


Joon Young terjebak macet. 


Si bintang utama malah baru datang, katanya macet juga jalanan ke sana. Pak Hong sejak tadi uring-uringan karena So Hee gak dateng-dateng padahal yang lain sudah siap semua. 

Young Jae langsung melakukan bagiannyapada So Hee.


Sementara Pak Hong menyuruh yangs sudah siap keluar satu demi satu.


Joon Young menyalakan radio, dari sana ia tahu kalau tabrakan kendaraan mobil di jalan dua jalur setelah Daeseong Underpass. Karena tabrakan empat kendaraan tersebut, jalan di sekitar persimpangan empat arah menjadi tempat parkir sekarang.

Joon Young gugup, padahal ia sudah menyiapkan bunga untuk Young Jae.


Akhirnya So Hee selesai juga dandannya. Pak Hong langsung menyuruhnya keluar. 


Acara peragaan busana Pak Hong sukses, ia mendapatkan banyak ucapan selamat dan tepuk tangan meriah.


Joon Young sampai di parkiran. Ia melihat mobilnya dan ban mobilnya tepat di garis. Ia awalnya mengabaikannya tapi hatinya tidak bisa terima, akhirnya ia memperbaiki posisi mobilnya. 

Setelahnya, Joon Young langsung lari ke tempat peragaan busana.


Pak Hong sangat bahagia. Dibelakang panggung ia membanggakan So Hee. 

"Kerja bagus, semuanya. So Hee, kau cantik sekali. Kalian semua sangat cantik. Semuanya kerja bagus. Aku terharu. Pertunjukan yang bagus."


Pak Hong pada Young Jae, "Sangat fantastis."

"Terima kasih."

"Kau harus bekerja denganku lagi. Jangan terlalu sibuk, ya."

"Aku akan merasa terhormat bisa bekerja sama dengan Bapak lagi."

"Aku sangat senang."


Kemudian giliran Joo Ran yang menangani Pak Hong. Ia berbisik pada Young Jae dan staf-nya, kerja bagus!


So Hee mengeluh, kenapa jepit rambutnya banyak sekali? Rambutnya jadi tertarik semua.

"Cepat lepas jepitnya!" Kesal So Hee. 

"Baiklah."


Ho Chul ke belakang panggung karena perawatnya membujuknya ke sana. So Hee yang melihatnya lagsung melambaikan tangan. 


Ho Chul pun mendekat dan ia terkejut melihat Young Jae disana. Ho Chul tersenyum.

Ho Chul: Lee Young Jae-ssi, tatanan rambut semua model sangat menakjubkan.

Young Jae: Terima kasih.

So Hee bertanya, apa Ho Chul mengenal Young Jae? HoChul menjawab kalau Young Jae yang menata rambutnya. 


So Hee malah minta kopi pada Young Jae karena ia haus, dua cangkir es kopi. Ho Chul ditawari So Hee juga tapi Ho Chul tidak mau. Young Jae padahal sedang sibuk melepas tatanan rambut So Hee. 

Lalu Young Jae menyuruh Noo Ri mengambilkan kopi.


So Hee berbisik, "Jangan menyebalkan. Turuti saja kataku. Kau hanyalah seorang penata rambut."

Young Jae kesal. 

So Hee: Dr. Choi, aku mengedipkan mata sebelumnya padamu selama pertunjukan. Kau melihatnya?


Kali ini Young Jae tidak bisa menahannya lagi. Ia bicara dengan keras, "Yaa Kim So Hee, "Jangan menyebalkan. Turuti saja kataku. Kau hanyalah seorang penata rambut". Kenapa kau harus membisikkan itu ke telingaku? Kau membisikkan hal-hal kejam dan sok baik. Aku yakin pasti orang-orang tidak tahu. Kau pikir semua orang di bawah kakimu?"

So Hee: Apa?

YounG Jae: Jangan terlalu bermuka dua. Cobalah percaya diri. Dan jangan terlalu menyebalkan.


So Hee bangkit, ia mendorong-dorong bahu Young Jae, "Apa? "Menyebalkan"? Kau barusan memanggilku menyebalkan? Hei, Lee Young Jae." Bahkan So Hee menoyor kepala Young Jae, "Hei, kau memanggilku menjengkelkan?"

Young Jae balik mendorong bahu So Hee, "Kau gila?"


Sementara itu, Joon Young terus berlari menuju lokasi pemeragaan.


So Hee dan Young Jae mulai jambak-jambakan. Dan kali ini So Hee berhasil menjatuhkan Young Jae.

Tapi So Hee belum puas, ia masih akan memukul Young Jae, tapi Ho Chul menghentikannya. 


Ho Chul menoleh pada Young Jae, bertanya apa Young Jae baik-baik saja?


So Hee melepaskan tangannya dari pegangan Ho Chul, "Dr. Choi, kau bela siapa?"

"Aku tak bela siapa pun. Dia terluka."

"Dr. Choi, kau datang buat melihatku. Kau tidak perlu khawatir dengan penata rambut seperti dia!"

"Tidak. Aku kemari bukan buat melihatmu. Aku kemari buat melihat penata rambut, Lee Young Jae."


Joon Young sampai disana dan ia melihat Young Jae ada di bawah. Ia mau menolong Young Jae, tapi sudah ada Ho Chul yang membantu.


Joon Young melihat Ho Chul merangkul Young Jae. Ia jelas cemburu tapi ia tidak bisa mendekat lebih lagi.
-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap