Sunday, October 14, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 5 Part 1

Sumber: jtbc


Joon Young yang awalnya senang mendatangi salon Young Jae jadi kesal karena Young Jae melanggar janjinya bahwa tidak akan mencuci rambut pelanggan pria. 


Di dalam, Ho Chul ngobrol sama Young Jae. Ho Chul khawatir dengan gaya rambut barunya, pasti cocok kan?

"Kebanyakan wanita suka rambut pria seperti ini." Jawab Young Jae meyakinkan. 

Ho Chul pun ketawa, begitukah? 


Joon Young tidak jadi masuk, ia malah menjauh, lalu menguji Young Jae dengan menelfonnya.

"Lagi apa?" Tanya Joon Young.

"Apa lagi? Aku lagi kerja."

"Mau kuantarkan makanan buatmu?"

"Makanan? Tak usah. Aku lagi sibuk sekarang. Nanti kutelepon balik, ya."


Dan Joon Young hanya bisa melihat mereka dari jauh.


Di bar Sang Hyun, ada penyanyi. Mereka membawakan lagu yang liriknya mewakili perasaan Joon Young.  

'Ku termenung, pergi tanpa melakukan apa pun 
Seperti inikah perpisahan itu?


Sang Hyun puas dengan penyanyinya, sudah ia duga keputusannya tepat dengan mempekerjakan penyanyi itu, pelanggan banyak yang datang karena menyukai penyanyinya. 

"Pelanggan? Siapa?" Tanya Ri Won. 

"Nikmati saja suasananya. Nyanyiannya membuat pasangan ingin berciuman."

"Kau terserah mau berpikir apa, tapi akuilah... Penyanyi lelaki yang tidak kaupekerjakan jauh lebih baik daripada dia yang sebagai penyanyi."

"Makanya. Bukankah aku sudah menyuruhmu spesifikasi jelasnya kalau kita lagi mencari penyanyi wanita yang masih lajang? Dan kau itu di sini buat kerja. Sedang apa kau ini?"

"Aku sudah menerima permintaannya dan menyajikan makanan. Kenapa? Apa ada lagi yang harus kulakukan? Hampir tidak ada pelanggan disini, dan lagunya cukup bagus. Ini tempat yang tepat buat belajar selama ujian."


Sang Hyun menyuruh Ri Won diam, ia kembali mengagumi penyanyi wanita itu. 

"Ketika dia menyanyikan nada tinggi, dia mengangkat dagunya  seperti ini. Disana. Aku suka bagian itu. Bukankah menurutmu bar ini jadi terasa berkelas?"


Lalu datanglah Joon Young dengan wajah suramnya.


Young Jae selesai menata rambut Ho Chul dan Ho Chul puas dengan hasilnya, memang kelihatan bagus. Kenapa selama ini ia tidak mencoba gaya rambut itu lebih cepat?

"Sepertinya kau sadar kalau kau cukup tampan."

"Apa?"


Young Jae menduga itulah sebabnya selama ini Ho Chul bergaya rambut yang jelek. Ho Chul malah gak merasa dirinya begitu, aku? Dan Ho Chul berterimakasih pada Young Jae. 

"Kau banyak tersenyum juga." Puji Young Jae. 

"Dalam pekerjaanku, tersenyum membuatku lebih disukai. Dan wanita suka, kalau aku tersenyum."

"Biar kuhitung dulu tagihannya."

Young Jae lalu menju kasir untuk memproses pembayaran Ho Chul, semuanya 44.000 won. 


Young Jae lalu menju kasir untuk memproses pembayaran Ho Chul, semuanya 44.000 won. 


Young Jae mengembalikan kartu Ho Chul beserta struknya tapi Ho Chul malah melamun memandangi Young Jae. 

"Kenapa? Ada sesuatu di wajahku?" Tanya Young Jae. 

"Rambutku." Jawab Ho Chul sambil menyentuh rambut belakang telinga Young Jae perlahan. 

Young Jae tersipu, mereka siap untuk berciuman. 


Tiba-tiba Joon Young berteriak, "Stoooooooooop!"

Dan semua itu hanya khayalan Joon Young. Semua yang disana kaget mendengar Joon Young tiba-tiba teriak, cuma Ri Won doang yang santai. 


Sang Hyun bertanya, kenapa Joon Young ini? Joon Young menjawab kalau ia sedang membayangkan sesuatu tadi. 


Young Jae melanjutkan mendesain sampai ia lupa menghubungi Joon Young.


Saat ia menghubungi Joon Young, Joon Young tidak mau menerimanya karena kesal.


Joon Young melampiaskan kekesalannya pada Angoota Tim-nya, ia marah-marah gak jelas dan menegur dengan keras walau mereka hanya melakukan sedikit kesalahan.


Di kantin juga sama, Joon Young mengeluhkan sup yang terlalu asin, sodium itu tak baik bagi kesehatan.

Tapi Detektif Jung makan dengan lahap. Joon Young heran, apa hanya ia yang merasa demikian. Detektif Lee mengatakan memang agak asin.


Setelah meributkan sup, Joon Young meributkan sayuran yang rasanya hambar. Detektif Ko menjelaskan, sayuran terasa lebih enak kalau hambar.

Joon Young memukul-mukul menu makan siangnya, "Karbohidrat, karbohidrat, dan karbohidrat lagi. Kalau badan kita naik, mana bisa kita tangkap penjahat? Ini sama saja menghalangi kerja polisi. Aigoo!"


Koki yang mendengar Joon Young itu mendesah, kenapa Joon Young marah-marah terus? 

"Katanya zaman sekarang, pria lajang lebih rewel daripada wanita."

"Dia lajang?"

"Jika kau bekerja di kantin ini selama sekitar tiga tahun, kau itu istilahnya bisa menganggap dirimu sebagai polisi. Pria rewel seperti dia, siapa yang mau coba?"


Di salon juga ada pelanggan yang rewel. Ia kesal karena rambutnya dipotong sangat pendek, jadi ia kelihatan seperti preman padahla ia ingin terlihat seperti Won Bin. 

"Padahal aku ingin potongan rambut beda karena penjualanku menurun. Tapi gara-gara kau, nanti jumlah pelangganku bakal menurun. Menyebalkan."

"Menurutku itu sudah cukup rapi."

"Minggir.  Aku jadi stres melihatmu."


Pegawai yang melayani pria itu mengadu pada Joo Ran, lihat gak tadi? Bisa-bisanya dia berharap dia ingin potongan rambut mirip Won Bin, padahal dia tak ada mirip-miripnya? Kalau mau mirip, dia harusnya ke dokter kecantikan.

Joo Ran menyuruh pegawai itu tenang, keluarlah sebentar untuk mencari udara segar.

"Baiklah."


Pegawai itu keluar, lalu Young Jae masuk. Young Jae mengatakan kalau belakangan ini banyak pelanggan aneh. Joo Ran nanya, apa ada pelanggan lagi? 

"Ya, kemarin." Jawab Young Jae.


Channel TV yang ditonton Joo Ran menanyangkan acara Ho Chul. Young Jae bertanya, siapa dia?

"Dia dokter terkenal." Jawab Joo Ran.

"Dia dokter?"

"Dia dr. Choi Ho Chul dari Bedah Plastik Choihochul."

Young Jae terkejut mendengarnya.


Ho Chul: Tapi aku tidak ingin memberi saran yang jelas seperti itu. Jika Anda ingin terlihat muda, Anda harus mencoba mengubah gaya rambut Anda. Ada penata rambut profesional di salon kecantikan. Penampilan Anda bisa berubah dengan meminta mereka menyarankan gaya rambut yang cocok untuk Anda.

Young Jae melongo mendengarnya.


Pembawa acara menyinggung soal gaya rambut baru Ho Chul. Ho Chul jadi makin muda dan tampan.

Ho Chul: Ya, 'kan? Aku juga tak sadar kalau aku sangat tampan.

Joo Ran: Betul. Menjadi kompeten tidak cukup buat menjadi dokter yang sukses. Mereka juga harus tampan. Dia sangat tampan dan menawan. Selain itu, dia juga rajin belajar.


Ho Chul: Aku ingin mengucapkan terima kasih karena penata rambut tangguh yang sempurna dengan memberiku gaya rambut yang bagus terlepas dari selarut apa saat itu.


Joon Young akhirnya cerita mengenai masalahnya. Detektif Ko lega, jadi Joon Young sensitif seharian ini karena pacar toh? Aigoo, jangan khawatir atau curiga padanya, tentu pria itu cuma seorang pelanggan.

Joon Young: Menurutmu begitu, 'kan?

Detektif Ko: Tentu saja.

Detektif Ko mendapat stiker malaikat.


Tapi Detektif Jung memprovokasi, pelanggan apaan. Padahal 'kan salonnya pas itu mau tutup, tapi kenapa Young Jae harus potong rambut pria itu? Apalagi, sampai bohong kalau sedang sendirian. Siapapun tahu.. dia selingkuh.

Detektif Jung mendapat stiker syaiton.


Joon Young nampak kesal. Detektif Ko mencoba mendinginkan suasana, omong kosong apa itu? Aigoo goo goo. Pria itu bisa saja sampai di salon, pas salonnya mau ditutup. Dan Young Jae mungkin berbohong padanya karena dia tidak ingin Joon Young repot-repot belikan makanan setelah kerja keras seharian.

Mendengar ucapan Detektif ko tersebut, Joon Young bisa tersenyum. 


Tapi Detektif Jung menyulut perasaannya lagi. 

Detektif Jung: Cobalah gunakan pengalamanmu sebagai polisi. Kita sering menemui kasus seperti ini.

Joon Young: Mana mungkin.

Detektif Jung: Ilmu forensikmu padahal bagus, tapi kau rupanya lamban, ya. Inilah masalahnya. Orang yang jadi polisi dengan belajar keras punya intuisi yang buruk. Semua orang tahu yang sebenarnya kecuali diri mereka sendiri. Aku benar, 'kan?


Detektif Ko: Aku tahu banyak orang mudah tergoda dengan lawan jenis, tapi kalian pasti kembali bersama-sama lagi. Selain cinta, pasti hubunganmu lebih dalam dari itu. Pasti ada juga kesetiaan. Bukan begitu? Jadi aku yakin dia pasti takkan mengkhianatimu. Jangan khawatir, percaya saja pacarmu.

Joon Young mengangguk. 


Detektif Jung: Sadarlah. Jika kau terlalu percaya sama orang, malah kau yang dirugikan.


Detektif Lee punya ide, kenapa tidak memergoki mereka saja?

"Tangkap mereka basah-basah?" Tanya Joon Young. 

"Kita 'kan pandai mengintai."


Dan Joon Young beneran menerapkan ide Detektif Lee, ia mengintai Young Jae di depan salon. 



Young Jae menelfon Joon Young dan Joon Young kali ini mengangkatnya.

"Kenapa kau? Kau tidak menelepon.ku." Tanya Young Jae. 

"Bukannya kau sibuk?"

"Jadi kenapa kau tidak angkat teleponku?"

"Aku juga sibuk."

"Kau ada acara apa hari ini?"

"Kerja. Bukan cuma kau saja yang kerja."

"Kau marah?"

"Marah? Kenapa aku harus marah?"

"Sekarang kau lagi apa?"

"Lagi mengintai."


Joon Young melihat Ho Chul, ia bilang pada Young Jae kalau tersangkanya menampakkan diri, jadi ia haru smenangkapnya. Joon Young pun mematikan telfon. 

Joon Young yakin Ho Chul pasti mau menemui Young Jae pas gak ada pelanggan seperti sekarang ini. Ho Chul pasti memarkir mobilnya.


Tapi dugaan Joon Young meleset. Ho Chul menjalankan mobilnya terus. Young Jae pun mengikuti Ho Chul.

Joon Young: Aigoo. Bagus juga mobil si playboy itu. Ya, dia harus punya mobil yang bagus buat berhubungan sama cewek-cewek. Dasar penipu. Aigoo. Lihatlah dia mengisi bensin sendiri buat berhemat padahal dia mengendarai mobil impor itu.


Joon Young juga ikutan mengisi bensin dan ia terus menatap Ho Chul sampai membuat Ho Chul heran dan akhirnya mendekatinya. 


Ho Chul bertanya, apa Joon Young kebetulan mengenalnya? Joon Young dengan sombong menunjukkan kartu identitasnya,

"Maaf. Kami saat ini tengah mengejar penjahat."

"Penjahat?"

"Ya. Dia pelaku seksual berantai yang kejam. Kau kelihatan mirip dia."

"Aku?"

"Bisa perlihatkan KTP-mu?"

Ho Chul pun kembali ke mobilnya untuk mengambil KTP. Saat itu, Joon Young menghembuskan nafas berat, dia tadi gugup. 
-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap