Tuesday, October 9, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 4 Part 4

Sumber: jtbc


Ternyata Young Jae diundang minum=minum oleh Detektif Jung, disana juga sudah ada Detektif Ko. Detektif Jung yang sudah mabuk meminta Joon Young untuk mendengarkannya.

Detektif Jung: Aku sudah memuji dia cantik. Aku menjaga sopan santunku. Aku pesan restoran daging sapi Korea kualitas tertinggi.

Joon Young: Kau kencan buta lagi?

Detektif Jung: Ya, lagi.


Joon Young ijin sebentar untuk menelfon. Joon Young menghubungi Young Jae karena Young Jae belum juga menelfon, padahal sudah janji akan segera menelfon kalau sudah sampai rumah.

Ternyata Young Jae menginap di rumah Joo Ran. 

"Hubungi aku sebelum tidur, ya." Pinta Joon Young sebelum menutup telfon, ia bahkan memberi kecupan.


Joon Young tidak sadar kalau Detektif Jung dan Detektif Ko melihatnya, ia pun cuma bisa mita maaf.

Detektif Ko: Kurasa sebaiknya Detektif Lee kencan naik sepeda saja.

Detektif Jung: Kau sesenang itu? Apa kau sangat senang sampai rasanya mau mati?

Joon Young: Aku mana boleh mati, kalau sesenang ini.

Detektif Jung: Aku iri sekali. Kau bertemu tipe wanita idealmu dan berpacaran dengannya semaumu.

Joon Young: Tapi dia sebenarnya jauh dari tipe idealku.

Detektif Jung: Apa mulutmu selalu tersenyum seperti ini? (lebaaaar maksudnya)


Joon Young: Dengar. Ketika pasangan saling kontak fisik, hormon yang bernama oksitosin keluar. Hormon itu menurunkan tekanan darahmu dan tingkat stres. Itu juga meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit dan membuatmu lebih berkonsentrasi pada pekerjaan--.

Detektif Jung: Jadi maksudnya itu seperti obat semua penyakit.

Joon Young: Serius aku. Kau tidak tahu saja karena kau tidak pernah berkencan dengan siapa pun.

Detektif Jung pun menangis karena kata-kata Joon Young barusan. 


Di rumah Joo Ran, Young Jae harus mendengarkan curhatan Joo Ran yang paaanjaaaanggggg.

"Tahu apa yang paling menyedihkannya? Walau dalam semua kekacauan itu, aku mencoba menemukan pesonanya, dan berpikir dia mungkin orang yang baik. Aku berusaha keras mencari setidaknya satu kesamaan kami. Aku meyakinkan diriku sendiri  kalau aku tidak muda lagi dan aku harus rendah hati. Tapi mau berapa kali aku melihatnya, aku tidak bisa melihat pesona darinya. Aku merasa kasihan pada diriku sendiri, dan dia juga."

"Dia bukan satu-satunya untukmu."

"Apa yang sangat kau sukai dari pacarmu? Padahal dia bukan tipemu. Dia cerewet dan sensitif. Dia terlalu sering meneleponmu."

"Apa iya? Benar ternyata."

"Ah.. Aku masih bisa mencium bau dongchimi itu."


Young Jae menghubungi Oppa-nya untuk mengabari kalau ia menginap di rumah Joo Ran hari ini.


Joon Young dan Young Jae sikat gigi bersama sambil telfonan, tapi di tempat berbeda.

"Kenapa kau menyukaiku?" Tanya Young Jae.

"Kenapa kau tiba-tiba tanya?"

"Kita 'kan sangat berbeda, jadi kenapa aku menyukaimu?"

"Kenapa maksudmu, kita berbeda?"

"Pilih antara jjajang dan jjamppong. Satu, dua, tiga."

"Aku tak suka dua-duanya. Makanan itu mengandung terlalu banyak sodium."

"Laut atau gunung? Satu, dua, tiga."

"Dua-duanya, tak suka. Mereka membuatku berkeringat."

"Auh.. Kau sangat sensitif. Kali ini mudah, jadi dijawab, ya. Persik putih atau kuning? Satu, dua, tiga."


Jawaban mereka beda. Young Jae memilih persik kuning, ia menjelaskan kalau itu yang terbaik. Joon Young menjelaskan kalau ia cuma makan buah persik putih.

"'Kan? Kita ini beda." Ujar Young Jae.

"Terus? Kau tidak suka aku?"

"Tidak, aku suka."

"Aku juga."

Dan mereka sama-sama ketawa.


Saat Joo Ran sudah lelap, percakapan Young Jae dan Joon Young masih berlanjut dan masih membahas topik yang sama, memilih antara dua pilihan dan pasti pilihan mereka beda.

"Tapi katanya, pasangan yang berbeda hidupnya bahagia." Kata Joon Young.

"Apa jantungmu berdebar ketika melihatku?"

"Entahlah."

"Entah? Bukankah menurutmu kita punya masalah?"

"Tidak. Rasa berdebar disebabkan oleh neutrofil dalam darah kita, tapi itu tidak bertahan lama. Kita saling merasa nyaman. Ketika kau merasakan kenyamanan seperti itu, tubuhmu melepaskan hormon oksitosin, yang berlangsung lama."


Young Jae menguap lebar dan menutup matanya, tapi Joon Young masih semangat 45 menjelaskannya.

"Sebuah universitas di Israel melakukan penelitian pada pasangan yang baru mulai berkencan. Penelitian itu menyimpulkan bahwa pasangan dengan kadar oksitosin yang tinggi seperti kita, hubungannya bertahan lebih lama daripada pasangan  tingkat neutrofilnya tinggi. Artinya, rasa nyaman itu lebih baik daripada rasa berdebar karena itu membantu pasangan tetap bertahan lebih lama. Dan rasa berdebar itu tidak baik untuk jantung. Ya, 'kan? Young Jae? Young Jae?"


Young Jae menjawab dengan dengkurannya, tapi itu malah membuat Joon Young tersenyum, ia menikmati semuanya.

"Kau mendengkur, dan aku tidak. Perbedaan semacam itu membuat kita sangat cocok. Selamat tidur, Young Jae." 


Detektif Lee dari drama sebelah (The Smile Has Left Your Eyes) kenapa jadi cucok gini?


Joo Ran menemuinya dengan semangat dan memanggilnya Seonsaeng-nim. Joo Ran bertanya untuk apa kesana?

"Aku ada acara sebentar lagi."

"Tentu saja. Semua orang di negeri ini tahu itu."

"Kau berlebihan sekali. Hanya beberapa selebritas dan media saja yang tahu. Untuk acaraku mendatang, aku ingin tampilan rambut yang unik."


Sepertinya Young Jae ingin melayani Seonsaeng-nim itu, tapi Joo Ran menakut-nakuti kalau Seonsaeng-nim itu sangat pemilih, pasti akan membuat Young Jae gila.

"Eonni, akan kupastikan itu tidak mempengaruhi bisnis secara negatif. Kau tahu betul 'kan aku sangat ingin bekerja di peragaan busana. Ya?"

"Baiklah. Berusahalah yang terbaik, kalau begitu."

"Terima kasih, Eonni. Maksudku, Direktur Baek."

"Hei, aku tidak tahu kenapa kau dipilih oleh Pak Hong, tapi kau pasti sukses jika kerjamu bagus kali ini. Persiapkanlah semuanya, dan berusahalah."

"Baik."

"Selamat."

"Aku akan berusaha terbaik."


Semuanya sudah siap di galeri Pak Hong, tapi artis utamanya belum juga datang. Pak Hong mondar-mandir kesal. Terlambat itu kebiasaan yang jelek.

Young Jae: Pak Hong, siapa yang terakhir muncul di acara?


Yang ditunggu datang juga dan ternyata dia adalah So Hee. Pak Hong yang tadinya kesal berubah ceria kembali setelah melihat So Hee.

Pak Hong lalu mengenalkan So Hee pada Young Jae. Pak Hong mengatakan kalau So Hee lah yang merekomendasikan Young Jae karena mereka teman SMA dulu.

"Lama tak jumpa, ya." Ucap So Hee dan Young Jae hanya tersenym.


Young Jae mengatakan idenya, menurut Pak Hong bagus, tapi bagi So Hee itu berlebihan.

So Hee: Orang tidak akan bisa fokus pada pakaian jika rambutnya terlalu mencolok.

Pak Hong: Kalau begitu, jangan seperti itu.


Maka Young Jae pun merekomendasikan gaya yang lain, "Ini gaya rambut yang kutata untuk Baeksang Arts Awards."

So Hee: Bukankah itu terlalu biasa? Menurutku tidak cocok dengan desain Pak Hong yang unik. Itu cuma pendapatku.


Usai dari sana, Young Jae langsung menumpahkan unek-uneknya di telfon kepada Joo Ran.

"Menyebalkan sekali. Aku tidak akan menerimanya, kalau aku tahu aku harus berurusan dengannya. Apa dia itu musuh bebuyutanku di kehidupan masa laluku atau apa? Dia selalu mengincarku. Murka sekali aku. Ingin kujahit bibirnya itu.

Memangnya aku gila? Aku menahan amarah pas aku di sana. Aku mana bisa lagi masuk ke kantor polisi, kau tahu."


Sedaritadi ada yang terus menatap Young Jae, ia menunjukkan raut wajah syok mendengar ucapan Young Jae. Young Jae selesai menelfon dan melihat orang itu menatapnya.

"Lihat apa kau? Baru kali ini lihat wanita mengumpat?"

"Maaf."


Young Jae kemudian pesan ekstra pedas, ia ingin edasnya membunuhnya sebelum stres yang membunuhnya. Ia juga pesan semua jeroannya.


Young Jae membungkus pesanannya dan orang itu jalan dibelakangnya.


Lalu ada nenek-nenek yang tak sengaja menjatuhkan apelnya dan apelnya berserakan di jalan. Young Jae yang ada di dekat sana membantu nenek itu dan menyuruh pria itu ikutan membantu memunguti apel nenek.

Nenek sangat berterimakasih pada mereka. Dan disini Young Jae berubah 180 derajat, ia senyum ramah banget sama nenek. 


Young Jae mengambil kembali makanannya dan itu deketan dengan milik pria tadi, aku menduga pasti ketuker dengan milik si pria.

Tapi saat berterimakasih pada pria itu, Young Jae judes banget. 


Pria itu terus memandang Young Jae yang sudah berjalan menjauh dan dia senyum gitu. Wah.. saingan Joon Young muncul nih.


Pria itu makan Tteokbokkinya bersama rekan-rekannya dan mereka mengeluhkan rasanya yang sangat pedas. *Tuh kan bener!



Young Jae kecewa karena rasanya gak pedas sama sekali padahal ia pesannya ekstra pedas dan jeroannya juga gak ada semua.


Ternyata pria itu adalah seorang dokter bedah plastik. Dan saat ini sedang mengoperasi pasien.

Usai melakukan tugasnya, rekan pria itu menghampiri, berkata kalau ia mau pulang duluan.

"Besok, kau akan masuk TV setelah sudah lama rehat. Pastikan kau terlihat rapi."

"Apa maksudmu?"

"Kau akan menjadi duta klinik kami ketika acara tayang. Dandanlah dirimu agar kau terlihat menarik di acara itu."


Dokter itu melihat ke luar jendela dan ternyata kliniknya bersebrangan dengan salon Young Jae. Ia tak menyangkanya.


Joon Young menghubungi Young Jae, "Kita belum bertemu selama tiga hari. Katamu kau kerja sendirian hari ini. Haruskah aku datang ke sana?"

"Jangan datang. Aku tidak bisa fokus kalau ada kau. Aku harus berhasil di acara fashion itu."

"Baiklah."


Detektif Ko keluar dari bilik toilet dan langsung mengomentari Joon Young, "Aigoo. Jika kau pacarnya, kau harus bertemu dia walau dia bilang tak mau."

"Dia menyuruhku jangan datang, jadi apa aku harus datang?"

"Astaga, Kapten tidak tahu apa-apa soal wanita, ya? Kuberitahu kau. Semua wanita suka ditemui tiba-tiba. Mereka menunggumu datang setelah menyuruhmu jangan datang. Wanita itu begini: "Ommaya!" Kejutan seperti itu membuat mereka senang."


Dan saat mereka akan keluar, tiba-tiba Detektif Jung membuka pintu. Detektif Ko refleks teris, "Ommaya!". Ternyata Detektif Jung cuma mau mengatakan kalau makanan pesanan mereka sudah datang.


Young Jae membuat berbagai desain rambut dan saat itu si dokter datang, namanya Choi Ho Chul

"Rambutku bisa ditata sekarang?" Tanya Ho Chul.

"Maaf, kami sudah tutup."

Dan Young Jae mengenali siapa Ho CHul. Maksudnya mereka bertemu tadi.


Sementara itu, Joon Young mengikuti saran Detektif Ko, ia tetap datang ke salon. Ia berkendara sambil bersenandung.

Di jalan, ia berhenti untuk membeli Tteokbokki super pedas untuk kekasih tercintah. Ia beli kue ikan, sundae dan Kimbap juga.


Joon Young gak bisa berhenti tersenyum.


Akhirnya Young Jae mau menata rambut Ho Chul. 

"Aku tadi salah paham. Kukira profesimu itu menakutkan."

"Soalnya aku kesal tadi pagi."

"Kau pasti mencium bau alkohol. Itu karena pekerjaanku."

"Kau datang ke sini untuk potong rambut di jam selarut ini. Jadi kurasa kau sering kerja lembur."

"Ya, begitulah kerjaanku. Itu semua tergantung pada janji. Ketika ekonomi separah ini, kita harus akomodatif."

"Ah.. Begitu, ya."

"Rekan kerjaku bilang aku harus mengubah gaya rambutku, tapi aku sudah merasa nyaman dengan ini. Kurasa wanita lebih memilih gaya rambut pria yang pendek dan sederhana belakangan ini. Belakangan ini, persaingan sangat ketat."

"Pasti sangat berat."

"Memang, tapi pekerjaanku ada manfaatnya. Aku bisa membuat wanita bahagia."

"Sudah selesai. Aku akan mencuci rambutmu sekarang."


Joon Young sampai dan ia melihat Young Jae mencuci rambut Ho Chul dan Young Jae kelihatan bahagia banget. Joon Young cemburu, ia ingat janji Young Jae yang tidak akan mencuci rambut pelanggan pria.


Joon Young tidak jadi masuk. Ia memutuskan untuk menguji Young Jae. Ia menelfon Young Jae untuk bertanya Young Jae sedang apa.

"Apa lagi? Aku lagi kerja." Jawab Young Jae.

"Mau kuantar makanan buatmu?"

"Makanan? Tidak usah. Aku sibuk sekarang. Nanti kutelepon."

Wah.. Memuncak deh tuh cemburunya Joon Young. Sepertinya ia bakal marah banget mengingat sifatnya yang kekanakan. Dan bakalan parah nih hubungan mereka soalnya Young Jae sifatnya keras.

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap