Tuesday, October 9, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 4 Part 3

Sumber: jtbc


Young Jae menyiapkan sepasang sepatu untuk merayakan hari ke-100 mereka.

*Firasat gak enak nih.. aku pernah denger dimana gitu kalau misalkan ngasih hadiah sepatu bakalan putus nantinya. 


Joon Young menyiapkan hadian di hari ke-100 mereka. Tapi adiknya tidak membiarkannya melakukannya dengan mudah, ia terus mengganggu.


Pra staf Young Jae iri dengan perhatian Joon Young pada Young Jae, mereka juga iri dengan sepatu Young Jae, karena itu edisi terbaru.


Joo Ran masuk, berkata kalau ia kesepian sekali, tapi Young Jae malah pamer cintanya di depannya.

"Gagal lagi?" Tanya Young Jae.

Joo Ran melirik Young Jae khawatir, mungkin ia malu kalau ketahuan para staf.


Joo Ran mengikuti club biliar, tapi ia tak menyangka kalau semua anggotanya bakal seusia ayahnya.


Semua yang Joo Ran alami membuatnya berpikir, apa sebenarnya salahku dulu. Jadi ia memutuskan akan berhenti sekarang.

"Kau yakin itu bukan karena tak ada lagi komunitas yang bisa kauikuti?" Tanya Young Jae.

"Kau ini memang terlalu pintar."

"Apa ini berarti kau akan menyerah buat menikah?"

"Kau gila? Aku akan mendapatkan bantuan profesional dan bersiap melahirkan bayi."

"Bantuan profesional?"


Joo Ran mendaftarkan diri pada Aplikasi Biro Perkawinan. Keinginannya adalah seorang pria dengan pekerjaan stabil dan ingin segera menikah.

"Bisakah seperti itu?" Tanya Joo Ran.

"Tentu saja. Anda datang ke tempat yang tepat."


Joo Ran membanggakan tempat kencan butanya, yaitu di restoran daging sapi Korea premium. Ini baru namanya pengalaman yang berasal dari kedewasaan. Kalau restoran keluarga itu buat kaum muda. Karena ia sudah bayar bantuan profesional, sekarang ia akan berkencan dengan orang yang cocok dengannya.

"Semoga berhasil, ya."

"Tentu saja harus. Sudah berapa uangku habis karena ini."


Joo Ran berharap tinggi banget sama pasangannya kali ini, tapi ternyata pasangannya itu detektif anggota Tim Joon Young. Ia sempat tak percaya, tapi cuma dia yang melambai padanya.


Joo Ran merasa sudah pernah bertemu dengan Detektif itu, tapi detektif itu bilang baru pertama kali melihat Joo Ran.

"Kau sepertinya sangat akrab." Balas Joo Ran.

"Mungkin itu bukti kalau kita memang jodoh. Kau tahu kau harus membayar 5 juta won buat mendaftar sebagai anggota? Menurutku itu pemborosan uang. Tapi aku dijodohkan dengan wanita  cantik sepertimu di kencan pertamaku, dan sekarang menurutku 5 juta itu tidak sia-sia."

Joo Ran malu karena Detektif itu bicaranya keras banget. 

"Suaramu agak keras." Joo Ran berusaha sopan untuk menegur, tapi detektif itu gak paham dan malah mengeraskan suaranya.

"Benar sekali. Aku memang dikenal karena suara jantan dan semangatku di kantor polisi kami."


Detektif memberikan daging pertama yang matang untuk Joo Ran. Ia berkata kalau semua yang ia tulis di formulir benar semua, ia jujur bahkan ia menulis tentang prostatomegalinya (pembengkakan prostat).

Detektif: Tapi aku sudah dirawat sepenuhnya. Kata orang, itu bisa kambuh jika aku terlalu lelah, tapi aku tidak punya masalah dengan prostatku. Kau menulis kalau kau operasi plastik di mata dan hidungmu, 'kan?

Semua orang ketawa mendengarnya. Gak kebayang deh bagaimana malunya Joo Ran. Tapi Detektif itu lamban banget.

Detektif: Tidak, jangan salah paham. Aku tidak risih oleh hal semacam itu. Dengar. Jika seseorang menjadi  cantik setelah operasi plastik, berarti dia cantik. Jika seseorang cantik setelah riasan tebal,dia juga tetap cantik. Joo Ran-ssi, wajahmu sangat natural.


Detektif juga mengeluhkan banyaknya arang sampai daging sapi korea kulaitas tinggi yang dipesannya gosong. Ia kemudian memanggil pelayan untuk mengambil separuh arangnya.

Tapi Detektif masih belum puas, ia takut Joo Ran kepanasan karena wadah arang si pelayan deket banget sama Joo Ran. Ia mau menjauhkannya, tapi malah terjadi bencana. Baju Joo Ran tersulut arang dan terbakar. Semua orang heboh.


Niatnya mau memadamkan api, tapi detektif malah gak sengaja menyiram muka Joo Ran dengan sup. Joo Ran mengeluhkan matanya pedih. Detektif itu merasa bersalah banget.

*Auto ngakak akunya..


Young Jae ketemuan dengan teman SMA nya, mereka berkata kalau Young Jae tambah cantik pake banget. Young Jae merendah, ia cantik karena make up dan riasan rambutnya.

Teman 1 (yang gak dikuncir): Katanya, banyak artis datang ke salon rambutmu. Kau pernah lihat Jun Ji Hyun? Song Hye Kyo?

Young Jae: Pernah.

Teman 1: Mereka cantik? Kau dekat dengan Song Hye Kyo?

Young Jae: Itu karena kami sering bertemu.

Teman 2: Enak sekali kau. Kau melakukan hobimu buat cari nafkah dan uangmu juga banyak.

Teman 1: Berapa gajimu?

Young Jae: Cepatlah makan. Nanti dingin. Makanlah.


Mereka melihat Iklan So Hee. Young Jae bertanya, apa mereka masik kotakan dengan So Hee?

Teman 2: Kenapa pula dia tetap kontakan sama orang seperti kami?

Teman 1: Menyebalkan sekali.  Dia cinta pertama nasional? Memang itu masuk akal? Dia itu sangat palsu. Aktingnya juga jelek.

Young Jae: Bukannya kau dekat dengannya?

Teman 1: Dekat apanya. Dia juga menyebalkan pas SMA, jadi semua orang tak suka dia dan tidak cocok dengannya. Kemudian kami bertemu lagi di jurusan yang sama di kampus, tapi kami mana bisa mengabaikan dia begitu saja. Ah.. Aku jadi tambah lapar lagi gara-gara dia.


Tiba-tiba satu pizza datang. Young Jae bilang kalau mereka tidak pesan. Kemudian muncullah Joon Young yang mengatakan kalau ia yang memesannya. 

Young Jae: Kenapa kau disini? Bukannya kau lagi bertugas?

Joon Young: Aku bertugas dekat sini, jadi aku mampir buat melihat wajahmu.

Joon Young pun mengenalkan diri pada teman2 Young Jae, tanpa malu ia berkata kalau ia pacarnya Young Jae. Kedua teman Young Jae menyambut salah Joon Young.

Young Jae mengingatkan mereka kalau Joon Young itu yang kencan buta waktu dulu. Reaksi mereka gak menyangka sama sekali kalau Joon Young bakalan berubah drastis tanpa kacamata dan kawat giginya.

Kedua teman Young Jae pengertian, mereka meninggalkan Young Jae dan Joon Young, padahal Joon Young awalnya yang mau pergi duluan.

Young Jae mengajak mereka keluar bersama.


Saat di mobil, Young Jae memuji Joon Young yang tadi keren banget di depan teman-temannya. Ia membelai kepala Young Jae sebagai hadiah.


Kemudian Joo Ran menelfon Young Jae. Joo Ran mengadu, meminta Young Jae datang.

Joon Young juga mendapat telfon, dari Detektif itu, Detektif Jung, meminta Joon Young datang.


Usai menelfon, Young Jae bilang kalau ia harus pergi. Joon Young juga bilang kalau ia ada rencana, tapi Joon Young akan mengantar Young Jae dulu ke tujuan Young Jae. Young Jae langsung tersenyum.

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap