Tuesday, October 9, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 4 Part 2

Sumber: jtbc


Joon Young datang tepat waku, walaupun Young Jae sudah datang duluan. Young Jae melihat luka di dahi Joon Young. Joon Youngnya panik bener. HAH?! Darah!


Mereka kemudian ke apotek untuk membeli obat. Joon Young menjelaskan dengan detail obat yang ia butuhkan.

"Disini jual isopropil alkohol sekali pakai, povidone-iodine, balutan luka, dan sarung tangan sekali pakai? Kalau tak ada, kapas penyeka juga bisa."

"Anda terluka parah?" Tanya apoteker.

"Ya."

Joon Young menunjukkan lukanya dan itu cuma goresan kecil sampai apoteker harus melotot untuk bisa melihatnya. Apoteker cuma bisa nyengir saat Joon Young bertanya, lukanya tidak akan berbekas an?

Joon Young: Dan aku beli salep yang mengandung antibiotik. Bukan yang mengandung polyethylene glycol.

Apoteker: Baik.


Saat apoteker kedalam untuk mengambilkan obat yang dimau Joon Young, Young Jae mengatai Joon Young bocah. 

Joon Young: Hah? Bocah? Luka ini memang kelihatan kecil, tapi ada kemungkinan penyebab infeksi seperti bakteri, virus, jamur, dan sebagainya. Aku harus tuntas membersihkannya.

Young Jae: Apaan ini? Kita jadi tak nonton film.

Joon Young: Maaf. Bagaimana kalau kita menonton film jadwal selanjutnya?

Young Jae: Terus makan malamnya? AKu sudah lapar setengah mati.


Joon Young menerima pesan dari ibu, mengabari kalau mereka makan malam di luar dan Ri Won juga pulang telat, jadi Joon Young gak perlu masak makan malam.

Joon Young gembira banget, "Bagaimana kalau kita makan malam dan nonton sekaligus?"

Dan ia menoleh pada Young Jae sambil tersenyum.


Joon Young membawa Young Jae ke rumah, ia menunjukkan bakat masaknya dan Young Jae tak hentinya mengucapkan WOW! Saat Joon Young memamerkan keahliannya.


Mereka menonton film Mission Impossible. Young Jae sih sangat menikmatinya sambil makan pasta masakan Joon Young. Tapi Joon Young lebih sering tutup mata karena adegan perkelahiannya.

Joon Young: Film-film itu isinya selalu bertarung dan tokoh utama mengalahkan kejahatan. Tak seru sama sekali.

Young Jae: Lebih bagus ini daripada film roman yang berakhir konyol.


Joon Young tiba-tiba peri dengan buru-buru. Young Jae heran, kenapa?


Beberapa detik meudian Joon Young kembali. Ternyata barusan ia kentut di kamarnya. 

"Kentut? Kentut saja disini."

"Mana bisa aku kentut di depan orang yang kusukai?"


Young Jae ngakak mendengarnya. Joon Young kesal dan menyuruh Young Jae berhenti ketawa. 

Young Jae: Joon Young kita ini, imut sekali kau.

Joon Young: Hentikan.


Young Jae tiba-tiba bertanya, mungkinkah kulit kepala Joon Young salah satu zona sensitif seksualnya? Joon Young membentak Young Jae.

Young Jae: Beneran. Banyak pelanggan terangsang seksual saat aku mencuci rambut mereka.

Joon Young: Kau, jangan pernah mencuci rambut pelanggan pria.

Young Jae: Kalau begitu kau juga jangan memborgol tangan perempuan, ya.

Joon Young: Aku tidak bercanda. Jangan cuci rambut pria.

Joon Young mengajak Young Jae janji jari kelingking. Young Jae sanggup-sanggup saja berjanji, toh yang mencuci rambut pelanggan itu staf-nya bukan dirinya.


Young Jae lalu meletakkan piringnya. Ia penasaran di mana zona sensitif seksual Joon Young dan ia mencari-carinya. 

Dan terjadilah..


Tiba-tiba terdengar bunyi bel dan Joon Young dipanggi. Mereka terkejut, Ibu dan ayah pulang!

Joon Young menyuruh Young Jae cepat sembunyi. Young Jae menurut saja, tapi masih bingung mau sembunyi dimana, bahkan Young Jae sempat membuka kamar orangtua Joon Young sebelum akhirnya memutuskan bersembunyi di kamar Ri Won.


Sementara Young Jae sembunyi, Joon Young membersihkan bekas Young Jae. Ia meletakkan gelas dan piring Young Jae di bawah kursi. Ia merapikan bantal sebentar lalu menuju ke pintu. 

Tapi yang belum, sepatu Young Jae. Joon Young langsung mengambilnya dan karena pintu sudah terbuka, ia melompat ke kursi lalu melemparkan sepatu Young Jae di kolong kursi.

Dan Joon Young kembali makan supaya ayah ibu tidak curiga.


Ayah Ibu tak mengira Joon Young bakalan di rumah, karena tadi bahkan tidak membukakan pintu. 

"Suara TV-nya keras sekali, jadi aku tak dengar." Alasan Joon Young.

Ayah: Kenapa kau keringatan?

Joon Young: Apa? Saus tomatnya pedas. Belakangan ini, semua yang warnanya merah pasti pedas.

Ayah: Bicara apa dia? Kau lagi makan rupanya. Ayah tadi beli ayam goreng.

Ibu melihat TV dan ternyata itu film yang sangat ingin ia tonton. Jadilah mereka bertiga nonton film itu sambil makan ayam dan minum bir.


Young Jae cemas di dalam.


Joon Young diam-diam mengirim pesan untuk Young Jae, "Mereka nanti cepat ke kamar, kok. Tunggulah sebentar di sana."

Tapi masalahnya, Young Jae kebelet pipis.


Joon Young pura-pura menguap. Tapi itu tidak mempengaruhi Ibu dan ayahnya. Ibu mau menonton sampai selesai.

Dan Joon Young langsung tersenyum lebar saat filmnya selesai. Ayah mau menghabiskan bir-nya dulu, tapi ternyata sudah habis. Ibu mengatakan masih ada di kulkas. Tapi Joon Young berkata dengan keras kalau ia sudah meminum semuanya.


Young Jae tersenyum saat mendengar ibu memutuskan untuk tidur saja.


Tapi masalah dateng agi. Ri Won pulang!!! Joon Young sampai membuka mulutnya lebar-lebar. Ayah heran, bukannya Ri Won ada kerja sambilan hari ini? Kenapa pulang cepat? Ri Won mengatakan kerjaannya sudah selesai.

Ri Won mulai curiga, ia melihat bungkus CD di meja, apaan itu?

Ibu: Kami tadi barusan pulang habis dari makan malam tim, dan Joon Young tadi nonton itu.


Ri Won mencium ada yang mencurigakan, ia pun mulai menyelidiki.

Langkah 1: Bila ada yang mencurigakan, gunakan logikamu.


Joon Young yang sedang menaruh piring di tempat cucian ditanya Ri Won, siapa itu? Joon Young pura-pura tidak mengerti maksud Ri Won.

Ri Won: Mana mungkin kau menyewa film laga. Katakan. Siapa?

Ibu dan Ayah langsung tertarik.

Ibu: Apa ada orang selain kita disini?

Joon Young: Tidak.

Ayah: Kau kepanasan sekarang? Kenapa keringatmu banyak sekali?


Joon Young salah tingkah dan hanya bisa mengusap keringatnya.

Ri Won: Kau pasti menyembunyikan cowok, ya?

Joon Young: Apa maksudmu? Aku sendirian di rumah.


Ri Won memeriksa kamar Joon Young dan kamar mandi tapi tidak ada siapapun disana.

- Langkah 2: Mengintai-intai adalah dasar dari penyelidikan apa pun


-Langkah 3: Petunjuk selalu ditemukan di TKP

Ri Won kemudian menemukan pasta yang tertempel di pintu kulkas.

Ri Won: Terus apa ini?

Joon Young: Aku melemparkannya buat mengecek pastanya sudah matang apa tidak.

Ri Won: Padahal koki veteran, tapi melakukan teknik koki amatiran? Inilah yang dilakukan pria ketika mereka ingin membuat seseorang terkesan.

Joon Young: Aigoo.


Di kamar, Young Je sudah tidak tahan lagi.


Ri WOn kembali menemukan petunjuk. Sehelai rambut.

- Langkah 4: Pelakunya selalu meninggalkan jejak

Ri Won: Ketahuan kau. Kau mana bisa menyanggah bukti DNA seperti ini.

Ibu: Apa itu?

Ri Won: Rambut lurus panjang, yang harusnya tidak  ada di rumah kita.

Ibu: Omo, omo. Akhirnya, Joon Young ajak wanita ke rumah.

Joon Young: Tidak. Apa-apaan ini?

Ayah: Siapa wanita itu?

Ri Won: Penyuka film laga berambut lurus panjang. Pasti pria.


Langkah 5: Baca pikiran pelakunya!

Joon Young terus-terusan berdiri di depan pintu kamar Ri Won.

Ri Won: Dia bersembunyi di sana, 'kan?

Joon Young tidak bisa menjawabnya.


Young Jae tiba-tiba keluar, ia tidak bisa lagi menahan pipis, ia langsung berlari ke toilet sambil minta maaf. Semuanya terkejut.


Young Jae langsung mengenalkan diri setelah dari toilet.

Young Jae: Halo, senang bertemu kalian.

Ayah dan Ibu tersenyum lebar. Lalu Joon Young mendekati Young Jae dan berdiri disamping Young Jae.


Joon Young mengantar Young Jae pulang. Young Jae menyesali apa yang dilakukannya tadi, malah berlari ke toilet sebelum menyapa ortu Joon Young. Bagaimana ini?

Joon Young hanya ketawa. Young Jae menyuruhnya berhenti ketawa, tapi Joon Young ketawanya malah keras. Young Jae jadi ikutan ketawa.


Joon Young minta maaf atas adiknya yang aneh itu. Tai menurut Young Jae Ri Won imut kok.

"Imut apanya dia?"

"Dan orang tuamu juga sangat baik. Aku jarang merindukan ibu dan ayahku tapi aku sangat merindukan mereka hari ini."

Joon Young lalu menggenggam tangan Young Jae.


Sang Hyun mengikuti kelas yoga, tapi disana hanya ia yang laki-laki sendiri. Ia memanfaatkan itu untuk mendekati salah satu peserta.


Ternyata orang yang diincar Sang Hyun itu adalah orang Jepang yang hanya bisa bicara bahasa Jepang. Sang Hyun sih tak masalah, ia malah senang bisa menyombongkan keahlian bahasa Jepangnya.

"Senang bertemu denganmu. Namaku Hyun Sang Hyun."


Tapi obrolan mereka tidak lama karena Sang Hyun mendapat telfon dari "Tuan Tanah". Dan si penelfon marah-marah karena Sang Hyun malas-malasan selama jam kerja.


Dia adalah ayah Sang Hyun yang saat ini memeriksa laporan harian bar yang dikelola Sang Hyun.

Ayah: Ini lokasi utama. Seharusnya aku memberikannya pada anak temanku yang ingin membuka kursus. Aigoo, aku kasihan pada diriku sendiri karena bajingan seperti dia itu anakku. Dia bilang ingin punya usaha sendiri, tapi jelas dia buka bar buat menggoda perempuan. Dan dia sibuk malas-malasan. Kosongkan bar ini kalau kau tak mampu bayar sewanya!

Sang Hyun akan membantah, tapi karena ada Ri Won, ia tidak jadi melakukannya.


Ri Won membantu Sang Hyun meyakinkan ayah.

Ri Won: Pak. Dengan segala hormat, usaha ini memang belum menguntungkan, tapi anak Bapak punya banyak koneksi. Dia sepertinya tidak tahu apa-apa, tapi sebenarnya dia sangat paham bisnis. Seperti yang Bapak tahu jumlah kami terus meningkat. Semoga kami akan mulai menghasilkan laba bulan depan, jadi kalau barnya ditutup sekarang, uang Bapak yang diinventasikan dalam usaha ini takkan balik.

Ayah: Kau siapa?

Ri Won: Aku cuma pekerja sambilan, Pak. Aku kini belajar Administrasi Bisnis di Universitas Hankuk. Dengan beasiswa penuh.

Ayah: Terus?

Ri Won: Distrik bisnis berjarak dua blok dari sini sangat sepi, jadi bisnis sangat ramai di blok sebelah. Tinggal masalah waktu sebelum keramaian yang sama mencapai blok ini. Karena daerah ini dekat dengan kampus, bar seperti ini akan jauh lebih baik daripada tempat kursus. Bar ini yang ada di sini akan membantu Bapak ketika Bapak menyewakan ruang ke penyewa lain. Dengan begitu, Bapak akan untung lebih banyak walau Bapak memutuskan tak menjualnya. Itulah saran dariku, Pak.


Ayah menerima saran Ri Won itu dan ia mengajak kekasihnya segera pergi dari sana.


Setelah ayahnya pergi, Sang Hyun langsung marah-marah.

"Dasar pak tua itu, kenapa dia pakai kacamata hitam malam-malam? Dia terlalu niat sekali buat kelihatan modis. Dan dia sekarang sudah gandeng wanita baru? Pantas saja ibuku.. melarikan diri."

Sang Hyun ngambek dan Ri WOn mengatakan kalau kata-kata Sang Hyun tadi itu pastas ditujukan untuk diri Sang Hyun sendiri. 

"Hei, kau..." Sang Hyun akan marah, tapi tidak jadi karena kedatangan tamu spesial.


Joon Young datang bersama Young Jae.


Joon Young ngobrol dengan Sang Hyun. Sementara Young Jae ngobrol dengan Ri Won.

Sang Hyun: Hei, aku kaget kau bertemu dengannya lagi. Tapi aku lebih kaget kau sebenarnya pacaran.


Ri Won: Tak kusangka kau mau pacaran dengan Joon Young apalagi dengan sifat sensitifnya.

Young Jae hanya tersenyum, lalu mengeluarkan hadiah untuk Ri Won, "Mantan pacar kakakku dulu sangat baik padaku."


Joon Young menghampiri Young Jae, ia mengajak Young Jae segera pergi setelah selesai bicara, tidak perlu berlama-lama sama Ri Won. Ri Won ini gila.


Sang Hyun menyiapkan kue untuk merayakan momen berharga di keluarga Ohn. 

"Tolong tiup lilinnya. Satu, dua, tiga."

Young Jaa dan Joon  Young meniup lilinnya bersama.


Narasi Joon Young: Kami bertemu tiap hari seolah kami mencoba mengimbangi tujuh tahun terakhir kemarin. Kami bertemu pagi hari.


Kami bertemu untuk makan siang.


Dan kami bertemu juga malam hari. 


 Kami tetap bersama sampai larut malam.


Terkadang, kami bahkan bertemu dua kali sehari.


Hari-hari mereka dipenuhi agenda kencan pokoknya.

Love is you.. is you.. Love is you..


Tepat ketika musim semi berubah menjadi musim panas, 


kami mulai saling terbenam seolah kami melihat oasis di padang pasir. Dan itu.. hanyalah awal musim panas.

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap