Sunday, October 7, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 3 Part 4

Sumber: jtbc


Joon Young memandangi kartu nama Soo Jae. Entah kenapa ia terus kepikiran jawaban Young Jae yang bilang tidak ada pilihan lain. Lalu ingat perkataan Soo Jae soal hari yang mengubah kehidupannya dan Soo Jae, tepat di hari pembunuh berantai yang menggemparkan wilayah distrik barat daya Seoul akhirnya ditangkap.


Joon Young juga ingat hari itu, hari itu adalah hari ia menunggu Young Jae tapi Young Jae nya tidak datang. Ia mendengar berita penangkapan dari TV.


Hari itu Young Jae di rumah sakit. Joon Young menelfonnya tapi Young Jae tidak mendengar.

"Ada hal mengerikan terjadi. Kakakku.. jatuh dari ketinggian bangunan empat lantai."


Young Jae menjelaskan penjelasan dokter.

"Sel syarafnya rusak karena kecelakaan itu. Sangat mengerikan hingga aku tidak bisa mengerti apapun. Aku tidak percaya satu kata pun dari dokter.. jadi aku tidak mau mendengarnya."


Joon Young mendatangi alamat di kartu nama Soo Jae, dan ternyata itu cuma kedai kopi di pinggir jalan. Disana tidak ada orang, Joon Young celingukan sampai ada suara Soo Jae. 

"Kau datang mau minum kopi?" Tanya Soo Jae.


Dan Soo Jae mendekati Joon Young dengan kursi rodanya. Joon Young menjawab kalau ia datang untuk menanyakan beberapa hal.


Young Jae berjalan gonai setelah mendengarkan penjelasan dokter yang tak ia percaya.

"Aku berharap lorong bangsalnya ini tidak akan berakhir."


Soo Jae terbangun dan sangat ketakutan karena tidak bisa menggerakkan kakinya. Young Jae hanya bisa memeluk kakaknya yang menangis histeris.


Saat Young Jae pulang dari RS, Joon Young ternyata sudah menunggunya di rumah dan saat itulah Young Jae mencampakkan Joon Young.


Young Jae pun sama seperti Joon Young, perasaannya juga hancur. Ia bahkan tidak berteduh saat hujan turun, persis seperti Joon Young.

"Hari itu.. pertama kalinya aku merasa sedih akan diriku sendiri. Dan aku.. merasa sangat kasihan pada kakakku."


Young Jae masih melamun di salon.


Joon Young menunjukkan ekspresi sangat terkejut setelah mendengar semuanya dari Soo Jae.

"Young Jae.. sangat kesusahan."

Lalu Soo Jae meninggalkan Joon Young karena ia ada pelanggan.


Joon Young masih diam, ia tidak tahu harus bagaimana.


Ia berjalan gontai sambil mengingat kembali malam itu, ia yang tidak mengeri apapun malah membenci Young Jae selama ini. 


Lama-lama Joon Young berlari sekuat yang ia bisa.

"22 April 2006. Hari itu. Hari ketika semua mata dan telinga tertuju pada pembunuh berantai terkenal. Hari itu, ketika aku terus merengek seperti anak kecil, seorang pria 27 tahun mengalami patah kaki, dan Young Jae, yang baru berumur 20 tahun saat itu, tiba-tiba harus menopang keluarga kecilnya." Narasi Joon Young.


Joon Young ternyata mendatangi salon Young Jae.

"Kenapa... Kenapa kau tidak memberitahuku?" Tanya Joon Young dengan nafas ngos-ngosan.

Young Jae hanya diam saja, ia tahu kemana arah pembicaraan Joon Young.

Joon Young: Maafkan aku. Aku tidak tahu apa-apa. Maafkan aku.


Young Jae berkaca-kaca, tapi ia tetap mencoba tersenyum, dan ia mengalihkan pembicaran, bertanya dimana Joon Young menata rambutnya.

Narasi Joon Young: Padahal Young Jae bilang ini bukan salahku, tapi aku merasa ini semua salahku. Seharusnya itu semua kesalahanku. Maafkan aku atas semuanya. Aku sungguh minta maaf. Aku merasa bersalah pada Young Jae.


Dia berusaha menahan air matanya... tapi dia terlihat sangat cantik.. sampai rasanya jantungku mau meledak.

Dan Joon Young mencium Young Jae.

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

4 komentar:

  1. Wuih seru seru...please dilanjut yah

    ReplyDelete
  2. Dilanjut kakk..bikin air mata menetes deras bacannyaa..huftttt..young jae..joon young..sprtinya perjlnan cnta klian kedepan sungguh berat..bru 3 episod aja dah bikin nangis

    ReplyDelete
  3. Sudah mengharubiru padahal baru 3 episode, lanjut terus semangat

    ReplyDelete