Sunday, October 7, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 3 Part 1

Sumber: jtbc


Saat Joon Young kembali bertemu Young Jae tepat dipergantian tahun, ia mambatin.

"Di dunia ini, ada dua tipe wanita. Wanita yang harus kau temui... dan wanita yang sebaiknya tidak kau temui. Dan hari ini, aku bertemu dengan wanita tipe ketiga. Wanita yang seharusnya tidak pernah kutemui lagi. Si wanita jahat itu."


Semua yang ada di bar itu diwajibkan pergi ke kantor polisi untuk melakukan  pemeriksaan. Joo Ran khilangan sebelah sepatu mahalnya, ia meminta petugas mencarinya, soalnya cicilannya belum lunas.

Karena pak polisi lagi sibuk, ia menyuruh Joo Ran naik dulu, ia akan carikan nanti.


Young Jae terus celingukan, mungkin ia mencari Joon Young.


Di kantor polisi ribut banget. Dan Joo Ran lagi-lagi sial. Syal bulu mahalnya disahut oleh Ahjussi mabuk. Ia memintanya kembali tapi Ahjussi itu tidak mengijinkan.


Kemudian mereka disuruh bergantian ke toilet untuk mengambil sample urin. 


Joon Young dan rekannya menginterogasi Steve, tapi yang bicara manajernya karena Steve masih setengah sadar.

"Steve ini benar-benar naif, jadi dia tidak bisa minum." Kata Manajer.

"Ya makanya, kita nanti bisa tahu dia mabuk atau teler kalau rambut dan urinnya diuji." Jawab rekan Joon Young.

"Pak, dia ini harus segera merilis album."

"Album itu hal terakhir yang harusnya kau khawatirkan. Dia ini bisa saja nanti masuk penjara."

Disana juga ada pengacara yang harusnya membela, tapi malah keluar karena mendapat telfon.


Rekan Joon Young mendapat telfon mengenai pecandu itu yang pura-pura tidak bersalah. Katanya dia tidak kenal Steve.


Steve angkat bicara, ia ak terima pecandu itu tidak mengenalnya mengingat sudah banyak membeli narkoba dari.. Manajer langsung menutup mulut Steve dengan tangannya. 

"Dia lagi sangat lemah sekarang, jadi dia akan tetap bungkam sampai pengacaranya tiba di sini."


Joon Young sedari tadi tidak fokus, ia bertnaya pada rekannya apa mereka sudah menyuruh yang lainnya pulang?

"Hasil tes urine-nya tak perlu menunggu lama, jadi orang-orang yang tidak bersalah sudah boleh pulang." Jawab rekannya.


Setelah penginterogasian selesai, Joon Young keluar, ia celingukan dan tiba-tiba Young Jae memanggilnya. Joon Young pun berbalik kebelakang dan melihat Young Jae tepat dibelakangnya. 


"Aku hampir tak mengenalimu." Kata Young Jae sambil senyum. tapi Jon Young nya diam saja, Young Jae tanya lagi, apa Joon Young tidak ingat dirinya? "Kau sudah banyak berubah. Kawat gigi dan kacamatamu kemana?"

"Ini sudah tujuh tahun berlalu."

"Benar juga. Sudah tujuh tahun. Sudah lama sekali, ya. Kenapa kita bisa bertemu disini? Aku sangat senang bertemu kau."

"Senang?"

Dan senyum di wajah Young Jae langsung lenyap.


Joo Ran keluar sambil mengelukan sepatunya yang hilang dan syal nya yang diambil orang. 


Lalu datanglah rombongan reporter yang memotret Steve. Joo Ran ikutan gugup, ia terus berkata kalau ia tidak bersalah. Joo Ran langsung memeluk Young Jae.


Mereka keluar setelah Steve keluar. Young Jae sekali lagi menoleh ke arah Joon Young tapi Joon Young tidak memandanganya sama sekali.


Joon Young terus melamun setelahnya, ia bahkan tidak ikut makan bersama anggota tim-nya. 


Young Jae juga sama dengan Joon Young, ia tidak bisa tidur.


Young Jae sudah menggapai mimpinya, ia bekerja sebagai Desainer rambut bersama Joo Ran. Joo Ran adalah bosnya dan memiliki beberapa pagawai. Sebelum mulai bekerja Joo Ran memberi pejelasan untuk para pegawai.

"Jika seorang arsitek tinggal di rumah yang jelek, akankah kau meminta orang itu membangun rumahmu? Jika perancang mode mengenakan pakaian tak rapi, akankah kau membeli pakaian dari perancang itu? Begitu juga dengan penata rambut. Bagi kita, gaya rambut kita sama pentingnya dengan kehidupan kita. Kalian harus lebih takut bagaimana hasil tatanan rambutmu daripada tertikam pisau.

Jangan hanya bertanya pelanggan ingin rambutnya ditata seperti apa. Kalian juga harus merekomendasikan jenis gaya rambut tertentu pada pelanggan. Lantas bagaimana caranya? Menurut kalian apa yang harus dilakukan? Kalian perlu belajar. Aku akan mendadak memeriksa portofolio kalian dan mempertimbangkannya saat kalian tes naik jabatan."


Hari ini sibuk seperti biasanya. Semuanya tidak ada yang menganggu karena banyaknya pelanggan.


Joo Ran meminta Young Jae menemaninya menemui dukun. Dukun mengatakan rarah, sangat-sangat luar biasa parah. Joo Ran, heran, parahnya dimana?

"Kau dikhianati oleh cinta pertamamu."

"Omo, kau juga bisa tahu itu?" Joo Ran kagum.

"Ada 1, 2, 3, 4, 5... . Aku bisa lihat banyak orang. Kau dikhianati oleh satu pria setiap tahun."

"Benar."

"Tepat ketika semua berjalan lancar, mereka malah menyakitimu lagi."

"Benar, benar."

"Ada banyak orang baik di luar sana. Tapi sepertinya kau hanya berkencan dengan orang jahat."

"Kau sungguh bisa menerawang itu?" Joo Ran hampir menangis.


Dukun itu tertarik pada Young Jae yang menurutnya lebih memiliki aura positif. Ia bertanya kapan ultah Young Jae. Young Jae tidak mau menyebutkannya. Joo Ran yang memberitahu karena ia sudah erlanjut pesan, susah tau untuk mendapatkan giliran. TTL Young Jae 1 Agustus 1987.

"Ulang tahunmu juga bagus. Kau akan menemukan seorang pria tahun ini. Tapi bukan satu pria, tapi dua." Kata dukun.

Joo Ran sangat senang sampai memukul lengan Young Jae.

Dukun: Kau tak pantas berbahagia buat orang lain. Hidupmu kesepian sekali. Seluruh hidupmu penuh dengan kesepian.

Joo Ran: Apa ada cara yang bisa mengubah itu?

Dukun: Daripada menghabiskan uang buat hal-hal seperti ini.. kau harus ikut komunitas sosial. Di suatu tempat yang banyak prianya.

Itu membuat Young Jae tersenyum dan mengajak Joo Ran keluar.


Dalam perjalanan, Joo Ran terus mengeluh, "Apa? Komunitas sosial? Aku 'kan pesan jasa dia bukan buat dengar dia bilang begitu. Katanya pelayanan dia tak bagus akhir-akhir ini. Awas saja, nanti kukasih komentar jelek di situs dia."

"Unni sudah banyak berkencan. Apa kau tidak bosan?"

"Tentu bosan."

"Tapi kenapa kau begitu terobsesi pacaran?"


"Aku hanya lelah dengan orang-orang yang selalu kalkulatif dan tidak jujur. Aku ini bukan umur awal 30-an lagi. Aku sudah 35 tahun sekarang. Aku harus bertemu seorang pria yang ingin cepat menikah... dan langsung menikah. Aku ingin melahirkan anak perempuan yang cantik sebelum terlambat. Kau 'kan tahu tujuan hidupku."

"Pasti sangat menyenangkan punya anak yang mirip sepertimu."

"Jika aku melahirkan anak yang mirip denganku, aku harus menghemat uang biar dia bisa operasi plastik. Dia bilang kau akan berhubungan dengan dua pria tahun ini, jadi tetaplah waspada, dan pilih yang benar."

"Aigoo.. Memikirkannya saja sudah melelahkan sekali. Sungguh membuang-buang emosi, waktu, dan uang."

"Perempuan sepertimu itu menikah saat kau menemukan pria yang tepat."

"Sudahlah. Aku cukup dengan hanya bekerja."

"Untung aku bos. Pasti mengerikan jika aku jadi bawahanmu. Lihatlah bagaimana semua anggota stafmu  berat badannya jadi turun."

"Lagipula mereka juga lagi diet. Unni, turunkan aku di sini."


Joo Ran menghentikan mobil, tapi ia tetap membujuk Young Jae untuk menemaninya minum di rumahnya dan besok pagi bisa berangkat kerja bersama.

"Kau memang kesepian belakangan ini. Apa kau mengalami menopause? Apa nanti kau bisa hamil?"

"Ih! Pulang sana kau."

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap