Monday, October 1, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 2 Part 3


Sumber: jtbc


Di dalam bar, Joon Young membereskan tas Young Jae. Ia memungut gunting yang jatuh terinjak di lantai.


So Hee sendirian, ia menelfon Sang Hyun untuk menemuinya, jika tidak, artinya hubungan mereka berakhir.

"Baiklah. Kuharap kita benar-benar berakhir."

So Hee tambah kesal.


Sang Hyun menemani Joon Young, ia tidak mengatakan apa-apa, hanya menepuk punggung Joon Young untuk menyemangatinya.


Joon Young datang ke salon Young Jae, tapi tutup dan gelap, ia duduk di tangga depan pintu.

Joon Young membuka set gunting potong Young Jae, ia mengelap gunting yang terinjak tadi dengan kaus yang ia pakai.


Young Jae mengurung diri di kamar, ia pura-pura tidur saat Soo Hee dan Young In datang.


Esoknya, Joon Young datang di jam kerja Young Jae untuk mengembalikan tas Young Jae.


Young Jae menemuinya di luar salon untuk menerima tasnya. Joon Young mau berbincang tapi Young Jae beralasan harus kembali kerja.

"Kapan kau selesai? Aku akan menunggu. Sampai kau datang, aku akan menunggu."

Tapi Young Jae tidak menjawab.


Joon Young menepati omongannya. Ia terus menunggu di tempat makan, tapi sampai larut Young Jae tidak datang.


Akhirnya Joon Young mendatangi salon dan salonnya sudah tutup, sudah gelap.


Joon Young murung, bahkan saat Ri Won membangunkannya di pagi hari, ia tidak bergerak atau menjawab.


Intinya, Joon Young kehilangan semangatnya, baik itu di jalan, dikampus dan dimanapun.

Ia mencoba menghubungi Young Jae tapi tidak bisa. Sang Hyun khawatir, tapi Joon Young menggelengkan kepalanya saat ditanya kenapa.


Joon Young kembali mendatangi salon, tapi pemilik salon hanya sendiri di dalam, ia pun tidak jadi masuk.


Bahkan Joon Young bolos kelas tidak seperti biasanya. Sang Hyun hanya bisa menghela nafas.


Joon Young terus menelfoni Young Jae tapi ponsel Young Jae mati terus-terusan.


Joon Young pulang masih tanpa semangat dan ia melihat ada beberapa kardus bir di ruang tamu. Itu adalah hadiah yang dikirimkan atas kemenangannya dalam kontes bir beberapa hari lalu. Ia juga dikirimi hasil fotonya.

Joon Young jadi semakin teringat dengan Young Jae.


Saat makan malam, ayah menyinggung soal 'Dia' yang belakang tidak menghubungi Ri Won lagi. Ri Won menjawab dengan santai kalau 'Dia' sudah pacaran dengan cewek lain.

Ayah: Apa? Dia sudah berubah pikiran?

Ri Won: Laki-laki memang begitu belakangan ini.


Ibu: Kalau aku jadi dia, aku juga bakal cari cewek lain. Kenapa pula dia terus menyukai orang yang tidak pernah angkat teleponnya?

Ayah: Zaman sekarang, laki-laki semuanya tak gigih. Tak ada kesabaran atau romantisme. Zaman Ayah dulu saja, tak ada ponsel. Kami mengunjungi rumah si cewek dan menunggu mereka semalaman. Kami akan menunggu sampai hari berikutnya. Kami akan terus menunggu sampai mereka akhirnya mau bertemu kami.

Ri Won: Ayah. Kalau zaman sekarang, nanti dianggap menguntit.

Ayah: Menguntit, apaan. Dengan begitu, kalian bisa saling menyukai dan berkesempatan saling bertemu lagi. Begitulah caramu menjadi orang yang penuh kasih sayang.


Ibu: Tapi kenapa kau tidak makan, Nak (Joon Young)?

Ri Won: Dia lagi puber belakangan ini. Dia bakal makin tak keruan kalau Ayah Ibu ikut campur urusan dia kalau lagi puber begitu. Dia cuma mengalami pendewasaan diri, jadi jangan hiraukan dia.

Joon Young tiba-tiba berdiri dan pamit keluar sebentar.


Joon Young kembali mendatangi salon. Kali ini ia memberanikan diri masuk dan menanyakan Young Jae. Untung salah satu pelanggan ada yang kenal karena pemiliknya sedang keluar.

"Anak yang tinggal di rumah atap seberang SMP itu. Dia bekerja di sini. Kalau dipikir-pikir, aku tak lihat dia belakangan ini."


Young Jae pulang dan ia melihat Joon Young sudah menunggunya. 

"Kenapa kau di sini?" Tanya Joon Young.

"Ponselmu mati. Aku sangat khawatir denganmu. Katanya, kau tidak bekerja di salon rambut lagi."

"Bukan urusanmu."

"Young Jae. Jika ini karena apa yang terjadi hari itu, aku sungguh minta maaf."

"Kenapa kau minta maaf? Akulah yang berbohong."

"Tidak, aku tidak peduli dengan kebohonganmu. Aku juga tak peduli walau kau bukan anak kuliahan."


Young Jae malah kesal, Joon Young pikir dirinya itu siapa? Sudah lihat kan bagaimana ia hidup. Benar, ia berbeda dari orang-orang seperti Young Jae. Ia tidak bisa minum-minum, kencan, dan nongkrong seperti mereka.

"Terima kasih sudah membiarkanku menyadari diriku." Tutup Young Jae.

"Young Jae-ya~"

"Jangan panggil namaku. Aku merasa sangat hina, telah berusaha tanpa menyadari diriku. Aku tak suka kau karena mengajakku ke sana dan membuatku seperti orang yang menyedihkan. Aku benci pria yang kaku dan lamban sepertimu. Kau masih juga tak paham? Enyahlah."


Dan Joon Young pun terpaksa pergi. Tapi sebenarnya Young Jae juga sakit setelah mengatakannya.


Joon Young sangat tidak bersemangat kali ini, tapi ia tetap berjalan walaupun dengan langkah gontai. Ia baru saja mengenal cinta dan harus patah hati secepat ini.


Tiba-tiba turun hujan, tapi Joon Young seperti tidak menyadarinya, pikirannya dipenuhi oleh Young Jae.


JooN Young berakhir di warung tenda pinggir jalan, ia minum banyak banget. Lalu datanglah Sang Hyun.

"Kau minum semua ini sendirian? Kenapa kau tidak menelepon?" Tanya Sang Hyun.

"Sang Hyun-ah~  Sang Hyun-ah~

"Aih.. Cengeng sekali."


Joon Young menangis tersedu sambil memanggil-manggil Sang Hyun. Sang Hyun memeluknya.


"Ketika seluruh dunia membicarakan tentang pembunuhan berantai, hubungan asmara satu hariku berakhir dengan tenang  sebelum orang lain menyadarinya."

Joon Young menggunting satu-satunya fotonya bersama Young Jae.


Setelahnya, Joon Young mendaftar wajib militer. Saat cuti ia mendatangi salon, tapi Young Jae sudah tidak bekerja disana.


Sang Hyun mencoba mengenalkannya pada cewek, tapi Joon Young kayaknya tidak tertarik, ia hanya terus minum.


Joon Young berjalan pulang sendirian, ia sangat mabuk sampai muntah di jalan. Keknya acara patah hatinya belum selesai.


Joon Young melihat pengumuman pendaftaran polisi.


 Ia memutuskan ikut dan belajar dengan serius.


Joon Young ikut tes pertama dan langsung lulus.

Awal Tahun 2013


Setelah bertahun-tahun akhirnya Joon Young kembali bertemu dengan Young Jae.

"Di dunia ini, ada dua tipe wanita. Wanita yang harus kau temui dan wanita yang sebaiknya tidak perlu kau temui. Dan hari ini, aku bertemu dengan tipe ketiga. Wanita yang seharusnya tidak pernah kutemui lagi. Si wanita jahat itu."

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap