Monday, October 1, 2018

Sinopsis The Third Charm Episode 2 Part 2


Sumber: jtbc


Di rumah, Young Jae dan Soo Jae mengadakan upacara hari peringatan kematian nenek mereka secara sederhana.


Saat mencuci piring, Soo Jae bertanya, apa Young Jae tak rindu Ayah dan Ibu?

"Aku cuma merindukan nenek kita yang kesusahan membesarkan kita. Ibu dan Ayah meninggal terlalu cepat, jadi aku tidak begitu ingat mereka. Mungkin karena itu, tapi aku juga tidak merindukan mereka."


"Kau dewasa lebih cepat karena sadar kau tak pandai belajar buat masuk universitas. Dan kita dilahirkan sehat tanpa penyakit. Ayah Ibu kita sudah berusaha semampu mereka. Lihatlah sekencang apa lenganmu dan sekuat apa kakiku."

"Ah.. Kau tak bersih mencucinya. Aku akan memarahimu kalau cuciannya tak bersih, ya."

"Kenapa kau tidak pergi saja dan bawa pacarmu kesini? Hanya pria yang mengenali pria."

"Lupakan itu."

"Berarti memang ada yang terjadi padamu. Tunjukkan dia padaku selagi aku bersikap baik. Kau itu wajib memperkenalkan pacarmu pada kakakmu dan kepala keluarga ini. Dan aku bertanggung jawab untuk menemui pacarmu."

"Dia belum jadi pacarku."

"Belum"? Terus kapan? Kapan? Kapan? Kau mengeriting rambutnya, bukannya dia berarti pacarmu?"

"Dasar."


Young Jae membuka hadiah dari Joon Young dan ia mendengarkan lagu-lagunya.


Hari-H: Bar Satu Hari Jurusan Teknik Kimia, Univ. Sejin.

Joon Young berpakaian rapi dan itu menimbulkan tanya Teman 1 yang memakai celemek, ia heran melihat Joon Young rapi padahal nanti juga akan menemaninya mencuci piring.

Teman 2 mempermasalahkan tatanan rambut Joon Young dan apa Joon Young pikir wanita itu akan datang?

"Dia pasti datang, ya 'kan?" Tanya Joon Young.

"Entahlah." Jawab Teman 2



Datanglah Sang Hyun dengan setangkai bunga, ia berkata kalau wanita itu sama sekali takkan datang.

"Kenapa?" Tanya Sang Hyun.

"Kau, coba lihat rambutmu itu. Maksudku, dialah yang membuat rambutmu seperti itu. Memang ada wanita di dunia ini yang mengeriting rambut orang yang disukainya seperti itu?"


So Hee dan Mi Young datang, semua bersorak untuk So Hee. Sang Hyun dan Teman 2 ke depan untuk menyanbut mereka, sementara Teman 1 kembali ke tempat cuci piring.

Sang Hyun memberikan bunga untuk So Hee. Teman 2 meniri gayanya dan memberikannya pada Mi Young.


Pesta dimulai, ada yang asyik ikutan game, ada yang asyik ngobrol, ada yang bersorak. Cuma Joon Young doang yang murung.


Seseorang mendekati Joon Young karena tidak punya pasangan. Dia menyuruh Joon Young menjaga pintu masuk dan memandu tamu.


Akhirnya Young Jae datang juga saat Joon Young sudah putus asa. Joon Young langsung memberinya bunga.


Young Jae pun bergabung bersama yang lain. Teman 1 tertarik dengan Young Jae dan menyayangkan karena Young Jae hari itu datang terlambat. So Hee sudah mulai cemburu pada Young Jae. 


Mi Young juga sangat senang karena Young Jae datang hari ini. Young Jae bertanya soal warna rambut Mi Young, alami kan? Dan Mi Young membenarkan.


Young Jae berkata pada Joon Young kalau hari ini hari pertama mereka jadian sayangnya Joon Young tidak jelas. Lalu Young Jae berbisik pada Joon Young.

"Hari ini hari pertama kita, ya."

Joon Young terdiam, semua seakan-akan berhenti dan hanya dirinya yang bergerak.

Tapi itu cuma sebentar karena selanjutnya Young Jae melanjutkan bicaranya. Ada yang mau Young Jae katakan, tapi nanti aja.

"Apa itu?"

"Tak jadi. Nanti saja kuberitahu."

"Apaan?"

"Nanti saja. Aku ke kamar kecil dulu."


Sang Hyun langsung mendekati Joon Young. Ia tak menyangka Joon Young akan sama Young Jae soalnya kemarin kekeh bilang kalau Young Jae bukan tipenya.

"Katamu, karena rambutku, dia takkan datang." Balas Joon Young.


Dan Sang Hyun membelai rambut Joon Young sambil ketawa, senang? bersemangat? Joon Young mengangguk.

So Hee memperhatikan mereka sambil cemberut.


So Hee dan Mi Young ke toilet bareng. Mi Young membicarakan So Hee yang cantik banget pakai gaun itu.

"Menurutmu itu cantik? Kumal begitu." Balas So He, "Aku pun sampai kaget. Kenapa pula dia ada di sini?"


Ternyata Young Jae ada di salah satu bilik toilet dan ia langsung bertanya balik pada So Hee saat keluar, So Hee sendiri kenapa ada disana?

"Kau menguping kami? Menyebalkan sekali."

"Jika ada yang ingin kau katakan, katakan langsung. Jangan bicara di belakangku."

"Kau masih bertemu pria itu? Konyol sekali."

"Menurutku rambutmu yang lebih konyol."

"Apa?!"

"Sangat kumal. Salon rambut di Gangnam berarti tak bagus-bagus amat."


Young Jae pergi setelah mempermalukan So Hee. Diam-diam Mi Young ketawa.


Pesta memasuki pada inti acara, Lomba tari pasangan. Pasangan terbaik akan menerima satu set cincin pasangan yang bernilai 200 ribu won!


Teman 2 menarik Mi Young untuk menari pertama, tapi mereka sama sekali gak kompak dan itu mengecewakan penonton.


Tim pencuci piring juga unjuk kebolehan, tapi langsung diusir oleh pemandu acara.


Selanjutnya So Hee dan Sang Hyun yang naik panggung. Sejauh ini mereka yang paling kompak.


Young Jae tidak mau kalah dong, ia menarikan lagu seksi bersama Joon Young dan berhasil memenangkan lomba ini.


Mereka menerima hadiah cincin pasangan seperti yang dijanjikan. Penonton ingin pemandu acara menginterview Young Jae.

"Bisa sebutkan nama dan jurusanmu?"


Young Jae hanya diam.

"Lihatlah dia membuat kita jadi penasaran. Itulah yang bisa dilakukan wanita cantik. Biar kutanya lagi. Baiklah, apa jurusanmu? Tahun berapa kau masuk kuliah? Dan siapa namamu?"

"Aku bukan mahasiswa dari universitas ini."

"Sudah kuduga! Aku sudah jadi mahasiswa di sini selama delapan tahun. Dan aku belum pernah melihat wanita cantik seperti dia. Ya, 'kan? Izinkan aku bertanya lagi. Kau dari kampus mana?"

Young Jae melihat Joon Young. Joon Young berbisik, tak apa, beritahu saja mereka.


Young Jae baru akan menjelaskan tapi So Hee nyeletuk duluan.

"Kau itu lulusan SMA. Kenapa kau tidak bisa memberi tahu semua orang kau tidak kuliah? Sepertinya kau tidak berani bilang ke orang kalau kau berpura-pura jadi anak kuliahan buat merayu pria."


Bukan hanya itu, So Hee membuka tas Young Jae dan mengeluaran semua isinya ke lantai.


Young Jae pun turun panggung untuk membereskan tasnya. Tapi So Hee masih belum berhenti.

"Kau tidak pintar dan keluargamu miskin. Setidaknya kau harusnya punya hati nurani. Kau itu cuma asisten di salon rambut kompleks rumahmu."


Young Jae tidak tahan, ia pun menampar So Hee. So Hee tidak terima, mereka jambak-jambakan. Joon Young sampai harus memisahkan mereka.

Tapi karena So Hee terlempar jatuh, jadi Joon Young membantu So Hee berdiri, walaupun akhirnya tangan Joon Young ditepis So Hee.


Young Jae keluar, Joon Young mengejar, tapi kehilangan Young Jae, ia pun kembali ke bar.


Sementara itu, Young Jae sendirian di halte dengan nafas ngos-ngosan dan rambut berantakan.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap