Friday, October 19, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 5 Part 2

Sumber: tvN


Moo Young memutar balik mobilnya karena ia melihat seseorang.


Di halte, Jin Kang menelfon CEO Hwang, ia meminta ijin tidak masuk sehari karena sakit.


Moo Young menghentikan mobil di depan halte, tapi Jin Kang tidak menyadari itu, ia terus jalan. Moo Young lalu membunyikan klakson. 


Barulah Jin Kang menoleh dan Moo Young dari dalam mobil melambai.


Moo Young mengantar Jin Kang pulang dan sebelum Jin Kang turun, ia bertanya, apa Jin Kang sungguh baik-baik saja? Jin Kang mengiyakan, ia hanya sedikit demam.

Saat Jin Kang memakai tasnya, ia melihat buku Oppa nya ada disana, ia pun mengambilnya. 

"Terima kasih. Hati - hati pulangnya." Ucap Jin Kang lalu turun.


Moo Young tidak tega membiarkan Jin Kang sendiri, ia pun ikut turun. Jin Kang mengeluarkan kunci gerbang, ia akan membukanya tapi karena hanya menggunakan tangan satu, akhirnya kuncinya jatuh.

Moo Young mengambilkannya dan membukakakn pintu gerbang untuk Jin Kang. Moo Young melakukannya tanpa mengatakan apa-apa. 

Moo Young terus berjalan masuk sampai di depan pintu rumah Jin Kang, ia kira menggunakan kunci juga, tapi ternyata menggunakan password. Maka ia pun mengembalikan kunci tadi pada Jin Kang.


Jin Kang menekan password rumahnya dan Moo Young berdiri tepat dibelakangnya memperhatikan. Jin Kang kemudian masuk setelah membukanya dan tanpa mengatakan apapun pada Moo Young.

Moo Young pun segera keluar dan menuju mobilnya. 


Yu Ri melihat rekaman kamera dasbornya.

Suara Moo Young: Detektif itu tahu tentangmu. Karena kamu hampir membunuh adiknya.

Yu Ri langsung melepaskan memory card kameranya dan membuangnya, tapi ia memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya. 


Jin Kook melihat rekaman CCTV dengan tenang, tapi saat ia teringat kejadian semalam, ia langsung berdiri kaget. Petugas heran, kenapa Jin Kook terus seperti itu sejak tadi?

"Apa? Tidak, bukan apa-apa. Kembali bekerja. Bukan apa-apa." Elak Jin Kook dan ia pun kembali duduk.


Seung Ah menjual studionya padahal itu baru ia renovasi. Pihak real estate mengatakan kalau studio Seung Ah bisa cepat terjual. Seung Ah bersyukur.


Seung Ah lalu mengirim pesan pada Moo Young.

"Ini aku, Moo Young-ssi. Aku menyesal membuatmu menunggu. Kita bisa bertemu sekarang. Hubungi aku segera."


Moo Young sedang melakukan pengecekan saat pesan Seung Ah masuk, tapi ia mengabaikannya.


Lalu CEO Jung menghampiri untuk menanyakan bagaimana resep bir untuk pesta pernikahan Woo Sang. Moo Young sudah menyelesaikannya dan mengajak CEO Jung mencicipinya.


Kebetulan ada Hee Joon disana, Moo Young pun menyuruh Hee Joon menyelesaikan sisa pekerjaannya tadi.

Hee Joon: Dia tidak punya harga diri ya? Kenapa mengerjakannya?


So Jung menghampiri Jin Kook yang sedang mengamati CCTV. Ia langsung bertanya, apa Jin Kook sudah menangkap Kim Moo Young? Jin Kook kesal pada Cho Rong yang bilang-bilang lagi pada So Jung.

"Kamu tahu kan.. itu mulutnya.. mulutnya begitu ringan, itu amat bagus. Jadi kamu sudah menangkapnya atau tidak? Aku seharusnya melihat payung itu, tapi tidak muncul-muncul."

"Omona. Ah bikin kaget."


So Jung mengangkat tangan Jin kook yang diborgol dengan kursi, apa lagi sih itu?

"Kalau tidak, aku mungkin membuat keributan seperti orang gila."

"Apa maksudmu, keributan seperti orang gila?"

"Aku tidak ingin mengacaukan urusan orang lain."

"Ada apa? Menakutkan saja."


Moo Young bertemu dengan Yu Ri. Yu Ri khawatir Moo Young akan marah tapi Moo Young menggeleng sambil tersenyum. 

"Aku serius. Kamu tahu aku berhenti minum obat sejak kita bertemu. Aku hanya meminumnya sekali karena tidak bisa tidur semalam."

"Aku tahu. Apa detektif itu menemuimu?"

"Tidak."

"Tapi kenapa kamu mencoba menabraknya?"

"Sejujurnya?"

Moo Young mengangguk.


Yu Ri meminta Moo Young berjanji dulu, tidak akan marah, maka ia akan mengatakan yang sebenarnya. 

"Berjanji bukan kebiasaanku. Aku tidak akan marah. Katakan. Apa kamu memberi detektif itu pelajaran? Andai dia menggangguku?"

"Tidak. Untuk apa aku mengusik polisi? Aku tidak gila. Hidupku sudah cukup sibuk. Ternyata gadis itu adalah adik detektif itu."

"Rupanya kamu mengikuti gadis itu sejak awal."

Yu Ri tersenyum. Moo Young lalu menanyakan alasan Yu Ri melakukannya.


So Jung emosi setelah mendengar cerita Jin Kook. Ia menyuruh Jin Kook menjebloskan Yu Ri ke penjara saja. 

"Lalu? Setelah itu apa?" Tanya Jin Kook.

"Benar juga. Masalah tuntas jika mereka bilang dia parkir di depan rumahmu, lalu tidur. Bahkan mungkin kamu tidak perlu mengurus berkasnya."

"Itu sebabnya aku perlu mengetahui motifnya. Tapi makin dipikirkan, makin aneh. Mulanya, kukira dia berusaha menakutiku, agar aku tidak mengusik Moo Myung. Tapi inilah anehnya. Jika aku target dia sejak awal. akan lebih cepat jika dia menunggu di kantor polisi. Aku langsung pulang begitu jam kerja berakhir."

"Benar."

"Lalu kenapa dia di depan rumahku? Kenapa dia menunggu di depan rumahku selarut itu dan mengincar Jin Kang? Bukan aku? Jangan-jangan, Jin Kang adalah targetnya sejak awal?"

"Mustahil. Tidak ada alasan untuk membunuh Jin Kang."

"Benar sekali."


Moo Young keluar dengan kesal. Yu Ri mengejarnya dan menghentikannya. 

"Apa ini karena dia yatim piatu? Karena kalian sama-sama yatim piatu?"

Moo Young masih diam. Yu Ri melanjutkan,  "Jika bukan, kenapa? Kenapa kamu berlaku seperti itu kepadanya? Dia tidak cantik."

"Apa maksudmu?"

"Kamu menyukainya."

"Apa?"

"Kamu menyukainya."

"Aku?"

"Ya, jelas sekali. Kamu bahkan tidak menyadari perasaanku?"

"Entahlah. Akan kupikirkan."


Moo Young kembali pergi. Yu Ri mengancam, "Jangan pergi. Akan kubocorkan semuanya jika kamu pergi. Akan kuberi tahu polisi!"

Moo Young akhirnya berbalik. Yu Ri membertahu kalau ia ingat semuanya, ingat kejadian di rumah Mi Yeon malam itu, akan kulaporkan semuanya karena kini ia ingat.

"Terserah kamu saja." Jawab Moo Young dan melanjutkan pergi.

Yu Ri sedih, ia juga kesal sih, soalnya Moo Young tadi bilang gak akan marah, tapi nyatanya marah beneran.

2 komentar:

  1. menunggu sinopsis selanjutnya...ceritanya kereen bikin penasaran

    ReplyDelete
  2. Buruann kakk..gk sabar nunggu lnjutannya..

    ReplyDelete