Sunday, October 28, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 8 Part 2

Sumber: tvN


Jin Kook tidak bisa tidur, ia pun bangun dan mengecek Jin Kang, tapi kamar Jin Kang kosong.


Ternyata Jin Kang di rumah Moo Young, sedang memberi makan Kang.


Jin Kook menemui Sang Jin. 


Jin Kang menjenuk Seung Ah. Seung Ah masih belum sadarkan diri.


Jin Kang melihat Sekretaris Choi, ia menanyakan keberadaan Moo Young. 

"Kim Moo Young?" Sekretaris Choi pura-pura gak kenal. 

"Anda berada di Wonyoung-dong hari Kamis malam lalu."

"Benarkah?"

"Kita bertabrakan di depan Percetakan Wonyoung. Di depan rumah Kim Moo Young."

"Aku tidak mengerti maksud Anda. Sepertinya Anda salah orang. Permisi."

"Bisakah katakan di mana dia? Apa dia.. masih hidup?"

Sekretaris Choi tidak menjawabnya.


Jin Kook dan Sang Jin minum-minum. 

"Hei, aku paham kamu memang bedebah, tapi aku baru mendengar kabar duka ibumu tiga tahun kemudian. Terlebih, dari orang lain."

"Begitulah keadaannya. Maafkan aku Hyung." Kata Jin Kook.

"Maaf? Jika menyesal, minumlah. Minumlah, lalu pergi besok. Jika tidak, aku tidak sudi menemuimu lagi."

"Baiklah. Maafkan aku. Hyungnim."


Sang Jin lalu menanyakan tujuan Jin Kook menemuinya, ia yakin Jin Kook pasti punya tujuan khusus. Jin Kook langsung menanyakan dimana Moo Young.

"Kim Moo Young?" Ulang Sang Jin meminta penjelasan. 

"Korban kecelakaan mobil saat fajar dua hari lalu. Di mana kamu menyembunyikannya?"

"Sialan. Kamu menginterogasiku?"

"Aku terlalu gamblang. Maaf, aku gegabah sekali. Ini karena aku terlatih dengan sempurna. Kamu menyuruhku bertanya secara gamblang agar lawan bicara..."

"Menjawab secara gamblang. Dasar lemah. Beraninya mengaku terlatih, lantas kenapa kamu menjadi bawahan mantan bawahanmu? Aku dengar kamu anggota tim Lee Kyung Chul."

"Ya. Apa itu hal memalukan?"

"Bukan sekadar memalukan. Kamu seharusnya sangat malu. Omong-omong, kenapa kamu bertanya begitu? Kamu mengenalnya?"


Jin Kook membenarkan, jadi ia harap Sang Jin bisa mengatakan semuanya yang ia tahu tanpa perhitungan. 

"Entahlah. Aku juga tidak tahu k eberadaannya."


Noona melayat Woo Sang. Ia pura-pura sedih dihadapan para tamu, tapi langsung menghapus airmatanya saat di lift.


Noona masuk ke kamar VIP, di depan Sekretaris Choi menjaga pintu. Ternyata dalah ruangan itu terbaringlah Moo Young.


Sang Jin: Dia saksi mata. Tentu saja mereka sensitif soal dia. Entah kapan dia akan siuman dan apa yang akan dia bocorkan saat siuman.

Jin Kook: Maksudmu dia koma?

Sang Jin: Aku tidak tahu jika sekarang, tapi saat kecelakaan terjadi, ya. Kabarnya, kondisinya tidak begitu kritis. Omong-omong, kamu pernah melihat cek senilai dua juta dolar?

Jin Kook: Cek senilai dua juta dolar? 

Sang Jin: Ya. Kasus ini mengenai cinta segitiga. Itu sebabnya perusahaan dia berusaha menutupi kasus ini. Cek senilai dua juta dolar ditemukan di tas Seung Ah. Ada memo yang ikut diselipkan. Kurasa pria itu yang menulisnya. Apa isinya? "Aku belum yakin ini cinta, tapi ayo kita pergi".  Semacam itu. Kurasa saat melarikan diri berdua, mereka tepergok oleh konglomerat yang tewas itu. Saat kecelakaan itu terjadi, Jang Woo Sang mabuk berat. Mobil wanita itu terselip akibat hujan di depan Jang Woo Sang. Lalu Jang Woo Sang menabraknya begitu saja. Titik benturan di kedua mobil sama persis.

Jin Kook: Maksudmu, Woo Sang tidak mengerem mobil?

Sang Jin: Benar. Jika Woo Sang menginjak rem, mobil Woo Sang akan tampak seperti tersedot ke dasar mobil Seung Ah. Titik benturannya akan lebih rendah. Namun, di kasus ini, titik benturannya nyaris sejajar. Bagaimana menurutmu? Dia sengaja menabraknya untuk mati bersama.


Jin Kang tersentak dlam tidurnya karena teringat kejadian itu. Ia langsung keluar dan menuju rumah Moo Young. 


Ia mencoba membuka pintu tapi masih terkunci. Jin Kang putus asa banget menunggu Moo Young. Ia menangis. 


Cho Rong mendatangi tempat latihan balet. Disana ia melihat gelas dari festival itu dan ia langsung melaporkannya pada Jin Kook.


Cho Rong: Gelas bir di foto pesta Mi Yeon. Aku baru saja bertemu dengan teman kuliahnya. Aku menemukan gelas yang sama di ruang latihan.

Jin kook: Benarkah?

Cho Rong: Dia dan teman-temannya termasuk Mi Yeon mendapatkannya di sebuah pesta bir.

Jin Kook: Benar. Aku dengar itu dibuat untuk festival bir.

Cho ROng: Benar. Aku harus menyelidikinya lebih lanjut. Di mana kamu?

Jin Kook: Aku akan kembali ke kantor dua jam lagi. Sampai nanti. Ya.


Jin Kook permisi tapi Sang Jin tiba-tiba memberinya uang 50rb won. Sang Jin memberikannya agar Jin Kook bisa membelikan anak itu kudapan. 

"Kudapan apa? Anak itu hampir berumur 30 tahun."

"Astaga, sudahlah, beli kudapan untuknya. Belilah. Ya? Aku kasihan dengan anak itu. Hidupnya sungguh keras."

"Baiklah. Aku akan membelikannya kudapan." 

Jin Kook pun menerima uangnya. 


Sang Jin tiba-tiba bertanya, apa kebetulan Kyung Chul (Lee Timjang) tidak mengatakan apa-apa?

"Tentang apa?" Tanya Jin Kook.

"Anak lelaki itu datang."

"Anak lelaki?"

"Anak yang kamu cari selama ini."

"Dia datang? Kapan?"

"Lebih dari 20 tahun lalu. Sekitar tiga bulan setelah kamu pergi ke Seoul, dia mengunjungi kantor polisi. Aku sedang tidak di kantor saat itu. Kyung Chul menemuinya."


Dalam koma-nya Moo Young kembali mengingat masa kecilnya. Rado, air mendidih, pistol, dan suara tembakan. 


Moo Young membuka matanya karena suara tembakan itu.


Ia bangun, berpegangan pada pembatas tempat tidurnya, dan ia melihat Sekretaris Choi duduk di sofa di depannya.


Jin Kook langsung menodong Lee Timjang setibanya di kantor, kenapa tidak bilang anak itu mengunjungi kantor polisi?

"Apa maksudmu?"

"Kamu bertemu dengan anak lelaki yang kucari!!!"

"Apa maumu?!!! Aish!!!"


Jin Kook menanyakan apa yang Lee Timjang katakan pada anak itu, huh?!

"Apa gunanya sekarang?!!!! Aku menyuruhnya pergi."

"Apa?"

"Aku mengusirnya karena pria yang dia cari sedang tidak ada."

"Kamu serius?"

"Itu fakta. Kamu kabur ke Seoul dan tidak ada di kantor saat itu."


Lee Timjang pergi dengan kesal. Jin Kook sedih.

4 komentar:

  1. Waah makin susah ditebak alur ceritanya.kereeen... makasih udah membuat synopsis kereen ini

    ReplyDelete
  2. be with you nya kok gak dilanjutin?

    ReplyDelete
  3. Like bgt sama tata bahasanya. Mudah dipahami. Semangat kakak... Q setia menanti.. 😁😁

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap