Saturday, October 27, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 7 Part 4

Sumber: tvN


Woo Sang memberikan pidato pembukaannya.

"Halo. Aku Jang Woo Sang, direktur Grup NJ. Selama 40 tahun terakhir, Grup NJ berusaha keras memproduksi makanan olahan berkualitas. Mempertahankan tradisi tanpa ketinggalan zaman. Selalu berjiwa muda, penuh semangat, dan ambisi. Aku bangga menyatakan kami telah berjuang keras. Kolaborasi kami dengan pub craft bir baru, Arts Brewery, adalah salah satu bentuk upaya kami. Berawal dari kolaborasi ini, NJ Food dan Arts Brewery akan bekerja sama dengan komunikasi secara terbuka di pasar makanan domestik yang kian berkembang setiap hari."

Woo Sang melihat Moo Young dan Moo Young mengangkat gelas berisi air putih (?) ke arahnya.


Jin Kang memperhatikan hal itu.


Jin Kang terus memperhatikan Moo Young selama acara berlangsung. 


CEO Hwang terus memperhatikan Woo Sang. 

CEO Hwang: Itu Direktur Jang. Bisakah kita mengusahakan sesuatu? Cobalah dekati dia agar kita bisa menangani semua desain di Grup NJ?

Jin Kang: Dasar.


Jin Kang melihat sekretarisnya Woo Sang dan ia langsung ingat siapa dia. DIa adalah orang yang ditabraknya di malam Moo Young dikeroyok. 


Jin Kang mengikuti arah pandangan Sekretaris itu dan Sekretaris itu memandang Moo Young.


Saat Woo Sang berbicara dengan rekan bisnisnya Moo Young mendekat. Woo Sang pun menyadari hal itu. Moo Young mengangkat gelasnya ke arah Woo Sang.


Dan setelah rekan bisnisnya pergi, Woo Sang mendekati Moo Young. 

"Apa maksudmu?" Tanya Moo Young. 

"Aku mengajakmu bermain."

"Jangan lancang. Apa maksudmu?"

"Maksudku? Baiklah."


Moo Young menunjukkan bekas luka-luka di wajah dan dadanya. Ia berkata kalau semuanya sakit saat ia dipukuli.

Moo Young: Aku paham. Kamu pasti sangat menderita karena putus hubungan dengan Seung Ah.

Woo Sang: Kabarnya, kalian sudah berpisah. Kamu mendapat uang darinya?

Moo Young: Maksudmu dua juta dolar itu? Jumlah yang lumayan untuk usahaku selama dua bulan.

Woo Sang: Bedebah.

Moo Young: Kamu juga mau? Kamu banyak membantuku. Aku tidak keberatan. Mari kita bagi dua. Bagaimana?


Woo Sang menegaskan sekali lagi, sudah ia bilang jangan lancang!

"Dengar. Aku bekerja di pesta penutupan pameran tembikar. Semua orang membicarakan Baek Seung Ah karena lahir dari keluarga kaya, memiliki kecantikan luar biasa, dan pacar yang kaya. Aku tidak begitu peduli karena kami memang tidak setara. Semua kekacauan ini tidak akan ada jika aku hanya melihat Seung Ah. Tapi aku juga melihatmu. Seketika aku tahu, menggodanya akan sangat mudah. Semuanya berkat kamu. Berkat kamu, dia mudah sekali terpikat olehku."


Dan tepat saat itu Seung Ah menghubunginya. Moo Young sengaja mengangkatnya di depan Woo Sang.

"Hai, Seung Ah. Aku menghadiri acara di Samseong-dong. Baik. Sampai jumpa."


Setelah menutup telfon. Moo Young menyuruh Woo Sang mengambil satu juta dolarnya dan enyahlah karena ia masih perlu berhubungan dengan Seung Ah.


Woo Sang ketawa, ia kemudian menoleh pada Jin Kang. 

"Orang yang sejenis akan berdekatan. Kudengar dia pacarmu. Yoo Jin Kang. Kalian memang serasi. Aku sudah menduganya sejak dia membujuk Seung Ah demi dapat tender. Ternyata dia hebat juga, lelakinya berhasil memeras Seung Ah."

Moo Young tidak bisa membalasnya kali ini. Terlebih seseorang memanggil Woo Sang.


Sebelum pergi, Woo Sang berbisik, "Minta saja jika butuh uang. Mungkin saja. Jika kamu memohon seperti anjing penurut, aku akan memberimu uang tambahan."


Jin Kang sedaritadi memperhatikan saat Moo Young dan Woo Sang berbicara. Moo Young melihat Jin Kang dan ia tersenyum.


Seung Ah memutuskan untuk pergi dan ia menulis surat untuk ibunya.

"Aku tidak akan meminta Ibu mengerti. Mungkin Ibu bertanya apa keistimewaan dia hingga aku mengorbankan segalanya. Tapi aku tidak mengorbankan apa pun. Akhirnya aku menemukan diriku yang kudambakan, cintaku, dan kebebasanku. Selamat tinggal. Maafkan aku, Ibu."

Tak lupa, Seung Ah memakai gelang pemberian Moo Young.


Jin Kang akhirnya bicara pada Moo Young. Ia bisa menebak pasti Woo Sang lah yang menyuruh orang-orang itu memukuli Moo Young. Moo Young menjawabnya dengan tersenyum. 

"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Jin Kang.

"Kamu mencemaskanku? Ah.. Aku berniat memprovokasinya, tapi ternyata malah sebaliknya."

"Apa-apaan kamu ini?"


Jin Kang tidak bisa melanjutkan bicaranya karena ponselnya bunyi, telfon dari CEO Hwang yag mengajaknya pulang.


Moo Young menyuruh Jin Kang segera pergi, karena jika Jin Kang terus disana ia akan kesulitan. 

"Kamu mau apa dengan orang semacam itu?"

"Tidak ada. Begitulah caraku menang."


CEO Hwang dan So Yeon mendekat, mereka menyapa Moo Young.  

Dan sebelum pergi, Jin kang memberi kode pada Moo Young agar tidak melakukan apapun. Moo Young hanya menyuruhnya pergi.


Woo Sang masuk mobil dan karena ia kesal dengan Moo Young tadi, ia langsung minum. 

Sekretaris: Saya akan mengantar Anda pulang.


Tapi Woo Sang melihat Seung Ah datang, ia pun keluar.


Seung Ah menghubungi seseorang, tapi saat melihat Woo Sang mendekat, ia membatalkan panggilannya. 

"Seharusnya kamu malu." Kata Seung Ah.

"Malu? Kenapa kamu begitu bodoh? Apa diperas dan dimanfaatkan belum cukup? Bisa-bisanya kamu masih ingin menemuinya?"

"Jangan bicara sembarangan tentang dia."

"Tahu apa yang dia katakan tentangmu? Kamu mudah terpikat olehnya dan jumlah uangnya lumayan untuk usaha dia selama dua bulan."


Moo Young mendekat, mengatakan kalau Seung Ah sudah tahu bahwa ia bedebah. Seung Ah mengerti.

Seung Ah: Tidak.


Lalu Seung Ah menatap Woo Sang, mengatakan kalau Woo Sang yang salah. Moo Young lalu mengajak Seung Ah pergi.


Tapi Woo Sang menarik tangan Seung Ah, "Jika kamu pergi, aku tidak akan menahan diri lagi."

"Lepaskan." Seung Ah menghempaskan tangan Woo Sang yang menarik tangannya.


Moo Young membukakan pintu mobil untuk Seung Ah. Seung Ah yang mengemudikan mobil dan ia duduk disampingnya.

Woo Sang kesel banget melihat muka Moo Young yang sombong itu. Ia tidak bisa membiarkan merak pergi, ia mengejarnya.


Jin Kng terus kepikiran Moo Young, ia tidak bisa pulang bersama CEO Hwang dan So Yeon, ia harus kembali. 


Jin Kang melihat Moo Young dan Seung Ah di dalam mobil. Dibelakng mereka, ia melihat Woo Sang sedang mengikuti.

Hujan tiba-tiba turun. 


Hujan tiba-tiba turun. 


Yu Ri akhirnya datang ke kantor polisi dan kebetulan Jin Kook sedang ada di luar. Yu Ri menggunakan payung itu. 


Woo Sang masih mengejar Seung Ah. Ia malah minum saat mengemudi, ia beber-bener kesal. 


Jin Kang mendatangi rumah Moo Young, ia mennegetuk pintu tapi tidak ada jawaban. 


Jin Kang menghubungi Moo Young, tapi tidak ada jawaban.


Moo Young meminta Seung Ah jangan sampai tertangkap oleh Woo Sang. Seung AH mengerti.


Tapi tiba-tiba ada mobil di depan mobil Seung Ah. Seung Ah ingin menghindari mobil itu, tapi mobilnya tergelincir. Woo Sang yang tepat di belakangnya tidak bisa menghindari mobil Seung Ah. Tabrakan pun tidak bisa dihindarkan.


Moo Young mengingat masa kecilnya saat tabrakan itu tarjadi. Ia ingat saat seseorang memanggilnya. 

"Kim Moo Young."


Ia lalu berlari dengan riang. Ada suara dua nak kecil, cewek dan cowok. 


Di rumah, pintunya tidak tertutup. Radionya menyala, memperdengarkan sebuah lagu dan diatas kompor air yang direbus sudah mendidih. 


Moo Young masuk, ia melihat air yang mendidih, tapi bukan hanya itu yag ia lihat, ia melihat seseorang menodongkan pistol. Lalu menembakkannya. 


Dan Moo Young memejamkan mantanya seiring suara tembakan itu.

Jadi benar anak yang ada di poster anak hilang milik Jin Kook adalah Moo Young.

1 komentar:

  1. Jangan-jangan jin kang itu adeknya moo young ya....

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap