Friday, October 12, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 3 Part 3

Sumber: tvN



Yoo Jin masih mengantar Jin Kang dan So Yeon berkeliling dan ia tak menyangka Moo Young akan kembali padahal tadi bilangnya tidak akan kembali.

Jin Kang terkejut melihat Moo Young. Ia fokus pada bekas luka bakar Moo Young.


Moo Young lalu bertanya, Jin Kang lihat apaan? Moo Young sadar kalau Jin Kang melihat bekas lukanya.


Hee Joon mengalihkan perhatian mereka, mengundang mereka untuk mencicipi bir mereka.
 

Jin Kook ingat saat Moo Young menatap foto Yu Ri di ruangannya kemarin. Dan saat ia terdiam berfikir, tiba-tiba hujan turun. Jin Kook langsung berlari, 


Jin Kang permisi karena pekerjaannya sudah selesai. Moo Young menawari, mau mencicipi bir stout? Jin Kang mau dan mendekati Moo Young.


Sembari Moo Young menyiapkan bir-nya, Jin Kang fokus pada bekas luka Moo Young. 


Jin Kang menerima bir itu, mencicipinya dan memuji rasnya, ia suka resep Master Gil Hyung Joo.

"Terima kasih. Sebenarnya, itu resepku." Jawab Moo Young.

"Ah.. Begitu rupanya. Rasanya enak sekali."

"Kamu sengaja menyuruh Nona Lim pergi? Tidak ada siapa pun di sini. Setelah semuanya pergi, kita hanya berdua."

"Aku juga pamit. Kamu sudah menyuruh semuanya pergi. Selamat bersenang-senang sendirian."

"Aku sengaja berganti sif. Aku bertukar jadwal dengan Hee Joon."

Tapi Jin Kang tetap pergi.


Jin Kang membuka pintu keluar dan ternyata hujannya cukup lebat. Moo Young hanya mengawasi.


Jin Kang berbalik, bertanya pada Moo Young, apa ia boleh pinjam payung?

"Payung? Aku harus meminjamkanmu payung untuk umum, bukan? Tidak ada payung untuk umum."

"Pinjamkan apa saja. Aku akan membeli payung di toko, lalu kukembalikan."

"Tidak ada satu pun. Wahh..Sepertinya hujannya akan lama. Tunggu sebentar. Akan kuantar."


Tapi Jin Kang tidak sabar, ia menggunakan kardus sebagai penutup kepala. Tapi Moo Young menariknya. Ia membuang kardus Jin Kang, kemudian berlari mengambil mobilnya.


Moo Young menyuruh Jin Kang masuk mobilnya. Ia berjanji tidak akan mengobrol dengan Jin Kang.


Jin Kang akhirnya mau menumpang mobil Moo Young. Moo Young melihat kaca sebelah Jin Kang buram karena embun. Ia lalu mengelapnya dan itu membuat Jin Kang kembali melihat bekas lukanya. Tapi Jin Kang hanya diam.


Seung Ah membawa kembali gaunnya. Ibu heran, kan ia ingin Seung Ah mengenakannya, kenapa dikembalikan?

Seung Ah bilang mau bicara. Ibu langsung memperbaiki duduknya untuk mendengarkan Seung Ah. 

"Aku tidak akan menikah dengan Woo Sang Oppa. Aku juga tidak akan menghadiri makan malam Pimpinan."

"Kenapa? Dia melarangmu?"

"Apa?"


"Teman kencanmu. Kenapa kamu terkejut? Pikirmu ibu tidak akan tahu? Kamu hebat. Hahah. Pria memang begitu. Ibu menunggu lama, tapi Woo Sang tidak pernah mengungkit pernikahan. Ibu heran dengannya. Tapi berhentilah bermain-main. Jangan menghasut Woo Sang lagi. Jangan menemui pemuda itu lagi."

"Ibu. Aku sungguh tidak mau menikah dengan Woo Sang Oppa. Aku tidak mau."

"Dia bukan orang biasa yang bisa kamu campakkan kapan saja. Woo Sang itu menakutkan. Hebat, bukan? Dia sangat gagah. Nyaman sekali."


Moo Young berhenti di pom bensin untuk mengisi BBM. Sementara Jin Kang ke toserba-nya untuk memberli payung.


Jin Kang sempat bingung memilihnya, mau beli dua atau satu? Tapi akhirnya ia beli satu. 


Moo Young masuk, ia mengambil payung, roti dan minuman. Ia meminta Jin Kang membayarnya.

Moo Young: Kamu tega sekali. Hujannya lebat, tapi kenapa kamu hanya membeli satu payung?

Moo Young keluar duluan.


Jin Kang mengikutinya sambil membawakan barang Moo Young. Jin Kang heran, kenapa Moo Young labil sekali? Biasanya Moo Young mempermainkannya seperti anak SD. Kini Moo Young terkesan marah tanpa sebab. Jika ingin mengusiknya, kenapa mengantarnya?

"Tidak perlu kaku. Kamulah yang labil. Bicaralah dengan santai seperti biasa." Ajak Moo Young.

"Baiklah. Kita bicara dengan santai."

Lalu Jin Kang duduk.


Moo Young menegaskan, Jin Kang lah yang pertama mengajaknya bicara karena alasan pribadi, bukan? Jin Kang kembali mengeluhkan sikap Moo Young yang benar-benar seperti bocah.

"Menjengkelkan. Aku menyangrai biji kopi agar kamu saksikan, tapi kamu abai. Jangan kecewa, Luka. Dia memang aneh. Wanita lain tidak begini. Sebenarnya, ini caraku memikat wanita. Kamu ingin bilang bahwa kamu juga memiliki luka bakar, bukan?"

"Pikirmu itu ampuh untuk memikat wanita?"


Tentu saja, jawab Moo Young. "Kasihan. Kapan kejadiannya? Pasti sakit". Jin Kang hanya tersenyum.


Moo Young: Lihatlah reaksi orang yang sempurna ini.

Jin Kang: Memangnya ada apa dengan luka bakar? Memiliki luka bakar itu biasa.

Moo Young: Raut wajahmu seperti berkata, "Aku tidak pernah terluka. Aku tidak rendah diri seperti harapanmu."

Jin Kang: Ya, aku tidak pernah terluka.

Dan Moo Young ingat kata-kata Seung Ah yang mengasihani Jin Kang.

Moo Young: Syukurlah kamu tidak pernah terluka.


Jin Kang melihat ponsel Moo Young berdering, dari Seung Ah. Jin Kang menyuruh Moo Young segera mengangkatnya karena nanti terputus, tapi Moo Young malah diem aja.

Jin Kang: Kenapa kamu tidak mengangkatnya?

Moo Young: Aku sedang bersama wanita lain.


Jin Kang: Wanita lain? Aku? Wah.. Itu jawaban paling konyol yang pernah kudengar.

Jin Kang bertanya karena penasaran, kenapa Moo Young melakukan itu? Tapi Moo Young malah menatap Jin Kang intens.

"Aku selalu mempersiapkan diri." Jawab Moo Young akhirnya.

"Selalu apa?"

"Mempersiapkan diri. Saat bersamamu, aku lupa berhenti. Semuanya terasa cepat berlalu. Tatapanmu.. terasa mengganjal. Aku kesal jika diam saja."

Moo Young kembali diam dan ia kesal lagi. Moo Young kemudian pergi.


Jin Kook sedang membuang sampah dan ia melihat Jin kang turun dari mobil Moo Young. Moo Young menyapa Jin Kook, lalu pergi.


Jin Kook ribut, menanyakan kenapa Jin Kang bisa diantar Moo Young.

"Tadi aku berkunjung ke tempat pembuatan bir. Itu sangat terkenal, namanya "Arts". Kami akan mendesain untuk mereka. Dia karyawan di sana. Cukup?"

" "Arts"? Apa posisi dia di sana?"

"Dia asisten produksi bir."

"Kamu! Jangan berurusan dengannya."

"Untuk apa aku berurusan dengannya? Jangan khawatir. Dia pacar Seung Ah."

"Apa? Seung Ah? Kim Moo Young dan Seung Ah berpacaran?"

"Pura-pura tidak tahu, ya. Ah.. Aku menyesal memberi tahu Kakak."


Jin Kang lalu masuk kamarnya. Dan Jin Kook menunjukkan wajah khawatirnya.

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

1 komentar:

  1. Drama nya menarik. Semangat untuk nulis sinopsis selanjutnya!!! 😊

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap