Monday, October 8, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 2 Part 4

Sumber: tvN


Cho Rong melapor pada Jin Kook kalau Choi Sang Hoon berhasil dibekuk. Dia ditangkap saat memakai kartu kredit di toko dekat Toronto. Ia akan mendatangi kementerian luar negeri. Sampai jumpa.

"Dia menggunakan kartu kredit?" Jin kook bingung.


Jin Kook melihat foto-foto rumah Choi Sang Hoon dan itu sangat berantakan.


Woo Sang main ke rumah Seung Ah, tapi Seung Ah nya cuek dan yang menemui Woo Sung adalah ibu Seung Ah. 

Ibu: Kenapa kamu baru turun? Direktur Jang akan mentraktir kita makan di luar.

Woo Sang: Mari ikut bersama kami.


Ibu: Traktir Seung Ah saja. Akhir-akhir ini, aku tidak nafsu makan.

Woo Sang: Ada masalah?

Ibu: Begini, ayahnya sulit tidur belakangan ini. Itu juga berdampak kepadaku. Dia wakil pimpinan, tapi dia tetap pegawai. Itu biasa terjadi pada semua pegawai di musim ini. Abaikan saja.

Woo Sang: Aku lupa memberi tahu Anda. Sebentar lagi ada kabar gembira. Jangan cemas dan tidurlah yang nyenyak.

Ibu: Aku baru tahu.

Seung Ah habis minum malah kembali lagi ke kamarnya. 


Woo Sang mengikuti Seung Ah ke kamar. Seung Ah bilang akan memberitahu ibunya, jadi Woo Sang bisa pergi.


Woo Sang bertanya siapa yang Seung Ah kencani akhir-akhir ini? Seung Ah hanya diam. Woo Sang melanjutkan, "Kamu tahu kapan kamu terlihat paling manis? Saat kamu berpikir "Semua ini percuma. Aku berbeda. Setidaknya aku tidak angkuh sepertimu". Saat ini. Manis sekali. Tapi.. kamu tidak bisa hidup tanpanya. Kita sama angkuhnya."

"Masa bodoh dengan pendapatmu. Aku membatalkannya."


Woo Sang berdiri, "Kucabut izinku. Berpisahlah dengannya. Ayahku kembali pekan depan. Aku akan mengenalkanmu. Mari kita menikah."

"Oppa! aku bukan bonekamu. Aku manusia."

"Manusia atau boneka, kamu tetap milikku. Berdandanlah, lalu turun."

Dan Woo Sang turun.


Jin kang melihat mobil Moo Young di depan kedai makanan, ia menengok ke dalam dan ada Moo Young disana, ia lalu masuk dan pesan makanan.


Jin Kang duduk di depam Moo Young. Tanpa ba-bi-bu, ia bertanya sapa wanita tempo hari di bioskop?

"Adikku." Jawab Moo Young singkat.

"Semua wanita pasti kamu anggap adik."

"Tidak, aku hanya punya satu adik lucu." Moo Young menunjuk Jin Kang.

"Seung Ah serius denganmu."

"Lantas?"

"Apa kamu juga serius?"


Moo Young membalik pertanyaan Jin Kang, bagaimana dengan Jin Kang sendiri? Tampaknya Cho Rong serius dengannya. 

"Jangan mengalihkan pembicaraan."

"Dia polisi. Pekerjaannya tetap. Sepertinya dia baik. Tapi dia terlalu naif. Bisakah aku mencintainya? Tidak, kami hanya berkencan. Akan kucoba berkencan dahulu". Inikah yang kamu maksud serius? Aku harus bagaimana?"

"Apa?"

"Sahabatmu berkenalan dengan seorang pria. Kamu penasaran apakah pria itu tulus mencintainya."

"Ya."

"Kamu tidak penasaran? Bagaimana perasaanmu jika pacarnya tidak serius?"

"Aku akan murka."

"Aku tidak memercayaimu."

"Tidak memercayai apa?"

"Mungkin kamu akan puas. "Sudah kuduga"."

"Mungkin itu sikapmu sendiri. Kamu senang melihat orang yang kamu sayang tersakiti?"


Moo Young: Mungkin.. Mungkin.. kamu terpikat kepadaku.. Tanpa sadar.

*Aku bang! Aku yang terpkat padamuh.. hahahaha

Jin Kang: Maaf, tapi itu tidak akan ampuh kepadaku.


Percakapan mereka terjeda oleh kedatangan Ahjumma yang memberikan pesanan Jin Kang. Setelah Ahjumma pergi, Moo Young menjawab pertanyaan Jin Kang. 

"Aku serius. Kamu ingin tahu ketulusanku kepada Seung Ah. Ya, aku serius."

Jin Kang terdiam. Moo Young menyuruhnya segera makan karena mie-nya mulai mekar.


Sebelum makan, Jin Kang sengaja menggulung lengan bajunya, ia menunjukkan bekas luka bakarnya pada Moo Young. Moo Young menatapnya.

"Belum pernah melihat luka bakar?" Tanya Jin Kang.

"Pernah."

"Pergilah jika sudah selesai."

"Itu dingin sekali."

"Kamu terganggu?"

"Tampaknya kamu yang terganggu. Kamu panik di depan pria itu."

"Itu kencan buta."

"Bagaimana denganku? Kamu tidak terganggu olehku?"

"Ya. Kenapa, ya? Aku tidak terganggu olehmu sama sekali."

Dan Moo Young teru menatap Jin Kang yang sedang makan.


Jin Kook curhat soal tertangkapnya Choi Sang Hoon pada So Jung. So Jung mengatakan tidak ada yang aneh. Choi pasti memakai kartu kredit karena kehabisan uang tunai.


Jin Kook: Dia membunuh dan lari ke Kanada. Kenapa dia tidak berhati-hati? Rumahnya juga. Itu memang kamar pria. Tapi kamarnya sangat berantakan.

So Jung: Ah.. Aku paham. Terlalu berantakan untuk pelaku yang menyusun 50 bola kristal salju.

Jin Kook: Bagaimana kamu tahu?

So Jung: Uhm Cho Rong.

Jin Kook: Astaga, dasar bocor mulut.

So Jung: Yang jelas, pembunuhnya memang unik. Benarkah dia mengingat semuanya dalam sekali lihat?

Jin Kook: Aku pun bingung. Ini pukul berapa? Kapan makanan kita siap?

So Jung: Kamu menanti Choi Sang Hoon? Dia pasti baru saja mendarat di Bandara Internasional Incheon. Masih lama untuk sampai ke sini.


Makanan mereka datang, So Jung meminta Jin Kook mentraktirnya. Jin Kook enggan dan memilih pergi. 

"Sesukamu saja." So Jung mengambil makanan Jin Kook.

Jin Kook balik lagi, ia setuju mentraktir, " Baiklah. Kali ini, aku akan berbaik hati dan membayar setengahnya."

"Tidak usah. Kamu pelit sekali. Kukira kamu akan membayar semuanya. Aku..."

"Baiklah. Mari kita bagi rata."


Yu Ri menelfon Moo Young, tapi oragnya gak ada, yang ada cuma kucingnya.


Moo Young ternyata sedang mandi dan diperlihatkan kalau Moo Young memiliki bekas luka bakar di pundaknya dan itu cukup luas.

Moo Young melamunkan bekas luka bakar Jin Kang. Apakah mereka terluka bersamaan? Dahulu?


So Jung menunjukkan tiga data Kim Moo Young yang ia temukan, tapi ketiganya bukan Moo Young yang Jin Kook maksudkan.

"Bukan? Maka dia bersih. Kim Moo Young yang kamu selidiki tidak memiliki catatan kriminal." Kata So Jung.

"Syukurlah."

"Lalu siapa dia? Kenapa kamu mencarinya?"

"Dia seorang pemuda di dekat rumahku. Aku merasa pernah melihatnya."

"Apa-apaan ini? Kamu menyuruhku memeriksa latar belakang warga tidak bersalah?"

Karena kesal, So Jung meninju bahu Jin Kook.


Jin Kook mengaku telah bersalah, tapi ada yang janggal. Sulit dipahami. Ia berdebar-debar melihat sosok Moo Young. Setiap bertemu, entah kenapa ia gelisah.


Moo Young membaca pesan dari Yu Ri, mengatakan kalau wastafelnya mampat, airnya tidak turun.


Moo Young membaca pesan dari Yu Ri, mengatakan kalau wastafelnya mampat, airnya tidak turun.

Jin Kook melarikan diri tanpa membayar. So Jung meminta ditraktir kopi, tapi Jin Kook cuma janji lain kali.

"Dasar pelit. Kikir sekali!"


So Jung berpapasan dengan Moo Young saat jalan. Saat akan menyeberang, Moo Young melihat mobil polisi melintas di depannya sambil membunyikan sirine, ia memandangnya.


Ternyata mobil itulah yang membawa Choi ke kantor. Wartawan menyerbu. Jin Kook menyaksikannya, juga Moo Young.


Jin Kook melihat Moo Young, tapi saat pandangannya teralih oleh sosok Choi. Moo Young menghilang.


Dan tiba-tiba Moo Young sudah ada di sampingnya.

Moo Young: Dia tampak terlalu biasa.

Jin Kook: (kaget) Astaga.

Moo Young: Benarkah dia pembunuhnya?

Jin Kook diam saja.


Yu Ri ternyata membohongi Moo Young, ia sengaja menyumbat wastafelnya untuk memanggil Moo Young. Ia lalu menghubungi Moo Young lagi. 

"Kapan kamu kemari?"

"Aku tidak bilang akan ke sana."

"Wastafelnya mampat. Membasuh wajahku pun tidak bisa."

"Kamu sudah cantik."

"Kamu sedang apa? Kenapa tidak bisa kemari?"

"Aku menatapmu."


Yu Ri langsung senang, Sungguh? di mana? Yu Ri langsung keluar.


Jin Kook keluar dari toilet, tapi ia tidak melihat Moo Young di lokasi ia meninggalkan Moo Young tadi. Ia pun mencari Moo Young.


Yu Ri sampai di luar dan tidak melihat Moo Young dimanapun. 

"Kamu di mana? Aku tidak melihatmu. Apa maksudnya? Oppa di mana?"

"Aku menatapmu." Jawab Moo Young.


Jin Kook memergoki Moo Young, sedang apa disana? tanya Jin Kook dan Moo Young langsung menghentikan telfonnya. 

"Oh.. Pintunya tidak dikunci." Jawab Moo Young.

Dilarang masuk kemari. Pergilah."

Moo Young menurut. 

Dan sebelum mengikuti Moo Young keluar, Jin Kook melihat apa yang dilihat Moo Young.


Moo Young melihat foto ultah itu. Disana ada korban, Choi, dan juga Yu Ri yang merupakan teman korban. Jadi tidak bohong kalau Moo Young mengatakan sedang memandang Yu Ri.


Jin Kook: Aku menyuruhmu menunggu di depan kamar kecil. Kenapa kamu masuk ke kantorku?

Moo Young: Aku tidak tahu itu dilarang masuk. Maaf.

Jin Kook: Tadi kamu melihat apa? Kamu fokus sekali.

Moo Young: Pembunuhnya.

Jin Kook: Pembunuh?

Moo Young: Ya. Di dinding.

Jin Kook: Di dinding? Ah.. Maksudmu foto Choi Sang Hoon?

Moo Young: Ya.

Dan Moo Young menunjukkan senyuman. Menurutku dih artinya mengejek. 

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

2 komentar:

  1. Gomawo kakkk..masih d tggu klnjutannya kakk..ini moyoung an jin kang..jgn2 mereka sodara kakak adek bneran..scra merka sama2 pnya luka bkar yg sama

    ReplyDelete
  2. Paling suka baca sinopsis yg mbak tulis biarpun udah nonton dramanya..karena selalu ada tambahan kata2 dri penulisnya...

    ReplyDelete