Saturday, October 13, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 4 Part 4

Sumber: tvN


Yu Ri berbaring di ranjangnya, ia mengingat pertemuan pertamanya dengan Moo Young.


Saat itu, ia hendak bunuh diri dan Moo Young mengulurkan tangan padanya. 

"Kamu mau melompat? Ayo berteman. Aku sangat asyik." Ajak Moo Young dengan santai.


Tak sengaja Jin Kook melihat tukang ramal di pinggir jalan, ia langsung mampir. 

Jin Kook: Si Pria tanggal 11 Januari 1990, kalender bulan, dan nama keluarganya Shin. Si Wanita lahir tanggal 7 April 1990, kalender Gregorius.

Peramal: Kamu ingin memeriksa kecocokan mereka?

Jin kook: Bukan. Bisa ramalkan waktu yang tepat bagi mereka untuk menikah?


Jin Kook puas setelah mendapatkannya.


Tanda waktu menyeberang tinggal sebentar lagi, Jin Kook pun buru-buru menyeberang dan tanpa ia duga, ada mobil yang jalannya kenceng banget sampai hampir menabraknya kalau seandainya terlambet ngerem.


Pengendara mobil itu adalah Yu Ri. Jin Kook langsung mengikutinya. 


Yu Ri berhenti di tempat prakter Psikiater Yang Kyung Mo, ia masuk ke dalam. 


Dokter Kang mengingat kejaidan di gereja, mengingat Moo Young. Ia lalu membuka buku yang didalamnya ada foto anak itu.


Saat itu, Yu Ri membuka pintu.


Jin kook mencari DOkter Yang diinternet. Ia menemukan artikel berjudul, "Dokter Yang, spesialis trauma masa kecil dan remaja."

Jin Kook lalu melihat papan nama Dokter Yang, "Psikiatri Masa Kecil dan Remaja".


Yu Ri sudah menahannya selama tiga hari, tapi Dokter Yang tetap melarang Yu Ri mengonsumsi obat lagi, ia tidak akan meresepkannya lagi. Ia yakin Yu Ri pasti sudah mendapat banyak resep dari dokter lain, bukan? Tapi Yu Ri mau berbicara, bukan?

"Kamu menghancurkan hidupku. Kamu.. dan wanita itu."

"Ibumu juga ingin kamu sembuh."

"Jangan sebut dia ibuku. Aku akan membunuhnya. Akan kubunuh kamu dan wanita itu. Kuharap semua orang mati. Si Bedebah itu juga."

"Bedebah itu"? Ternyata kamu mau berbicara."

"Jangan sebut dia "bedebah itu". Dia bukan "bedebah"."


Yu Ri mengingat ekspresi Moo Young saat mengendarai sepeda. Ia berkata pada Dokter Yang kalau iabelum pernah melihat ekspresi itu. Dan Moo Young tidak pernah memberitahunya mengenai diri Moo Young yang sebenarnya, seperti yang Moo Young katakan pada Jin Kang.


Yu Ri: Dia tidak pernah memberitahuku hal seperti itu.

Dokter Yang: Jadi, dia memberi tahu orang lain hal yang tidak pernah dia katakan kepadamu, ya? Kamu menyukainya?

Yu Ri tadi menangis, tapi ia langsung ketawa. 


Yu Ri: Tidak. Kenapa semua orang melakukan ini kepadaku? Aku sungguh tidak menyukainya. Lalu kenapa semua orang melakukan ini? Kamu pikir aku tidak tahu akal bulusmu? Kamu ingin mengais informasi tentang hidupku untuk buku barumu. Aku tidak akan terkecoh. Obat. Beri aku obat. Dokter, beri aku obat. Dokter, beri aku obat. Kumohon. Hei, beri aku obat. Beri aku obat Yaaaa!


Tim akan makan malam bersamabertepatan saat Jin Kook sampai dengan mobilnya. Hwang Gun dan Cho Rong gak enak. Cho Rong memberinya hormat.


Hwang Gun memastikan agar Cho Rong tidak memberitahu Jin Kook perihal makan malam tim sekarang ini. Nanti Jin Kook merusak suasana.

"Tidak akan kuberi tahu." Jawab Cho Rong.


Saatnya ganti sift. Pria yang menggantikan Yu Ri kesal karena Yu Ri belum juga mengganti bohlam yang terus berkedip. 

"Aku sudah lama menyuruhmu mengganti bola lampunya. Cepat beli."

Pria itu memberikan uang. Yu Ri mengambilnya dengan lemas. Pria itu memanggil lagi, tapi Yu Ri tidak menyahut. Pria itu melemparkan payung. 

"Hei. Di luar hujan. Kamu kenapa belakangan ini?"

Yu Ri masih diam saja.


Jin Kook minum sendirian di warung tenda. Ia tadi membeli buku Dokter Yang dan sekarang ia membacanya.

Judul: Dengan Trauma

Prolog: Bagaimana rasanya hidup dengan pengalaman traumatis

Bab 1: Putra seorang pembunuh

Bab 2: Anak lelaki yang hilang ingatan


Yu Ri membuka payung pemberian rekannya itu setelah membeli bohlam. Payungnya ada logonya. Logo Arts. Dan tiba-tiba ia teringat sesuatu.


Seseorang memberinya payung itu. Ia melihat pintu bernomor 1502, pintu apartemen Mo Yeon. 

"Oppa?" Batin Yu Ri.


Yu Ri lalu melirik ke atas, melihat logo payungnya.


Moo Young mencari-cari kucingnya karena hujan. Tapi kucingnya tidak menyahut sampai ia memanggil Yoon Jin Kang, baru kucingnya menyahut. Meaw..

"Memang kamu Yoo Jin Kang?"


Jin Kang meloncat dan tak sengaja mengenai kotak itu. Tutupnya terbuka dan ternyata disanalah trofi Mo Yeon berada. Moo Young agak terkejut.


Cho Rong menelfon Jin kook dalam keadaan mabuk. 

"Jadi, kamu membutuhkanku, bukan?"

"Benar."

"Maksudnya, kamu membutuhkanku karena aku kompeten. Aku akan ikut menginvestigasi."

"Baiklah."

"Hormat. Sampai jumpa besok."

"Hei, jangan ditutup. Tunggu. Aku belum menutupnya. Antara pukul 7.00 sampai 9.00 pagi."

"Apa?"

"Antara pukul 7.00 sampai 9.00 pagi, Jin Kang lahir."

"Ah.. Begitu rupanya. Terima kasih."

Jin Kook tersenyum seletal menutup telfon.


Jin Kang sedang memakai krim malamnya dan ia mendapat pesan dari Cho Rong. 

"Kamu sedang apa? Aku pulang setelah makan malam tim yang seru. Aku senang sekali hari ini. Semoga malammu indah, Jin Kang-ssi."


Jin Kang bergumam, makan malam tim? Ia lalu membuka jendela dan ternyata di luar hujan lebat.


Jin Kook selesai minum, ia mau pulang tapi hujan dan saat itu Jin Kang menelfon. 

"Oppa minum-minum?"

"Tahu dari mana?"

"Katanya ada makan malam tim. Awas kalau Kakak mengemudi sambil mabuk."

"Astaga, tidak perlu khawatir. Tidak perlu. Jangan keluar. Oppa membawa payung. Jangan keluar."

"Oppa bohong. Aku membawa payung Oppa. Aku berangkat ke halte bus."

Jin Kook langsung buru-buru pulang. 


Jin Kook melihat Jin Kang berjalan, ia cepat-cepat sembunyi dan bersiap menakuti Jin Kang.

Jin Kang yang tidak tahu apa-apa jalan santai, tapi dibelakang Jin Kang ada mobil yang mengikuti mobil merah.


Mobil itu tiba-tiba mempercepat jalannya. Jin Kook menyadari itu dan ia segera berlari menyelamatkan Jin Kang.

Jin Kang panik, Oppa baik-baik saja? Jin Kook menjawab baik-baik saja, ia juga khawatir akan keadaan Jin Kang. Jin Kang bilang ia juga baik-baik saja.


Mobil tadi berhenti. Jin Kook menyuruh Jin Kang diam saja disana, ia akan mendekat mobil. Jin Kang melarangnya mendekati mobil itu tapi Jin Kook tidak bisa dihentikan, ia menyuruh Jin Kang diam saja.


Jin Kook membuka pintu dan ternyata supirnya Yu Ri. Tapi Yu Ri pingsan. Jin Kang terkejut, ia ikut mendekat. 

*Dari petunjuknya, Yu Ri kemungkinan yang membunuh Mi Yeon tanpa sadar dan Moo Young yang membersihkan lokasi. Menurut kalian gimana?

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

1 komentar: