Friday, October 19, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 5 Part 4

Sumber: tvN


Jin Kang mengabaikan Moo Young saat Moo Young mengajaknya kencan. Ingat kan mereka ada janji kencan. Janji yang dibuat Moo Young sepihak sih. 

Jin Kang memilih naik bis dan Moo Young mengikuti bis itu. 


Jin Kang mengirim pesan untuk Moo Young, "Tahukah kamu apa yang kini Seung Ah pikirkan?"


Lalu Moo Young menghubungi Jin Kang, ia mengkode Jin Kang untuk menjawabnya."

Jin Kang memang menjawabnya, tapi hanya mengatakan satu kata, "Enyahlah."

Moo Young pun mempercepat laju mobilnya untuk mendahului bis.


Cho Rong masuk kantor dan ia malah mendapati Yu Ri dibebaskan. Cho Rong mengajak Yu Ri bicara, tapi diabaikan.


Lalu Cho Rong bertanya pada petugas, kenapa Yu Ri dibebaskan? 

"Itu perintah Opsir Yoo karena buktinya kurang."

"Buktinya kurang?"


Cho Rong tidak bisa ngapa-ngapain lagi, ia sungguh kesal. So Jung menegur, sedang apa Cho Rong itu.


Cho Rong: Seharusnya aku memenjarakannya. Manajer Yoo menyuruh mereka membebaskan wanita itu. Karena kekurangan bukti. Dia bilang sudah menemukan buktinya. Kami masih bisa mencari bukti lain selagi dia dipenjara.Aish.. Haruskah aku menangkapnya lagi?


Dan perhatian Cho Rong teralih pada kedatangan Oh Ba Reun. Oh Ba Reun melewati Cho Rong begitu saja padahal Cho Rong menyapanya.


CEO Jung mengajak Moo Young bicara, ia memilih kata-kata sehalus mungkin untuk memecat Moo Young.

"Ini... Bagaimana jika kamu bekerja di Eagle Brewery untuk sementara? Jika kamu tidak keberatan, aku akan merekomendasikanmu. Jangan tanya sebabnya. Ini hanya sementara."

Moo Young hanya diam saja.


Jin Kook masih ada di ruangan CCTV. Cho Rong mendekati pelan-pelan, ia bertanya kenapa Jin Kook membebaskan Yu Ri?

"Apa maksudmu? Aku butuh bukti untuk memenjarakannya."

"Percuma saja. Sudah kuduga akan percuma. Omong-omong, tebak apa yang kubawa."

"Apa?"

"Entah apakah aku boleh menyerahkan ini."


Cho Rong menerogoh sakunya lalu memberikan hati untuk Jin Kook. Jin Kook jelas kesal karena Cho Rong mempermainkannya.

"KICS, Sistem Informasi Layanan Peradilan Pidana. Aku.. membuka direktori data kasus pembunuhan di apartemen seorang mahasiswi di Wonyoung-dong."

"Sungguh? Bagaimana?"

"Oh Ba Reun."

"Oh Ba Reun?"


Ba Reun teriak-teriak meminta ketemu dengan Jin Kook masalah sekuternya.

"Di mana orang itu? Kenapa dia lama sekali menemukan skuterku? Kamu tahu semahal apa penebusannya?"

"Astaga, hentikan. Hei. Kamu ingin skutermu kembali?"

"Ya."


Cho Rong sengaja membiarkan Ba Rein masuk agar bisa mengamuk di dalam. Detektif Lee pusing dibuatnya.

Cho Rong: Kamu tidak akan menemukannya. Opsir Yoo masuk ke pusat kendali dan memeriksa banyak rekaman berhari-hari. Tapi tidak menemukan apa pun. Sulit menemukannya dia terekam di kamera CCTV.

Bo Ruem tambah menggila.

Detektif Lee: Hei, tolong urus dia!

Cho Rong: Aku harus bagaimana? Kamu ingin aku memeriksa direktori data Jeong Mi Yeon?


Dan Cho Rong berhasil mendapatkan semuanya. Semua rekaman dalam radius satu km dari insiden dan juga rekaman kamera dasbor di dekat situ.

"Aku bangga denganmu!" Jin Kook sangat girang.


Seung Ah ke pabrik, ia menelfon Moo Young tapi tidak diangkat dan ia melihat Hee Joon. Maka ia mengajak Hee Joon bicara walaupun Hee Joon menjadi cuek padanya.

Seung Ah: Dia dipecat?

Hee Jun: Ya, karena kamu. Ini tidak adil. Kerja dan pacaran itu terpisah. Bisa-bisanya dia dipecat karena itu? Orang kaya pikir hal itu pantas dilakukan.

Seung Ah: Tunggu. Hee Jun. Maafkan aku, tapi tolong telepon Moo Young satu kali lagi.


Akhirnya Moo Young mau menemui Seung Ah. Saat Seung Ah menyinggung mengenai Moo Young yang tidak mengangkat telfonnya, Moo Young hanya mengucapkan maaf.

"Kukira kamu sakit, jadi, aku cemas."

"A.. Sungguh? Maaf membuatmu cemas."

"Tidak apa. Aku mendengar semuanya dari Hee Jun. Maaf. Ini salahku."

"Tidak apa-apa. Aku bisa mencari pekerjaan lain."

"Tidak perlu. Kamu tidak perlu mencari pekerjaan karena kamu akan berhenti bekerja di sana. Sudah kubilang. Aku akan lebih cerdik mulai sekarang. Kini aku lebih siap. Mari kita kabur bersama."


Moo Young hanya tersenyum.


Jin Kang ketiduran di bis, tapi ia terbangun karena ponselnya berdering. Itu telfon dari Seung Ah.


Jin Kang buru-buru ke kafe tempat Seung Ah dan Moo Young bertemu. Seung Ah menangis. Dan Moo Young tidak ada disana. Jin Kang pun memeluk Seung Ah.


Seung Ah mengatakan kalau semua ini salahnya. Jin Kang tidak paham, apa maksudnya?

Kilas Balik..


Seung Ah mengatakan uang yang berhasil ia kumpulkan, "Kita sangat kaya."

"Ya."

"Kamu ingin pergi ke mana?"

"Entahlah."

"Aku suka tempat hangat. Bagaimana dengan Yunani?"

"Yunani?"

"Aku tidak akan membawa apa pun saat pergi. Sungguh. Aku hanya akan membawa ransel."

"Mari kita pergi?"

"Tentu."

Tapi yang dimaksud pergi oleh Moo Young adalah pulang, ia harus membuat resume untuk mencari pekerjaan baru.

Kilas Balik selesai..


Seung Ah: Aku melukai egonya. Harga dirinya sangat tinggi, tapi aku membahas uang dengan orang seperti dia. Aku merasa bodoh sekali.

Jin Kang: Seung Ah-ya.

Seung Ah: Aku sangat membenci Woo Sang Oppa.

Jin Kang: Seung Ah-ya. Kamu serius akan kabur bersama Moo Young? Aku paham kamu menyukainya, tapi bagaimana bisa kamu... Bagaimana mungkin?

Seung Ah: Kenapa tidak? Di sini aku tidak berdaya. Kamu juga tahu itu. Ibuku dan Woo Sang Oppa...

Jin Kang: Jalanilah perlahan. Cari tahu orang macam apa dia.

Seung Ah: Apa? Apa maksudmu, "cari tahu orang macam apa dia"?

Jin Kang: Tentu saja itu perlu. Pastikan kalian berdua memang cocok. Hubungan kalian belum genap dua bulan. Kamu harus mengenalnya lebih dalam.

Seung Ah: Baik. Aku paham maksudmu. Aku paham kamu hanya mencemaskanku. Tapi, kamu tidak mengenalnya. Karena itu kamu bicara seperti ini.

Dan Seung Ah meninggalkan Jin Kang.


Esoknya, Moo Young menemui Jin Kang di halte.

Moo Young: Ada apa? Biasanya kamu tidak mau menemuiku. Kamu menungguku sejak fajar?

Jin Kang membenarkan, ia lalu jalan duluan. Moo Young terpaksa mengikutinya.


Jin Kang berhenti di taman bermain, ia bertanya apa yang Moo Young lakukan pada Seung Ah. Maksudnya? Moo young balik bertanya

"Benarkah kamu mencintainya?" Tanya Jin Kang.

"Tidak."

"Apa?"

"Sepertinya dia tidak peka walau aku mengabaikan teleponnya. Jadi, kemarin aku menjelaskannya."

"Menjelaskan apa?"

"Dia berkarisma, tapi aku tidak bisa meninggalkan semuanya dan kabur bersamanya. Aku bilang.. cinta itu tidak ada. Aku tidak pernah mencintainya."

"Kamu bilang cinta itu tidak ada. Lalu kenapa kamu mempermainkan perasaan Seung Ah?"

"Karena aku penasaran. Ini seperti menghadiri gereja. Orang tahu Tuhan tidak ada, tapi mereka datang karena penasaran apakah gerejanya indah. Keduanya sama-sama tidak ada."

"Jadi, kamu merasa bisa datang dan pergi seenaknya? Karena kamu berhak memilih?"

"Benar."

"Maksudmu, kamu tidak peduli.. perasaan orang lain? Karena itu masalah mereka?"

"Em.. Kurang lebih begitu."

"Pernahkah kamu tulus mencintai orang lain, walau sekali?"


Moo Young menjawab pernah, orang itu adalah Jin Kang. 

Jin Kang: Kamu sungguh tidak peduli dengan perasaan orang lain.


Dan Jin Kang menatap Moo Young dengan tatapan berbeda, Moo Young tanya, apa arti tatapan itu. 

"Aku mengasihanimu." Jawab Jin Kang lalu meninggalkan Moo Young.


Moo Young heran mendengarnya, ia memanggil Jin Kang tapi diabaikan.


Jin Kang berhenti sebentar untuk menghela nafas sebelum melanjytkan jalannya.


Cho Rong menunggu Jin Kook di depan. Jin Kook mengajaknya masuk. Cho ROng lalu mngatakan kalau ibunya merebus tulang sapi dan sekarang sudah sampai di terminal.

"Cepat temui dia." Suruh Jin Kook.

"Kenapa ibu-ibu selalu begini?"

"Tidak semua ibu begitu. Lekas. Dia pasti menunggumu."


Tapi sebelum pergi, Cho Rong bertanya, apa Jin Kook menemukan sesuatu? Jin Kook bilang ini hanya permulaan dan menawari Cho Rong untuk melihatnya. Cho ROng tentu saja mau dan mereka pun masuk.


Jin Kook menunjukkan denah bangunan di sekitar apartemen. Ia menunjukkan rute yang bisa dilewati untuk bisa menghindari CCTV.

Ada jalan kecil pertama dari pintu masuk belakang Hewitt Vill. Untungnya, ada banyak mobil yang melewatinya sekarang.


Jin Kook lalu mengamati semua rekaman CCTV mobil-mobil itu untuk mencari petunjuk. Ia melakukannya sendirian.


Moo Young tidak bisa tenang karena tatapan Jin Kang, ia berpikir sambil melempar-lemparkan bola tennis. 


Jin Kook mendapatkan sesuatu. Moo Yiung terekam oleh salah satu mobil yang lewat. Moo Young menggunakan payung dengan logo itu.


Moo Young tidak bisa diam, ia memutuskan untuk mendatangi Jin Kang. Ia menunggu di depan rumah Jin Kang.

Jin Kang pulang dan ia melihat Moo Young di depan gerbang rumahnya.


Jin Kook memperbesar gambarnya dan itu memang jelas terlihat, dia adalah Moo Young.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap