Saturday, October 6, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 1 Part 2

Sumber: tvN


Tapi Moo Young tidak mengatakan apapun, ia malah santai mengemasi peralatannya dan berjalan pergi. Woo Sang memanggilnya, 

"Hei. Apa-apaan kamu?"


Moo Young berhenti dan Woo Sang mendekatinya. Woo Sang membaca tanda nama Woo Young, Kim Moo Young. 

"Kamu bekerja di sini?" Tanya Woo Sang, Moo Young hanya diam saja, cuek, mukanya ngeselin abis.

Woo Sang lalu mengeluarkan cek dari dompetnya dan memasukkannya ke saku Moo Young. 

"Kamu tahu artinya, Kim Moo Young-ssi?"

Moo Young mengernyit, lalu melihat isi cek itu, 1.000 dolar. Moo Young menjawab ia mengerti. 


Woo Sang mendapat telfon, sepertinya ada masalah, ia harus kembali bekerja. Ia berpesan agar Seung Ah melakukannya dengan baik.


Seung Ah akan mengejar Woo Sang tapi Moo Young memanggilnya, mengatakan kalau buket bunga Seung Ah ketinggalan.

Seung Ah pun berbalik lagi untuk mengambilnya dan Moo Young kembali mengajaknya bicara. Moo Young bertanya, sungguh Seung Ah tidak ingin melakukan Gelar wicara seniman itu?


Seung Ah berhenti, ia berbalik menatap Moo Young. Moo Young menlanjutkan, jika Seung Ah tidak mau, jangan lakukan! Itu mudah.

"Hei. Tepati janjimu."

"Janji? Ah.. Aku sudah berjanji, ya?"


Moo Young kemudian mengambil cek itu dari sakunya dan merobeknya, ia tidak akan menepati janjinya. 

"Kamu tidak akan menepatinya? Kenapa tiba-tiba.. Katakan apa maumu."

"Jangan melakukan gelar wicara."

Seung Ah hanya diam saja.


"Apa? Sebenarnya kamu menginginkannya, ya? Ah.. Itu wajar. Kamu berlagak dipaksa. Seolah-olah kamu berhasil dalam segala hal."

"Bicara apa kamu? Apa aku tampak selemah itu.. hanya karena kamu mengetahui kesalahanku?"

"Sedikit?"

"Tahu apa kamu? Apa hakmu berkata.. Kamu tidak perlu mengatakannya. Aku sudah merasa menyedihkan.. hingga serasa ingin mati. Tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah sampai sejauh ini. Kamu ingin aku berbuat apa?"

"Baiklah."


Dan Moo Young pun pergi. Seung Ah merasa mereka belum selesai, jadi ia memanggil Moo Young lagi. 

"Hei. Pikirmu kamu siapa..."

"Aku tahu kamu enggan mengikuti gelar wicara. Aku paham. Sudahlah." Hanya itu jawaban Moo Young dan ia benar-benar pergi, tidak lagi menghiraukan panggilan Seung Ah.


Jin Kang mengambilkan makanan untuk Jin Kook. Jin Kang menanyakan apa Jin Kook melihat Seung Ah.

"Aku belum melihatnya." Jawab Jin Kook. 

"Benarkah? Ke mana dia?"


Ternyata Sung Ah ada di pinggir laut/danau ya? Pokoknya di pinggir air deh. Seung Ah mengingat kata-kata dan perbuatan Moo Young tadi.


Para wartawan sudah menunggu, tapi Sung Ah belum juga datang padahal sudah waktunya.


Pada akhirnya Seung Ah muncul juga dan semua kamera memotretnya.  


Tapi ada kejadian tak terduga, Moo Young sengaja menyenggol petugas pameran sampai petugas itu menabrak meja dan guci diatas meja itu jatuh, pecah. Semua orang ribut dan fokus pada guci itu termasuk para wartawan. 


Moo Young minta maaf dengan santai, ia mengaku tidak sengaja. Lalu Petugas keamanan dipanggil dan Moo Young digiring untuk diperiksa. 


Jin Kook mendapat pesan dari Cho Rong kalau kasus tadi pagi bukan bunuh diri melainkan pembunuhan. Pembunuhan yang disengaja.


Jin Kang minta diisikan Sunshine Golden Ale pada Hee Joon. Jin Koon juga minta yang sama.


Tapi kemudian Moo Young mendekat dan mengganti bir pesanan Jin Kang, "Minumlah yang ini. Tadi kamu menanyakan minuman ini."

Jin Kang diam saja, Moo Young mengancam tidak akan memberikannya jika Jin Kang tidak mau, dan Jin Kang pun menerimanya. 


Tapi setelah Jin Kook menerima minumannya dari Joon Hee, Jin Kang menukarnya dengan miliknya dan itu dilakukan di depan Moo Young. Moo Young hanya tersenyum.


Sambil melayani para tamu, Joon Hee bertanya pada Moo Young, bagaimana perkembangannya?

"Yah begitu.." Jawab Moo Young.


Jin Kang bertnaya pada Jin Kook sambil menatap Moo Young dari jauh, apa ia jelek?

"Ya, kamu jelek."

"Oppa!" Kesal Jin Kang sambil memukul lengan Jin Kook.

"Perangaimu lebih jelek lagi. Kenapa? Ada yang mengejekmu jelek lagi?"

"Pria berseragam hitam di sebelah kanan (Moo Young)."

"Begitukah? Ternyata semua orang berpikiran serupa."

"Kakak pasti puas karena memiliki adik bungsu yang sangat jelek."

Jin Kook bertanya. apa mereka pernah bertemu dengan Moo Young sebelum hari ini? 

"Tidak, aku belum pernah bertemu dengan orang menyebalkan itu."

"Begitukah? Omong-omong, kapan kembang apinya diluncurkan?"

"Sebentar lagi. Ayo Cari tempat duduk."


Setelah mereka menemukan tempat duduk, Jin Kook menanyakan map yang sedaritadi dibawa Jin Kang, apaan emang? 

"Benar juga. Jang Woo Sang." Jin kang baru ingat tugasnya. Tapi karena Woo Sangnya tidak kelihatan dari tadi, ia pun memutuskan untuk menikmati malam ini dan menyerahkan portfolio itu pada Jin Kook.


Seung Ah mulai terpesona dengan Moo Young, ia sampai tidak bisa tidak memandang Moo Young.


Saat Moo Young pergi pun, Seung Ah mengikutinya.


Woo Sang datang dan ia melihat Seung Ah keluar tempat pesta, ia pun mengikuti Seung Ah.


Moo Young tahu ternyata kalau Seung Ah mengikutinya, ia bahkan sengaja memilih tempat yang gelap untuk berhenti. Seung Ah menemukannya.

"Itu... Tadi kamu sengaja menjatuhkannya, bukan? Kenapa?" Tanya Seung Ah.

"Emm... Karena kamu begitu cantik."

"Apa? Mustahil."

"Bukankah itu sayang sekali? Katanya harganya sangat mahal."

"Tidak. Tidak, aku senang sekali."

"Baguslah. Bergembiralah."


Woo Sang melihat Seung Ah ada dibawah dan ia memanggilnya, tapi ia tidak melihat Moo Young. Seung Ah mendongak dan Woo Sang pun mencari jalan turun kesana.

"Dia mencarimu." Kata Moo Young.


Seung Ah akan pergi, tapi Moo Young menariknya untuk bersembunyi dengannya. 

Dan waktunya pesta kembang api. Mereka menyaksikannya dari tempat itu.


Jin Kang dan Jin Kook juga menikmati pemandangan kembang api itu.


Woo Sang sampai dibawah, tapi Moo Young sudah mengajak Seung Ah sembunyi di tempat yang lebih aman. Woo Sang menelfon Seung Ah tapi Moo Young mematikannya.  

Mereka sama-sama tersenyum setelahnya dan tetap disana sampai Woo Sung pergi.


Moo Young memastikan apakah Woo Sang benar-benar sudah pergi, ia lalu memberitahu Seung Ah. Seung Ah berdiri tapi ia agak oleh, Moo Young sigap dengan memegang tangan Seung Ah.


Dan Moo Young tetap menggendeng tangan Seung Ah untuk melihat pesta kembang api. 


Seung Ah ingin melepaskan tangannya, tapi Moo Young malah memberikan gelangnya untuk Seung Ah. 

"Ini hadiah ulang tahun untukmu. Selamat ulang tahun."


Dan Moo Young langsung pergi. Seung Ah memanggil. Moo Young berbalik, mereka saling pandang dan cuma itu.


Moo Young melanjutkan jalannya lagi dan kembali menunjukkan wajah dinginnya.

0 komentar

Post a Comment