Saturday, October 20, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 6 Part 2

Sumber: tvN


Cho Rong menelfon Jin Kook tepat saat Moo Young pulang, jadi Jin Kook menjawabnya singkat, "Sebentar lagi aku kembali ke kantor. Sampai nanti."

Jin Kook: Astaga, tempat ini... Ternyata tempat ini romantis juga.

Moo Young: Ada perlu apa?

Jin Kook: Benar juga. Tadi Yu Ri menunggumu di bawah sana. Begitu melihatku, dia terbirit-birit.


Jin Kook mengakui kalau beberapa hari lalu, ia memborgol Yu Ri dan menahannya di rutan. Moo Young kelihatan tidak tahu.

"Kenapa kamu menahannya?" Tanya Moo Young.

"Kenapa? Dia hampir menabrak seseorang, tapi tidak menyesal. Aku ingin membuatnya jera."

"Benar juga, soal adikmu. Dia tidak menyesalinya?"

"Sama sekali tidak. Awalnya aku tidak berniat menahannya, tapi dia bicara seakan-akan itu bukan urusannya. Aku menyuruhnya berjanji tidak mengulanginya, tapi dia tolak."


Moo Young malah tertawa. Moo Young mengatakan kalau Yu Ri memang begitu, dia memang tidak bisa berbohong.

"Apa?" Jin Kook kaget.

"Kenapa kamu kemari?"


Jin kook baru ingat tujuannya, ia menanyakan apa alibi Moo Young pada pukul 2.34 tanggal 12 September?

"Alibiku pada tanggal 12 September?"

"Itu hari saat Jeong Mi Yeon ditemukan tewas di Hewitt Vill."

"Kamu masih mencurigaiku?"

"Ya. Aku akan terus mencurigaimu sebagai pembunuhnya. Menarik, bukan?"

"Mana ada yang menganggapnya menarik? Yang benar saja."

"Apa alibimu malam itu?"

"Jika lewat pukul 2.00 pagi, aku pasti tidur di rumah."

"Tidak, kamu pergi ke Hewitt Vill hari itu. Bahkan kamu tepercik air dari mobil yang lewat di jalan."


Moo Young kembali tersenyum, "Di daerah itu tidak ada CCTV, ya?"

"Benar, tidak satu pun ada kamera yang bekerja. Itu alasanku kemari untuk menanyaimu. Orang bisa melewati jalan yang tidak tersorot kamera jika sudah menyelidiki jalan di sekitar sana lebih dahulu. Tapi di dalam gedung berbeda. Sulit mengetahui apakah CCTV-nya berfungsi jika hanya dilihat. Jadi, dari mana kamu tahu? Siapa yang memberitahumu?"


Moo Young refleks menjawab Jeong Mi Yeon. Tapi kemudian ia tersenyum dan melanjutkan, Lim Yu Ri, Satpam.

Moo Young: Kamu lucu sekali. Kamu membahas tentang kamera dasbor di jalan, jadi, aku asal tebak tentang CCTV di sana tidak berfungsi.

Jin Kook: Kamu mengetahuinya dari Mi Yeon, ya? Kamu selalu berterus terang, tapi menyamarkannya dengan candaan. Kenapa? Karena itu sangat berisiko. Makin berisiko, makin menarik sensasinya bagimu.

Moo Young: Begitukah? Woah.. Ternyata aku hebat juga. Terima kasih.


Moo Young bangkit. Jin Koo bertanya, kenapa Moo Young memakai kecerdasannya untuk membunuh?

"Entah kalau otak, tapi kakimu bagus. Kenapa kamu memakainya untuk mengejar petunjuk kosong?" Moo Young balik bertanya, lalu menyuruh Jin kook pergi.


Moo Young melepas kemejanya dan Jin Kook bisa melihat bekas lukanya. Jin Kook terkejut sampai tidak kedip.

"Lihat apa? Ini bukan kali pertamamu melihat luka bakar."

Jin kook minta maaf dan langsung berlari pergi.


Jin Kook terus memikirkan bekas luka itu bahkan setelah ia memarkir mobil di depan kantor polisi. Jin Kook mengingat kata Jin Kang kalau Moo Young juga dari Haesan.


Cho Rong membuyarkan lamunannya. Cho Rong masuk mobil dan langsung menanyakan apa bukti besar yang So Jung sebutkan. 

"Oh Oh Oh.. Soal itu.. Tapi itu bukan bukti besar."


Jin Kook memberi Cho Rong kartu memori dari kamera dasbor di mobil Yu Ri. Cho Rong kecewa.

"Kenapa ini bukti besar? Bukan dia pelakunya."

"Kasus itu juga penting. Tapi kali ini, Jin Kang nyaris terluka. Yu Ri tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun atas kejadian itu."

"Memang benar."

"Aku akan memaafkannya jika dia berjanji tidak mengulanginya. Tapi dia terlalu bebal dan menolak berjanji..."

Jin Kook tiba-tiba terpikir sesuatu, ia langsung menyuruh Cho ROng keluar tanpa mengatakan alasannya. Sebenarnya Jin Kook tahu alasan Yu Ri tidak bisa berjanji.


Jin Kook mendatangi RS tempat Yu Ri dirawat kemarin, ia meminta hasil tes darah Yu Ri.


Lalu Jin Kook mendatangi Dokter Yang. Ia menunjukkan rekaman kamera dasbor mobil Yu Ri. 

Cho Rong mengirim pesan pada Jin Kook, "Kami akan mencari anak yang hilang. Datanglah ke Wonyoung 1-dong."


Tim akan pergi, tapi saat So Jung bertanya tujuannya tidak ada yang menjawab. Akhirnya So Jung menghentikan Cho Rong. 

"Cho Rong, mau ke mana?"

"Aku kecewa kepadamu. Itu bukan bukti besar."

"Hei. Manajer Yoo mencari bukti itu setengah mati. Kamu harus berterima kasih. Manajer Yoo juga sakit presbiopia. Dasar tidak tahu diuntung."

"Aku tahu dia sakit presbiopia."

"Apa?"

"Dia hanya menemukan kartu memori yang dibuang Yu Ri. Itu bukan bukti besar."

"Apa? Kartu memori?"

"Kartu memori dari kamera dasbor di mobil Yu Ri."

"Kartu memori?"

So Jung bingung, tapi Cho Rong segera pergi.


Dokter Yang bertanya, sebenarnya apa yang ingin Jin Kook pastikan. Jin Kook memberikan hasil tes darah Yu Ri tempo malam. Ia ingin tahu kaitan obat tidurnya dengan kasus ini. Menurutnya, mungkin Yu Ri tidak mengingat perbuatannya.


Dokter Yang melihat hasil tesnya, tapi ia tidak tahu pasti. Ada kontroversi atas penggunaan zolpidem sekarang, tapi itu obat tidur paling umum yang diresepkan untuk pasien insomnia. Tidak akan ada masalah jika dosisnya tepat.

"Kata dokter magang di IGD, dia mengonsumsi enam pil. Apa itu dosis tepat?" Tanya Jin Kook.

"Penggunaan hingga 10 pil, masih dianggap dosis tepat."

"Apa Lim Yu Ri.. pencandu?"

Dokter Yang tidak bisa membocorkan hasil konseling. Maaf, aia ku tidak bisa membantu.

Jin Kook: "Dengan Trauma". Aku membaca bukumu. Aku juga tahu bahwa anak bernama Soo Jung di bab tujuh adalah Yu Ri.

Dokter Yang langsung memandang Jin Kook.


Yu Ri mendatangi rumah Moo Young, ia mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Yu Ri lalu berkeliling.


Moo Young mendapatkan tempat kerja baru.

Bos: CEO Sung merekomendasikanmu. Kenapa kamu dipecat dari pekerjaan lamamu?

Moo Young hanya tersenyum.


Jin Kook mendatangi lokasi investigasi anak yang hilang itu. Ia menghubungi Cho Rong untuk menanyakan lokasi tepatnya.

Tapi perhatian Jin Kook teralih pada seorang siswa yang berlari sambil menelfon, "Mustahil. Di Percetakan Wonyoung?"


Jin Kook mendapat jawaban Cho Rong, ia berkata akan segera kesana. 

Kebetulan arahnya sama dengan arah siswa itu dan ada orang-orang berkerumun di jalan. Jin Kook melihat ke atas, ternyata Yu Ri sedang mencoba bunuh diri. Moo Young langsung naik ke atas.


Di bawah, sirine mobil polisi dan ambulan meraung-raung. Yu Ri menatap ke bawah.


Tiba-tiba ia melihat Moo Young disampingnya. Moo Young mengatakan hal yang sama seperti waktu itu. 

"Kamu akan melompat? Berteman denganku saja. Aku cukup asyik."

"Pembohong." Kata Yu Ri.


Jin Kook memanggil Yu Ri. Yu Ri menoleh. Jin Kook mengulurkan tangannya untuk Yu Ri. Tapi Yu Ri tidak merespon.


Di bawah, Cho Rong juga melihatnya.


Yu Ri melompat, tapi Jin Kook tidak bisa membiarkannya, Jin Kook menangkap tangan Yu Ri.

"Yu Ri-ya. Kumohon. Yu Ri-ya. Kumohon."


Tapi Yu Ri malah menggunakan tangan satunya untuk menarik Jin Kook. Jadi keduanya jatuh karena Jin Kook tidak lagi bisa menahannya.

Untungnya petugas sudah memasang matras, jadi mereka berdua tidak terluka. Yu Ri melihat tangannya masih di pegang oleh Jin Kook sampai sekarang. Ia terharu.


Cho Rong menghubungi So Jung untuk memberi kabar.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap