Tuesday, October 30, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 8 Part 3

Sumber: tvN


Moo Young naik taksi pulang, tapi ia malah turun di depan rumah Jin Kang. Ia memandangnya doang, enggak masuk.


Jin Kook kembali mengabaikan Cho Rong gara-gara Lee Timjang. Cho Rong terus mengajak Jin Kook bicara, mengatakan kalau Moo Young dan Mi Yeon pernah bertemu.

Tapi Jin Kook tetap mengabaikan Cho Rong.


Cho Rong kesal karena ditinggal begitu saja tanpa dijawab. Ia sampai merasa Jin Kook lagi puber.

So Jung yang datang dibelakangnya malah memukul kepalanya. Dasar anak nakal.

"Kenapa kamu memukulku?" Tanya Cho Rong. 

"Kamu! Mau makan apa, Anak Nakal?"


So Jung memancing Cho Rong untuk cerita dengan mengajaknya makan bareng. Ia bahkan pesan lagi agar Cho Rong tidak henti bercerita.

"Mulanya, kupikir itu hanya kebetulan. Gadis yang kutemui tadi pagi memiliki gelas yang sama. Untuk memastikan, aku pergi ke tempat festival itu digelar. Pemuda itu bahkan tidak melihat gelasnya."


Yang ditemui Cho Rong adalah Joon Hee. Joon Hee mengatakan kalau Mi Yeon benar-benar menyebalkan.

Cerita Cho Rong: Dia tiba-tiba mulai membahas Jeong Mi Yeon. Ternyata semua orang mabuk-mabukan dan merusuh malam itu. Dan Jeong Mi Yeon luar biasa kasarnya. Mulanya, aku tidak begitu memperhatikan, lalu...

Joon Hee menjawab, "Jika Moo Young tidak ada, aku pasti sudah menghajar wanita ini dan dipenjara."


Soo Jung terkejut, sungguh Kim Moo Young? Moo Young yang itu? Cho Rong membenarkan, Joon Hee juga berkata Kim Moo Young mengantar Jeong Mi Yeon pulang.

"Mengejutkan sekali."

"Itu sebabnya aku bingung. Bisa-bisanya Manajer Yoo hanya diam saat mendengarnya?"

"Kamu benar. Kamu pasti frustrasi sekali."

"Bahkan aku ragu dia mendengar ucapanku. Aku berapi-api, tapi dia hanya terdiam. Dia membuatku meragukan semuanya. Benarkah dia Manajer Yoo, mitraku selama ini? Apa gunanya bekerja sama kalau begini."

"Cho Rong, kamu tidak mengenal Manajer Yoo?"

"Apa?"

"Saat gelagatnya aneh, pejamkan matamu dan tunggulah."


Moo Young berbaring di sofanya bersama Kang. Tapi Kang tiba-tiba berlari keluar. Moo Young melihat kalau ada yang datang. Ia pun bangun dan ikut jalan keluar.


Jin Kang jongkok mengawasi Kang yang sedang makan, ia bergumam, dimana kamu? Dimana kamu berada?


Kemudian ia melihat bayangan Moo Young mendekat. Jin Kang pun menghentikan gumamamnnya. Dan ia berdiri untuk memastikan. Ternyata benar, bayangan itu adalah milik Moo Young. Tapi Jin Kang tidak memandang wajah Moo Young.


Dan Jin Kang langsung pergi, tapi Moo Young menariknya untuk menciumnya. Jin Kang berontak tapi Moo Young tidak melepaskannya. 


Jin Kook di rumah, tapi lampunya tidak dinyalakan, ia melamun. Melamunkan kejadian dulu saat Moo Young mengalami luka bakar dan di rawat di rumah sakit. Ia mengunjungi Moo Young, tapi sekedar melihatnya, tidak mendekat, bahkan saat Moo Young menoleh padanya, ia menghindar, memunggungi Moo Young.


Jin Kang pulang dan menyalakan lampunya. Jin Kook memberitahu Jin Kang kalau Moo Young tampaknya tidak terluka parah, meskipun ia tidak tahu dimana Moo Young sekarang, ia yakin Moo Young akan kembali.

"Ya. Dia sudah kembali."


Jin Kook terkejut dan mengikuti Jin Kang yang langsung masuk kamarnya. Ia penasaran, dari mana Jin Kang tahu? Jangan bilang mereka bertemu?

"Ya." Jawab Jin Kang singkat. 

"Kamu ini..."

"Pokoknya, dia sudah kembali. Aku tidak akan menemuinya lagi. Oppa, aku lelah."

Jin Kook pun mematikan lampu dan menutup pintu setelah ia keluar.


Tapi Jin Kang tidak tidur, ia masih teringat ciuman Moo Young itu. Ia langsung akan pergi setelah ciuman mendadak itu, tapi Moo Young menahannya. 

Moo Young: Temani aku lebih lama lagi.

Jin Kang: Kita tidak usah bertemu lagi.

Lalu Jin Kang pergi. 


Moo Young juga memikirkan hal yang sama.


Jin Kang ketiduran, namun bisa bangun saat ponselnya mendapat pesan. Jin Kang langsung keluar setelah membacanya. 


Ternyata Jin Kook sudag ada di depan kamarnya, sepertinya juga mendapat pesan yang sama. Jin Kang langsung memeluk Jin Kook, menangis.

"Sabarlah." Kata Jin Kook.

Ternyata itu adalah pesan mengenai kematian Seung Ah. 


Di ruang ganti tempat Moo Young bekerja. Rekannya melihat berita mengenai kematian Seung Ah. Moo Young juga jelas mendengarnya, tapi reaksinya biasa saja, bener-bener biasa saja, tidak ada keterkejutan sama sekali.


Saat Jin kang melayat Seung Ah, ia tidak bisa menahan tanginya, sampai ia tidak bisa menyelesaikan penghormatan terakhirnya. Jin Kook yang menemaninya mencoba menguatkan.


Sementara itu, Moo Young malah senyum-senyum dengan rekan kerjanya.


Cho Rong mengaku kalau ia tidak tahu kalau Seung Ah adalah temannya Jin Kang. So Jung heran, hal seperti itu saja Cho Rong tidak tahu, apa benar Cho Rong ini pacarnya Jin Kang? 

"Benar juga."

"Ae.. Jin Kang memang sangat tertutup. Kalian berdua pasti akan cocok."


Saat proses pemakaman abu, semuanya menangis, cuma Jin Kang doang yang enggak, tapi ia pergi sebelum peti di tutup.


Jin Kang mencari tempat sepi untuk menangis sendiri. Tangisannya lebih sedih dan lebih menyayat hati dari semua orang disana. 

Jin Kook membiarkannya, hanya menyaksikannya dari kejauhan.


Sekretaris Choi sekarang bekerja untuk Noona. Sekretaris Choi melapor bahwa semua urusan mengenai Baek Seung Ah sudah beres. Ibunya Seung Ah akan berbicara dengan Noona di kantor besok.

"Tidak perlu. Katamu semuanya sudah beres."

Noona kemudian bertanya apa yang Moo Young katakan saat kamu menyuruhnya menulis memorandum? Dia mau menekennya?

"Ya."


Moo Young menekennya tanpa protes sedikitpun. Kemudian Sekretaris Choi membebikan cek Satu juta dolar. Moo Young mengambilnya dan meninggalkan amplopnya, ia mengantonginya begitu saja.


Noona bertanya lagi, bagaimana uangnya?

"Dia menerimanya tanpa berkomentar."

"Satu juta dolar?"

"Dia menerimanya seakan-akan itu seratus dolar."

Dan itu membuat Noona ketawa ngakak. Menarik sekali.


Saat Moo Young membuka pintu, Jin Kook sudah menunggunya. Moo Young menanggapinya seperti biasa, ia tidak terkejut sama sekali, ia berkata harus pergi dan bertanya apa Jin Kook tidak kerja?

"Apakah ini.. maumu? Prinsipmu mata ganti mata, gigi ganti gigi. Inikah balasanmu? Anggap Jang Woo Sang menyuruh gangster menyakitimu. Jika itu benar... Apa salah Seung Ah?"

"Kenapa kamu menanyaiku seakan-akan aku sengaja?"

"Ya. Aku yakin kamu juga tidak menyangka akibatnya akan seperti ini. Kalau begitu, akan kuubah pertanyaanku. Seandainya kamu tahu akan menjadi seperti ini, apa kamu tidak akan melakukannya?"

"Entahlah."


Jin Kook emosi mendengar jawaban Moo Young itu, ia sampai mendorong Moo Young ke tepi.

"Sialan! Bedebah! Seung Ah meninggal. Anak tidak bersalah mati karena balas dendammu yang remeh."

"Akan tetap kulakukan. Aku akan tetap melakukannya walau tahu akibatnya."

"Bedebah! Kamu merasa sudah menang, ya? Pikirmu kamu menang walau dua orang tewas akibat keisenganmu! Kamu tidak merasa rugi karena mempertaruhkan hidupmu. Bedebah!"


Jin Kook kemudian menarik Moo Young dan langsung memukulnya sampai Moo Young tersungkur. 

"Kamu bukan manusia. Jika kamu manusia, jika masih ada setitik kemanusiaan..."

"Maka apa? Jika aku manusia, apa yang akan kulakukan?"


Jin Kook: Kamu tidak akan bisa lagi bertindak seenaknya. Tidak akan kubiarkan. Mulai sekarang, aku tidak akan peduli siapa dirimu. Masa bodoh.

Moo Young: Mengejutkan sekali. Apa aku pernah ada artinya bagimu?

Jin Kook tidak menjawabnya, ia melanjutkan jalannya.


Jin Kang akan berangkat kerja, ia melihat fotonya bersama Seung Ah dan itu kembali membuatnya sedih.


Saat Jin Kang membuka pintu gerbang, ia dikagetkan dengan kembalinya Jin Kook. Ia heran, kenapa Jin Kook kembali? 

"Berjanjilah, jangan pernah menemui berandal itu lagi. Paham? Oppa ingin menyampaikan itu. Segalanya hanya keisengan dan permainan baginya. Di dunia ini tidak ada yang lebih penting baginya. Bahkan dia mempertaruhkan nyawanya dalam permainan itu."

"Oppa."

"Dengar baik-baik. Seung Ah.. tewas karena berandal itu. Dia membunuh Seung Ah."

"Kenapa Oppa berkata begitu?"

"Dia bilang tetap akan melakukan itu walau tahu ini akibatnya. Walau dia tahu Seung Ah akan meninggal. Walau dirinya sendiri yang mati. Dia bilang akan tetap melakukannya."

"Oppa."

Jin Kook tidak menjawabnya dan langsung pergi. Jin Kang hampir menangis.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap