Sunday, October 7, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 2 Part 2

Sumber: tvN


Seung Ah menunjukkan portfolio Jin Kang pada Woo Sang. Tapi Woo Sang malah menganggap remeh Jin Kang, menuduh Jin Kang berteman dengan Seung Ah hanya untuk koneksi.

Seung Ah mengambil kembali portfolionya, "Jin Kang Eonni tidak pantas mendengar itu darimu."


Woo Sang mengambil kembali portfolionya, "Kamu cantik saat marah. Aku akan melunak karena kamu cantik."

Tapi Seung Ah mengambil kembali, "Lupakan. Eonni juga tidak akan menyukai ini."

Woo Sang mengajak Seung Ah liburan ke Jepang akhir pekan depan. Seung Ah mengatakan tujuannya bertemu Woo Sang, ia ingin mengakhiri semua ini.

"Apa?"

"Aku.. menyukai orang lain. Aku lebih menyukainya. Aku kemari untuk menyampaikan itu."

"Kamu punya pacar?"

"Ya. Dia cinta pertamaku."

"Hahaha.. Cinta pertama? hahah. Manis sekali. Yang benar saja."


Seung Ah akan pergi, tapi Woo Sang menarik tangannya. Woo Sang mengijinkan Seung Ah pacaran, menjalin hubungan yang manis tidak ada salahnya jika hanya sekali. Lakukan saja. Tapi jangan tidur dengannya.


Jin Kang melihat Moo Young di tempat cucian umum, ia lalu segera mengendarai sepedaya ke suatu tempat.


Ternyata Jin Kang pergi untuk mengambil sesuatu dan ia kembali tepat saat Moo Young selesai mencuci. Jin Kang menyapa Moo Young duluan, berbasa-basi, apa kemarin Moo Young sampai dengan selamat? Moo Young mengangguk.

Jin Kang memberikan jaket yang sudah ia cuci. Moo Young melihat isinya karena Jin Kang memasukkannya ke dalam tas kertas. Setelahnya, Moo Young memberikannya kembali pada Jin Kang, Jin kang bisa memilikinya. 

"Tidak. Dan.. Sampai jumpa."


Jin Kang menuju sepedanya dan Moo Young menempati kursi di pinggir jalan. Moo Young bertanya, Jin Kang tinggal di dekat sana? Jin Kang mengiyakan. 

"Ternyata Wonyoung-dong tidak terlalu luas." Balas Moo Young. 

"Benar. Kamu tidak berkencan dengan Sung Ah? Ini akhir pekan."

"Dia menengok neneknya."


Jin Kang mendapat telfon dari Cho Rong, mau mengajak nonton besok malam. 

Jin Kang: Aku mau. Tidak, aku memang ingin menonton film itu. Ya. Sampai jumpa besok.


Usai menelfon, Moo Young langsung menanggapi, akhirnya mereka berkencan? Secara resmi? Jin Kang akag bingung, lalu Moo Young melanjutkan.

"Menonton film, makan bersama, hubungan yang santai. Apa lagi? Ah.. Bercengkerama."

"Apanya yang lucu?!"

"Kamu marah?"

"Ya, aku marah. Kenapa kamu menguping pembicaraan orang lain?"

"Aku mendengar karena terdengar dan melihat karena terlihat. Kita selalu berpapasan. Maaf jika kamu tersinggung."


Jin Kang tidak menjawabnya, ia menuntun sepedanya hendak pulang, tapi ia kembali lagi. 

Jin Kang: Katamu kita pernah bertemu tiga kali.

Moo Young mengagguk.


Jin Kang kemudian memarkir sepedanya dan duduk di depan Moo Young. 

Jin Kang: Kita bertemu di pameran Seung Ah, lalu kamu meminjamkan jaket ini di pub. Kapan lagi? Kurasa kita baru bertemu dua kali.

Moo Young: Salah.

Jin Kang: Kamu sengaja melakukan ini, ya?

Moo Young: Apa maksudmu?

Jin Kang: Kamu mencari perhatianku.

Moo Young: Tidak.

Jin Kang: Lalu kapan lagi?


Moo Young lebih mendekat, "Dahulu sekali. Di suatu tempat... Di suatu tempat... Seakan-akan kamu adikku yang telah lama pergi. Seorang adik yang manis."

"Berapa usiamu?"

"Kita seusia."

"Kamu tahu berapa usiaku?"

"Tidak."

Dan Moo Young tersenyum.


Sekarang Jin Kang engerti, mereka tidak pernah bertemu dan oa tidak mengenal Moo Young, tapi firasatnya tidak enak.

"Aku kenal seseorang sepertimu. Dia kasar, merasa berhak atas segalanya, dan mempermainkan semua orang. Dia merasa semua wanita mencintainya. Menjijikkan." Lanjut Jin Kang.

"Sikapku seperti itu?"

"Mungkin. Kamu yang lebih paham."

Moo Young mengangguk-angguk, lalu Jin Kang pergi.


Jin Kang baru akan menjalankan sepedanya, tapi ia melihat sesuatu dan tiba-tiba ia menghentikan Ahjussi yang akan menjalankan mobilnya.

Jin Kang menuju rodak belakang mobil, disana ternyata ada kucing. Tapi Moo Young lebih sigap dar Jin Kang. Moo Young mengambil kucing itu lalu memberikannya pada Jin Kang.


Ahjussi pun menjalankan mobilnya dan Moo Young menuju sepeda Jin Kang untuk mengecek apakah ada yang rusak karena tadi Jin Kang membantingnya begitu saja untuk menyelamatkan kucing itu.

Jin Kang melihatnya dan langsung mendekat, menyuruh Moo Young membiarkan saja sepedanya, ia bisa memperbaikinya.


Tidak ada kerusakan dan Moo Young memutar sepeda itu ke arah pulang Jin Kang. Moo Young lalu bertanya, apa Jin Kang mau membawa pulang kucingnya? Jin Kang menggeleng. 

Moo Young mengambil kucing itu dari Jin Kang dan menggendongnya. Jin Kang bertanya, Moo Young mau memelihatanya? Moo Young hanya tersenyum. 

"Kamu pernah memelihara kucing?" Tanya Jin Kang lagi.

"Tidak."

Moo Young berjalan ke kursi tadi untuk mengambil cuciannya lalu berjalan pulang. Jin Kang memintanya menunggu karena Moo Young meninggalkan jaketnya, tapi Moo Young berkata jaket itu untuk Jin Kang saja.


Moo Young tinggal di rumah atap dan itu kecil, ia membawa kucing itu kesana. Moo Young meletakkan kucing itu tapi kucingnya tidak berjalan menjauh.  

Moo Young mengelus kucing itu dan kembali menggendongnya untuk dibawanya masuk ke dalam.


Jin Kang melakukan presentasi desainnya. Dan ia mendpat respon yang bagus apalagi saat ia menampilkan gambar semua bir produksi mereka.

Jin Kang: Sambil menyiapkan presentasi selama sebulan ini, aku membeli dan meminum bir buatan Arts Brewery. Mulanya, aku melakukannya sebagai pekerjaan. Tapi akhirnya, aku jatuh hati. Konon, orang yang menikmati sesuatu tidak akan terkalahkan. Bayangkan desainer hebat jatuh hati dengan produkmu. Bayangkan karya besar yang mampu mereka ciptakan. Agar bir kalian makin menjangkau banyak pihak, kami akan menciptakan desain terbaik. Terima kasih.

Jin Kang mendapatkan banyak tepuk tangan. Bagus sekali.


Di pabrik, Moo Young melakukan peracikan dan ia mencatat rasionya di papan. Kemudian Hee Joon muncul sambil membawa uang kuliahnya dari Seung Ah.

Hee Joon: Ada apa dengan Baek Seung Ah? Sulit dipercaya. Aku sudah menolak, tapi dia meletakkannya begitu saja.

Moo Young: Cobalah daftar kuliah.

Hee Joon: Kamu menyuruhku berpura-pura menjadi mahasiswa? Kamu kenapa? Kenapa berbohong begitu?

Moo Young: Aku hanya ingin tahu hal apa yang menyentuh hati gadis kaya.

Hee Joon: Harus kuapakan uangnya?


Jin Kang dan yang lain senang melihat kepuasan klien. 

Jin Kang: Mereka puas, jadi, semoga mereka tidak mengecewakan kita.

CEO Hwang: Awas jika mengecewakan. Akakn ku.. Hwak.

Lalu mereka pergi makan untuk merayakannya.


Saat akan masuk mobil, mereka berpapasan dengan Moo Youngyang membawa tabung bir. Jin kang menoleh sebentar dan mereka tidak saling bertegur sapa.


Sebelum mobil berjalan, mereka melihat Jang Woo Sang. CEO Hwang menduga Woo Sang datang untuk mendukung mereka.


Woo Sang mengunjungi Arts Brewery dan Tim menunjukkan tempat pembuatan bir mereka. 

Ketuaanya memanggil Moo Young untuk mengambilkan sample birnya. Woo Sang harus meminumnya.


Woo Sang masih ingat dengan Moo Young. Saat Moo Young memberikan bir-nya, Woo Sang berkata, "Ternyata kamu."

Tapi Moo Young hanya memandang Woo Sang sekilas lalu pergi. Irit banget bicaranya dia.


Woo Sang menunjuk arah perginya Moo Young, ia bertanya disana itu tempat apa?

"Itu gudang dan kantor. Kami meragi dan mengembangkan resep di sini." Jawab Tim.


Woo Sang melihat guci hadiah dari Seung Ah dan ia langsung memegangnya. Tim bertanya, apa itu milik Moo Young? Indahnya? Dapat darimana? 

Moo Young merebutnya dari Woo Sang, ia menjawab kalau itu hadiah. Lalu ia meletakkan kembali gucinya di tempat semula. Woo Sang tersenyum. 

Woo Sang: Vasnya cantik. Tapi tidak cocok untukmu.

Moo Young tidak menanggapi, dan Woo Sang juga segera pergi.


Di kantor, mereka sedang menangani masalah sekuter yang hilang, mereka memanggil pencurinya. Cho Rong gelisah, ia sudah mengemasi barangnya dan bersiap pergi. 

CHo Rong curi-curi waktu untuk pergi, tapi suasana sedang tegang karena pencurinya ngeyel, anak bandel gitu. Tapi akhirnya Cho Rong mendapat kesempatan untuk pulang juga.


Ternyata Cho Rong buru-buru pulang untuk menonton film dengan Jin Kang. Filmnya lucu sampai Jin Kang terbahak.


Tapi saat keluar, Jin Kang menangis. 

Cho Rong: Jika tertawa usai menangis... Tidak, kamu menangis usai...

Jin Kang: Bodoh. Kakakku selalu mengejekku bodoh karena selalu terpancing tawa dan tangis orang lain.

Cho Rong: Itu karena kamu polos.

Jin Kang: Tidak juga, tapi anggap saja begitu karena itu pujian.

Cho Rong: Anggap begitu saja.


Mereka berpapasan dengan Moo Young yang sedang menggandeng cewek lain. Cho Rong tidak suka dengan tato yang dimiliki cewek itu. 


Cewek itu ternyata mengenal Cho Rong dan ia tidak suka pada Cho Rong. Moo Young bertanya, siapa emang?

"Dia polisi yang kemarin menemuiku."

"Yang datang karena mendiang temanmu?"

"Teman apanya? Dia bukan temanku. Sudah mati pun dia tetap merepotkan. Sudahlah. Bukan urusanku."

Kenapa coba Moo Young mendekati teman korban pembunuhan itu?

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

2 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap