Saturday, October 27, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 7 Part 3

Sumber: tvN


Seung Ah menghubungi Woo Sang, tapi Woo Sang tidak mau mengangkatnya. 


Sekretaris Woo Sang memberikan daftar ageda kolaborasi seni yang diadakan dua hari lagi dan proposal dari direktur.


Seung Ah mengirim pesan karena panggilannya ditolak. 

"Aku tidak akan memaafkanmu. Jika kamu mengganggunya lagi, kubunuh kamu."


Sekretaris akan pergi, tapi Woo Sang bertanya, apa itu sudah dibereskan? Sekretaris mengiyakan, dan Woo Sang tidak perlu khawatir lagi.

Sekretaris: Kurasa dia memiliki pacar.


Lalu Sekretaris menunjukkan foto Jin Kang, "Namanya Yoo Jin Kang. Dia teman Nona Baek Seung Ah."

"Mereka berpacaran?" Tanya Woo Sang.

"Ya."

Dan Woo Sang tersenyum, ini kabar baik untuknya.


Jin Kook nongkrong sendirian di depan toserba komplek rumahnya. Moo Young kebetulan lewat setelah menemui Seung Ah. Moo Young pun ikut duduk. 


Jin Kook mempertanyakan keadaan wajah Moo Young, kenapa? Habis berkelahi? Tapi Moo Young tidak menjawabnya, ia malah meminta bir Jin Kook.  


Setelah minum, Moo Young memberi jawaban, ia tidak berkelahi, tapi dipukuli. Dikeroyok tepatnya. Raut wajah Jin Kook berubah menjadi tegang.

Moo Young: Kenapa raut mukamu tegang sekali? Apa? Ahjussi akan memarahi mereka?


Moo Young menunjukkan hal yang menarik menurutnya, ia memperlihatkan cek 2jt dolar yang ia dapatkan dari Seung Ah.

"Apa yang akan Ahjussi lakukan dengan uang itu?" Tanya Moo Young.

"Apa yang kamu lakukan?" Jin Kook balik bertanya.

Moo Young mengambil cek nya dan mengantonginya kembali, "Hal buruk. Aku ingin berbuat buruk saat melihatmu."

Moo Young lalu permisi.


Jin Kook memanggilnya, memperingati bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini. Pada akhirnya, Moo Young harus membayar.

"Baguslah. Aku tidak suka barang gratis. "Mata ganti mata, gigi ganti gigi" adalah prinsipku."


Jin Kook mendengar Cho Rong dimarahi Detektif Lee karena mengambil hari libur ditengah kesibukan tim. Cho Rong minta maaf, tapi Detektif Lee kadung kesal dan menyuruhnya keluar.

Cho Rong pun akhirnya menurut.


Tapi Jin Kook membawanya masuk lagi. 

"Dasar. Duduklah di mejamu jika saatnya bekerja. Kenapa bermalas-malasan? Jangan sampai ada lagi yang bermalas-malasan sepertiku. Paham? Benar, Lee Timjang?"

Semua hanya diam dan Cho Rong berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.


Yu Ri bekerja, tapi ia ingat kata-kata Jin Kook setelah ia menangis di taman temo hari.


Jin Kook: Yu Ri-ya. Kita bisa memulai dari awal. Kedengarannya memang sudah jelas, tapi itu benar. Katakanlah jika kamu siap. Aku bisa menunggu beberapa hari.

Yu Ri memikirkannya sebentar, tapi ia tidak menghiraukannya lagi.


Di kantin, So Jung terus menghindari Jin Kook. Ia bahkan menutup telinganya saat Jin Kook memanggil. 


Akhirnya So Jung dan Jin Kook berpapasan dan So Jung tidak ounya alasan untuk menghindar lagi. Jin Kook bertanya, kenapa So Jung marah padanya?

"Aku? Kapan?" Elak So Jung.

"Kamu juga mengabaikanku di kantin."

"Kamu ada kantin? Aku tidak menyadarinya."

"Yang benar saja."

"Sungguh. Aku tidak tahu. Aku permisi."

Dan Jin Kook masih merasa kalau So Jung sangat cantik hari ini. 


Moo Young mencuci bajunya di tempat pencucian umum, ia membawa baju yang ada darahnya karena ia pakai kemarin saat dikeroyok. Ia memikirkan sesuatu baru kemudian ia memasukkannya ke mesin cuci.


Saat Moo Young kembali, Yu Ri sudah menunggunya di tanga. Moo Young menemui Yu Ri sambil menggendong Kang. Yu Ri menanyakan wajah Moo Young, kenapa?

"Kelihatan, ya? Ah.. Lukanya tidak kunjung sembuh. Lama tidak berjumpa."

"Ini memalukan. Apa salahnya? Sudah lama aku tidak kemari. Aku takut Oppa akan marah. Hei. Kenapa kamu begitu baik kepadaku?"

"Karena kamu cantik."

"Yang benar saja. Kenapa? Karena aku tidak akan berbohong? Kamu bilang.. aku tidak pernah berbohong. Oppa tidak pernah tulus menyukaiku, bukan?"


"Aku menyukaimu." Kemudian Moo Young mengangkat Kang, manis, bukan? Ini kucing pertamanya. Ia suka. Ia harus memberinya makan dan memandikannya. Repot, tapi menyenangkan. "Dia pun pasti tahu. Dia tidak pernah kabur walau pintu terbuka."

Yu Ri: Aku sudah tahu. Bagimu, aku seperti kucing itu.

Moo Young: Yu Ri. Jangan percaya pada orang lain. Orang lain itu tidak berguna.

Yu Ri: Bagaimana dengan dia? Kamu akan berkata begitu kepadanya? Kamu akan melarangnya percaya pada siapa pun termasuk dirimu?

Moo Young hanya tersenyum.


Yu Ri menegaskan, boleh kah ia memberi tahu semuanya?

"Apa maksudmu?" Tanya Moo Young. 

"Kepada Ahjussi itu."

"Apa?"

Yu Ri tidak menjawabnya, ia hanya menatap Moo Young dan Moo Young langsung menangkap apa maksudnya, raut wajahnya menjadi serius. 


Moo Young celingukan di depan kantor Jin Kook. Cho Rong menanyainya, apa yang bisa ia bantu? Lalu Jin Kook datang, Moo Young hanya melambai pada Jin Kook. 

"Ada perlu apa di sini?" Tanya Jin Kook. Tapi Moo Young hanya diam sampai Cho Rong masuk ke dalam.


Jin Kook tanya lagi, ada apa Moo Young kesana pagi-pagi? 

"Aku akan mengambil SIM, jadi, sekalian menyapa."

"SIM?"

"Ya. SIM-ku diperbarui. Aku mulai bekerja hari ini."

"Mau minum kopi dari mesin otomatis?"

"Tidak. Rasanya tidak enak. Aku permisi."

"Kamu sudah akan pergi?"

"Aku hanya ingin menyapa. Setelah melihatmu.. sepertinya kamu baik-baik saja."

Moo Young kemungkinan cuma mau memastikan apakah Yu Ri sudah mengatakan semuanya atau belum dan ternyata belum. Ia memastikannya dengan reaksi Jin Kook barusan.


Setalah Moo Young pergi, Cho Rong mendekat, siapa dia? Kok rasanya tidak asing? 

"Di mana aku melihat dia?" Gumam Moo Young.

"Dia Kim Moo Young." Jawab Jin Kook.

"Kim Moo Young? Kim Moo Young yang itu?"


Moo Young mulai masuk kerja di tempat yang baru. Dan saat menggenti baju, ia melihat ada undangan di meja, ia pun membacanya.

Di undangan itu tertulis, "Pidato penyambutan oleh Direktur Jang di Grup NJ".


Bos Moo Young menyapa dan ia khawatir melihat kondisi wajah Moo Young, apa Moo Young sungguh sudah sembuh. 

"Maaf terlambat."

"Tidak apa-apa. Bekerjalah yang giat mulai sekarang."


Bos melihat Moo Young memegang undangan itu, ia pun mengajak Moo Young berangkat bersama nanti.

Bos sudah beranjak, tapi ia balik lagi, ia khawatir, apa Moo Young tidak nyaman menghadiri acara Arts Brewery?

"Biasa saja." Jawab Moo Young.


Acara Arts Brewery dimulai, makanan dan minuman dipersiapkan untuk para tamu. 

CEO Hwang dan karyawannya datang. Ia memuji desain poster yang dipasang di pintu masuk. 

"Perfect. Siapa yang mendesainnya? Siapa yang mendesain poster yang sempurna ini?"

Jin Kang dan Soo Yeon langsung menunjuk CEO Hwang dengan bangga.


CEO Jung juga datang, mereka semua saling menyapa.


Cho Rong tiba-tiba terus mengikuti Jin Kook dan itu membuat Jin Kook kesal karena Cho Rong sudah seperti itu seharian ini. 

"Aku tidak mengikutimu. Sepertinya, kamu dekat dengan Moo Young, nyatanya tidak. Aku juga paham kamu tidak punya bukti jelas dan terpaksa bersabar untuk sementara."

"Tapi?"

"Tapi kenapa dia terasa tidak asing? Di mana aku melihatnya? Di mana?"

"Kenapa kamu.. menanyaiku?"


Moo Young datang ke acara bersama bosnya dan teman sesama karyawan. Jin Kang melihatnya. Tapi mereka sama-sama tidak saling menyapa, hanya saling menatap.


Ini adalah malam peluncuran Bakon Premium NJ, Rendah Sodium dan Bir IPA Arts Brewery. Woo Sang hadir dan para undangan memberi tepuk tangan meriah.


Seung Ah mendapatkan paket. Seung Ah membukanya dan ternyata isinya adalah cek 2jt dolarnya dan surat dari Moo Young.

"Aku belum yakin ini cinta, tapi ayo kita kabur."

Seung Ah terharu membacanya.

0 komentar

Post a Comment