Tuesday, October 30, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 8 Part 4

Sumber: tvN


Cho Rong datang ke kantor, tapi kursinya Jin Kook masih kosong, ia lalu mengirim pesan untuk Jin Kang.

"Jin Kang-ssi, apa kamu sudah melayat temanmu? Aku tidak tahu cara menghiburmu.."


Tapi belum selesai ia menulis, Hwang Geun malah memberinya daftar rekaman dashbor mobil dan memerintahkan Cho Rong untuk memeriksanya.

"Ini percuma." Kata Cho Rong.

"Percuma? Kamu belum memeriksanya, kenapa menyebutnya percuma?"

"Ini rekaman kotak hitam dari mobil lain saat kecelakaan."

"Aku tahu. Lantas?"

"Manajer Yoo sudah..." Cho Rong hampir saja keceplosan, kemudian ia berkata akan memeriksanya, tapi setelah mengirim pesan. Hwang Gun tidak kesal sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Jin Kang turun dari bis dan terus kepikiran omongan Jin Kook barusan, ia tidak bisa lupa. Lalu masuklah pesan dari Cho Rong.


Jin Kook kembali mendatangi Yu Ri. Yu Ri kesal dibuatnya karena sudah berkali-kali ia katakan kalau ia tidak ingat. Sunguh tidak ingat!

"Aku mau bertanya." Kata Jin Kook.

"Baiklah, tanyakan saja."

"Kamu melihat Jeong Mi Yeon dan Choi Sang Hoon bertengkar dari balik pintu?"

"Ya."

"Artinya, kamu menyelinap ke rumahnya. Kamu tahu kata sandi rumah Jeong Mi Yeon?"

"Ya."

"Kamu melihat CCTV di depan jalan rumah Mi Yeon? Menurutmu siapa yang terekam di kameranya?"

"Aku tidak peduli." 

Tapi Yu Ri jelas mulai gugup dan Jin Kook menyadari itu. Yu Ri menyamarkannya dengan membentak Jin Kook, "Kubilang, aku tidak peduli."


Jin Kook: Tidak ada yang terekam di sana. CCTV itu palsu. Mungkin kamu tidak tahu, tapi orang yang membereskan TKP tahu CCTV itu palsu. Dia Kim Moo Young, bukan?

Yu Ri: Bukan dia.

Yu Ri: Saat kita ke rumah Mi Yeon, aku mengikutimu sampai rumah. Kamu tergesa-gesa, tapi kamu melalui jalan yang terhindar dari CCTV. Kim Moo Young yang memberitahumu rute itu, bukan?

Yu Ri: Bukan.

Jin Kook: Juga kata sandi rumah Mi Yeon.

Yu Ri: Bukan! Bukan! Bukan! Bukan! Bukan! Bukan!


Yu Ri kesal, inikah alasan Jin Kook menolongnya? Untuk menyiksanya? Jin Kook berlagak baik, tapi mengejarnya agar evaluasi kinerjanya terlihat bagus! Ia tahu motif terselubung Jin Kook itu. Bukan dirinya pembunuhnya. Bukan ia atau Moo Young Oppa!

"Aku membunuh seseorang." Aku Jin Kook.

"Bukan aku! Bukan aku pembunuhnya! Bukan aku pembunuhnya."

"Maksudku, aku pernah membunuh seseorang. Saat aku dua tahun lebih muda darimu. Walau begitu, kita bisa memulai lembaran baru. Aku buktinya. Waktumu hampir habis. Tuntaskan urusan di sini dan datang ke kantor polisi besok pagi. Datanglah dan serahkan dirimu."

Jin Kook langsung pegi dan Yu Ri mulai menangis.


Cho Rong memeriksa satu per satu rekaman dashbor mobil yang ada, ia sampai ngatuk-ngantuk. Tapi langsung sadar 100% saat membaca pesan dari Jin Kang.

"Cho Rong-ssi, kamu senggang malam ini? Ada yang ingin kusampaikan."


Cho Rong tidak bisa langsung membalasnya karena ia melihat seseorang terekam, ia melihat Moo Young.

"Payung itu. Kim Moo Young?" Gumam Cho Rong.


Cho Rong memberikan foto Moo Young pada So Jung dan elihat reaksi So Jung, Cho Rong langsung mengerti tbahwa So Jung sudah tahu selama ini. 

"Ini bukti mengejutkan yang kamu maksud, ya? Bukti yang Manajer Yoo temukan." Tebak Cho Rong.

"Itu... Cho Rong-ah..."

"Beri aku data pribadi Kim Moo Young."

"Ya. Baiklah."

So Jung pun mencetaknya untuk Cho Rong. Cho Rong langsung pergi setelah mendapatkannya. 


So Jung panik dan yang bisa ia lakukan hanya menghubungi Jin Kook. Tapi Jin Kook tidak mengangkatnya, ia sekarang sedang duduk di taman dan tak lama seseorang pun datang.


Cho Rong membalas pesan Jin Kang, "Jin Kang-ssi, maaf, tapi hari ini aku tidak senggang. Selamat menikmati makan malammu."

Jin Kang pun makan sendirian.


Moo Young masuk ke rumah makan, tapi penuh, pemilik memintanya menunggu sebentar. Moo Young melihat Jin Kang ada disana, ia langsung duduk di meja Jin Kang.


Jin Kang diam saja, kalau tidak siajak bicara oleh Moo Young. 

Moo Young: Kini kamu enggan bicara denganku? Kurasa begitu. Kenapa?

Jin Kang: Kamu sendiri kenapa?

Moo Young: Apa maksudmu?

Jin Kang: Kenapa kamu berlagak tidak terjadi apa-apa?

Moo Young: Baiklah. Aku menyerah.

Jin Kang menyudahi makannya, ia pergi.

Moo Young pulang setelah makanannya habis dan ternyata Jin Kang sudah menunggunya.

Jin Kang: Oppa bilang, semua ini hanya permainan bagimu. Semuanya tidak penting bagimu. Kamu bahkan bertaruh nyawa demi permainanmu. Benarkah itu? Karena itukah kamu tidak sedih saat Seung Ah meninggal? Walau kamu bisa memutar balik waktu... Walau tahu Seung Ah akan meninggal, begitu juga denganmu, kamu tetap akan melakukan ini? Kuanggap itu benar.


Moo Young memegang lengan Jin Kang. Tapi Jin Kang menampiknya.

Jin Kang:  Aku hanya memikirkanmu, tidak sadar Seung Ah sekarat. Aku cemas ada hal buruk menimpamu. Selagi Seung Ah terbaring di rumah sakit, aku cemas kamu meninggal. Aku berharap kamu akan kembali atau masih hidup. Lalu Seung Ah pergi. Aku bahkan tidak sempat.. meminta maaf atau berterima kasih.


Moo Young berusaha memagang lengan Jin Kang lagi, tapi Jin Kang kembali menampiknya.

Jin Kang: Kenapa kamu tidak sedih? Kenapa kamu begitu tenang? Aku malah mencemaskanmu, padahal temanku sekarat! Kenapa kamu tidak menyayangi nyawamu sendiri?

Moo Young: Aku juga tidak tahu.

Jin Kang tidak puas dengan jawaban Moo Young itu. Ia lagsung pergi.


Moo Young masih diam di temoatnya, tapi kemudian ia mengikuti Jin Kang.


Moo Young menjaga jarak.


Cho Rong dan Tim-nya datang ke komplek mereka dan ia melihat Jin Kang. Lalu Moo Young melintas setelah Jin Kang. Semuanya turun untuk menangkap Moo Young.

"Kamu ditahan karena membunuh Jeong Mi Yeon dan membuang mayatnya."


Tapi Moo Young tidak fokus, ia terus melihat Jin Kang. Cho Rong juga sama.

"Kamu berhak didampingi pengacara. Kamu berhak tetap diam. Segala ucapanmu bisa memberatkanmu di pengadilan." Lanjut petugas yang memborgol Moo Young.

Dan Moo Young digiring untuk masuk mobil. 

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap