Saturday, October 27, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 7 Part 1

Sumber: tvN


Moo Young masuk rumahnya, ia mengeluarkan kue yang ia beli dan menancapi dengan lilin. Sambil menancapkan lilin, ia mengingat kata-kata Jin Kang.

"Karena kamu tidak berperasaan. Itu sebabnya kamu mempermainkan orang sesukamu. Kamu bahkan tidak menyesal jika menghancurkan mereka. Lalu kamu melihat mereka dan senang karena menang. Itu sebabnya kamu bahkan tidak sadar dirimu menyedihkan."


Moo Young juga menyalakan semua lilinnya. Tapi ia tidak segera meniup lilinnya, ia masih teringat percakapannya dengan Jin Kang.


"Jawab aku. Pernahkah kamu memikirkanku?"

"Tidak."

"Pernahkah kamu merindukanku?"

"Tidak."

"Pernahkah kamu senang menemuiku?"

"Tidak."

"Apa kamu..tidak menyukaiku sama sekali?"

"Tidak."


Lamunan Moo Young buyar karena ada yang mengetuk pintu. Moo Young melihat dua orang ketika membuka pintu dan dua orang itu langsung menariknya dengan kasar.


Jin Kang sudah sampai rumah, tapi ia tidak masuk, ia malah melamun di tangga. 

Kemudian ia memutuskan untuk kembali ke rumah Moo Young. 


Moo Young dihajar oleh beberapa orang. 

"Astaga, sakit. Jangan keras-keras. Kalian hanya melakukan ini demi uang. Kenapa berusaha keras?"

Mereka tambah marah dengan reaksi Moo Young itu. Moo Young sempat melawan, tapi ia kalah jumlah.


Karena terburu-buru, Jin Kang sampai tak sengaja menabrak orang. Untung orang itu memaafkannya. 

Orang itu terus melihat Jin Kang saat Jin Kang sudah berlari meninggalkannya. Orang itu adalah Sekretarisnya Woo Sang.


Jin Kang sampai di ujung tangga dan ia melihat Moo Young dipukuli. Lalu ia mundur. 


Ternyata Jin Kang menjauh untuk menelfon polisi, ia dengan suara bergetar karena takut memberitahu polisi lokasinya. 

"Halo? Ini... Ini atap gedung Percetakan Wonyoung. Segeralah datang. Kemarilah secepatnya. Seseorang dipukuli--"


Jin Kang menoleh pada Moo Young dan melihat Moo Young dipukul dengan balok kayu. Ia langsung menjerit memanggil nama Moo Young, ia sampai melemparkan ponselnya untuk berlari melindungi Moo Young.

Jin Kang menghentikan mereka yang memukuli Moo Young. Ia memasang badannya, "Jangan memukulnya! Jangan! Apa hak kalian memukulinya? Kenapa kalian memukulinya?"

Maka mereka semua pergi, toh Moo Young juga sudah tidak mampu bergerak lagi. jadi mereka merasa tugas meeka sudah selesai. 


Jin Kang membangunkan Moo Young, tapi Moo Young tidak merespon panggilannya. 


Setelah menemukan poster anak hilang itu, Jin Kook ketiduran. 


Jin Kang ada di rumah sakit bersama pak polisi dan pak polisi meminta keterangan darinya. 

"Ada empat orang?" Ulang Pak Polisi. 

"Ya. Kelihatannya salah satunya berusia akhir 30-an. Yang lainnya.. Suasananya terlalu gelap."

"Itu jelas seperti pengeroyokan?"

"Ya. Mereka seperti sekelompok penjahat."

"Anda tidak tahu alasan mereka menyerangnya?"

"Tidak tahu."

"Tenangkan diri Anda. Kami harus menunggu korban hingga siuman. Besok, suruh dia mengunjungi kantor polisi jika bisa. Setelah bersaksi, dia bisa mengajukan gugatan."

Pak Polisi pergi dan Jin Kang mendekati Moo Young.


Jin Kang menangis melihat kondisi Moo Young.

Dan karena tidak ada yang bisa ia hubungi untuk menjaga Moo Young, ia memutuskan untuk menjaga Moo Young.


Moo Young siuman dan ia melihat Jin Kang ketiduran disampingnya. Moo Young akan menggenggam tangan Jin Kang, tapi Jin Kang menggerakkan tangannya, jadi Moo Young menarik tangannya lagi. 

 

Jin Kang terbangun karena ponselnya berdering, tapi Moo Young malah pura-pura tidur kembali. Jin Kang menjauh untuk mengangkat telfon dan Moo Young memandangnya.

Yang menelfon adalah Jin Kook. Jin Kook menelfon karena Jin Kang tidak mengabari jika lembur.

"Maaf. Aku tertidur. Kakak belum tidur karena aku? Tidurlah."

"Baiklah. Kakak mengerti. Kamu juga harus tidur."


Jin Kang kembali, tapi tempat tidur Moo Young sudah kosong. Jin Kang celingukan mencari Moo Young, tapi Moo Young nya tidak ada.


Jin Kang lalu naik taksi ke rumah Moo Young. Ia mengetuk pintu dengan kesal. Moo Young membukanya setelah ketukan kedua.

Moo Young berjalan masuk tanpa menutup pintu dan tanpa mengatakan apapun. Jin Kang mengikutinya, lalu menutup pintu.


Moo Young mengambilkan kursi untuk Jin Kang dan menyuruh Jin Kang duduk. Seakan tidak terjadi apa-apa, ia menyinggung soal kue nya di meja, kelihataanya lezat.


Jin Kang kesal, apa-apaan Moo Young ini? Kenapa melakukan ini? Dokter bilang, harus dirawat inap. Kenapa pergi?

"Duduklah. Jangan berteriak. Aku sedang sakit."

"Siapa orang-orang tadi?"

"Kenapa kamu di sini? Aku lebih tertarik dengan itu."

"Apa pentingnya? Lihatlah dirimu. Siapa mereka? Apa salahmu hingga para penjahat itu..."

"Kamu ingin mengajak bertengkar? Itu tidak seperti dugaanmu."

"Pergilah ke kantor polisi besok. Bersaksi dan tuntut mereka."

"Untuk apa?"

"Untuk apa?"

"Mereka hanya sekelompok pekerja keras. Bahkan, mereka tidak tahu kenapa harus memukuliku. Jika aku akan menggugat atau melawan balik, harus tepat sasaran. Ke orang yang sebenarnya ingin menyakitiku. Bukan begitu?"

"Baiklah. Masa bodoh kamu akan melakukan apa."


Jin Kang akan pergi, tapi Moo Young menarik tangannya, meminta Jin Kang makan kue bersamanya dulu baru pergi. Tapi Jin Kang tidak mau, ia melepaskan tangannya dan pergi.


Jin Kang berhenti setelah menutup pintu. Ia berpikir.


Cho Rong terus menatap Jin Kook, tapi ia tidak mengatakan apapun dan memilih pergi.


Cho Rong berpapasan dengan So Jung. So Jung bertanya apa Cho Rong melihat Jin Kook?

"Masuklah. Dia di kantor."

"Bukan itu maksudku. Dia sudah mengatakan sesuatu kepadamu?"

"Memangnya dia mau mengatakan apa kepadaku?"

Cho Rong kesal dan melanjutkan jalannya. 


Tapi kemudian ia bergegas kembali, ia menduga So Jung pasti tahu ada apa dengan Jin Kook. 

"Aku? Mana kutahu?" Elak So Jung.

"Jika kamu tidak tahu, siapa lagi yang tahu?"

"Hei. Kenapa kamu mendesakku? Pikirmu aku tahu semuanya? Tidak."

Cho Rong pergi lagi.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap