Saturday, October 20, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 6 Part 3

Sumber: tvN


Jin Kook menemani Yu Ri ke kantor polisi. Petugas memberi Jin Kook form yang harus Yu Ri isi.


Jin Kook meliihat Yu Ri dan Yu Ri terus menundukkan kepalanya.


Jin Kook lalu duduk disamping Yu Ri. Ia memberikan form itu dan menjelaskan kalau Yu Ri harus mengisinya, tapi cukup menulis motif, lokasi, dan waktu kejadian itu. 

"Sertakan di akhir formulir bahwa kamu tidak akan mengulanginya." Tutup Jin Kook.


Yu Ri akan menulisnya tapi ia terlau gemetar untuk memegang bolpoin. Jin Kook lalu meyakinkan Yu Ri.

"Ini. Tenang. Santai saja."

"Maaf, Ahjussi." Yu Ri menangis.

"Tidak apa-apa."


Selanjutnya, Jin Kook mengantar Yu Ri ke tempat kerjanya. Jin Kook berpesan agar Yu Ri jangan terlalu memusingkan apapaun, istrahat saja.


Yu Ri mengangguk lalau berjalan masuk. Jin Kook memanggilnya lagi, "Hei. Besok aku akan kembali. Kamu tahu maksudku, bukan?"

"Aku tidak akan bunuh diri." Jawab Yu Ri lalu masuk ke dalam.


Saat Yu Ri sudah tidak terlihat, Jin Kook lemas seketika, bahkan ia tidak sanggup berdiri. So Jung datang sambil berlari. Jin Kook mengulurkan tangan minta dibantu, tapi So Jung malah menendangnya.


So Jung malah pergi begitu saja. Jin Kook heran, kenapa So Jung pergi begtu saja? So Jung pun berbalik, Jin kook itu kenapa? Kenapa melakukan itu?

Jin Kook mengulurkan tangan lagi, manja, "Ayolah, jangan begitu."

"Seharusnya kamu lepaskan. Tapi kamu malah bertahan dan jatuh bersamanya? Apa kamu berniat mati?"

"Aku tidak akan mati. Aku melihat matrasnya dipasang sebelum jatuh."

"Begitu rupanya, baguslah. Jika matrasnya terlambat sedikit saja, kamu pasti sudah mati!"

"Lalu aku harus bagaimana?"

"Apa aku harus melepas tangan anak nakal itu agar bisa selamat sendiri?"

"Terserahlah, dasar bodoh! Menyebalkan!"

So Jung menendang Jin Kook lagi. Jin Kook memanggilnya "Tak, Tak." Tapi So Jung melarangnya memanggil lagi, ia tidak mau menemui Jin Kook lagi.

Jin Kook: Dia manis saat marah.


Hee Jun menunjukkan Seung Ah yang pingsan karena mabuk berat pada Moo Young.

Hee Jun: Dia keras kepala menanyakan rumahmu, tapi aku menahan diri. Dia tidak kuat minum, tapi kenapa senekat itu?

Bahkan Seung Ah muntah dan belepotan. Moo Young mendekat untuk membersihkannya. Moo Young lalu minta handuk hangat pada Hee Jun.


Jin Kang datang juga tapi ia terlambat. Moo Young sudah ada disana. Moo Young mengira Hee Jun yang datnag, ia pun mengulurkan tangan meminta handuknya.


Saat melihat Jin Kang, Moo Young langsung berdiri. Hee Jun datang membawakan handuk hangat, Jin Kang lagsung memintanya, ia yang akan mengurus Seung Ah. 

Jin Kang: Seung Ah meneleponku, tapi aku terlambat kemari.

Hee Jun: Anda kenal Baek Seung Ah, Direktur Jin Kang?

Jin Kang mengangguk.


Noona menyuruh Woo Sang datang untuk menikmati bir. Itu bir yang dikirim Moo Young. Noona menanyakan pendapat WoO Sang tentang bir itu.

"Katakan saja apa maumu."

"Love Forever". Itu nama bir ini. Apa ini seperti alkohol cinta? Amber ale. Kadar alkohol 6,4 persen. Apa lagi komposisinya?"


Noona membuka kartu birnya untuk membaca resepnya. "Bir untuk upacara pernikahan. Love Forever". Resep bir untuk pernikahanmu dan Baek Seung Ah."

Woo Sang berdiri dengan kesal, tapi ia sempat melirik kartu yang disodorkan Noona itu, ia membaca tulisan tangan, "Dari Kim Moo Young".

Noona ketawa puas, "Aku paham. Tentu saja, memecat ayah Seung Ah tidak cukup. Kamu menyuruh saingan cintamu membuat bir untuk pernikahanmu. Bahkan kamu memecatnya setelah dia merebut kekasihmu. Manis sekali."

"Kamu pasti.. sangat senggang."

"Tapi tampaknya Kim Moo Young lebih manis darimu. Dia mengantarkannya sendiri. Ke resepsionis Kantor Pusat Grup NJ. Seung Ah.. dicampakkan. Jika kamu belum melupakan dia, kamu memohon saja kepadanya."

Woo Sang pergi tanpa mengatakan apapaun.


Di mobil Woo Sang memikirkan soal Seung Ah yang dicampakkan.


Moo Young dan Jin Kang mengantar Seung Ah pulang. Dalam perjalanan, Moo Young bertanya apa Seung Ah baik-baik saja?

"Ya. Sepertinya."


Saat berhenti di lampu merah, Moo Young memperhatikan tatapan Jin Kang dan kalau ini Jin Kang lembut. Tapi itu membosankan. Jin Kang mencoba tidak peduli.

Moo Young: Bukankah tadi kamu senang melihatku?

Jin Kang kembali menunjukkan tatapan andalannya. Moo Young menakui kalau tatapan itu membuatnya berdebar-debar sampai nyaris terkena serangan jantung.

"Fokuslah mengemudi. Lampunya sudah hijau."


Sampai di depan rumah, Jin Kang menyuruh Moo Young keluar dan tunggu agak jauh, ia yang akan bicara pada ibunya Seung Ah.

Tapi Moo Young malah turun dan membuka pintu belakang untuk menyuruh Jin Kang yang menunggu agak jauh. Ia yang akan bicara dengan ibunya Seung Ah.

"Kubilang tunggu di sana. Nanti ibu Seung Ah marah." Ulang Jin Kang.

"Maka itu, kamu harus keluar."

"Pergilah."


Akhirnya Moo Young yang menemui ibunya Seung Ah sendiri. Moo Young mengatakan kalau Seung Ah mabuk berat. Ibu tidak mengatakan apapun, hanya masuk mobil lalu memasukkan mobil ke dalam garasi.


Moo Young pun mendekati Jin Kang. 

Moo Young: Kamu takut? Kamu pikir dia akan menamparku?

Jin Kang: Kamu sengaja melakukan ini? Aku sungguh tidak paham.


Jin Kang jalan duluan dan Moo Young mengikutinya.

Moo Young: Apa yang sengaja kulakukan?

Jin Kang: Pikirkanlah. Pada akhirnya, kamu selalu melakukan hal baik. Kenapa berpura-pura jahat?

Moo Young: Em.. Kamu menyebut hal seperti itu "baik"?

Jin Kang: Memangnya bukan? Lalu apa?

Moo Young: Bagaimana itu bisa disebut baik? Terkadang, kita terpaksa melakukan hal yang tidak kita mau. Terkadang, kita malas. Benar?

Jin Kang: Itu tetap saja baik.


Moo Young mencari taksi sampai turun ke jalan. Jin Kang terus meminta Moo Young untuk mundur tapi Moo Young tidak mendengarkan.

Jin Kang pun terpaksa menarik baju Moo Young agar mau mundur, ia khawatir Moo Young kenapa-kenapa.


Moo Young: Kita melewatkan taksi karena kamu. Di sini sulit mencari taksi.


Moo Young datang ke kantor Urusan SIpil, kantornya So Jung. Ia kesana untuk memperpanjang SIM sepertinya. So Jung terus memandangi Moo Young sampai Moo Young keluar.


So Jung akan mengirim pesan untuk Jin Kook tapi ia ingat kalau mereka sedang marahan.

"Astaga. Aku pasti gila. Yaa! Dia sudah bukan temanku lagi."


Jin Kook memperhatikan Moo Young yang sedang menyaksikan pertemuan kembali antara orang tua dan anak mereka yang dilaporkan hilang.

Moo Young memandangnya dengan sedih. Mungkin ia iri.


Lalu Cho Rong mendekati Jin Kook, mengira Jin Kook memperhatikan anak itu, maka ia menjelaskan kalau anak itu yang hilang kemarin, untungnya bisa segera ditemukan.

Cho Rong: Ah.. Putusan pertama untuk Choi Sang Hoon akan diumumkan hari ini, Anda sudah tahu? Apa Anda...

Cho Rong menoleh, tapi Jin Kook sudah tidak ada disampingnya.


Moo Young terus memandangi anak itu sampai anak itu dan orangtuanya pergi.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap