Saturday, October 13, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 4 Part 1

Sumber: tvN


Jin Kook sengaja menunggu Moo Young di depan rumah, ia bertanya bagaimana rasanya membunuh?

Moo Young membutuhkan waktu untuk manjawab dan ia menjawa rasanya seperti fantasi. 


"Pembunuh yang kamu lihat di kantor polisi tempo hari dirimu sendiri, bukan? Kamu menatap dirimu di cermin, bukan Choi Sang Hoon."


Moo Young membenarkan, ia yang membunuhnya. Awalnya ia tampak serius, tapi kemudian ia ketawa, ia berharap bisa berkata begitu.

Moo Young: Jangan terlalu sering menonton drama. Maksudku film. Khayalan, fantasi. Aku harus berangkat kerja.


Saat Moo Young akanmasuk, Jin Kook tiba-tiba melemparkan bola salju kristal pada Moo Young dan Moo Young menerimanya dengan tangan kiri. 

"Kamu kidal rupanya."

"Aku mampu memakai kedua tanganku. Secara maksimal. Ini bola kristal salju, ya?"

"Di mana kamu akan meletakkannya? Di samping perahu atau malaikat?"

"Malaikat."

"Malaikat, ya?"

"Ingin mendengar hal aneh? Kamu sudah bertemu adikku, bukan? Dia punya seorang teman baik. Suatu hari, gelang temannya putus dan pacarnya memperbaikinya. Teman adikku menyadari gelangnya persis kembali seperti semula. Manik-maniknya ada lebih dari 20 butir dan pacarnya bisa menyusunnya seperti semula."

"Hebat sekali."

"Ada yang lebih hebat. Hewitt Vill di persimpangan Wonyoung. Itu lokasi pembunuhan seorang mahasiswi. Dia mengoleksi puluhan bola kristal salju. Saat dia dibunuh, semua bola kristal jatuh ke lantai. Tapi seseorang merapikannya kembali. Jumlah bola kristal saljunya ada 50."

"Mereka orang yang sama?"

"Menurutmu begitu? Kamulah orangnya."



Moo Young mengelaknya dengan santai, ia tidak gugup sama sekali, ia berkata kalau ia hanya memperbaiki gelang Seung Ah.


Moo Young ingat sesuatu, ia menyebutkan urutan bola kristal itu. 

"Perahu. Rusa Rudolph. Manusia salju. Bunga. Malaikat. Malaikat jelas lebih cocok. Ini komidi putar, harus ada di samping malaikat."

"Apakah asyik mempermainkanku?"


Moo Young hanya tersenyum. Jin Kook menegaskan kalau Moo Young tersangka mulai hari ini, jadi bersiaplah karena ia berapi-api.


Moo Young malah menyemangati Jin Kook, "Kabari aku saat kamu menangkap pembunuhnya. Bola kristalnya ada 50 buah? WOAH.. Aku tidak sabar mengetahui pelakunya."

Dan Moo Young masuk rumahnya, tapi sebelumnya, ia melirik kotak itu.


Di dalam, Moo Young menyenderkan kepalanya di sofa sambil menutup matanya, tapi cuma sebentar sebelum ia duduk tegak dengan tatapan tajamnya. 


Jin Kang sudah menunggu Jin Kook lama, ia mengeluh bisa terlambat nanti. Jin Kook tiba-tiba membahas soal Moo Young dan Seung Ah, ia meminta Jin Kang membujuk Seung Ah untuk berpisah dengan Moo Young.


Ibu Seung Ah tegang melihat pertemuan Seung Ah dan Woo Sang di luar. Ibu melihat melalui CCTV.


Seung Ah memberikan kunci mobil pemberian Woo Sang, di dalam mobil juga ada semua barang pemberian Woo Sang lainnya. Semuanya ada disana. 

"Aku bertanya apa kamu lupa janji makan malam kita kemarin. Ini jawabanmu? Hanya ini hadiah dariku?"

"Semalam aku bersama pria itu. Aku tidur dengannya. Dan aku tidak menyesal."


Woo Sang ketawa, tidak menyesal? Tapi kemudian wajahnya menjadi garang saat ia tiba-tiba mencubit pipi Seung Ah. 

"Seung Ah-ya. Kamu bahkan tidak tahu rasanya menyesal. Mana bisa kamu merasa tidak menyesal?"

Woo Sang menarik-narik Pipi Seung Ah sebelum akhirnya melepaskannya dengan kasar. Woo Sang jeda sebentar untuk memberikan kunci mobil Seung Ah pada sekretarisnya. 


Woo Sang menarik dagu Seung Ah gar Seung Ah menatapnya, "Kamu melanggar janji. Kenapa tidak meminta maaf? Agar aku lebih melunak kepadamu. Benar, bukan? Turun."


Seung Ah pun turun dan Woo Sang pindah ke kursi kemudi.


Choi Sang Hoon dibawa ke kejaksaan, Reporter bejubel memotret.


So Jung dan Jin Kook menonton dari kejauhan. 

So Jung: Wah.. Akhirnya dia diserahkan ke kejaksaan. Satuan Jatanras Unit Tiga akhirnya berprestasi. Kamu pasti bangga sekali.

Tapi Jin Kook hanya diam saja.


Dan setelah mobil pergi membawa Sang Hon, Jin Kook dan Detektif Leemain tatap-tatapan. 


Sampai di kantor, Jin Kang menelfon Seung Ah karena kata-kata kakaknya barusan. Tapi yang mengangkatnya Ibu Seung Ah. 

Ibu kemudian memberikannya pada Seung Ah. Seung Ah bersandiwara di depan ibu, berkata kalau Jin Kang menelfon masalah pameran. 

"Pameran? Pameran apa?" Jin Kang bingung. 

"Sebentar. Biar kuperiksa. Seharusnya sekitar akhir bulan ini. Sebentar."


Seung Ah membuka-buka buku catatannya yang ternyata kosong. Kemudian ia mengirim pesan pada Jin Kang. 

"Tolong aku, Unnie. Aku dilarang keluar."
"Kenapa?" Tanya Jin Kang.
"Kemarin aku bermalam di luar."

Jemputan Jin Kang keluar, jadi ia harus naik mobil.


Ternyata mereka ke Arts untuk rapat bersama. Dan selama rapat Seung Ah tidak konsen karena memikirkan Seung Ah.

Seung Ah berkata kalau ia harus menemui Moo Young dan hanya Jin Kang yang bisa membantu. 

Jin Kang gugup saat ditanya CEO Jung.


Di sebuah gereja sedang melakukan prosesi pemakaman Direktur Jin Kang.

Psikiater Yang Jung Mo (Dokter Yang) juga hadir. Moo Young juga hadir walaupun ia terlambat dan harus duduk di barisan paling belakang.


Usai rapat, CEO Hwang bertanya pada Jin Kang, aoa ada masalah hari ini? Ia tidak menyangka Jin Kang melamun saat rapat penting.

"Maaf, Bu. Tunggu sebentar." Kata Jin Kang dan langsung berlari kembali ke dalam.


Jin Kang menemui Hee Joon dan menanyakan Moo Young, sayangnya Moo  Young tidak masuk hari ini. 

"Bisa sampaikan pesan untuknya? Tidak. Bisa beri tahu aku nomornya?" Pinta Jin Kang.


Jenazah akan dibawa ke lokasi penguburan dan Moo Young melihatnya dari jauh. 


Seorang biarawati ada yang mengenali Moo Young. Ia memanggil-manggil Moo Young, tapi Moo Young malah pergi.

Dokter Yang mendekat, siapa yang suster panggil itu? Suster mengatakan dia adalah Moo Young.

"Moo Young?" Ulang Dokter Yang tampak terkejut.

"Ya. Bagaimana dia bisa tahu Suster Theresa tutup usia? Sudah pasti itu Moo Young."


Moo Young menerima pesan dari Jin Kang. 

"Ini Yoo Jin Kang. Seung Ah mengajakmu bertemu di tepi sungai, Sabtu pukul 16.00."

"Kenapa kamu yang menyampaikan?" Tanya Moo Young membalas pesan.

"Seung Ah dilarang keluar. Ponselnya juga disita."

"Kenapa?"

Jin Kang menulis, "Kenapa lagi? Karena dia bermalam denganmu." Tapi ia hapus lagi.


Akhirnya ia cuma mengirim, "Pokoknya, datang saja tepat waktu."

Moo Young kemudian menyimpan nomor Jin Kang itu di ponselnya.


Jin Kook mendatangi tempat kerja Yu Ri, ia bermain gitar sambil menyanyi, tapi suaranya ancur banget, ia juga tidak bisa memainkan gitar. Yu Ri merasa terganggu, ia langsung tahu kalau Jin Kook datang tidak untuk bermain gitar kan?

"Berlatih gitar. Kabarnya, banyak pelatih andal di sini." Elak Jin Kook. 

"Kata siapa?"

"Kim Moo Young."

Yu Ri terdiam dan bertnaya diapa Jin Kook sebenarnya. Jin Kook lalu menunjukkan identitas polisinya sambil manjawab kalau ia adalah kenalan Kim Moo Young.


Jin Kook mendekati Yu Ri, ia bertanya, Kim Moo Young adalah mantan pacar Jeong Mi Yeon, ya? Yu Ri ketawa, siapa yang mantan pacar?

"Lalu apa kamu pacarnya? Kamu menyukai Kim Moo Young, bukan?"

"Apa aku terlihat gila? Untuk apa aku menyukai pria tua berumur 30 tahun?!"

"Tua? Yang benar saja, 30 tahun belum tua. Tidak sopan. Pasti Kim Moo Young menangis mendengarnya."


Yu Ri: Ahjussi, Kamu polisi, bukan?

Jin Kook: Mau kuperlihatkan pengenalku lagi? Ini.

Yu Ri: Kenapa kamu menanyaiku tentang Moo Young Oppa?

Jin Kook: Untuk memperingatkanmu. Kim Moo Young adalah tersangka kasus pembunuhan Jeong Mi Yeon. Berhati-hatilah. Kamu bisa celaka jika melindungi kriminal.

Yu Ri: Moo Young Oppa tersangka?

Jin Kook mengangguk. Yu Ri tidak paham, kenapa Moo Young Oppa yang bahkan kurang mengenal Mi Yeon dijadikan tersangka?

"Benarkah?" Tanya Jin Kook menegaskan ucapan Yu Ri tadi.

-ooo-

PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap