Saturday, October 6, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 1 Part 1

Sumber: tvN


Seorang Psikiater Yang Jung Mo menjadi seorang narasumber. Reporter menampilkan foto masa mudanya. Reporter merasa itu pasti masa-masa memberontak Anda. Juga bertanya berapa usia Jung Mo saat itu?

"27 tahun. Sebenarnya, 28 tahun."

"Anda begitu tampan dan menarik."


Jung Mo fokus dengan foto anak diseberang, ia bergumam, anak itu.. Reporter bertanya, apa dia anak yang ditakdirkan itu?

Jung Mo: Ya, aku juga tidak tahu soal ini. Setelah foto ini diperbesar, aku baru menyadari ada anak itu.

Reporter: Menarik sekali. Pertanyaanku berikutnya juga tentang anak itu. Selagi membahasnya, mari kita lanjutkan. Bagi Anda, anak itu mengubah hidup Anda saat tersesat dan terbebani dengan kehidupan mahasiswa kedokteran. Apa yang dilakukan anak usia delapan tahun hingga mengubah hidup seorang pria dewasa?


Jung Mo menjawab kalau mata anak itu misterius. Mulanya ia mengikuti dia karena penasaran. Lalu ternyata perjalanannya sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan anak itu.

Reporter: Menarik. Mungkinkah pertemuan dengan anak itu adalah faktor penting yang membentuk Anda menjadi seperti sekarang?

Jung Mo: Tentu saja. Begitulah yang kurasa.


Itu adalah acara TV yang sedang tayang di TKP, dimana sekelompok polisi sedang ada di disana, seorang jatuh dari balkon lantai atas. 


Detektif Lee Kyung Cheol menanyai petugas jaga apartemen, benar tidak ada yang mengaku melihat atau mendengar hal mencurigakan saat insiden itu terjadi? Bapak itu mengangguk.

Detektif Lee: Jadi, sampai kamu menemukan mayat dan melapor ke polisi pagi ini, tidak ada yang tahu soal ini? Kamu tidak tahu kapan dia melompat?

Petugas jaga: Ya, aku tidak tahu. Semalam hujan lebat dan petir bersahutan. Aku menjadi penasaran dengan pikiran manusia.


Detektif Lee menyuruh siapa saja untuk mematikan TV, ia memanggil Cho Rong.

Reporter melanjutkan pertanyaannya, anakitu sekarang usianya 30 tahunan, kira-kira apa kegiatan dia saat ini?

Jung Mo tidak tahu sama sekali. Selama ini, ia penasaran bagaimana nasibnya.

Lalu TV dimatikan.


Di pabrik bir, kerjalah Kim Moo Young (Seo In Guk). Saat tengah mengisi tabung, temannya mengajaknya pergi.


Detektif Yoo Jin Kook mendatangi lokasi dan kayaknya ia tidak berhubungan baik dengan Detektif Lee karena mereka bahkan tidak bertegur sapa.


Cho Rong yang menyapa Jin Kook, ia bertanya ngapain Jin Kook kesana. Jin Koon mengaku hanya penasaran, ada kasus apa?

"Bunuh diri dengan melompat dari gedung. Mahasiswi 22 tahun."

"Kenapa gadis semuda itu bunuh diri?"

"Kami belum tahu. Sebenarnya, aku sempat bertatap mata dengannya. Dia cantik sekali. Kenapa gadis secantik itu bunuh diri?"

"Kamu yakin?"

"Ya, dia cantik sekali."

"Maksudku soal bunuh dirinya."

"Soal itu, mungkin saja..."


Jin Kook membentak, menyuruh Cho Rong menatap matanya kalau menjawab. Cho Rong baru menyadari kalau Jin Kook rapi banget. Jin Kook pun keluar dan memamerkan pakaiannya. 

"Apa Anda ada acara penting?" Tanya Cho Rong.


Di tempat lain, seorang wanita sedang mengagumi undangan yang diterimanya, "Karena keluarganya kaya, undangannya pun mewah."


Yoo Jin Kang (Jung So Min) menjawabi, "Keluarganya tidak kaya."


Jin Kang akan pergi, ia mengecek barang bawaannya dulu, yang penting ia harus membawa portfolionya. Lalu wanita tadi (Im So Yeon) memberikan undangan itu.


CEO Hwang tiba tepat saat Jin Kang membuka pintu. CEO Hwang bertanya apa Jin Kang sudah membawa Portfolionya. Jin Kang dengan senyum lebar menunjukkan kalau ia sudah membawanya. 

CEO Hwang memberikan baju untuk dipakai Jin Kang karena nasib perusahaan mereka bergantung pada performa Jin Kang hari ini, ia tidak bisa membiarkan penampilan Jin Kang biasa-biasa saja.


So Yeon mengatakan kalau Jin Kang sudah terlambat. Jin Kang terselamatkan, ia pun segera pergi dan berkata akan ganti baju disana.

CEO Hwang membiarkannya pergi dan mengingatkan agar sudah ganti baju sebelum bertemu dengan Jang Woo Sang.


Moo Young dan temannya No Hee Joon melakukan pengantaran, Hee Joon membicarakan sesuatu. 

"Seluruh acaranya diatur oleh putra pimpinan Grup NJ. Dari pameran hingga pesta. Untuk ulang tahun pacarnya. Menakjubkan."

Dan anehnya hari ini mereka terjebak macet, tidak seperti biasanya. Moo Young sama sekali belum bicara apapun.


Jin Kook ada di mobil samping mobil Moo Young. Ia tahu apa yang terjadi tapi ia memberitahu dirinya sendri untuk tidak terlibat karena hari ini hari liburnya.


Tapi ia melawan kata-katanya sendiri. Di depan ada kecelakaan dan sebagai polisi yang budiman ia membereskan semuanya, menengahi antara korban dan pelaku. Kecelakaan kecil sih, paling cuma goresan di mobil. Setelahnya, Jin Kook mengatur lalu lintas. 


Jin Kook mendapat panggilan dari orang yang ia namai "Milikilah pacar". Ternyata itu adalah adiknya, Jin Kang. Jin Kang bertanya dimana Jin Kook, sudah berangkat kah? 

"Tentu. Sebentar lagi sampai. Kamu bagaimana?"


Saat Moo Young melintas, Jin Kook tak sengaja melihatnya, gerakan lambaaattt. 


Jin Kook melanjutkan bicaranya, mengatakan kalau ia baru saja membuka pintu mobil. 


Jin Kang sampai di tempat pameran "Light and Clay" berdasarkan undangan itu.


Di parkiran ada yang ia kenal, Baek Seung Ah. Seung Ah menunduk di setir mobil. Jin Kang mendekat dan mengetuk kaca mobil. Seung Ah memanggil Jin Kang Eonni (kakak).

"Ada apa? Kamu tidak enak badan?" Tanya Jin Kang.

"Aku baik-baik saja."

"Ayo masuk."


Dan Seung Ah pun keluar. Jin Kang memastikan lagi, apa Seung Ah gugup. Seung Ah menjawab ia ingin mati. Jin Kang kaget, apa? ada masalah?

"Aku hanya bercanda. Kamu takut?" Jawab Seung Ah.

"Hei. Jangan menakutiku."

Dan mereka berjalan bersama. Seung Ah melihat Jin Kang membawa banyak barang, ia menyuruh Jin Ah meninggalkannya saja di dalam mobil. Jin Kang pun menurut.


Moo Young dan Hee Joon mengantar bir di lokasi pameran Seung Ah ternyata dan Hee Joon mengagumimobil Seung Ah. 

"Lihat ini Hyung. Gila! Mobil ini bagus sekali, ya?"


Mereka memanggul tabung-tabung bir itu ke dalam dan mendengar dua orang petugas pameran menggosipkan Seung Ah. 

"Saat pameran pun, dia tidak datang. Tapi dia tetap diperlakukan layaknya seniman. Dia kaya."
"Dia hanya menghamburkan uang."
"Apa ini?"
"Dia cantik."
"Aku iri dengan mobilnya."
"780S White? Itu hadiah Hari Kasih Sayang dari pacarnya."
"Baek Sung Ah memang cantik. Sangat cantik."


Hee Joon bicara pada Moo Young, apa Moo Young dengar? Tadi itu mobil Baek Seung Ah. Tapi Moo Young masih saja diam dan terus bekerja.


Jin Kang membaca sesuatu. Tak jauh darinya Seung Ah mendapat penjelasan tentang pamerannya.

"Anda bisa turun dalam 20 menit. Setelah resepsi, pesta dimulai pukul 20.00. Pestanya pasti akan menakjubkan. Direktur Jang ingin itu menjadi kejutan, tapi..."

"Terima kasih." Potong Seung Ah.

"Dari pukul 19.00, akan ada gelar wicara seniman 30 menit. Anda akan berbincang dengan reporter."

"Gelar wicara seniman?"

"Para reporter sangat menantikannya. Mereka ingin berbicara langsung dengan Anda."

"Kenapa kamu memutuskan semuanya tanpa menanyaiku?"

"Itu perintah Direktur Jang."


Seung Ah langsung menelfon Direktur Jang Woo Sang, bertanya dimana dia saat ini.


Jin Kang juga mendapat telfon, ia menjauh dari sana. Ternyata itu adalah telfon dari CEO Hwang dan Jin Ah saat ini berlari menuju mobil. 

"Direktur Jang sudah datang?" Tnaya CEO Hwang.

"Belum."

"Bajumu bagaimana? Sudah ganti?"

"Tentu. Bajunya muat. Cantik sekali."

"Bagus. Kini semua siap. Berikan saja kepadanya. "Direktur Jang, silakan. Standar baru untuk desain merek. Desain dan Tampilan. Mohon dukungannya!" Paham?"

"Ya!"

Tapi ternyata itu rok warna hijau mencolok. Jin Kang enggan memakainya sebenarnya, tapi ia terpaksa memakai.


Moo Young mengambil sesuatu di mobil dan ia menoleh ke arah mobil Seung Ah.

Jin Ah selesai mengganti roknya, ia menyemangati dirinya sendiri sambil mempraktekkan arahan dari CEO Hwang tadi untuk berkata manis. 

"Baiklah. Akan kucoba."


Jin Kang membuka pintu tanpa melihat dan ternyata Moo Young ada di dekat pintu jadinya terdorong. Jin Kang buru-buru minta maaf setelah keluar. Moo Young hanya mengangguk.


Jin Kang sudah jalan tapi kemudian ia kembali karena penasaran dengan logo di kaos Moo Young. Ia bertanya, apa Moo Young dari Arts Brewery? Moo Young membenarkan (akhirnya bicara juga). 

"Kamu yang menyajikan bir hari ini? Apa saja menunya?" Tanya Jin Kang lagi.

"Love Me Belgian Wheat, Sunshine Golden Ale, Live Nine Pale Ale, Blue Rabbit Irish Stout, dan Clover Weizen."

"Bagaimana dengan Something New Brown Ale dan Last Dance IPA?"

"Kami tidak menyajikan itu hari ini."

"Begitu, ya. Baiklah."


Jin Kang pun pergi, kali ini giliran Moo Young yang bertanya, apa itu mobil Jin Kang. Jin Kang menggeleng, itu mobil temannya. 

"Ah.. Sudah kuduga."

"Apa maksudmu?"

"Menurutku kamu tidak secantik kabar yang beredar."


Moo Young permisi tapi Jin Kang memanggilnya.

"Hei! Memangnya kamu mengenalku?"

"Tidak sama sekali." Jawab Moo Young sambil jalan, tapi kemudian ia berhenti dan berbalik, "Kamu pasti baru membelinya."

Jin Kang bingung karena Moo Young nggeloyor lagi. Memang apa yang baru ia beli?


Jin Kang tidakmenyadari label  roknya masih terpasang. Ia pun melenggang dengan santai. 

Dan datanglah Jin Kook. Jin Kang kesal karena kakaknya bohong, katanya sebentar lagi sampai tapi sekarang baru nongol. 

Jin Kook: Siapa ini? Benarkah ini Yoo Jin Kang?

Jin Kang: Jangan berkomentar. Aku tahu.

Jin kook melihat label di rok Jin Kang dan langsung menariknya. Jin Kang sekarang sadar apa yang dimaksud Moo Young tadi, Ah.. ia malu sekali.

Jin Kook: Kakak lebih malu. Kamu pamer telah membeli baju baru kepada semua orang.


Mereka masuk dan Jin Kook langsung memberikan bunga yang ia beli pada Seung Ah, serta mengucapkan selamat.

Jin Kook: Bagus sekali. Semua ini karyamu?

Jin Kang: Mengagumkan, bukan?

Jin Kook: Sangat mengagumkan. Kudengar kamu akan menggelar pesta nanti.


Seung Ah hanya tersenyum dan mengangguk. Jin Kang mengatakan pada Jin Kook kalau Woo Sang mengadakan pertunjukan kembang api di ulang tahun Seung Ah.

Jin Kook: Bagus sekali. Dia diberi hadiah oleh pacarnya. Apa adikku ini pernah punya pacar?

Seung Ah: Aku ragu. Hubungan seharusnya dirahasiakan dari keluarganya.

Jin Kook: Kuharap begitu.


Terlihat Woo Sang baru memasuki pintu. Jin Kook memuji parasnya yang lebih tampan jika dilihat langsung. Seung Ah permisi pada Jin Kook lalu menghampiri Woo Sang.

Seung Ah melintasi Woo Sang, memintanya untuk ikut dengannya. 


Jin Kook merasa hubungan mereka tidak baik, ia heran padahal ini hari yang membahagiakan. Jin  Kang juga tidak tahu, dan tidak ingin mencari tahu, mereka lalu berkeliling.


Moo Young sedang memasang tabung bir di pompanya. Ia jongkok di bawah meja. Dan tiba-tiba ada yang membanting buket bunga di meja.


Itu adalah Seung Ah. Woo Sang heran, ada apa? Seung Ah meminta Woo Sang membatalkan gelar wicaranya.

"Kenapa?" Tanya Woo Sang.

"Berapa lama aku harus berpura-pura... Profesor Hong juga hadir. Mana sanggup aku melakukannya saat ada Profesor Hong?"

"Kenapa? Seharusnya itu makin memotivasimu."


Moo Young jelas mendengar semuanya.

"Oppa! Setidaknya, turunkan semua karya Profesor Hong. "Bayangan Putih" dan "Suara Sakura". Aku sesak napas melihatnya. Ini salah. Bisa-bisanya kamu memajang karya yang bukan buatanmu?"

"Kamu menginginkan pameran solo. Tapi kamu kurang berbakat. Kamu sudah sepakat."

"Aku tidak menyangka sebesar ini."

"Pikirmu siapa yang menyarankannya? Hong Ji Won! Profesor wanita itu. Dia ingin menjualnya, jadi, aku membelinya. Apa salahnya? Kini, itu milikmu."


Moo Young meletakkan sesuatu dengan keras di atas meja, Seung Ah terkejut sampai menutup mulutnya. 

1 komentar:

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap