Monday, October 8, 2018

Sinopsis The Smile Has Left Your Eyes Episode 2 Part 3

Sumber: tvN


Jin Kang meminta tolong pada kakaknya. Ia lupa sudah mencuci blus yang tidak boleh kusut di mesin cuci. Jin Kook membawa mobil kantor karena sedang bertugas, walaupun begitu ia tetap menyempatkan diri untuk membantu Jin Kang.

"Kakak bangga kepadamu, Jin Kang. Sudah, ya. Kakak mengemudi. Sampai jumpa."


Tepat saat itu ada orang yang melompat di depan mobil dan Jin Kook langsung menginjak pedal rem, untungnya masih sempat.

Ternyata orang itu Moo Young yang menyelamatkan kucingnya. Moo Young berkali-kali membungkuk meminta maaf.


Jin Kook lalu memberi Moo Young tumpangan. Moo Young kagum dengan perlengkapan di mobil itu. 

Jin Kang: Kamu baik-baik saja? Tidak terluka?

Moo Young: Maaf. Kucingku tiba-tiba melompat ke jalan. Dia pasti takut karena belum pernah disuntik.

Jin Kang: Yang penting kamu tidak terluka. Aku terkejut sekali.


Moo Young tiba-tiba membahas soal Jin Kang, tempo hari yang berada di pub di Itaewon adalah adik Jin Kook, bukan? Jin Kook heran, bagaimana Moo Young tahu.

"Kebetulan saja."

"hahah"

"Jadi, kamu menguntit adikmu, ya?"

"Astaga. Aku tidak menguntitnya. Cho Rong... Astaga. Ah.. Ingatanmu tajam. Apa karena kamu masih muda? Lurus atau belok kanan?"

"Turunkan aku di sini saja."

"Akan kuantar sampai rumah karena kamu kerepotan membawanya."

"Oh.. Kalau begitu, lurus saja."

"Ah.. Lurus. Baiklah."


Moo Young tak menyangka Jin Kook akan baik sekali, apa karena Jin Kook seorang polisi? Jin Kook mengatakan kalau tugas polisi adalah untuk melindungi masyarakat.

"Cita-citaku saat kecil juga menjadi polisi. Dahulu ayahku juga polisi."

"Begitukah? Dia bekerja di kepolisian mana?"

"Kepolisian Haesan."

"Haesan?"

"Kenapa? Ada kenalan di sana?"

"Ah.. Tidak ada."

"Bisa turunkan aku di depan Kantor Percetakan Wonyoung?"

Jin Kook pun menurunkan Moo Young disana. 


Sebelum turun, Moo Young malah bertanya apa Jin Kook bawa pistol. Jin Kook lalu menerogoh bajunya, mengeluarkan sesuatu, tapi ternyata cuma jarinya saja yang ia tekuk seperti pistol. 

"Aku lupa membawanya. Bercanda. Aku tidak membawa-bawa pistol." Jawab Jin Kook. 

"Kamu pernah menembakkannya?"

"Sering. Aku menembakkannya setahun sekali untuk uji coba."

"Bukan itu. Pernahkah kamu menembak seseorang?"

"Menurutmu berapa polisi yang telah menembak penjahat sebelum pensiun? Kurang dari 10 persen."

"Tapi kamu pernah menembakkannya, Ahjussi."


Jin Kook langsung menoleh kepada Moo Young. Musik latarnya tegang.

"Tampaknya kamu tertarik dengan hal semacam itu." Ujar Jin Kook.

"Ya, sangat tertarik. Tapi.. Sepertinya kamu pernah menembak seseorang. Aku hanya bercanda. Bagaimana nasib orang itu? Mati? Bagaimana rasanya.. saat ada yang mati karena kita?"

"Kamu sungguh ingin tahu? Rasanya segalanya berakhir. Bercanda, Becanda! Itu hanya berandai-andai."

"Menurutku bukan begitu rasanya."

"Lalu bagaimana?"


Moo Young: Rasanya.. akan sangat aneh. Pembunuh kerap mengaku merasa bagaikan dewa. Benarkah rasanya seperti itu?

Jin Kook: Dewa? Dia hanya akan menjadi pembunuh. Setelah membunuh seseorang, kita akan menjadi pembunuh keji, bukan dewa.

Moo Young: Ya. Pembunuh. Tegas sekali. Terima kasih telah mengantarku.


Jin Kook menanyakan siapa nama Moo Young saat Moo Young turun. 

"Kim Moo Young." Jawab Moo Young.

"Pernahkah kita bertemu?"

"Ya, di Itaewon."

"Bukan itu. Bertahun-tahun lalu."

"Mungkin tidak."

Lalu Moo Young permisi dan menutup pintu.


Moo Young meletakkan makanan kucingnya, lalu ia meletakkan kucingnya.


Moo Young mendapat telfon dari Seung Ah.


Jin Kook menemui So Jung, ia meminta So Jung mencaritahu latar belakang Moo Young, ia hanya memberi nama, umur dan alamat. Kim Moo Young, sekitar 30 tahunan, tinggal di Wonyoung-dong.

"Aku tidak boleh menyelidikinya. Bukankah seharusnya kamu bisa lebih lancar? Kamu gagap, "Usianya 30 tahun. Dia tinggal di Wonyoung-dong"."

"Kapan?"


So Jung kesal, tahu sendiri kan jika menyelidiki warga sipil tanpa nomor kasus bisa-bisa seragamnya dilucuti. 

So Jung: Oh.. Apa kataku tadi? Seragamku dilucuti? hahaha. Itu salah, Manajer Yoo. Bukan itu maksudku. Jangan salah paham. Pergilah. Pergilah.

Jin Kook: Kamu sudah gila?

So Jung: Aku sibuk setengah mati. Bicara apa dia?



Seung Ah mengajak Moo Young ke studionya. Tapi disana Moo Young malah fokus pada foto Jin Kang.


Woo Sang menghubungi Sekretaris Oh, bertanya daftar orang yang membeli karya Seung Ah.


Jin Kang menelfon Seung Ah, memberi kabar kalau Arts menerima desain mereka.

"Sungguh? Baguslah."

"Bosku berterima kasih. Dia ingin mentraktirmu."

"Tidak, itu bukan berkat aku. Sebenarnya, aku belum menyerahkan dokumennya. Aku belum sempat menemui Oppa."


Tiba-tiba Moo Young mendekat dan ikut mendengarkan percakapan mereka melalui earphone. Ia mengambil satu earphone di telinga Seung Ah dan memakainya.

Jin Kang: Begitukah? Baguslah. Sebenarnya, aku sungkan.

Seung Ah: Aku mengerti. 

Jin Kang: Jangan beri tahu bosku. Kita minta dia mentraktir kita makan enak. Besok kamu senggang, bukan?

Seung Ah: Besok? Aku agak sibuk besok (setelah memandang Moo Young dan Moo Young menggeleng).

Jin Kang: Ada kencan?


Jin Kng ingat kejadian di bioskop, lalu ia menyinggung soal Moo Young. Dan karena ini tentang Moo Young. Seung Ah menjauh untuk membicarakannya. Ia meninggalkan Moo Young.


Setelahnya, Seung Ah masuk dan berkata pada Moo Young kalau tempo hari Jin Kang melihat Moo Young.

"Apa?" Tanya Moo Young.

"Semuanya. Sepertinya kamu tahu itu salah."

Moo Young masih diam saja.

"Kamu masih tidak tahu?"

Moo Young menggeleng.


Seung Ah langsung tersenyum lebar, "Yaa.. Kamu masih tidak tahu?"

"Ada apa?"

"Kamu menonton film sendirian. Unnie melihatmu dan kamu tampak bosan."


Moo Young langsung memeluk Seung Ah, "Tentu saja aku bosan."

"Kenapa? Seharusnya kamu mengajakku."

"Kamu tidak menyesal?"

"Ya, maafkan aku."

--ooo--


PS: Terus pantengin diana-recap.web.id untuk update sinopsis selanjutnya. Dan jangan lupa ajakin teman-teman kalian untuk membaca sinopsis ini. Sinopsis akan terus diupdate jika pembacanya banyak.
Terimakasih^^

1 komentar:

  1. Drama ini agak unik ya kak...
    Apalagi moo young, aneh....

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap