Thursday, October 25, 2018

Sinopsis She Is 200 Years Old Episode 5 Final


Jong Hoon merekam video untuk Se Yeon. Dalam videonya ia berkata

“SeYeon—shii jangan lupa makan walaupun sibuk. Aku sangat merindukanmu karena kita tak bertemu beberapa hari ini. Tetapi aku akan bersabar karena kau bilang kau sibuk.”


Se Yeon menerima pesan video Jong Hoon.


Episode 5
Se Yeon, AKu merindukanmu


Di tempat biasa, Jong Hoon bersama Dong Gyun. Dong Gyun yang tahu muka bete jong Hoon menyuruhnya untuk bercerita, Jong Hoon udah mau mulai menceritakan masalahnya tapi gak jadi. Dong Gyun bisa menebak kalau hubungan Jong Hoon dengan pacarnya pasti gak berjalan baik.

“Nggak kok. Dia bilang, dia sibuk.” Jelas Jong Hoon dengan bibir manyun.

Dong Gyun menyuruh Jong Hoon sabar menunggu kalau Jong Hoon tak merindukannya. Tapi Jong Hoon menrindukannya. Dong Gyun menyuruhnya untuk menemuinya, apa itu begitu sulit?

Sepertinya Jong Hoon mulai menangkap inti dari perkataan Dong Gyun, ia langsung pergi. Dong Gyun masih semangat menjelaskan kalau Jong Gyun seharusnya membeli makanan dan mendatangi rumahnya. Kali ini Dong Gyun gak kaget ditinggal pergi sama Jong Hoon.


Jong Hoon membawa banyak makanan ke rumah Se Yeon, kemudian ia mengirim pesan pada Se Yeon mengabarkan kalau ia ada di depan rumah Se Yeon dan menyuruhnya untuk keluar sebentar. 


Se Yeon menerima pesan Jong Hoon..

“aku hanya tidak ingin menunjukkan diriku padanya.”

“Aku hanya ingin diingatnya sebagai gadis yang cantik. Sejak dia menerimaku dengan keadaanku ini, apa benar bahwa aku harus mengirimnya pergi.”


Jong Hoon membunyikan bel. Se Yeon keluar dengan wajah keriputnya. Jong Hoon awalnya mengira kalau dia adalah nenek Se yeon, kemudian ia sadar kalau Se Yeon sendirian didunia ini, ia syok mengetahui kalau yang di depannya saat ini adalah Se Yeon, kekasihnya. 


Jong Hoon pergi dengan langkah gontai dari rumah Se Yeon. Terdengar suara Se Yeon

“Sekarang aku menemukan siapa aku sebenarnya. Itu semua berkatmu, Jong Hoon. Terimakasih. Jadi, mari kita putus sekarang.”


Jong Hoon minum-minum ditemani Dong Gyun. Jong Hoon sudah kebanyakan minum, Dong Gyun menghentikannya.

“Hei, menurutmu seberapa tua usia wanita yang bisa kau kencani?” tanya Jong Hoon.

Dong Gyun menjawab, baginya 12 tahun lebih tua darinya adalaah batas maksimal asal ia bisa menopang hidupnya sendiri. Dong Gyun curiga, apa kekasih Jong Hoon berbohong soal usianya, apa sebenarnya ia lebih  tua? Tapi ia kelihatan sangat muda.

“TIDAK! (menggebrak meja) dia tidak pernah berbohong mengenai itu. aku mengencaninya karena aku mengetahui segala tentangnya, tapi… (menenggak minuman). Dia ingin putus.” jawab Jong Hoon.

“Jadi, kau bersedia?” tanya Dong Gyun.

Jong Hoon mengangguk. Dong Gyun menyemangatinya, ia menyuruh Jong Hoon melupakan wanita itu, sebagai gantinya ia akan mengenalkan Jong Hoon pada wanita lain, bukan yang lebih tua. Lupakan dia. Kemudian Dong Gyun menuangkan soju ke gelas Jong Hoon.


“pada akhirnya aku menjadi pengecut. Dan berpisah darinya.”


Dirumahnya, Se Yeon merenungi nasibnya. 

“walaupun aku malu untuk mengatakan ini, sekarang pada akhirnya aku tak ingin hidupku berakhir, hidupku yang membuatku lelah dan membosankan.”


Jong Hoon kembali ke kehidupannya yang sebelumnya. ia menganggap pertemuannya dengan SeYeon sebagai mimpi indah dan sekarang ia sudah bangun, ia harus menjalani hidupnya kembali.


Jong Hoon bahkan kencan buta. Menurutnya, karena mereka putus jadi ia hanya perlu menemui wanita lain. 


Di restoran tempat ia kencan buta, ia melihat sepasang suami-istri yang sudah berumur dan masih sangat mesra. Entah apa yang ia pikirkan. Ia memilih pergi meninggalkan teman kencannya.


Jong Hoon berlari sekuat tenaga ke rumah SeYeon..

“Tak ada  banyak waktu tersisa. Dia tidak memiliki banyak waktu lagi.”


Jong Hoon memanggil-manggil Se Yeon.

“Apa kau baik-baik saja? Aku jahat. Aku B******n . kumohon, bukakan pintunya sekali ini saja. Bukakan pintunya untukku. Kau telah hidup sendirian begitu lama. Kau hanya membuka hatimu untukku. Tapi aku meninggalkanmu sendiri lagi. hiks.. hiks. Se Yeon—Shii, tak peduli bagaimana oenampilan luarmu dan bila kau tak cantik lagi. hanya ijinkan aku untuk merawatmu… Hingga hari dimana kau harus pergi.”


Se Yeon pelan-pelan keluar dari rumahnya menuju gerbang, tapi ia terjatuh.

Jong Hoon tak melihatnya, ia masih bicara.. “Hanya ijinkan aku untuk berada disisimu.“


Tangan Se Yeon berubah kencang lagi dan bergerak. Kemudian kita bisa melihat kalau rambutnya juga berubah hitam lagi dan ia bisa bangun. Ia mendekati gerbang membukanya untuk Jong Hyun, ia tersenyum manis.


Jong Hoon bangkit, ia menatap Se Yeon.”Kau telah kembali.”

Se Yeon membenarkan, ia telah kembali dan berterimaksih karena Jong Hoon juga mau kembali padanya. 


Mereka saling berpelukan untuk melepas rindu selama ini.

~END~



Epilogue:



Jong Hoon: Se Yeon—Shii, maukah kau menikah denganku?
Se Yeon: sebelum itu, aku ingin memastikan sesuatu. 
Jong Hoon: apa itu?
Se Yeon: Ciuman sejati.


Kau akan hidup dengan waktu yang sebenarnya mulai sekarang. Bahagialah..


Dia menemukan belahan jiwanya dan mendapatkan waktunya kembali. 


Dia pergi setelah hidup bahagia dengannya dalam waktu yang sangat lama. 

0 komentar

Post a Comment