Sunday, October 14, 2018

Sinopsis Mood Of The Day Part 2


Jae Hyun mengajak Soo Jung ke bengkel kenalannya untuk pinjam mobil. Disana Jae Hyun ngobrol dikit dengan temannya itu tentang Jin Chul yang akan ke MBA. Soo Jung mengingatkan Jae Hyun soal waktu yang semakin mepet. Jae Hyun mengerti.

Lalu teman Jae Hyun bertanya, apa Soo Jung ini pacarnya Jae Hyun. Soo Jung mengatakan tidak, ia Cuma kenalan Jae Hyun saja sedangkan Jae Hyun cuma senyam-senyum aja dari tadi.

Si teman bertanya lagi, lalu bagaimana wanita secantik Soo Jung ada di Busan? Bosan hidup ya?


Jae Hyun menghentikan tamannya itu yang semakin ngaco. Si teman belum berhenti, ia bertanya lagi pada Soo Jung, apa Soo Jung satu SMA dengan Jae Hyun dulu.

“Iya.” Jawab Soo Jung boong dengan dialek Busan.

Lagi-lagi Jae Hyun hanya bisa tersenyum. Si teman jadi bertanya-tanya, kok kayaknya ia gak pernah lihat Soo Jung ya sebelumnya.


Jae Hyun mengemudiakan mobil jeep dengan Soo Jung duduk du kursi sebelahnya. Soo Jung gak nyaman deh dengan mobil tua itu.

“Aku Kim Jae Hyun. Boleh aku tahu nama teman sekelasku ini?” Tanya Jae Hyun dengan dialek Busan.

“Aku Bae Soo Jung.”

“Beneran Soo Jung? Kau sudah cantik sekrang!”


Soo Jung keknya SMS-an sama AM Hong mengenai Jae Hyun dan AM Hong minta Soo Jung untuk mengirimkan foto Jae Hyun. Soo Jung pun mengambil foto Jae Hyun diam-diam, jepretan pertama gagal karena jalan bergelombang dan jepretan kedua juga tak mulus karena Jae Hyun tiba-tiba ngajak bicara.

Jae Hyun mengajak Soo Jung untuk menghabiskan waktu bersamanya setelah Soo Jung mendapat tanda tangan Jin Chul. 


“Aku sudah bilang kalau aku sudah punya pacar.” Balas Soo Jung.

Jae Hyun mejelaskan kalau ia tidak bilang mau menjadi pacar Soo Jung, ia Cuma mau menghabiskan waktu bersama. Soo Jung gak mau, walaupun Cuma sebentar ia tetap gak mau menghabiskan waktunya dengan orang macam Jae Hyun.

“memang kau sudah mengenalku?” tanya Jae Hyun.

Soo Jung tidak mengenal Jae Hyun tapi walaupun begitu, ia bukanlah orang yang seperti di pikiran Jae Hyun.

Jae Hyun melirik Soo Jung lalu tersenyum, mungkin ini kali pertamanya ketemu dengan orang kaya Soo Jung.


Kemudian mereka sampai di rumah keluarga yang sedang mengadakan acara pemakaman.

Jae Hyun menyapa tuan rumah, ia mengatakan kalau ia adalah Sunbae-nya Jin Chul dan mengenalkan Soo Jung sebagai isterinya. Tuan rumah mengatakan kalau Jin Chul tak ada disana dan tadi wartawan juga datang.


Tuan rumah menyuruh mereka untuk masuk dulu saja. Jae Hyun dan Soo Jung memberi penghormatan di altar orang yang meninggal.


Soo Jung mau pergi duluan karena tampaknya Jin Chul tak akan datang ke rumah itu, kalau ia disana terus maka ia bisa telat presentasi. Jae Hyun mencegahnya, ia berjanji akan mengantar Soo Jung ke tempat presentasi, lagian tak sopan jika pergi tanpa makan dulu.

“Kau masih harus traktir aku makanan. Anggap saja ini traktirannya.” Lanjut Jae Hyun.

Soo Jung pun setuju untuk makan dulu. Jae Hyun akan menuangkan soju, Soo Jung menutup gelasnya dengan telapak tangan, ia mengatakan kalau ia tak minum alcohol.


“Baiklah, cukup terima saja.” Paksa Jae Hyun karena ia juga harus menyetir jadi tak boleh minum.

Soo Jung pun setuju, ia hanya akan menerimanya saja.

“Banyak sekali hal yang tak kau suka.” Keluh Jae Hyun.

“Jangan khawatir, bagiku itu hal yang baik.”

Jae Hyun bertanya apa hal baiknya. Soo Jung menjawab ada banyak tapi Jae Hyun ingin Soo Jung menyebutnya satu-satu. Soo Jung membentak Jae Hyun dan mengakhiri percakapan ini karena yang ada Jae Hyun makin banyak ngomomong.

Soo Jung menenggak sojunya dan ia takjub dengan rasanya,,”Ah… sudah ku bilang aku tidak minum..”


Soo Jung melihat seseorang menangis di depan altar ayahnya. Ia jadi ikut merasakan kesedihan anak tersebut, tanpa terasa airmatanya mengalir.


Saat di mobil, Jae Hyun bertanya kenapa Soo Jung tadi menangis. Soo Jung teringat seseorang yang sudah meninggal. Jae Hyun bertanya, siapa itu.

“Ayahku.” Jawab Soo Jung.

Jae Hyun jadi tidak enak karena sudah bertanya. Soo Jung menjawab tidak apa-apa toh Ayahnya sudah lama perginya.


Soo Jung menatap keluar (keknya Soo Jung suka banget menatap ke luar jendela). Kali ini Jae Hyun membukakan kaca mobil untuknya. Soo Jung menyandar dan menikmati hembusan angin segar.


Jae Hyun bertanya, apa Soo Jung sering ke Busa. Soo Jung menjawab kalau ia pernah tinggal di Haeundae bersama teman sekampus. Jae Hyun tahu tempat mekan enak di sekitar sana, ia menawari Soo Jung untuk makan bareng disana nanti, sup seafood nya nendang banget.

“Aku harus cepat-cepat balik ke Seoul.” Jawab Soo Jung.

Jae Hyun merasa kalau Soo Jung terlalu semangat bekerja. Soo Jung jadi sensi, emangnya kenapa? Apa itu salah?

“Seperti mengejar angin saja.” Jawab Jae Hyun.

Soo Jung membuang muka.


Pertanyaan selanjutnya adalah berapa lama Soo Jung berkencan. Setelah mendengar kalau Soo Jung sudah 10 tahu kencan, Jae Hyun seakan tak percaya, kok masih ada orang yang tahan segitu lamanya, ia sampe heran, apa aja yang dilakukan mereka selama itu untuk mengatasi kebosanan atau untuk mencari hal-hal yang menarik.

“Menikahlah dengannya, kalau tidak.. Tinggalkan.” Saran Jae Hyun.

“Aku akan menikah dengannya.” Jawab Soo Jung pasti.

“memang harus.”

Soo Jung tahu kalau Jae Hyun melihatnya seperti wanita gila yang tidak mau menikmati one night dengannya. Meski ia sudah bersikap begitu, Jae Hyun tetap saja memberontak.

“Oke, tapi apa kau sudah pernah menikmati one night?” tanya Jae Hyun.


Soo Jung jadi kesal, sejak kapan sepasang pasangan yang belum tidur bersama itu memalukan? Ia merasa bahwa semuanya terjadi gara-gara lelaki! 'Hei gadis yang menyedihkan, padahal itu sangat menyenangkan, kenapa kau masih diam saja. Jangan pergi, nikmati saja. Kalau kau tidak mau kau bakal menyesal.'

Soo Jung menyuruh Jae Hyun melakukannya sendiri. Kalau bisa sendiri kenapa harus merugikan wanita?


Sampai-sampai Jae Hyun tak konsen menyetir dan hampir saja menabrak orang yang menyebrang.


“Yang jelas, sendiri lebih baik daripada merusak seorang wanita. Itulah rasa sayang sesungguhnya. Jadi maksudku itu... Kau harus melakukan itu bersama orang yang kau cintai. Bukan dengan sembarang orang. Kau harus butuh cinta, begitulah.” Jelas Soo Jung menggebu-gebu.

Soo Jung mengerti tapi pertanyaannya sekarang adalah, kenapa mereka tidak bisa menikmati one night. Soo Jung tak tahu lagi mesti gimana ngejelasinnya sama Jae Hyun.

“Terserahlah. Kau mengajak seorang wanita yang baru kau kenal untuk menikmati malam bersama, itu termasuk pelecehan seksual. Kriminal! Kriminal!” Kata Soo Jung.

“Kalau mengambil foto orang diam-diam, termasuk apa?”  Jae Hyun balik bertanya.

Jae Hyun mengambil ponsel Soo Jung lalu menunjukkan fotonya tadi yang diambil Soo Jung.

“Ketekan tadi pas mobilnya jalan.” Elak Soo Jung.

“Ketekan apa? Jelas begini.”

“Aku tidak sengaja mengambilnya.”

Lalu Jae Hyun mengambil fotonya sendiri dan menyerahkannya pada Soo Jung. Ia menggunakan fotonya itu untuk mengakhiri perdebatan mereka.


Mereka sampai di tempat presentasi. Soo Jung turun duluan. Jae Hyun melihat kalau sepertinya Soo Jung masih ingin mengatakan sesuatu, Jae Hyun menyuruhnya untuk mengungkapkan saja semuanya karena bisa jadi mereka tidak akan ketemu lagi.

“Tidak ada. Perbanyaklah seks dan bahagialah.” Jawab Soo Jung.


Soo Jung sudah melangkah masuk tapi kemudian ia sadar kalau ponselnya ketinggalan di mobil. Ia pun balik lagi untuk mengambil ponselnya. Jae Hyun memberikan ponsel Soo Jung, ia menyuruh Soo Jung untuk menelfonnya jika Soo Jung berubah pikiran dan mau melakukannya.

Soo Jung tak menjawabnya. Lalu buru-buru masuk lagi ke dalam.


Soo Jung menunggu giliran untuk presentasi dan saat nama brand-nya disebut untuk melakukan presentasi, Soo Jung menyadari sesuatu, tasnya ketuker sama milik Jae Hyun.


Di mobil, Jae Hyun ditelfon sama Sunbae Kang, minta dijemput di suatu tempat dan tempatnya berada sudah dekat, Jae Hyun tinggal putar balik saja. Saat Jae Hyun putar balik tak sengaja bola basket di jok belakang terjatuh. Jae Hyun melihat ke jok belakang dan saat itu ia sadar kalau tasnya ketuker.


Sunbae Kang meleng melihat gadis-gadis cantic di jalan. Jae Hyun sudah sampai di depan Sunbae Kang berada tapi terus jalan. Sunbae Kang mengejar mobil Jae Hyun sampai tak melihat ada lubang di depannya. 


Soo Jung gugup saat presentasi karena tak ada yang bisa ia tayangkan dilayar, ia mencoba menyampaikan seingatnya. Tapi keajaiban terjadi, tiba-tiba layar menampilkan ppt yang sudah ia susu untuk presentasi.

Soo Jung melihat ke arah operator dan menemukan sosok Jae Hyun disana. Soo Jung pun bisa dengan lancar melanjutkan presentasinya.


Setelah tugasnya selesai, Jae Hyun keluar.


Sesi tanya jawab. Seorang juri bertanya mengenai tulisan di proposal yang menyebutkan bahwa Pemain basket Kang Jin Chul akan menjadi model Dep. Store Soo Jung. Mereka bertanya apa Jin Chul sudah menanda tangani kontrak.

“Di berita katanya dia masih mempertimbangkannya.” Tanya salah satu Juri.

“Lagipula, Pembasket Kang sedang ada di Busan sekarang.” Jawab Soo Jung.

“Busan?” Tanya mereka.

“Kemarin, aku pergi ke rumah duka kakeknya Pembasket Kang.”


Setelah presentasi, Soo Jung ditelfon AM Hong. Beredar kabar di kantor bahwa Soo Jung sudah berhasil mendapatkan tanda tangan persetujuan dari Jin Chul, AM Hong bertanya apa itu benar?

Soo Jung tak menjawabnya, ia juga kaget mendengar kabar tersebut. AM Hong terus bertanya, dimana Soo Jung bisa bertemu Jin Chul? Apa karena pria kereta api? Ia jadi penasaran gimana rupa pria tersebut. Soo Jung kembali tak menjawab pertanyaan AM Hong, ia langsung menutup telfon dan akan menghubungi AM Hong lagi.


Soo Jung masuk taxi dan meminta Ahjusshi supir untuk mengantarnya ke…


Sunbae Kang nasibnya jelek bener, ternyata tadi ia kejebur lobang selokan jalan. Sekarang ia bersusah payah untuk keluar dari sana.

Dan setelah berhasil keluar, ia meletakkan tas dan jasnya ke atas mobil bak terbuka. Tapi tiba-tiba mobilnya jalan. Sunbae Kang melongo menatap kepergian mobil tersebut.


Untung ponsel masih ada padanya jadi ia bisa menelfon Jae Hyun. Saat di mobil, SUnbae Kang membersihkan tubuhnya dengan tisu basah. Sunbae Kang menyalahkan Jae Hyun atas apa yang menimpanya ini. Jae Hyun gak mau dong disalahkan, ia mengatakan kalau Sunbae Kang jadi begitu karena meleng saat melihat cewek tadi.

“Kalau kau tadi berhenti aku gak bakalan begini.” Ujar Sunbae Kang.

Tapi bagi Jae Hyun masih untung ponsel ada pada Sunbae. Namun Sunbae tetap menyesal karena isi dalam dompetnya penting-penting apalagi barang pemberian ibunya ada di sana.


Soo Jung sampai di tempat tujuannya sebuah restaurant. Restaurant yang disarankan Jae Hyun. Saat ia masuk, ia berpapasan dengan sepasang muda-mudi yang akan keluar.


Makanan pesanannya datang, ia menyendok sesuap, Emmm rasanya pas dengan lidahnya. Tiba-tiba dia mendengar suara Jae Hyun datang, dia langsung panik.

Soo Jung mengintip keluar. Di sana Jae Hyun menyapa akrab Ahjumma pemilik resto, ia bahkan menanyakan Jin Chul. Ahjumma menjawab kalau Jin Chul baru saja pergi.


“Kenapa kau membiarkannya pergi begitu saja?” Keluh Jae Hyun.

“Kenapa aku harus menahannya?” Ahjumma balik nanya.

Jae Hyun memutuskan untuk makan disana, tanpa ia tahu ia menuju ke arah Soo Jung. Saat melihat Soo Jung, ia langsung duduk di depan Soo Jung.


Jae Hyun bertanya, apa Soo Jung berubah pikiran. Tidak, karena disana tidak banyak orang jadi Soo Jung mampir untuk makan.

“Kau kemari bukan karena saranku, kan?” Desak Jae Hyun

“Bukan.”

“Jadi kok bisa kau kemari?”

“Ya, Anu.. Emm….”

“Oke! Intinya kau berubah pikiran.”


Soo Jung mau protes tapi Sunbae Kang keburu datang, ia mengenalkan diri sebagai Sunbae-nya Jae Hyun, Kang Dong Won. Soo Jung tersenyum dan balas menyapanya.

Lalu Soo Jung baralih ke jae Hyun, Apa Jae Hyun belum bertemu juga dengan Jin Chul. Jae Hyun menjawab kalau Jin Chul baru saja pergi katanya. Soo Jung jadi mikir, apa jangan-jangan yang berpapasan dengannya tadi itu Jin Chul.


Putri Ahjumma pemilik resto (Song Yi) menyapa Jae Hyun dan Sunbae Kang. Ia memprotes Jae Hyun yang sering ke Busan tapi jarang mampir ke Resto mamanya. Jae Hyun minta maaf lalu mengenalkan Soo Jung sebagai pacarnya.

Soo Jung mengelaknya tapi Song Yi lebih percaya pada Jae Hyun, ia menambahkan kalau Soo Jung sama sekali bukan tipenya.

“Kenapa? Tapi tetap saja, dia cantic, ‘kan?” Tanya Jae Hyun.

“Sejak kapan pacarmu tidak cantik? Setidaknya oke punya lah.” Balas Song Yi yang kemudian meninggalkan mereka bertiga.


Setelah mendengar kata-kata Song Yi, Soo Jung jadi kehilangan selera makannya.


Saat Soo Jung mau membayar makanannya, Ahjumma menggratiskannya karena Soo Jung adalah pacar keponakannya. Soo Jung kembali mengelak, ia bukan pacar Jae Hyun.

Kemudian Jae Hyun datang dan menyuruh bibinya untuk menerima saja uang Soo Jung tapi Ahjumma tetap gak mau, ia gak mau menyusahkan mereka. Jae Hyun pun pamit kalu begitu.

“Apa dia beneran bibimu?” tanya Soo Jung.

“Lalu?” tanya Bibi dan Jae Hyun balik.

“Ah begitu rupanya..”

Jae Hyun pamit pada Sunbae Kang kalau ia mau pergi duluan.


Saat berjalan keluar resto, Soo Jung memprotes kebohongan Jae Hyun yang baginya terlalu berlebihan, membodohi keluarga dengan mengatakan kalau ia adalah pacarnya.

“Apa aku yang membawamu kemari?” balas Jae Hyun.

Memang tidak sih, tapi…”Berapa banyak wanita yang sudah kau bawa kesana?”

“Oke,, apa kau merasa gak enak?”


Soo Jung tak mengerti, bukannya Jae Hyun bilang kalau ia terpesona padanya. Jae Hyun menjawab kalau pesona masing-masing wanita berbeda.

“Lalu kau mempermainkan mereka?”

“Maaf. Masih banyak orang lain yang lebih menyenangkan untuk diajak bermain ketimbang denganmu. Dan, memangnya apa cuma aku yang suka kesenangan? Wanitapun suka, walau tanpa komitmen. “

“Apa kau tidak pernah berpikir soal itu? Banyak juga orang yang menghancurkan hidupnya hanya dengan sehari.”

Tapi bagi Jae Hyun mereka bisa mengatasi masalah tersebut karena mereka sudah dewasa dan dalam kamusnya masih ada kata ‘pemaaf’. Oke, Soo Jung ingin mengatakan satu hal untuk Jae Hyun. Setelah apa yang keluar dari mulut Jae Hyun tadi, ia yakin suatu saat Jae Hyun akan terluka karenanya.


Jae Hyun menyetop taxi untuk Soo Jung. Bagaimanapun juga Soo Jung bertermakasih pada Jae Hyun untuk hari ini, ia kembali berpesan pada Jae Hyun untuk memperbanyak sex dan bahagialah.

Jae Hyun mau ikut Soo Jung sampai ke stasiun Busan gak lebih. Soo Jung mengakui kegigihan Jae Hyun tapi ia menegaskan kalau ia tidak akan pernah berubah pikiran.

“Tidak. aku sudah tidak berharap lagi bisa tidur denganmu.”

“kenapa!?” tuntut Soo Jung keceplosan.

Jae Hyun tersenyum dengan reaksi Soo Jung ini.


Dari arah resto Song Yi memanggil-manggil Jae Hyun, ia berkata kalau Jin Chul sudah ditemukan dan meminta Jae Hyun ikut dengannya. Jae Hyun langsung lari meninggalkan Soo Jung. Soo Jungnya bingun mau ngapain.


Kemudian Jae Hyun menemudikan mobilnya meninggalkan Sunbae Kang yang baru selesai mandi.


Jae Hyun menemui pelatih Jin Chul. Pelatih kurang setuju jika Jin Chul harus ke MBA walaupun dia tahu kalau ini adalah kesempatan besar, karena ia tahu kalau Jin Chul 11-12 sama Jae Hyun.

“Apanya?” Tanya Jae Hyun.

Pelatih berpikiran kalau Jin Chul tidak mau ke MBA. Tapi Jae Hyun berpikiran lain, siapa di dunia ini yang gak mau gabung MBA, mungkin Jin Chul hanya belum mempertimbangkannya saja.

“Jujur saja, aku pikir basket ini Cuma hobi bagi dia. Dia tidak bermimpi menjadi yang terbaik, sama sepertimu. Kalau kau bisa tunggulah dia. Berilah dia waktu untuk berpikir.”

Setelah mendengar perkataan pelatih, Jae Hyun pergi dari sana diikuti Soo Jung. Owalah.. jadi ternyata Soo Jung sedari tadi mengikuti Jae Hyun.


Saat di mobil, Soo Jung baru sadar kalau Jae Hyun selalu membawa bola basket kemana-mana. Ia bertanya kenapa. Itu adalah bola basket hadiah Jae Hyun untuk Jin Chul saat Jin Chul pertama kali main baket tapi Jin Chul mengambalikannya beberapa hari yang lalu.


“Aku tetap akan mengirimnya ke Amerika demi kesuksesannya.” Janji Jae Hyun.

Soo Jung bertanya, apa Jae Hyun tak tahu dimana tempat favorite Jin Cheol. Jae Hyun tahu sih, tapi agak sulit kesananya, ia bertanya dulu, apa Soo Jung gak papa kesana?


Sunbae Kang sampai di tempat pelatih. Nafasnya ngos-ngosan, ia bertanya dengan gagap, dimana Jae Hyun. Pelatih menjawab baru saja….

Sunbae Kang langsung berlari keluar. Sebetulnya pelatih belum selesai bicara, ia mau menunjukkan kemana arah perginya Jae Hyun tapi Sunbae Kang sudah keburu lari.


Sunbae Kang naik taxi dan minta si Ahjussi supir untuk mengikuti mobil jeep kuning di depan. Ahjusshi ogah-ogahan, jangan mentang-mentang Sunbae punya uang maka bisa menyuruhnya begitu saja, sampai-sampai Sunbae marah-marah saat ia kehilangan jejak.

“Kalau kau kehilangan mobil itu, aku tidak bisa bayar. Karena mobil itu yang akan bayar taksimu!” jelas Sunbae Kang.

Karena Sunbae Kang tak punya uang maka Ahjusshi supir menurunkannya di tengah jalan. Sialnya lagi, ponsel Sunbae ketinggalan di dalam taxi yang sekarang sudah melaju kencang.


Jae Hyun sampai di tempat yang ia maksud, mereka harus menaiki banyak anak tangga untuk sampai ke sana. Jae Hyun menyuruh Soo Jung untuk menunggu jika kesulitan naik karena bisa saja Jin Chul menghilang lagi. tapi diluar dugaannya, Soo Jung mau ikut keatas.


Mereka sampai di sebuah kuil. Soo Jung menunggu sambil menghirup udara segar sementara Jae Hyun berbicara dengan seseorang ditelfon.


Kemudian Jae Hyun duduk di samping Soo Jung, ia mengajak Soo Jung pergi karena nampaknya Jin Chul tidak ada di sana.


Mereka melewati lorong sempit menanjak dan akhirnya sampai di puncak. Jae Hyun mengatakan kalau ia dan Jin Chul sering kesana.

Soo Jung tidak tau banyak soal basket tapi dari yang ia dengar MBA itu pasti keren. Baginya Jin Chul memang aneh, tapi ia tetap iri padanya karena bisa melepaskan kesempatan emas demi hal yang yang tidak ada gunanya.

“Dia berkorban hanya untuk seorang wanita. Bodoh sekali.” Tanggapan jae Hyun.

“Di umurnya yang segitu, cinta itu segalanya, Tidak mudah menemukan cinta yang sesungguhnya.” Balas Soo Jung.

Jae Hyun menyebut itu kekanakan karena cinta itu bakal datang sendiri nanti. 


Kemudian seseorang wanita menepuk pundak Jae Hyun. Jae Hyun tersenyum ramah sambil mengingat-ingat siapa wanita itu.

“Bo Kyung.” Kata wanita itu.

Jae Hyun lalu berkata kalau Bo Kyung tambah cantic saja makanya ia jadi pangling. Bo Kyung bertanya, ngapain Jae Hyun disana. Jae Hyun menjawab kalau ia ada kerjaan. Bo Kyung memperhatikan Soo Jung.

“Kau hidup dengan baik, kan? Bagaimana kabarmu?” Tanya Jae Hyun.

“Masih tetap mengajar. Tidak ada yang berubah.”

“Apa sekarang kau mengajar siswa kelas 3?”

“Aku itu pelatih aerobic.”

“Iya kah? Hey, Maksudku peserta aerobic...”

“Iya kah? Kau memang tidak berubah. Apa aku mengganggumu?”

“Tidak, tidak kok. “

Lalu Bo Kyung pun pergi. Jae Hyun berkata pada Soo Jung kalau Bo Kyun belum bisa melupakannya

Kemudian seorang anak memanggil Bo Kyung sengan sebutan Ibu. Mereka melihatnya dan Soo Jung tertawa.


Mereka berjalan turun. Soo Jung menebak, pasti Jae kyung pernah tidur bersama Bo Kyung. Jae Hyun membenarkan.

“Kau tidur dengan dia, tapi kau tidak tahu apapun tentang dia.” Ujar Soo Jung.

“Kenapa memangnya? Kenapa?”

“Kau tahu gimana dia melihatku tadi? Seakan "Jadi ini wanita dia hari ini?" “

“Bahkan dengan tatapan begitu, kau tidak bisa membacanya?”

“Apa?”

“"Cuma laki-laki inilah yang hebat saat di tempat tidur"”

Jae Hyun ini pinter banget ngelesnya.


Mereka sampai di kolam tempat melempar koin, di tengah kolam ada lubang. Jae Hyun berkata kalau ia dan Jae Hyun selalu berhasil memasukkan koin kesana. Soo Jung tidak percaya.

“Beneran! Walau aku aneh begini, aku tetap pemain basket handal.” Belanya.


Dan Jae Hyun pun mulai menunjukkan keahliannya. Sayangnya lemparan pertama gagal. Soo Jung menertawainya tapi lemparan kedua berhasil, Soo Jung menganggap hal itu sebagai kebetulan.

Begitu lemparan ketiga dan seterusnya selalu berhasil barulah Soo Jung memberika tepuk tangan kagum tapi bukan hanya Soo Jung, semua pengunjung yang melihat juga melakukan hal yang sama.


Setelah puas melempar, selantutnya mereka berdoa. Soo Jung sempat melirik Jae Hyun yang khusyuk berdoa.


Mereka berjalan turun tapi mendadak hujan turuh, akhirnya mereka memutuskan untuk berteduh dulu.



0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap