Wednesday, October 31, 2018

Sinopsis The Ghost Detective Episode 24 Part 1

Sumber: KBS2


Chae Won membahan catatan yang ia temukan bersama Yeo Wool dan Da Il. Ternyata itu milik Jeon Deok Joon, bukan milik Ibunya Sunwoo Hye. 

Yeo Wool: Bukankah itu hanya khayalan yang dimiliki oleh Jeon Deok Joong? Saat memakai alat bantu dengar di rumah sakit perawatan, aku mendengar Sunwoo Hye bilang bahwa dia tidak butuh tubuh yang lemah.

Da Il: Situasinya sudah berubah. Dia tidak bisa bebas gentayangan sebagai roh dan terjebak di dalam tubuh yang sudah mati dan membusuk. Kemungkinan dia menginginkan tubuh baru.

Yeo Wool: Lantas kenapa dia memilihku?

Chae Won: Proses merasuki orang sama seperti transplantasi organ. Sebagaimana tubuh kita harus cocok, roh kita juga harus cocok.


Yeo Wool jadi teringat kata-kata Jeon Deok Joon saat ia disekap di kamar Sunwoo Hye waktu itu.

"Kamu tubuh yang tepat untuk dirasuki oleh gadis ini. Latar belakang keluarga kalian sama. Kamu memiliki roh yang sensitif hingga bisa melihat dia. Dan pada hari dia melompat dari atap 25 tahun lalu, saat dia mulai menyimpan rasa marah di dalam dirinya dalam kondisi ini, kamu dilahirkan.


Tapi Yeo Wool tidak mengatakannya pada siapapun. Da Il lalu bertanya, bagaimana jika tubuhnya hancur lebih dahulu atau jika dia mati? Yeo Wool menyampaikan pertanyaan Da Il itu pada Chae Won. 

Chae Won: Itu akan menjadi peluang yang lebih baik baginya. Tubuhnya harus mati agar rohnya bisa keluar dan begitulah dia bisa merasukimu. Tapi tubuhmu harus berada di dekatnya.

Yeo Wool: Apa yang akan terjadi jika dia merasukiku? Apa aku akan menghilang?

Chae Won: Kamu akan dikuasai. Sama seperti ibu rohku yang dikuasai selagi berusaha membunuh dukun pria itu.


Da Il tiba-tiba menarik Chae Won, ada yang harus ia katakan, ia melarang Yeo Wool ikut mereka.


"Jika Sunwoo Hye merasuki Yeo Wool, bagaimana aku bisa menyingkirkan dia?" Tanya Da Il melalui tulisan.

"Hanya ada satu cara."

"Apa itu?"

"Menguncinya di dalam tubuh Yeo Wool."

"Apa maksudmu?"

"Maksudku, kita harus membunuhnya. Prinsipnya sama dengan tindakan kita kepada Sunwoo Hye."

Da Il: Aku harus mencari cara lain. Pasti ada cara selain ini.


Da Il ingat kata-kata hantu jahat itu pada Yeo Wool.

"Rupanya kamu melihat dan mendengar hal yang tidak seharusnya. Kamu menjadi tubuh yang pas untuk hantu."


Da Il terpikir sesuatu, ia bertanya pada Chae Won lagi. "Roh jahat yang merasuki dukun itu berusaha merasukimu lebih dahulu?"

"Ya."

"Bagaimana dia bisa berhasil? Kamu bilang rohnya harus cocok."

"Itu bisa terjadi jika mereka sangat menginginkannya. Tapi tidak semua orang berhasil. Mereka harus anggota keluarga si Hantu atau orang yang punya hubungan khusus. Dahulu, dukun pria itu dan ibu rohku sudah kuanggap keluarga."

Da Il menyimpulkan, "Kita bisa memanggil hantu jika pernah punya hubungan khusus dengan mereka."


Da Il lalu meminta Chae Won cepat menemukan tubuhnya bersama Jung Dae. Chae Won penasaran, apa yang Da Il rencanakan. Da Il menunjukkan tulisan, "Panggilkan Yeo Wool".


Chae Won pun keluar untuk memanggil Yeo Wool. Yeo Wool bertanya ada apa, tapi Chae Won menjawab kalau ia tidak berhak mengatakannya, jadi Yeo Wool lebih baik masuk saja.


Yeo Wool bertanya, Da Il itu sedang apa? 

"Begini... Karena sekarang aku bisa menyentuh benda, kupikir aku juga bisa berganti pakaian. Ternyata tidak bisa."

"Begitu rupanya. Kamu pasti kedinginan."

"Rasanya seperti nyeri limba maya (Nyeri pada anggota badan yang diamputasi). Aku tidak benar-benar kedinginan."

"Haruskah aku mencobanya?"

"Mencoba apa?"

"Seperti caramu makan. Tunggu. Memberimu makanan berbeda dengan pakaian. Bagaimana caranya? Aku harus membakarnya?"

"Aku masih hidup. Walau aku tidak tahu di mana tubuhku."

"Tapi kamu masih bisa makan dengan cara yang sama. Mari mencobanya."


Yeo Wool memilihkan setelah untuk Da Il lalu memberikannya pada Da Il, "Lee Da Il-ssi, pakailah jas ini."

Da Il menunggu Yeo Wool keluar, tapi Yeo Wool gak nyadar-nyadar. 

"Kamu akan tetap di sini dan melihatku?" Tanya Da Il.

"Benar juga. Cobalah, aku akan keluar."

Dan Yeo Wool pun keluar.


Da Il melihat setelannya itu dan ternyata itu sama persis dengan yang dipkainya saat di mimpinya saat ia menyakiti Yeo Wool.

Da Il: Apa pada akhirnya itu akan terjadi? Aku akan mengubah takdirku agar itu tidak terjadi.


Da Il keluar setelah memakainya dan itu membuat Yeo Wool tersenyum lebar. Da Il sudah berhasil.

"Tapi Kenapa ekspresimu begitu?" Tanya Yeo Wool.

"Apa? Kenapa?"

"Bukan apa-apa. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"

"Pertama, ayo pergi ke rumahmu."

"Kenapa?"

"Ada hal yang sudah lama ingin kulakukan. Jadi, jangan bertanya dan turuti perintahku hari ini."


Da Il memakaikan sepatu Yeo Wool dan sepertinya Yeo Wool berdebar.

"Kenapa kita mendadak membutuhkan ini?" Tanya Da Il.

"Sudah kubilang jangan bertanya. Omong-omong, di mana tendanya?"


Da Il menyuruh Yeo Wool mendirikan tenda di pinggir sungai Han, tapi ia hanya duduk manis, tidak membantu sama sekali.

"Apa yang kamu rencanakan? Kenapa kamu bertingkah aneh?" Tanya Yeo Wool. 

"Apanya yang aneh? Mendirikan tenda di tepi Sungai Han itu aneh? Lihat? Orang lain melakukannya."

"Di mana?"

"Kamu hebat."


Da Il duduk di tenda dan menyuruh Yeo Wool duduk juga dismpingnya.

Da Il: Ini kali pertamamu memakai tenda ini di luar ruang, bukan? Bagaimana? Kamu suka?

Yeo Wool hanya tersenyum.


Da Il: Perasaan Yi Rang saat membelikanmu sepatu itu, mungkin seperti perasaanku saat memutuskan untuk mengajakmu kemari. Pergi ke arah yang ingin kamu tuju bukan berarti kamu melarikan diri. Kita berhasil mencapai sejauh ini, berikutnya, cobalah lebih jauh lagi. Lakukan semua yang ingin kamu lakukan. Makanlah apa pun yang kamu inginkan. Tersenyumlah kapan pun kamu ingin.  Serta keluarlah dan temui orang-orang baru.

Yeo Wool: Kenapa mendadak mengatakan itu? Seakan-akan kita tidak akan berjumpa lagi.

Da Il: Maksudku, kita harus beristirahat.


Da Il lalu berdiri dan menatap sekitar, membelakangi Yeo Wool. 

Yeo Wool: Seharusnya kamu meminta baju lain jika hendak mengajakku kemari. Baju itu berlebihan. Bukankah rasanya tidak nyaman?

Da Il: Bukan soal kenyamanan, tapi aku terlihat tampan.


Da Il mengaku sudah lega. Setidaknya, ia punya kenangan indah yang bisa ia ingat kembali.

"Aku juga."  Jawab Yeo Wool.

0 komentar

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar yha kawan..
Dan bagi kawan2 yang main Twitter boleh kok follow akun kami @Diana_Recap